Melacak Asal-usul Mainan Tradisional Gasing dari Indonesia

5 menit baca
Nazril ihsan fadillah
Ditulis oleh Nazril ihsan fadillah diterbitkan Kamis 04 Jun 2026, 08:25 WIB
Macam-macam bentuk mainan gasing. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nazril Ihsan Fadillah)

Macam-macam bentuk mainan gasing. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nazril Ihsan Fadillah)

Seperti yang kita ketahui Mainan Tradisional yang ada di Indonesia sangatlah banyak, mulai dari jenis maupun bentuk dan cara mainnya pun berbeda-beda. Mainan tradisional di Indonesia ini tersebar di seluruh pulau yang ada, dan salah satunya adalah mainan tradisional yaitu gasing. Asal usul dari gasing ini sebenarnya kurang diketahui awalnya berasal dari mana, namun beberapa sumber menyatakan bahwa gasing berasal dari Asia.

Mainan gasing ini sebenarnya memiliki banyak panggilan, untuk di pulau Jawa mainan ini memiliki banyak penyebutan, di daerah Jawa mainan ini disebut dalam berbagai nama seperti : Gangsing, Gangsingan, pathon, dan kekehan, namun untuk di sekitar daerah Sunda mainan gasing ini sering disebut Panggal, Untuk penyebutan di daerah Kalimantan khususnya Kalimantan timur disebut Begasing, untuk di Sulawesi mainan ini disebut Maggasing, Aggasing, dan Paki, dan masih banyak lagi penyebutannya untuk di daerah lainnya.

Asal-usul mainan ini sebenarnya memiliki banyak versi ada yang menyebut bahwa mainan ini berasal dari masyarakat pesisir pantai di Melayu. Mainan ini berawal dari buah yang bernama berembang yaitu buah yang memiliki bentuk sedikit oval sehingga bisa diputar menggunakan tangan, kemudian ada versi lain yang menyebutkan bahwa mainan ini berasal dari permainan anak-anak jaman dahulu yaitu menggunakan telur sebagai mainan dengan cara yang sama yaitu diputar menggunakan tangan hingga berputar.

Sebenarnya masih banyak versi yang menceritakan asal-usul dari mainan gasing ini, namun dari sekian banyak nya versi, cerita tersebut masih simpang siur dan tidak ada yang tahu secara pasti asal usul yang sebenarnya dari mainan gasing ini, dan sampai sekarang masih menjadi pertanyaan besar, Tetapi dengan adanya cerita seperti ini pada akhirnya mainan gasing dapat selalu berevolusi dan melakukan penyempurnaan seperti yang kita ketahui sejauh ini.

Mainan gasing memiliki banyak jenis dan bentuk, seperti bulat, kerucut, oval, pipih, dan masih banyak lagi. Tentunya bentuk dan jenis setiap gasing berbeda sesuai dengan daerahnya masing-masing, selain bentuknya yang bervariasi gasing ini juga pasti berbeda dari segi bahan dalam pembuatannya, bahan tersebut adalah kayu, bahan ini terbilang cukup kuat ketika hendak diadu dan cukup mudah ditemui.

Selain untuk bermain, gasing ini juga memiliki fungsi lain, yaitu sebagai keperluan dalam upacara adat contohnya yaitu digunakan untuk meramal dan menghitung hasil bercocok tanam dengan cara menghitung putaran dari gasing tersebut, selain untuk keperluan upacara adat gasing ini juga bisa digunakan untuk sarana bersosialisasi, karena secara tidak langsung dengan kita bermain gasing bersama-sama secara tidak langsung kita bersosialisasi dan itu dapat meningkatkan rasa kebersamaan kita.

Mekanisme permainan gasing sebagai alat hiburan membutuhkan keterampilan dan keahlian gerakan yang tepat, mulai dari cara mengikat tali hingga teknik memberi tendangan saat melemparkan gasing ke dalam arena. Hiburan ini biasanya dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu kompetisi ketahanan putar serta kompetisi adu gasing, di mana para peserta berusaha untuk menjatuhkan atau menghentikan putaran gasing lawan. Dinamika yang terjadi di dalam arena permainan, yang biasanya disertai dengan tepuk tangan dan sorak-sorai, menciptakan suasana rekreasi yang penuh semangat sportif serta mempererat hubungan kebersamaan antar warga dalam masyarakat tradisional.

Anak-anak yang sedang bermain gasing bersama (Sumber: commons.wikimedia.org)
Anak-anak yang sedang bermain gasing bersama (Sumber: commons.wikimedia.org)

Gasing sebagai bentuk hiburan tradisional masih memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas kolektif serta memperkuat hubungan sosial di tengah proses modernisasi yang semakin pesat. Gasing dapat berperan sebagai sarana komunikasi antar generasi yang memfasilitasi penyebaran nilai-nilai filosofis seperti kesabaran, keseimbangan, dan keteguhan hati. Dengan tetap mempertahankan gasing sebagai media hiburan yang bermakna, masyarakat secara tidak langsung ikut menjaga warisan budaya yang tidak tertulis, mencerminkan kearifan leluhur dalam menghasilkan alat permainan yang selaras dengan lingkungan alam dan masyarakatnya.

Perubahan gasing dari alat tradisional berbahan kayu ke versi modern merupakan perkembangan yang sangat wajar apabila dilihat dari sudut kemajuan teknologi. Dahulu, kemampuan gasing sangat bergantung pada tingkat kepadatan serat kayu serta kesanggupan tangan manusia dalam menyeimbangkan bentuknya secara manual. Namun, di zaman sekarang ini, gasing telah beralih menggunakan bahan-bahan yang lebih kuat. Inovasi terbesar adalah penerapan sistem bantalan peluru atau ball bearing pada bagian poros, yang secara signifikan mengurangi gesekan antara bagian tersebut dengan permukaan lantai. Hal ini memungkinkan gasing modern berputar dengan lebih stabil dan tahan lebih lama dibandingkan gasing kayu yang biasa digunakan.

Secara fungsional, cara bermain gasing mengalami perubahan signifikan untuk memudahkan pengguna serta standarisasi dalam kompetisi. Jika gasing tradisional memerlukan keterampilan khusus dalam menggulung dan menarik tali, gasing modern biasanya dilengkapi dengan alat peluncur mekanis atau launcher yang memanfaatkan gigi plastik untuk menghasilkan putaran awal yang sangat cepat dan kuat. Pergeseran ini menyebabkan gasing berubah dari sekadar permainan tradisional yang bersifat lokal menjadi sebuah fenomena yang memiliki cakupan global, lebih teratur, dan lebih kompetitif, serta Kemudahan ini juga dapat memberi peluang bagi semua orang agar dapat merasakan permainan tersebut secara langsung, tanpa perlu mahir menggulung tali yang sering sulit di dipraktikkan.

Apakah permainan gasing ini masih bisa bertahan di era modern? Gasing sebenarnya masih punya peluang besar untuk bertahan di era modern karena ia menawarkan sesuatu yang unik, yaitu aktivitas fisik yang nyata dan kepuasan melihatnya berputar secara langsung di depan mata. Saat ini, gasing telah berevolusi menjadi lebih keren dengan material modern dan desain futuristik yang memicu semangat kompetisi di kalangan anak muda, sehingga ia tidak lagi dianggap sebagai mainan kuno. Selama masih ada komunitas yang merawat tradisi yang asli, gasing akan tetap berputar sebagai jembatan yang menghubungkan warisan masa lalu dengan gaya hidup masa kini yang serba cepat.

Kita sebagai generasi selanjutnya harus dapat Menjaga kelestarian gasing tradisional ini sebagai bentuk penghormatan kita terhadap kekayaan budaya bangsa yang telah menjaga kesan tradisional dari mainan gasing. Mari kita mulai kembali memperkenalkan permainan ini kepada generasi selanjutnya agar mereka tidak hanya terpaku pada hal-hal yang modern, melainkan juga dapat merasakan kegembiraan bermain secara nyata di lapangan bersama teman sebaya. Dengan terus memainkan, memproduksi, dan mempromosikan gasing kayu khas daerah masing-masing, kita sedang memastikan bahwa dentuman gasing yang beradu dan suara putarannya yang khas tidak akan hilang ditelan zaman, melainkan tetap menjadi identitas bangsa kita di masa depan. (*)

Referensi:

  • BBC News Indonesia. (2021). Permainan Gasing: Tergerusnya putaran permainan kampungan Filosofi keseimbangan hidup yang terlupakan dan kehilangan fungsi.

  • Prabawati, M. N. (2016). Etnomatematika pada permainan tradisional masyarakat Sunda. Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Siliwangi, 5(1), 25–31.

  • Sari, R. (2023). BAB II : PEMBAHASAN PERMAINAN GASING KAYU TRADIDIONAL.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nazril ihsan fadillah
Saya adalah mahasiswa Ilmu Sejarah di Universitas Padjadjaran jenjang S1, saya memiliki ketertarikan pada bidang menulis.

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 04 Jun 2026, 20:23

Dari Tangan ke Kaki: Mimpi Sepatu Cibaduyut yang Tak Boleh Mati

Koku Footwear bukan semata urusan bisnis. Banyak keterkaitan emosi soal kelangsungan sebuah legacy.

Perajin sepatu kulit Koku Footwear di Cibaduyut, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 04 Jun 2026, 19:21

Sop Iga Rp10.000 yang Tak Pernah Sepi, Kuliner Legendaris di Kadungora Garut

Sop iga Rp10 ribu di Kadungora jadi favorit musafir dengan rasa kaldu kuat dan harga yang tetap ramah.

Warung Sop Iga A4 di Kadungora, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 04 Jun 2026, 18:50

Tertarik Bisnis Kuliner? Sistem Waralaba Putus Ini Janjikan Keuntungan Penuh untuk Mitra

Memiliki usaha sendiri kian jadi jalur alternatif yang simple di tengah kebingungan memilih profesi apa yang bisa dijadikan sandaran untuk mencari pundi-pundi rupiah.

Ilustrasi. Industri bisnis waralaba kian ngetren di tengah berkembangnya zaman modern. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 04 Jun 2026, 18:50

Hikayat Kopo, Kawasan Ekonomi Bandung yang jadi Bahan Guyon Warganet

Di balik citra macet dan banjir, Kopo ternyata memiliki sejarah panjang sebagai kawasan ekonomi penting Bandung.

Situasi kemacetan lalu lintas di Kopo. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 18:01

Perjalanan Dua Era Pemerintahan Membuka Mata Indonesia terhadap Aksara

Menilik lembaran historis "Pemberantasan Buta Huruf" di Indonesia.

Pidato Presiden Soekarno pada "Pameran Bebas Buta Huruf" di Gelora Bung Karno, 1964. (Sumber: Instagram Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Biz 04 Jun 2026, 17:11

Perjalanan 'Desa yang Biasa Saja' Berhasil Bangun Esensi Ekonomi daripada Sibuk Seremoni

Untuk memahami pencapaian Margamukti hari, perlu kembali ke kondisi beberapa tahun lalu, yang sejujurnya tidak terlalu indah untuk diceritakan.

Kantor Desa Margamukti, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Komunitas 04 Jun 2026, 16:58

Bertahan 15 Tahun, Komunitas Fingerboard di Kota Bandung Tak Kehilangan Pemain

Di tengah gempuran tren digital, komunitas fingerboard di Kota Bandung tetap bertahan lebih dari 15 tahun, menjadi ruang pertemanan, belajar, dan berbagi lintas generasi.

Anggota Bandung Fingerboard menghabiskan akhir pekan dengan bermain, berdiskusi, dan saling belajar berbagai trik fingerboard. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 16:16

Kilas Balik Kepopuleran Mobil Toyota Corolla di Indonesia Era 70-an

Mengulik masa lalu dan daya tarik Toyota Corolla pada sebagian generasi awal, sedan legendaris di Indonesia yang kini menjadi memori kolektif generasi lawas

Toyota Corolla 1970-1975. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 15:53

Bencana Kebakaran, Masalah Tata Ruang dan Mesin Damkar Otonom

Mitigasi penanggulangan kebakaran perlu platform digital informasi perkotaan yang mampu menyajikan data-data fisik bangunan

Kebakaran kios di terminal Leuwipanjang Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 15:06

Perkembangan Film Genre Horor pada Masa Orde Baru dan Masa Kini di Indonesia

Mengulik perjalanan film horor Indonesia pada masa orde baru hingga masa kini.

ilustrasi film horor. (Sumber: Unsplash | Foto: Syarafina Yusof)
Wisata & Kuliner 04 Jun 2026, 14:16

Panduan Wisata ke Kepulauan Seribu, Surga Tropis di Utara Jakarta

Panduan lengkap wisata Kepulauan Seribu mulai dari pilihan pulau, harga kapal, snorkeling, penginapan, hingga waktu terbaik berkunjung dari Jakarta.

Kepulauan Seribu. (Sumber: Facebook Taman Nasional Kepulauan Seribu)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 12:37

Dari 'Vrijman' Jadi 'Premanisme', Warisan Kolonial yang Susah Diberantas

Jejak premanisme di Indonesia, dari arsip kolonial hingga kehidupan masa kini.

ilustrasi premanisme dan hukum. (Sumber: Ilustrasi oleh Penulis)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 11:34

Jejak Kenikmatan Kopi Pulau Jawa yang Tumbuh pada Masa Kolonial

Perkembangan penanaman dan penyebaran kopi di pulau jawa sekaligus dampaknya bagi perekonomian Hindia Belanda.

Kebun Kopi Karanganyar (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 10:56

Perjalanan Pempek sebagai Makanan Tradisional yang Tetap Populer di Era Modern

Pempek merupakan makanan khas Sumatera Selatan yang memiliki sejarah panjang dan mengakar dalam budaya masyarakat.

Pempek merupakan makanan khas Sumatera Selatan. (Sumber: Pexels | Foto: faizdila)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 09:04

Peran Komunitas dalam Perkembangan Skena Musik Indie di Kota Kembang

Bagi kota ini arti musik lebih dari sekedar hiburan, lebih dari sekadar komunitas.

Event musik yang diselenggarakan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Naufal Dzaki)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 08:25

Melacak Asal-usul Mainan Tradisional Gasing dari Indonesia

Apa itu gasing, jenis dan bentuk, dan bagaimana mainan ini bisa bertahan hingga sekarang?

Macam-macam bentuk mainan gasing. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nazril Ihsan Fadillah)
Bandung 03 Jun 2026, 22:07

Strategi 4K Diuji, Inflasi Mei 2026 Jawa Barat Tembus di Angka 3,07 Persen

Laju inflasi Jawa Barat tercatat 0,24% secara mtm. Capaian itu membawa inflasi tahunan berada di angka 3,07% secara yoy, angka krusial dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat pasca-hari raya.

Ilustrasi. Laju inflasi Jawa Barat tercatat 0,24% secara mtm. Capaian itu membawa inflasi tahunan berada di angka 3,07% secara yoy, angka krusial dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat pasca-hari raya. (Sumber: Ist)
Bandung 03 Jun 2026, 21:37

Wajah Ganda Keuangan Jabar: Cetak Rekor Investor Saham, tapi BPR Megap-Megap dan Terjerat Pinjol

OJK Jawa Barat menyampaikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan (SJK) di Jawa Barat hingga Triwulan I 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang baik di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.

OJK Jawa Barat menyampaikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan (SJK) di Jawa Barat hingga Triwulan I 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang baik di tengah dinamika ekonomi global dan nasional. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 03 Jun 2026, 19:57

Jejak Kampung Batik Trusmi: Dari Warisan Kesultanan hingga Menjadi Fashion Modern

Teknik membatik di Desa Trusmi dan motif-motif batik yang ada di Batik Trusmi atau Batik Cirebon.

Tugu ikonik "Selamat Datang Di Kawasan Batik Trusmi". (Sumber: cirebonkab.go.id)
Wisata & Kuliner 03 Jun 2026, 19:29

Panduan Berkunjung ke Kebun Teh Taraju Tasikmalaya, Hamparan Hijau Warisan Kolonial di Selatan Priangan

Kebun Teh Taraju menawarkan panorama hijau Priangan Selatan, pabrik teh kolonial 1909, tea walk, hingga suasana pegunungan yang sejuk.

Kebun Teh Taraju Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @Instagram/wisata_taraju)