Babakan Siliwangi Perlu Cahaya: Jalur Populer, Penerangan Minim

Bunga Citra
Ditulis oleh Bunga Citra diterbitkan Senin 15 Des 2025, 10:19 WIB
Suasana Babakan Siliwangi saat malam hari (4/12/2025) dengan jalanan gelap, mural warna-warni, dan arus kendaraan yang tak pernah sepi. (Sumber: Bunga Citra Kemalasari)

Suasana Babakan Siliwangi saat malam hari (4/12/2025) dengan jalanan gelap, mural warna-warni, dan arus kendaraan yang tak pernah sepi. (Sumber: Bunga Citra Kemalasari)

Hampir setiap malam di wilayah Babakan Siliwangi penerangan yang minim masih menjadi persoalan rutin. Jalur yang menghubungkan Dago dan Tamansari tersebut memiliki beberapa titik gelap yang cukup panjang, sehingga perjalanan terasa kurang aman bagi para pengendara maupun pejalan kaki.

Beberapa lampu terlihat redup ketika memasuki bagian jalan yang berbelok atau menurun dan sebagian lainnya terhalang pepohonan yang rimbun. Kondisi ini mengurangi jarak pandang, terutama bagi pengendara motor yang tentunya bergantung pada cahaya lampu jalan.

Karena cahaya tidak dapat mencapai permukaan jalan dengan baik dalam situasi tersebut, pengendara sulit membaca arah, memprediksi pergerakan kendaraan lain, atau menyadari orang yang berjalan di tepi jalan. Kondisi gelap tersebut dapat menyebabkan gesekan atau kecelakaan kecil pada tikungan yang rapat.

Dampak yang sama juga dirasakan oleh para pejalan kaki, lebar permukaan jalan yang terbatas membuat posisi mereka sangat dekat dengan arus kendaraan. Cahaya yang minim membuat keberadaan mereka tidak terlihat dari jauh sehingga, hal tersebut dapat meningkatkan risiko terserempet atau tertabrak.

Hal tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur dasar di jalur ini masih belum merata. Cahaya yang seharusnya menerangi justru terhalang oleh lampu yang redup, tiang yang tidak ditempatkan dengan tepat, dan ranting pohon yang tidak dipangkas.

Padahal, kawasan Babakan Siliwangi adalah rute harian bagi banyak orang, termasuk mahasiswa dan masyarakat yang mencari rute alternatif untuk sampai ke pusat kota. Penerangan yang ideal harusnya menjadi prioritas utama saat lalu lintas sangat padat, karena kepadatan kendaraan di area gelap meningkatkan risiko bahaya.

Selain itu, area ini juga kerap dilintasi pengguna transportasi online yang berhenti untuk menurunkan penumpang. Aktivitas singkat seperti menepi atau berpindah jalur menjadi lebih berisiko ketika pencahayaan minim, sebab pengendara lain sulit menangkap pergerakan mereka dengan cepat. Situasi seperti ini membuat interaksi antarpengguna jalan semakin rawan, padahal risiko tersebut bisa ditekan bila visibilitas lebih baik.

Kondisi bertambah rumit karena jalurnya tidak sepenuhnya lurus. Beberapa titik memiliki turunan dan belokan yang tajam, sehingga pengendara harus menurunkan kecepatan secara mendadak ketika cahaya jalan nyaris tidak membantu. Hal itu menyebabkan kendaraan yang berada di belakang sering kali tidak dapat membaca gerakan yang tiba-tiba tersebut.

Hal tersebut bukan hanya memengaruhi kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga dapat menyebabkan beban emosional bagi para pengendara. Karena harus senantiasa menyesuaikan diri dengan jalan yang gelap dan sulit terbaca, rute yang seharusnya terasa cepat justru menjadi melelahkan.

Padahal, solusi yang dibutuhkan tidaklah begitu rumit. Untuk meningkatkan keselamatan masyarakat, upaya yang dapat dilakukan seperti pemangkasan pohon secara berkala, menagganti lampu dengan jenis yang lebih terang, hingga penataan ulang titik-titik lampu di area yang paling gelap. Langkah ini sesuai dengan komitmen Walikota Bandung, M. Farhan, yang beberapa kali menekankan pentingnya memperbaiki infrastruktur dasar untuk meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat supaya lebih nyaman.

Baca Juga: Kunci 'Strong Governance' Bandung

Pemetaan ulang titik gelap juga sangat krusial. Perbaikan dapat diarahkan lebih tepat jika segmen yang paling bermasalah diketahui secara jelas. Dengan demikian, blind spot yang selama ini menghantui area tersebut setiap malam dapat berkurang.

Babakan Siliwangi terlalu vital untuk dibiarkan apa adanya. Penerangan tidak hanya untuk memperindah tampilan kota semata, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi siapa pun yang melewatinya. Jika Bandung ingin berkembang seperti yang diharapkan M. Farhan, maka memastikan masyarakat dapat bergerak dengan tenang bahkan setelah matahari terbenam adalah langkah yang tepat. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bunga Citra
Tentang Bunga Citra
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Beranda 21 Jan 2026, 07:10 WIB

Tamu Tembus 4.000 Orang, Kampung Takakura Sukamiskin Jadi Pusat Edukasi Sampah Lintas Pulau dan Negara

Upaya warga Kampung Takakura ini mendapat perhatian pemerintah. Sejumlah dinas turut memberikan dukungan berupa fasilitas penunjang.
Sejumlah penghargaan yang diraih Kampung Takakura antara tahun 2018-2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 21 Jan 2026, 06:54 WIB

Di Malam yang Tidak Pernah Sama, Pasar Lilin Astana Anyar Tetap Ada

Suasana terasa hangat. Antar pedagang saling menyapa, berbagi cerita, dan sesekali diselingi gelak tawa di sela menunggu pembeli.
Pasar Lilin kini lebih terang setelah menggunakan cahaya dari lampu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 21:30 WIB

Menggenggam Harapan Bandung Lewat Wajib Belajar Pra Sekolah

PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter.
Ilustrasi. PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter. (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:43 WIB

Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Perkara Herry Wirawan, pemilk salahsatu peantren di Bandung, menjadi salah satu kasus kekerasan seksual anak terberat dalam sejarah hukum Indonesia.
Herry Wirawan.
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:26 WIB

Sejarah Longsor Cigembong Garut Zaman Kolonial, Warga Satu Kampung Lenyap Tanpa Jejak

Longsor besar Juni 1924 menghapus Kampung Cigembong di selatan Garut. Arsip kolonial mencatat retakan gunung, pergerakan tanah, ratusan korban jiwa, serta sawah dan rumah yang lenyap dalam sekejap.
Ilustrasi longsor Cigembong Garut 1924.
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 19:35 WIB

Menelaah Kaitan Penerangan Jalan dan Potensi Aksi Kejahatan

Warga Margahayu Raya berharap Walikota M. Farhan segera mengatasi masalah lampu jalan yang minim.
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 19:25 WIB

Mimpi Swasembada Energi: Jalan Terjal Transisi di Era Prabowo

Keberhasilan PP Nomor 40/2025 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menggeser dominasi sistem energi dari energi fosil menuju energi bersih melalui instrumen kebijakan yang tepat sasaran.
Analis kebijakan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata saat diskusi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Sumber: Dok IWEB)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 18:37 WIB

Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

Sebuah potret tentang tokoh yang menjadi pusat diskusi warga dan organisasi lokal.
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:35 WIB

Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

Di Kota Bandung, parkir liar sangat mudah ditemukan di berbagai macam tempat.
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:00 WIB

Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

Nggak cuma lucu-lucuan, Prediksi dan Bedain jadi bukti kalau tongkrongan bisa menghasilkan cuan.
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:17 WIB

Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Efisiensi fiskal menuntut inovasi pemerintah. Bandung perlu cara baru untuk tetap bisa meningkatkan sumber PAD melalui promosi wisata dengan jangkauan luas, tanpa membebani anggaran.
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:00 WIB

Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Mengapa idealisme meritokrasi Prabowo luntur demi mengakomodasi kepentingan koalisi, melahirkan 'Kabinet Gemuk' yang lebih mengutamakan stabilitas politik daripada kompetensi ahli.
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 15:00 WIB

Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda.
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 12:21 WIB

Merawat Imajinasi

Aktivitas mendongeng (membacakan) cerita bukan semata soal hiburan, melainkan ikhtiar bersama dalam menanamkan benih pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengikat cinta.
Seseorang sedang asyik membaca. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 11:25 WIB

CSR di Bandung: Dari Kegiatan Simbolik Menuju Dampak Sosial Nyata

CSR di Bandung sering dipandang hanya sebagai agenda formal yang belum sepenuhnya menangani kebutuhan sosial secara mendalam.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 10:03 WIB

Nestapa Gaza, Akankah Dunia Islam Bisa Baik-Baik Saja?

Warga Gaza masih berduka, di tengah hujan musim dingin dan camp darurat.
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)
Beranda 20 Jan 2026, 08:33 WIB

Tidak Dipilah Pasti Tidak Diangkut: Gaya Hidup Kampung Takakura dalam Mengatasi Krisis Sampah Bandung

Selama hidup, manusia pasti memproduksi sampah. Sampai kapan pun itu tidak akan hilang. Karena itu kita harus berteman dengan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bernilai.
Hasil dari pengolahan sampah organik salah satunya dijadikan eco enzyme yang kaya enzim ramah lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 19 Jan 2026, 20:24 WIB

Sejarah Universitas Islam Bandung, Kampus Biru di Tamansari

Unisba lahir dari kegelisahan tokoh Islam Jawa Barat tentang pendidikan iman dan ilmu hingga tumbuh di Tamansari Bandung.
Kampus Unisba di tamansari. (Sumber: unisba.ac.id)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 18:26 WIB

Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

Ada nih Bus AKAP Luxury yang bisa dilirik oleh kalangan Anak Muda di Bandung cuy
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Ayo Biz 19 Jan 2026, 18:21 WIB

Kontroversi Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis Menguji Kualitas Gizi Anak Sekolah

Kontroversi susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik perdebatan publik.
Ilustrasi. Susu adalah simbol asupan protein, kalsium, dan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan ana. (Sumber: Freepik)