Sisi ‘Gelap’ Bandung di Batununggal

3 menit baca
adventia nathania
Ditulis oleh adventia nathania diterbitkan
Kondisi jalanan di Batununggal saat malam hari pada Rabu (3/12/25). (Sumber: Penulis | Foto: Adventia)
Kondisi jalanan di Batununggal saat malam hari pada Rabu (3/12/25). (Sumber: Penulis | Foto: Adventia)

Sepertinya warga Bandung sudah terbiasa dengan masalah penerangan jalan yang kurang di beberapa tempat. Seperti halnya di Jalan Batununggal, yang akan berubah menjadi latar horor ketika matahari terbenam.

Lampu jalan yang kurang membuat banyak pengendara kesulitan melintasi jalan dan mengganggu aktivitas berkendara. Selain itu, polisi tidur dengan warna aspal yang sama, sering mengejutkan pengendara di malam hari.

Beberapa media lokal ikut menyoroti keluhan masyarakat terhadap minimnya penerangan jalan pada malam hari. Jalan Batununggal masih menjadi lokasi yang kerap diadukan oleh  masyarakat mengenai buruknya infrastruktur. Banyak dari publik yang mengharapkan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) disegerakan agar aktivitas warga di malam hari terasa lebih aman.

Laporan yang masuk mengenai infrastruktur kota mencatat adanya sejumlah PJU di Bandung yang ternyata tidak berfungsi dengan baik. Di beberapa titik bahkan dibiarkan padam begitu saja dalam jangka waktu yang lama, tidak adanya solusi perbaikan.

Seringkali warga mengunggah keluhan-keluhannya tentang jalanan suram pada forum publik yang membahas tata pelayanan kota. Aduan seperti itu muncul berulang setiap bulan, menjadi indikator bahwa masalah belum tertangani dengan baik oleh pemerintah. Tentu saja Jalan Batununggal menjadi salah satu titik yang lumayan sering disebut warganet sebagai area yang membutuhkan perbaikan.

Orang-orang di Batununggal sendiri sering merasa was-was ketika melintas di malam hari karena kurangnya penerangan di jalan. Jalan yang gelap meningkatkan risiko kecelakaan yang disebabkan oleh kesulitan pengendara untuk melihat kondisi jalan dan permukaan jalan dengan jelas. Tak hanya itu, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan kejahatan jalanan gelap yang sering terjadi.

Kondisi lampu jalan yang memprihatinkan di Jalan Batununggal pada Rabu (3/12/25) (Sumber: Penulis | Foto: Adventia)
Kondisi lampu jalan yang memprihatinkan di Jalan Batununggal pada Rabu (3/12/25) (Sumber: Penulis | Foto: Adventia)

Pada situasi seperti ini, lampu jalan atau PJU bukan hanya soal penerangan, melainkan juga bagian dari ekosistem keamanan kota. Hal ini pastinya sudah dirancang dan direncanakan sebagai penunjang dari aktivitas masyarakat Kota Bandung.

Sudah seharusnya pemerintah menjadikan penerangan jalan sebagai prioritas utama yang menjadi alasan bergantungnya keselamatan warga pada kualitas dasar infrastruktur. Lalai dalam menjaga fungsi PJU sendiri menunjukkan bahwa pengawasan dan pemeliharaan tidak berjalan dengan semestinya.

Kondisi ini menandakan dengan jelas kalau pelayanan dasar diberikan dengan lambat, berarti kebutuhan dasar warga sedang diabaikan. Kelambanan pemerintah dalam menangani masalah kecil seperti ini menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk menangani masalah mendasar masyarakat.

Wali kota M. Farhan sudah semestinya memberikan arahan yang jelas agar perbaikan berjalan dengan cepat dan juga terukur. Sikap tersebut didasari oleh perlunya pemenuhan hak warga atas pelayanan dasar yang aman di setiap malamnya.

M. Farhan perlu memerintahkan inspeksi penerangan jalan khususnya pada Jalan batununggal yang terhitung ramai dilintasi oleh masyarakat. Penting sekali bagi seorang pemimpin daerah untuk memperhatikan hak dasar warganya, terutama dalam posisi wali kota.

Bayangkan bagaimana jika kita memposisikan sebagai warga yang setiap harinya harus melewati jalan tersebut terutama pada malam hari. Penerangan minim, kondisi jalanan yang tak terbaca dari jauh, atau bahkan kita tidak tahu apa yang menanti di depan sana. Sungguh ironis bahwa kota yang dipuja oleh orang-orang di luar Bandung ternyata memiliki sisi "gelap" yang begitu membahayakan penduduknya.

Besar harapan PJU pada Jalan Batununggal dapat segera dimaksimalkan dan kembali pada fungsi utamanya seperti sedia kala. Karena bagaimanapun, kehilangan hak dasar ini bukan hanya memicu peningkatan angka kecelakaan lalu lintas, tetapi juga kriminalitas jalanan. Kembali lagi, keamanan dan kenyamanan publik harus menjadi prioritas karena penerangan jalan merupakan elemen utama dari kenyamanan masyarakat kota. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

adventia nathania
Mahasiswi Digital PR Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)