Braga Beken: Wajah Baru Braga yang Lebih Ramah Pejalan Kaki di Akhir Pekan

3 menit baca
Toni Hermawan
Ditulis oleh Toni Hermawan diterbitkan
Pengunjung Jalan Braga menikmati suasana jalan yang terbebas dari kendaraan, Sabtu (6/7). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Pengunjung Jalan Braga menikmati suasana jalan yang terbebas dari kendaraan, Sabtu (6/7). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

AYOBANDUNG.ID - Jalan Braga kembali menjadi magnet akhir pekan bagi warga Bandung dan wisatawan. Sejak diberlakukannya kebijakan bebas kendaraan setiap Sabtu dan Minggu, kawasan ikonik itu kini hadir dengan nama baru: Braga Beken, singkatan dari Bebas Kendaraan, yang resmi diluncurkan Pemkot Bandung. Penamaan tersebut merupakan hasil sayembara, menggantikan istilah sebelumnya, Braga Free Vehicle.

Setiap akhir pekan, ritme Braga berubah. Tidak ada lagi klakson atau deru mesin kendaraan yang memecah riuh suasana. Para pejalan kaki mendominasi jalan sepanjang kurang lebih 380 meter itu. Sementara deretan toko, lukisan, dan kafe kembali menjadi latar ideal bagi siapa saja yang ingin merayakan santai dan estetika khas Braga.

Endin (52), petugas Satgas Lima Pemberantas Pungutan Liar Kota Bandung, mengatakan bahwa sejak Braga Beken berjalan, kondisi lalu lintas dan keamanan di kawasan pusat kota berlangsung terkendali. “Untuk pengaturan di Braga Beken adalah lapangan dan terutama keamanan. Alhamdulillah, dalam keadaan aman dan kondusif,” ujarnya di Jalan Braga (6/12/2025).

Namun, ia menilai masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan Braga Beken semakin matang. “Dari fasilitas keamanan, kenyamanan, terutama keindahan,” katanya. Ia berharap kawasan ini dapat memiliki dukungan fasilitas yang lebih memadai seiring tingginya antusiasme pengunjung.

Di sisi lain, para seniman jalanan yang selama ini menjadi bagian dari identitas Braga juga merasakan geliat yang berbeda. Iin (56), penjual lukisan asal Garut, mengakui perubahan yang terjadi beberapa bulan terakhir. “Karena sudah beberapa bulan program ini berjalan. Dulu kan ada Braga Free Vehicle, Festival Braga, sekarang diubah jadi Braga Beken, artinya bebas kendaraan. Program pemerintah itu sudah berjalan beberapa bulan dan Sabtu–Minggu itu acaranya,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini membuat seluruh ruas Braga ditutup total untuk kendaraan bermotor sejak Jumat tengah malam hingga Minggu malam. “Dari sejak Jumat malam sampai Minggu malam, 24 kali dua tutup total untuk aktivitas kendaraan. Jadi ini difungsikan untuk pejalan kaki saja. Tidak boleh ada sponsor yang menawarkan jasa apa pun. Termasuk pedagang, ya seperti ini saja. Jadi difungsikan untuk Sabtu–Minggu itu lalu-lalang jalan-jalan aja,” katanya.

Para pedagang lain pun merasakan manfaatnya. Ramdan Kosasih (65), penjual wayang golek asli Bandung, mengaku jumlah pembeli tetap stabil karena aliran pengunjung menjadi lebih nyaman. Wayang golek miliknya tidak pernah kehilangan peminat. “Dari macam-macam, dari Indonesia saja banyak—dari Kalimantan, dari Bali, dari Yogya—kembali lagi. Ini banyak yang jalan-jalan,” ungkapnya.

Menurut Ramdan, peningkatan kunjungan memberi dampak positif bagi usaha kecil yang selama ini mengandalkan keramaian Braga. “Saya juga lebih optimis lagi ke depannya,” ujarnya. Ia berharap kebijakan ini menjadi momentum pemulihan bagi pelaku UMKM di pusat kota.

Setiap akhir pekan, arus wisatawan yang datang semakin terasa. Mereka berjalan santai, memotret mural, membeli kerajinan, hingga sekadar menikmati kopi di deretan kafe. Braga kembali menjadi ruang sosial yang hangat, bukan sekadar lorong bagi kendaraan yang terburu-buru melintas.

Muhammad Fikri (23), salah satu pengunjung, mengaku Braga Beken sangat cocok bagi generasinya yang aktif di media sosial. “Ya mungkin karena saya merupakan Gen-Z, yang di mana semua kegiatan pasti di-upload di media sosial. Saya mengabadikan foto untuk dijadikan momen untuk di-upload, seperti lukisan di sepanjang jalan dan lain-lain. Selain itu, di sini juga beragam macam kuliner. Mampir-mampir juga ke coffee shop untuk beristirahat sejenak,” katanya.

Ia menyebut, suasana bebas kendaraan membuat pengalaman menjelajah Braga menjadi lebih menyenangkan. Pengunjung bisa menikmati seni, kuliner, dan atmosfer kota tanpa gangguan lalu lintas. “Sangat nyaman sekali. Karena dengan tidak adanya kendaraan yang lalu-lalang, pengunjung cukup terasa luas untuk mengeksplor dari ujung Braga ke ujung Braga tersebut,” tutupnya.

Dengan ruang yang kembali menjadi milik pejalan kaki, Braga Beken tidak hanya menata ulang lalu lintas, tetapi juga menghidupkan kembali suasana yang terasa lebih nyaman bagi pejalan kaki.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)