Babakan Siliwangi Perlu Cahaya: Jalur Populer, Penerangan Minim

3 menit baca
Bunga Citra
Ditulis oleh Bunga Citra diterbitkan
Suasana Babakan Siliwangi saat malam hari (4/12/2025) dengan jalanan gelap, mural warna-warni, dan arus kendaraan yang tak pernah sepi. (Sumber: Bunga Citra Kemalasari)
Suasana Babakan Siliwangi saat malam hari (4/12/2025) dengan jalanan gelap, mural warna-warni, dan arus kendaraan yang tak pernah sepi. (Sumber: Bunga Citra Kemalasari)

Hampir setiap malam di wilayah Babakan Siliwangi penerangan yang minim masih menjadi persoalan rutin. Jalur yang menghubungkan Dago dan Tamansari tersebut memiliki beberapa titik gelap yang cukup panjang, sehingga perjalanan terasa kurang aman bagi para pengendara maupun pejalan kaki.

Beberapa lampu terlihat redup ketika memasuki bagian jalan yang berbelok atau menurun dan sebagian lainnya terhalang pepohonan yang rimbun. Kondisi ini mengurangi jarak pandang, terutama bagi pengendara motor yang tentunya bergantung pada cahaya lampu jalan.

Karena cahaya tidak dapat mencapai permukaan jalan dengan baik dalam situasi tersebut, pengendara sulit membaca arah, memprediksi pergerakan kendaraan lain, atau menyadari orang yang berjalan di tepi jalan. Kondisi gelap tersebut dapat menyebabkan gesekan atau kecelakaan kecil pada tikungan yang rapat.

Dampak yang sama juga dirasakan oleh para pejalan kaki, lebar permukaan jalan yang terbatas membuat posisi mereka sangat dekat dengan arus kendaraan. Cahaya yang minim membuat keberadaan mereka tidak terlihat dari jauh sehingga, hal tersebut dapat meningkatkan risiko terserempet atau tertabrak.

Hal tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur dasar di jalur ini masih belum merata. Cahaya yang seharusnya menerangi justru terhalang oleh lampu yang redup, tiang yang tidak ditempatkan dengan tepat, dan ranting pohon yang tidak dipangkas.

Padahal, kawasan Babakan Siliwangi adalah rute harian bagi banyak orang, termasuk mahasiswa dan masyarakat yang mencari rute alternatif untuk sampai ke pusat kota. Penerangan yang ideal harusnya menjadi prioritas utama saat lalu lintas sangat padat, karena kepadatan kendaraan di area gelap meningkatkan risiko bahaya.

Selain itu, area ini juga kerap dilintasi pengguna transportasi online yang berhenti untuk menurunkan penumpang. Aktivitas singkat seperti menepi atau berpindah jalur menjadi lebih berisiko ketika pencahayaan minim, sebab pengendara lain sulit menangkap pergerakan mereka dengan cepat. Situasi seperti ini membuat interaksi antarpengguna jalan semakin rawan, padahal risiko tersebut bisa ditekan bila visibilitas lebih baik.

Kondisi bertambah rumit karena jalurnya tidak sepenuhnya lurus. Beberapa titik memiliki turunan dan belokan yang tajam, sehingga pengendara harus menurunkan kecepatan secara mendadak ketika cahaya jalan nyaris tidak membantu. Hal itu menyebabkan kendaraan yang berada di belakang sering kali tidak dapat membaca gerakan yang tiba-tiba tersebut.

Hal tersebut bukan hanya memengaruhi kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga dapat menyebabkan beban emosional bagi para pengendara. Karena harus senantiasa menyesuaikan diri dengan jalan yang gelap dan sulit terbaca, rute yang seharusnya terasa cepat justru menjadi melelahkan.

Padahal, solusi yang dibutuhkan tidaklah begitu rumit. Untuk meningkatkan keselamatan masyarakat, upaya yang dapat dilakukan seperti pemangkasan pohon secara berkala, menagganti lampu dengan jenis yang lebih terang, hingga penataan ulang titik-titik lampu di area yang paling gelap. Langkah ini sesuai dengan komitmen Walikota Bandung, M. Farhan, yang beberapa kali menekankan pentingnya memperbaiki infrastruktur dasar untuk meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat supaya lebih nyaman.

Baca Juga: Kunci 'Strong Governance' Bandung

Pemetaan ulang titik gelap juga sangat krusial. Perbaikan dapat diarahkan lebih tepat jika segmen yang paling bermasalah diketahui secara jelas. Dengan demikian, blind spot yang selama ini menghantui area tersebut setiap malam dapat berkurang.

Babakan Siliwangi terlalu vital untuk dibiarkan apa adanya. Penerangan tidak hanya untuk memperindah tampilan kota semata, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi siapa pun yang melewatinya. Jika Bandung ingin berkembang seperti yang diharapkan M. Farhan, maka memastikan masyarakat dapat bergerak dengan tenang bahkan setelah matahari terbenam adalah langkah yang tepat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bunga Citra
Tentang Bunga Citra
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jun 2026, 12:46

Bukan Sekadar Rongsokan, Besi Tua Damri Jatinangor

Deru mesin tua DAMRI pernah mengantar ribuan mahasiswa menuju mimpi mereka.

Armada DAMRI generasi lama yang terparkir di Depo DAMRI Gedebage (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Naufal Farras)
Ayo Netizen 25 Jun 2026, 11:39

Literasi, Fabel, dan Al-Razi

Rasanya asyik sekali ketika menemukan bacaan yang penuh dengan hikmah.

Aa Akil bergaya dengan buku Serunya Dunia Fabel, karya Kelas V Al-Razi SD Islam Al-Amanah, penerbit Dandelion Publisher,  cetakan pertama Mei 2026, editor Utrujah Alesha. (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 25 Jun 2026, 11:23

Panduan Berkunjung ke Museum Geologi Bandung: Menjelajahi 4,5 Miliar Tahun Sejarah Bumi dengan Tiket Rp5.000

Museum Geologi Bandung menyimpan lebih dari 250.000 koleksi batuan dan 60.000 fosil. Simak harga tiket, koleksi unggulan, dan panduan berkunjung.

Museum Geologi Bandung. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Biz 25 Jun 2026, 10:34

Kembara Niaga Dama Kara Menjadi Satu-satunya UMKM Kelas 4 di Bandung

UMKM yang ada di kelas itu memang langka, tetapi bagaimana cara sampai di sana?

Salah satu sudut toko Dama Kara di Jalan Gandapura, Kota Bandung, (23/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 25 Jun 2026, 09:56

Batujajar dan Militer: 'Mesra' sejak Masa Kolonial

Menilik secara historis bagaimana Batujajar dan militer hidup secara berdampingan sejak masa kolonial.

Jembatan Batujajar pada tahun 1925 (Sumber: KITLV)
Beranda 25 Jun 2026, 09:11

Kimung, Anak Ujungberung yang Tak Pernah Meninggalkan Musik

Kimung tak pernah benar-benar meninggalkan musik. Dari Burgerkill, Ujungberung Rebels, hingga Karinding Attacks, ia terus merawat kultur musik dari Bandung.

Di Atap Class, Kimung terus merawat arsip, pengetahuan, dan regenerasi komunitas kreatif lintas generasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 25 Jun 2026, 08:47

Budaya Self-reward dan Hubungannya dengan Konsumerisme Gen Z

Self-reward yang awalnya bertujuan sebagai bentuk apresiasi diri setelah mencapai target atau melewati masa sulit sering kali berubah menjadi alasan untuk berbelanja secara berlebihan.

Ilustrasi belanja. (Sumber: Pexels | Foto: Max Fischer)
Ayo Netizen 25 Jun 2026, 08:34

Unjuk Rasa Mahasiswa, Sinar Asta Cita dan Suguhan Humor Segar

Jika segala aspek masalah ketenagakerjaan bisa ditangani dengan baik, niscaya 60 persen masalah bangsa ini kelar.

Unjuk rasa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 24 Jun 2026, 20:36

Kualitas Dulu, Narasi Kemudian: Dama Kara dan Mengapa Karyanya Istimewa

Kualitas harus bicara lebih dulu, sebelum cerita apa pun menyusulnya. Begitulah prinsip Dama Kara.

Nurdini Prihastiti, founder sekaligus pemilik Dama Kara di Jalan Gandapura, Kota Bandung, (23/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 20:02

Opini Publik terhadap Pemberitaan Media mengenai Peluncuran Smartphone

Analisis terhadap penulisan peluncuran smartphone terbaru pada sebuah acara teknologi tahunan, dan penggunaan kata kunci yang konsisten oleh media

Ilustrasi penggunaan smartphone yang mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat mobile dengan teknologi terkini. 23/06/2026 (Sumber: Muhammad Aswan Hilman | Foto: Muhammad Aswan Hilman)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 18:45

Listrik, Lilin, dan Ilusi Transformasi Digital

Mengkritisi kesenjangan antara ambisi transformasi digital Indonesia dan rapuhnya fondasi infrastruktur energi.

Ilustrasi lilin menyala. (Sumber: Pexels | Foto: Rahul)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 17:57

Tantangan Mekanisasi dan Program Penyuluhan untuk Petani Muda

Tantangan berat sektor pertanian adalah masalah mekanisasi usaha pertanian, dari masalah teknologi irigasi, mesin pengolah tanah, sampai kepada mesin pasca panen.

Ilustrasi para petani muda dan calon pelaku usaha pertanian sedang menyusuri pematang sawah di pedesaan Kabupaten Garut. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 24 Jun 2026, 16:22

Panduan Berkunjung ke The Great Asia Africa Lembang: Keliling Tujuh Negara di Kaki Gunung Tangkuban Perahu

The Great Asia Africa menghadirkan replika budaya Jepang, Korea, India, Thailand, hingga Timur Tengah dalam satu destinasi wisata di Lembang.

The Great Asia Africa Lembang (Sumber: Ayomedia)
Linimasa 24 Jun 2026, 13:45

Menengok Pembuat Bet Pingpong Kayu Jati Bandung

Berawal dari hobi saat pandemi, Abah Jae di Cimenyan sukses membuat bet pingpong handmade dari limbah kayu jati berkualitas.

Abah Jae, pembuat bet pingpong kayu jati Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 13:04

Regenerasi Petani: Peluang dan Tantangan Pada Pendidikan Pertanian

Jika lahan sawah sudah tidak ada, lantas apakah regenerasi petani akan tercipta? Sedangkan profesi petani di Indonesia memunculkan permasalahan kritis.

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 12:49

Radio Nirom Rancaekek, Saksi Hidup Siaran Radio Hindia Belanda

NIROM (Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschaapij) merupakan siaran radio swasta yang didirikan pada tahun 1928.

Stasiun Malabar Di gunung Puntang (Sumber: muspen.komdigi.go.id)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 12:08

Menelusuri Jejak Masa Lalu Rumah Indis dan Pabrik Gula Sewugalur

Badai datang melalui krisis ekonomi global pada masa Malaise yang menyebabkan pabrik gulung tikar.

kondisi pabrik gula sewugalur pada masa masih beroprasi tahun 1917. (KITLV/kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 11:59

Restaurant Indonesia: Awal Pendirian dan Perjuangan Para Eksil Orde Baru

Perjalanan para eksil Orde Baru dalam mendirikan Restaurant Indonesia pada 1982.

Restaurant Indonesia di Paris. (Sumber: Facebook milik Restaurant Indonesia.)
Wisata & Kuliner 24 Jun 2026, 11:22

Panduan Wisata Gembira Loka Zoo Yogyakarta: Harga Tiket, Wahana, dan Koleksi Satwa

Gembira Loka Zoo Yogyakarta menawarkan ratusan koleksi satwa, wahana keluarga, Zona Cakar, hingga Kereta Taring. Simak panduan lengkap sebelum berkunjung.

Gembira Loka Zoo Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 10:43

Analisis Konteks Historis Dibalik Pembuatan Film Kuldesak 1998

Artike lini membahas tentang latar belakang historis dari pembuatan Film Kuldesak 1998

Cuplikan adegan aktor Ryan Hidayat dan Iwa K dalam film Kuldesak 1998. (Sumber: Komunitas Pecinta Film Jadul Indonesia, Facebook. facebook.com)