Peran Penting Gedung Landraad dalam Sistem Peradilan Hindia Belanda

2 menit baca
Sani Damayanti
Ditulis oleh Sani Damayanti diterbitkan
 (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Sani Damayanti)
(Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Sani Damayanti)

Gedung Landraad merupakan bangunan peninggalan masa kolonial Hindia Belanda yang berperan penting dalam sejarah Indonesia, khususnya di Kabupaten Indramayu. Bangunan ini terletak di sebelah Alun-alun Kabupaten Indramayu dan diperkirakan berdiri pada tahun 1912, ketika Indonesia masih di bawah kekuasaan Belanda. Pada masa itu, gedung tersebut digunakan sebagai tempat pengadilan bagi masyarakat pribumi yang melakukan pelanggaran hukum.

Selain itu, masyarakat pribumi dibebani kewajiban untuk membayar pajak dan upeti kepada pemerintah kolonial. Pribumi yang tidak mampu memenuhi kewajiban tersebut sering kali dijatuhkan hukuman melalui sistem peradilan yang berlaku. Keberadaan gedung ini tidak hanya menunjukkan fungsinya sebagai lembaga peradilan, tetapi juga mencerminkan sistem hukum kolonial yang cenderung tidak berpihak kepada masyarakat pribumi.

Gedung ini berperan sebagai pusat kegiatan peradilan kolonial yang menangani berbagai perkara yang melibatkan masyarakat pribumi. Proses peradilan yang berlangsung di gedung ini tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga mencerminkan dominasi kekuasaan kolonial yang menempatkan masyarakat pribumi pada posisi yang tidak menguntungkan. Menurut Times Indonesia, gedung ini pernah menjadi saksi pelaksanaan hukuman berat terhadap masyarakat pribumi pada masa kolonial Belanda.

Dalam sistem tersebut, peradilan berada di bawah kendali pemerintah kolonialsehingga masyarakat pribumi memiliki keterbatasan dalam memperoleh keadilan. Keadaan ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam sistem hukum yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat Indramayu.

 (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Sani Damayanti)
(Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Sani Damayanti)

Seiring berjalannya waktu, Gedung Landraad Indramayu mengalami beberapa kali perubahan fungsi setelah masa kolonial berakhir. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini tidak lagi digunakan sebagai gedung pengadilan, melainkan dialihfungsikan untuk kepentingan pemerintahan, seperti digunakan sebagai Gedung BP7 dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Indramayu. Sebagaimana dikutip dari TribunCirebon.com, Dedy S.Musashi menyatakan bahwa gedung tersebut juga pernah dimanfaatkan sebagai kantor Satpol PP.

Sekitar tahun 2000-an, bangunan ini sempat terbengkalai sehingga kondisinya tidak terawat, dengan dinding dan atap yang mengalami kerusakan parah. Hal ini membuat masyarakat khawatir akan hilangnya salah satu warisan sejarah kota. Oleh karena itu, pada akhir tahun 2022, pemerintah daerah melakukan pemugaran guna menjaga kelestarian bangunan tersebut. Perubahan fungsi ini menunjukkan bahwa Gedung Landraad memiliki nilai historis sebagai saksi perjalanan sistem hukum dari masa kolonial hingga masa kemerdekaan.

Gedung Landraad Indramayu menjadi salah satu cagar budaya penting yang memiliki nilai sejarah tinggi dan perlu terus dilestarikan sebagai warisan masa lalu. Upaya pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama masyarakat menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberadaan bangunan bersejarah ini.

Selain sebagai peninggalan fisik, gedung ini juga memiliki nilai edukatif sebagai sumber pembelajaran sejarah bagi generasi muda, khususnya dalam memahami sistem hukum dan kehidupan sosial pada masa kolonial. Oleh karena itu, pelestarian Gedung Landraad tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah, melainkan juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat, agar keberadaannya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sani Damayanti
Mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 21 Jul 2026, 11:51

Debu Kapur Tak Kenal Batas Administratif, Derita Warga Cipatat Berlanjut

Sejauh ini, arah angin itu selalu membawa debu ke rumah-rumah warga, bukan ke meja rapat para pejabat yang seharusnya menanganinya sejak lama.

Pemandangan udara menunjukkan aktivitas pabrik pengolahan batu gamping di Kecamatan Cipatat, yang dilalui jalur utama penghubung Bandung menuju Padalarang dan Cianjur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 10:34

Adaptasi Batik terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Modern

Adaptasi kain batik terhadap tren di era modern.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 10:33

Tamasya ke Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda di Bungbulang

Panduan lengkap wisata Leuwi Jurig Garut, mulai dari harga tiket, jam buka, rute menuju lokasi, fasilitas, hingga peringatan keselamatan saat berenang.

Leuwi Jurig Bungbulang Garut. (Sumber: YouTube budi ahmadr)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 09:41

Belajar tentang Desain dari Monumen Jenderal Soedirman di Soreang

Di balik sebuah monumen, ternyata tumbuh ruang publik yang menghidupkan interaksi sosial, aktivitas ekonomi, dan kebersamaan masyarakat.

Monumen Jenderal Soedirman di Jalan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Soreang. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 19:14

Urgensi Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Penciptaan lingkungan belajar yang berfokus pada daya dukung psikologis dan keterampilan sosial juga mampu dipenuhi praktik implementasi kerjasama dan empati.

Suasana MPLS di sekolah. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 18:01

Darurat Penerangan dan Melonjaknya Kriminalitas di Jalanan Kota Bandung

Bandung kini berbeda dan kenyamanan kotanya tak lagi sama. Kian hari tingkat kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas kian menjamur tanpa ada solusi yang nyata untuk menyelesaikannya.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)