200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Mahanagari lahir dari keresahan sederhana: sulitnya menemukan merchandise khas Bandung mendorong Ben dan Hanafi Salman mendirikan usaha yang mengangkat identitas lokal pada 2002.

  • Dari kaos hingga tur alternatif: Mahanagari memadukan desain bertema Bandung, kearifan lokal, kolaborasi komunitas, dan berbagai tur untuk mengenalkan sisi lain kota.

  • Kini tinggal jejak dan nostalgia: Mahanagari akhirnya tutup, tetapi gagasan untuk menumbuhkan kebanggaan warga terhadap kotanya tetap menjadi bagian penting dari perjalanan merek tersebut.

Bulan September untuk saya adalah bulannya kota Bandung tercinta ini. Karena pada tanggal 25 September nanti kota Bandung genap berusia 215 Tahun. Pada tahun 2010 silam Pikiran Rakyat, dalam rangka hari jadi Bandung yang ke-200 tahun membuat sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung, di mana ikon-ikon tersebut adalah sangat mewakilkan Bandung dari segala sudut pandang.

Hari ini ketika saya membaca kembali buku ini telah ada dari beberapa ikon-ikon tersebut yang telah hilang, bahkan generasi muda Bandung sekarang mungkin akan sangat awam pada ikon-ikon tersebut. Sebut saja C59, Mahanagari, Tobucil, Distro, Radio GMR dan beberapa tokoh legendaris yang menjadi ikon Bandung seperti Kang Ibing, Harry Roesli, M, Iming, Haryoto Kunto, Mang Koko, The Rollies dan masih banyak lainnya.

Tulisan saya pada bulan September ini akan membahas beberapa Ikon Bandung yang telah lama tak terdengar bahkan telah tiada, agar generasi muda Bandung dapat mengetahui dan kita-kita yang menjalani dapat sedikit bernostalgia. Tulisan ini dikutip dari buku 200 Ikon Bandung jilid pertama yang tidak pernah diterbitkan kembali.

Mahanagari

Produsen kaos dan merchandise Mahanagari menuliskan rumus ”F : V : P” dengan latar belakang berbagai rumus fisika lainnya dalam desain salah satu kaosnya. Rumus “temuan” Mahanagari tersebut adalah rumus khas yang mungkin bisa menunjukkan identitas orang Sunda umumnya yang sering melafalkan huruf F atau V dengan P. Desain itu adalah salah satu desain “Bandung Pisan” yang menjadi andalan Mahanagari.

Di balik berbagai macam desain “Bandung Pisan” yang ditawarkan Mahanagari, awalnya adalah cerita sederhana. Tahun 1998 sang pemilik Mahanagari mendapatkan sebuah beasiswa ke Singapura, untuk sekadar tukar menukar hadiah dengan para kenalannya di Singapura, ia pun mencari merchandise yang khas Bandung namun ia tak menemukannya. Lalu terbersit dalam benak sang pemilik untuk membuat kaos-kaos khas Bandung untuk oleh-oleh para pelancong juga. Ide ini baru dapat ia realisasikan pada 2002. Saat itu, Ben dan rekannya Hanafi Salman keluar dari tempat kerja untuk mendirikan Mahanagari.

Pada 2002 bisnis distro dan clothing tengah menjamur. Sebagian besar dengan semangat menjual content luar negeri dalam desainnya. Namun, pertanyaan yang muncul di benak mereka adalah bagaimana masyarakat lokal mau membeli produk mereka yang berupa kaos lokal yang memuat konten lokal yang nantinya akan memunculkan kebanggaan sebagai warga kota Bandung.

Sebagai langkah awal, dibuatlah beberapa desain content lokal yang diarahkan untuk pembeli wisatawan asing. Pada awalnya Mahanagari mendapatkan sebuah tempat di toko Setiabudi, yang memang banyak ekspatriat yang berkunjung ke toko tersebut. Saat itu mereka baru memiliki 5 desain, dan cukup untuk memutar roda bisnis mereka saja.

Ketika bom Bali 1 dan 2, Mahanagari pun ikut menjadi korban, mengalami mati suri selama dua tahun, karena jumlah wisatawan asing yang turun drastis. Pada tahun 2005, Ben dan Hanafi mengubah orientasi, karena wisatawan asing sedang surut bagaimana dengan mengubah pasar ke warga lokal saja.

Setelah melalui berbagai cobaan diketahui bahwa gaya visual ala distro tidak begitu laku, sebaliknya pendekatan desain yang menggunakan tema tradisional, kolonial, kontemporer, plus komemorasi ternyata lebih diterima. Dengan dilengkapi semangat ingin mengajak bangga kepada kotanya sendiri melalui desain, hasilnya adalah beragam desain “mahiwal” (Nyeleneh) yang “Bandung Pisan”, seperti desain angkot, si cepot, peta jalur kota, persib, hingga rumus F:V:P yang melegenda.

Desain mahiwal mengenai Bandung memang mendapatkan porsi tersendiri. Dan cenderung menjadi bahan obrolan warga dan tumbuh menjadi rasa penasaran dan akhirnya pun membeli. Agar terus mendapatkan masukan desain yang beragam, Mahanagari menerapkan pola bisnis khas anak muda. Selain menerima barang desain dari berbagai kalangan, mereka juga berkolaborasi dengan komunitas dan memanfaatkan pengembangan kearifan lokal. Saat itu telah ada 40 desainer yang berkontribusi untuk Mahanagari dari berbagai kalangan.

Semuanya dilakukan untuk mendekati tujuan sosial, agar masyarakat mencintai kota Bandung. Produk yang berbentuk edukasi adalah “Kala Bandung” sebuah timeline sejarah Bandung dalam rangkaian banner sepanjang 50 meter, berkolaborasi dengan para komunitas. Mahanagari juga mengeluarkan tur alternatif, seperti tur pasir pawon, Cibeureum lava tur, tur sepeda, tur heritage, tur urat emas dan tur Gunung Padang.

Kearifan lokal juga turut diangkat dan diperkenalkan dengan produk yang sesuai dengan kekhasan. Pengusaha wayang golek muda juga menjadi model kaosnya, ahli aksara kuno muda pun begitu. Shinta Ridwan dipilih menjadi model kaos dengan desain aksara Sunda, komedian Ronal Surapradja menjadi model kaos urang Bandung keur di Jakarta, dan seniman Tisna Sanjaya yang menjadi model dengan desain kaos dengan rumus F:V:P. Dengan adanya Mahanagari, pengetahuan, kepedulian warga terhadap kota Bandung semakin meningkat, karena sang pemilik Mahanagari selalu bertutur bahwa warga harus bangga dengan kotanya.

Namun, sayang sekali Mahanagari sekarang telah tutup, dahulu saya sering menyambangi tokonya di salah satu mall besar di Cihampelas, sangat menyenangkan melihat desain kaosnya, dan bahan kaosnya pun sangat awet hingga kini pun masih saya pakai di rumah. Semoga akan ada kembali para pengusaha muda yang memiliki kepedulian kepada kotanya yang datang melalui kreativitas dan dapat terus tumbuh untuk menciptakan rasa bangga pada kota Bandung kita tercinta ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Tentang Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 15:30

Esti Bhakti Warapsari Representasi Perempuan Berdaya

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan.

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan. (Sumber: Pexels | Foto: Adi Pratama)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 13:35

Ketika Hutan Terbakar, Masa Depan Ikut Terbakar

Dampak terbesar dari kebakaran hutan adalah rusaknya lingkungan hidup. Hutan pada hakikatnya adalah sistem kehidupan secara simultan, maka keseimbangan ekologis juga adalah bagian masa depan.

Ilustrasi kebakaran hutan. (Sumber: Pexels | Foto: José Luis Photographer)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 12:04

Dampak Depresiasi Rupiah Terhadap Ketahanan Operasional dan Profitabilitas UMKM

Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika merupakan sebuah fenomena ekonomi yang krusial yang sedang terjadi sekarang ini.

Penggunaan uang rupiah di ranah UMKM. (Sumber: Pexels | Foto: rakhmat suwandi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 10:49

Wartawan Kok Minta Uang, Inilah yang Membuat Profesi Jurnalis Terancam

Sebuah kartu pers, nama media, dan kemungkinan sebuah berita yang ditayangkannya dapat menimbulkan tekanan sosial yang besar.

Aksi solidaritas atas kekerasan terhadap Jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 09:14

Pentingnya Penerapan Aset Tetap untuk Menjaga Keberlanjutan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia

Banyak UMKM di Indonesia yang mengalami kerugian hingga berakhir bangkrut akibat minimnya pengetahuan dalam mengelola aset tetap.

Pedagang beras melayani pembeli di Pasar Sederhana, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 18:53

Perang Kata-Kata

Hal ini terjadi diantara perang bersenjata antara AS, Israel, dan Iran yang berlangsung sejak awal tahun 2026.

Peta yang memuat Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika, dengan Iran dan Israel di dalamnya. (Sumber: Pexels/Anthony Beck)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 17:05

‘Jomblo’: Kisah Lajang yang Mencari Cinta di Soreang, Banjaran, dan  Pangalengan

Kata jomblo diserap dari bahasa Sunda yang awalnya bermakna ‘gadis tua atau barang dagangan yang belum laku’.

Lagu "Jomblo" yang dipopulerkan dan diciptakan oleh Yayan Jatnika diperkirakan dirilis secara digital antara tahun 2016–2017 melalui album kompilasi “Pria Unggulan Pop Sunda”. (Sumber: Youtube)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 16:28

Membuka Nostalgia Lewat Kartu Pilihan Pendengar di Radio Bandung

Di balik kartu pilihan lagu dan suara penyiar, radio pada masanya menjadi ruang perjumpaan yang menghubungkan pendengar, persahabatan, dan kenangan hingga melampaui batas kota.

Sejumlah kartu pilihan pendengar yang pernah diterbitkan oleh berbagai stasiun radio sebagai bagian dari interaksi dan kedekatan radio dengan para pendengarnya. (Sumber: Foto dan dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 15:58

Menjelajah Mozaik Budaya dan Rekonstruksi Genius Lokal Grobogan

Grobogan bukan sekadar wilayah agraris, melainkan mozaik sejarah dan budaya yang memperlihatkan bagaimana genius lokal membentuk ketahanan masyarakat, merawat keberagaman, dan peluang ekonomi.

Badiatul Muchlisin Asti sebagai penyunting buku menunjukkan buku berjudul "Mozaik Budaya Grobogan: Jejak Sejarah, Ritual, dan Legenda yang Abadi dalam Ingatan". (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Generate AI)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 13:54

Merefleksi Mitigasi Kebencanaan di Bulan Kemerdekaan

Rentetan bencana di bulan Agustus tahun 2026 ini mengingatkan kita bahwa mitigasi kebencanaan memerlukan pendekatan dan metode yang tepat, demi terwujudnya langkah mengantisipasi kebencanaan.

Pengunjung saat berwisata ke Tebing Keraton, Cimenyan, Kabupaten Bandung, yang berada di kawasan Sesar Lembang, Sabtu 27 April 2024 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 12:16

Cicaheum, Eka Jaya, dan Bungbulang

Cicaheum memang berhenti menjadi terminal bus AKAP dan AKDP. Eka Jaya hanya tinggal nama dalam ingatan. Bungbulang tetap menjadi kampung halaman yang selalu memanggil pulang.

Suasana warung di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 10:49

Dipungut Rp600 Ribu Gara-gara Bikin Konten di Rumah Pengabdi Setan, Siapa Sebenarnya yang Diuntungkan?

Sebuah destinasi wisata bisa membayar iklan untuk memperoleh perhatian. Tetapi ia juga bisa memperoleh perhatian tanpa membayar media secara langsung.

Ilustrasi konten kreator di sebuah lokasi wisata. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Wisata & Kuliner 02 Sep 2026, 10:45

Panduan Wisata Kareumbi Cicalengka, Hutan Konservasi untuk Kemah Estetik Bandung Timur

Kareumbi Cicalengka menawarkan trekking hutan, penangkaran rusa, glamping, camping, dan wisata edukasi konservasi. Simak harga tiket, lokasi, dan jam bukanya.

Wisata Kareumbi Cicalengka. (Sumber: Google Review (Vina Rostiana))
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 08:03

Ketika Data Mengubah Nasib Keluarga

Perubahan desil, akses bansos dan PBI JK, hingga risiko pendidikan anak menunjukkan bahwa akurasi data perlindungan sosial bukan sekadar persoalan administratif.

Anak-anak memanfaatkan lorong rumah deret Tamansari untuk bermain, Sabtu 25 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 18:08

Awal Penemuan Teh dan Awal Penanamannya di Indonesia

Tanaman teh pertama kali ditemukan di daratan Cina, diperkirakan di Provinsi Szechwan.

Petani memanen teh di perkebunan teh PTPN VIII, Rancabali, CIwidey, Kabupaten Bandung, Kamis 13 November 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 17:11

September Ceria, Ikoniknya Vina Panduwinata

Nama bulan September melambungkan dengan tinggi nama Penyanyi Vina Panduwinata.

Vina Panduwinata. (Sumber: Musica Studio)