Melacak Asal-usul Mainan Tradisional Gasing dari Indonesia

5 menit baca
Nazril ihsan fadillah
Ditulis oleh Nazril ihsan fadillah diterbitkan
Macam-macam bentuk mainan gasing. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nazril Ihsan Fadillah)
Macam-macam bentuk mainan gasing. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nazril Ihsan Fadillah)

Seperti yang kita ketahui Mainan Tradisional yang ada di Indonesia sangatlah banyak, mulai dari jenis maupun bentuk dan cara mainnya pun berbeda-beda. Mainan tradisional di Indonesia ini tersebar di seluruh pulau yang ada, dan salah satunya adalah mainan tradisional yaitu gasing. Asal usul dari gasing ini sebenarnya kurang diketahui awalnya berasal dari mana, namun beberapa sumber menyatakan bahwa gasing berasal dari Asia.

Mainan gasing ini sebenarnya memiliki banyak panggilan, untuk di pulau Jawa mainan ini memiliki banyak penyebutan, di daerah Jawa mainan ini disebut dalam berbagai nama seperti : Gangsing, Gangsingan, pathon, dan kekehan, namun untuk di sekitar daerah Sunda mainan gasing ini sering disebut Panggal, Untuk penyebutan di daerah Kalimantan khususnya Kalimantan timur disebut Begasing, untuk di Sulawesi mainan ini disebut Maggasing, Aggasing, dan Paki, dan masih banyak lagi penyebutannya untuk di daerah lainnya.

Asal-usul mainan ini sebenarnya memiliki banyak versi ada yang menyebut bahwa mainan ini berasal dari masyarakat pesisir pantai di Melayu. Mainan ini berawal dari buah yang bernama berembang yaitu buah yang memiliki bentuk sedikit oval sehingga bisa diputar menggunakan tangan, kemudian ada versi lain yang menyebutkan bahwa mainan ini berasal dari permainan anak-anak jaman dahulu yaitu menggunakan telur sebagai mainan dengan cara yang sama yaitu diputar menggunakan tangan hingga berputar.

Sebenarnya masih banyak versi yang menceritakan asal-usul dari mainan gasing ini, namun dari sekian banyak nya versi, cerita tersebut masih simpang siur dan tidak ada yang tahu secara pasti asal usul yang sebenarnya dari mainan gasing ini, dan sampai sekarang masih menjadi pertanyaan besar, Tetapi dengan adanya cerita seperti ini pada akhirnya mainan gasing dapat selalu berevolusi dan melakukan penyempurnaan seperti yang kita ketahui sejauh ini.

Mainan gasing memiliki banyak jenis dan bentuk, seperti bulat, kerucut, oval, pipih, dan masih banyak lagi. Tentunya bentuk dan jenis setiap gasing berbeda sesuai dengan daerahnya masing-masing, selain bentuknya yang bervariasi gasing ini juga pasti berbeda dari segi bahan dalam pembuatannya, bahan tersebut adalah kayu, bahan ini terbilang cukup kuat ketika hendak diadu dan cukup mudah ditemui.

Selain untuk bermain, gasing ini juga memiliki fungsi lain, yaitu sebagai keperluan dalam upacara adat contohnya yaitu digunakan untuk meramal dan menghitung hasil bercocok tanam dengan cara menghitung putaran dari gasing tersebut, selain untuk keperluan upacara adat gasing ini juga bisa digunakan untuk sarana bersosialisasi, karena secara tidak langsung dengan kita bermain gasing bersama-sama secara tidak langsung kita bersosialisasi dan itu dapat meningkatkan rasa kebersamaan kita.

Mekanisme permainan gasing sebagai alat hiburan membutuhkan keterampilan dan keahlian gerakan yang tepat, mulai dari cara mengikat tali hingga teknik memberi tendangan saat melemparkan gasing ke dalam arena. Hiburan ini biasanya dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu kompetisi ketahanan putar serta kompetisi adu gasing, di mana para peserta berusaha untuk menjatuhkan atau menghentikan putaran gasing lawan. Dinamika yang terjadi di dalam arena permainan, yang biasanya disertai dengan tepuk tangan dan sorak-sorai, menciptakan suasana rekreasi yang penuh semangat sportif serta mempererat hubungan kebersamaan antar warga dalam masyarakat tradisional.

Anak-anak yang sedang bermain gasing bersama (Sumber: commons.wikimedia.org)
Anak-anak yang sedang bermain gasing bersama (Sumber: commons.wikimedia.org)

Gasing sebagai bentuk hiburan tradisional masih memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas kolektif serta memperkuat hubungan sosial di tengah proses modernisasi yang semakin pesat. Gasing dapat berperan sebagai sarana komunikasi antar generasi yang memfasilitasi penyebaran nilai-nilai filosofis seperti kesabaran, keseimbangan, dan keteguhan hati. Dengan tetap mempertahankan gasing sebagai media hiburan yang bermakna, masyarakat secara tidak langsung ikut menjaga warisan budaya yang tidak tertulis, mencerminkan kearifan leluhur dalam menghasilkan alat permainan yang selaras dengan lingkungan alam dan masyarakatnya.

Perubahan gasing dari alat tradisional berbahan kayu ke versi modern merupakan perkembangan yang sangat wajar apabila dilihat dari sudut kemajuan teknologi. Dahulu, kemampuan gasing sangat bergantung pada tingkat kepadatan serat kayu serta kesanggupan tangan manusia dalam menyeimbangkan bentuknya secara manual. Namun, di zaman sekarang ini, gasing telah beralih menggunakan bahan-bahan yang lebih kuat. Inovasi terbesar adalah penerapan sistem bantalan peluru atau ball bearing pada bagian poros, yang secara signifikan mengurangi gesekan antara bagian tersebut dengan permukaan lantai. Hal ini memungkinkan gasing modern berputar dengan lebih stabil dan tahan lebih lama dibandingkan gasing kayu yang biasa digunakan.

Secara fungsional, cara bermain gasing mengalami perubahan signifikan untuk memudahkan pengguna serta standarisasi dalam kompetisi. Jika gasing tradisional memerlukan keterampilan khusus dalam menggulung dan menarik tali, gasing modern biasanya dilengkapi dengan alat peluncur mekanis atau launcher yang memanfaatkan gigi plastik untuk menghasilkan putaran awal yang sangat cepat dan kuat. Pergeseran ini menyebabkan gasing berubah dari sekadar permainan tradisional yang bersifat lokal menjadi sebuah fenomena yang memiliki cakupan global, lebih teratur, dan lebih kompetitif, serta Kemudahan ini juga dapat memberi peluang bagi semua orang agar dapat merasakan permainan tersebut secara langsung, tanpa perlu mahir menggulung tali yang sering sulit di dipraktikkan.

Apakah permainan gasing ini masih bisa bertahan di era modern? Gasing sebenarnya masih punya peluang besar untuk bertahan di era modern karena ia menawarkan sesuatu yang unik, yaitu aktivitas fisik yang nyata dan kepuasan melihatnya berputar secara langsung di depan mata. Saat ini, gasing telah berevolusi menjadi lebih keren dengan material modern dan desain futuristik yang memicu semangat kompetisi di kalangan anak muda, sehingga ia tidak lagi dianggap sebagai mainan kuno. Selama masih ada komunitas yang merawat tradisi yang asli, gasing akan tetap berputar sebagai jembatan yang menghubungkan warisan masa lalu dengan gaya hidup masa kini yang serba cepat.

Kita sebagai generasi selanjutnya harus dapat Menjaga kelestarian gasing tradisional ini sebagai bentuk penghormatan kita terhadap kekayaan budaya bangsa yang telah menjaga kesan tradisional dari mainan gasing. Mari kita mulai kembali memperkenalkan permainan ini kepada generasi selanjutnya agar mereka tidak hanya terpaku pada hal-hal yang modern, melainkan juga dapat merasakan kegembiraan bermain secara nyata di lapangan bersama teman sebaya. Dengan terus memainkan, memproduksi, dan mempromosikan gasing kayu khas daerah masing-masing, kita sedang memastikan bahwa dentuman gasing yang beradu dan suara putarannya yang khas tidak akan hilang ditelan zaman, melainkan tetap menjadi identitas bangsa kita di masa depan. (*)

Referensi:

  • BBC News Indonesia. (2021). Permainan Gasing: Tergerusnya putaran permainan kampungan Filosofi keseimbangan hidup yang terlupakan dan kehilangan fungsi.

  • Prabawati, M. N. (2016). Etnomatematika pada permainan tradisional masyarakat Sunda. Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Siliwangi, 5(1), 25–31.

  • Sari, R. (2023). BAB II : PEMBAHASAN PERMAINAN GASING KAYU TRADIDIONAL.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nazril ihsan fadillah
Saya adalah mahasiswa Ilmu Sejarah di Universitas Padjadjaran jenjang S1, saya memiliki ketertarikan pada bidang menulis.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 21 Jul 2026, 11:51

Debu Kapur Tak Kenal Batas Administratif, Derita Warga Cipatat Berlanjut

Sejauh ini, arah angin itu selalu membawa debu ke rumah-rumah warga, bukan ke meja rapat para pejabat yang seharusnya menanganinya sejak lama.

Pemandangan udara menunjukkan aktivitas pabrik pengolahan batu gamping di Kecamatan Cipatat, yang dilalui jalur utama penghubung Bandung menuju Padalarang dan Cianjur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 10:34

Adaptasi Batik terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Modern

Adaptasi kain batik terhadap tren di era modern.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 10:33

Tamasya ke Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda di Bungbulang

Panduan lengkap wisata Leuwi Jurig Garut, mulai dari harga tiket, jam buka, rute menuju lokasi, fasilitas, hingga peringatan keselamatan saat berenang.

Leuwi Jurig Bungbulang Garut. (Sumber: YouTube budi ahmadr)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 09:41

Belajar tentang Desain dari Monumen Jenderal Soedirman di Soreang

Di balik sebuah monumen, ternyata tumbuh ruang publik yang menghidupkan interaksi sosial, aktivitas ekonomi, dan kebersamaan masyarakat.

Monumen Jenderal Soedirman di Jalan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Soreang. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 19:14

Urgensi Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Penciptaan lingkungan belajar yang berfokus pada daya dukung psikologis dan keterampilan sosial juga mampu dipenuhi praktik implementasi kerjasama dan empati.

Suasana MPLS di sekolah. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 18:01

Darurat Penerangan dan Melonjaknya Kriminalitas di Jalanan Kota Bandung

Bandung kini berbeda dan kenyamanan kotanya tak lagi sama. Kian hari tingkat kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas kian menjamur tanpa ada solusi yang nyata untuk menyelesaikannya.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)