Darurat Penerangan dan Melonjaknya Kriminalitas di Jalanan Kota Bandung

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)

Sebagai seseorang yang cukup lama tinggal di kabupaten Bandung rasanya bukan permasalahan cukup pelik ketika melihat lampu jalan minim penerangan. Berbeda dengan perkotaan biasanya sedikit ke daerah pelosok maka aktivitas manusia sudah banyak berhenti di jam 8 malam sehingga sangat jarang sekali masyarakat yang ke luar jalan di atas jam 8 malam.

Namun setelah bekerja saya mulai melihat bahwa ternyata di perkotaan pun hampir memiliki permasalahan yang sama terkait dengan penerangan. Dulu saat saya pernah kost dan bekerja di sekitar daerah kebon kopi banyak gang-gang kecil yang hilang dari cahaya lampu. Jalanan kompleks yang sepi membuka kesempatan kriminalitas dengan mudah tanpa banyak bukti yang bisa menjerat pelaku.

Bahkan saat itu di tahun 2022 dan bahkan saya masih ingat kapan detail kejadiannya—tepatnya hari Rabu malam selepas shalat magrib di tanggal 19 Oktober. Magrib itu jalanan sangat sepi hanya menyisakkan hujan rintik dan sisa air hujan yang menggengani aspal. Sesekali suara motor dan mobil terdengar melewat dengan kecepatan maksimal karena jalanan yang lenggang. Saya tidak pernah menyangka jika kejadian tersebut akan terjadi kepada seorang anak Perempuan yang bahkan saya tahu karena sering berobat bersama orang tuanya ke klinik tempat saya bekerja. Bahkan rumahnya pun hanya berselang 3 bangunan dengan kosan saya.

Suasana yang berubah menegangkan ketika suara ambulan datang dan orang-orang mulai berkerumun di sekitar tempat saya bekerja. Malam itu informasi yang beredar belum cukup jelas hanya ada seorang anak yang ditusuk. Keesokan paginya media mulai meliput berita dan tetangga saling berkerumun membicarakan kejadian semalam. Saya tak pernah membayangkan bahwa anak perempuan yang sering saya lihat itu menjadi korban penusukan seseorang tak dikenal saat pulang mengaji. Berdasarkan rekaman cctv yang beredar anak itu berpisah dengan temannya tidak jauh sebelum belokkan yang terdapat cctv. Sementara pelaku terlihat jelas mengikuti anak perempuan itu menuju gang gelap yang saya juga sering lewati selepas pulang kerja.

Kejadian pastinya tidak terlihat jelas saat penusukan terjadi tapi satu hal yang pasti anak perempuan itu berjalan terpogoh-pogoh sambil memegangi bagian perut kiri. Sepanjang yang terekam cctv memang jalanan sangat sepi dan tidak ada satu orang pun yang melihat kejadian anak tersebut saat berjalan. Menurut kesaksian terakhir dari cerita yang disampaikan tetangga anak tersebut tersungkur saat beberapa ratus meter lagi sampai di rumahnya. Rasanya sakit ketika membayangkan bagaimana orang tuanya ditinggalkan anak dengan cara yang paling sadis menurut saya karena hak hidupnya telah dirampas orang dewasa yang tidak bertanggung jawab.

Tak hanya jalan kebon kopi tapi sepanjang jalan jl Sudirman hingga pangkalan damri di area Cibereum juga memiliki kondisi yang sama. Pohon-pohon rindang mungkin memberi kesegaran di pagi hari dan naungan di siang hari ketika panas. Namun bisa kita bayangkan ketika malam datang maka minimnya cahaya lampu semakin hilang di telan oleh rimbunnya pepohonan.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)

Selain itu saya juga pernah melintasi jalan seokarno hatta yang dekat dengan jalur moh. Toha juga memiliki kondisi penerangan yang sama minimnya. Saya rasa hal itulah yang menjadi salah satu penyebab banyak kecelakaan lalu lintas terjadi di sepanjang jalan seokarno hatta. Sedikit melipir ke jalan Mohamad ramdan—tegalega- hingga jalan peta juga punya kondisi yang sangat memprihatinkan. Bahkan saya selalu punya kecemasan tak hanya bagi pengguna transportasi tapi juga dengan para pejalan kaki. Di jalan peta terdapat beberapa trotoar yang dibawahnya terdapat selokan besar yang pada beberapa sudutnya telah terbuka. Bahkan pada bagian yang tidak rusak pun penutupnya tidak terpasang hanya terpajang di pinggiran pagar salah satu bangunan. Entah tujuannya apa tapi saya rasa hal itu sangat membahayakan pengguna jalan. Meski air yang mengalir itu tidak memiliki arus yang besar tapi saya rasa selokan itu punya kedalaman yang cukup ngeri bahkan untuk orang dewasa sekalipun.

Sejauh yang pernah saya perhatikan beberapa titik lampu di jalan sekitaran Kota Bandung memang tidak pernah berfungsi dengan sepenuhnya. Ada kalanya dari tiga lampu yang ada hanya satu saja yang menyala. Tentu penerangan yang minim sangat rentan dengan terjadinya kecelakaan. Bahkan penerangan yang minim bisa menjadi kesempatan bagi mereka yang memiliki niat jahat untuk melakukan kriminalitas.

Jika dahulu kejadian begal atau aksi geng motor yang tidak jelas hanya saya lihat dan dengar di berita. Hari ini rasanya ketakutan itu makin dekat karena benar-benar terjadi di lingkungan atau jalanan yang bias akita lewati sehari-hari. Sudah berapa banyak berita, korban, kerugian, ketakutan hingga rasa trauma yang muncul bagi warga Kota Bandung yang mengalami, mendengar dan melihat secara langsung aksi kekejaman tersebut.

Dari sekian banyak kejadian yang diberitakan rasanya cukup miris ketika belum ada tindak lanjut yang masif dan konsisten baik dari Pemerintah Daerah/ Dinas Perhubungan dan instansi keamanan kepolisian yang menindaklanjuti kejadian tersebut. Patroli sangat minim dilakukan di jam-jam rawan kejadian kriminalitas, padahal keamanan dan kenyamanan warga kota sudah menjadi bagian kewajiban dari pihak berwenang.

Saya rasa tak hanya saya, mungkin kalian yang membaca, anak-anak sekolah, remaja, para pekerja, orang dewasa dan mereka yang memiliki mobilitas pekerjaan di malam hari menjadi was-was dengan beberapa kejadian yang terjadi di kota Bandung baru-baru ini. Stay save untuk semua warga Bandung dimana pun berada harus tetap waspada jangan sampai lengah. Semoga kita selalu ada dalam lindungan-Nya. Aamiin. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 17:03

Dari Layar ke Media Sosial: Cara Film Animasi Membangun Percakapan

Disney dan Pixar menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui berbagai platform digital untuk memaksimalkan publikasi global dari film animasi Inside Out 2.

Film animasi "Inside Out 2". (Sumber: Walt Disney Studios Motion Pictures)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 16:00

Mengulas Strategi Komunikasi Digital Pembentukan Opini Publik pada Publikasi Produk Fashion

Strategi komunikasi digital menyesuaikan karakter setiap platform, tetapi tetap menjaga konsistensi pesan untuk membentuk identitas produk dan pemahaman publik.

Ilustrasi produk fashion.
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 15:20

Menyusuri Jejak Peristiwa Era 80-an dalam Lembaran Majalah Zaman

Majalah Zaman edisi 1984 bukan sekadar bacaan lama, melainkan rekaman suasana, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia pada sebuah masa yang kini telah berlalu.

Majalah Zaman edisi September 1984, terbit sekitar 42 tahun silam. Sampul mukanya menampilkan lukisan bergaya airbrush penyanyi asal Cimahi, Ria Angelina, yang menjadi salah satu wajah hiburan populer pada era 1980-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 13:11

R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)