Braga dan Kopi Legenda

5 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Warung Kopi Purnama di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Warung Kopi Purnama di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)

Dalam fragmentasi wisata, sebuah tempat selalu memiliki nilai sejarah. Bahkan nilai-nilai itu sering dikultuskan sebagai bagian tradisi dan budaya. Tetapi konteks ini tidak serta-merta dapat diyakini sebuah fakta kebenaran. Sebab, ada beberapa tempat menjadi cerita-cerita legenda yang terbangun dari persepsi atau sebuah mitos.

Jika kita bercerita tentang kopi, tentu lebih dominan karena sugesti aromanya. Kopi di belahan bumi Nusantara selalu saja membangkitkan gairah wisata, yang menarik untuk dikunjungi. Lantas, bagaimana keberadaan kopi di Jalan Braga Bandung?

Sejarah kopi di Jalan Braga Bandung erat kaitannya dengan sejarah Jalan Braga itu sendiri yang dikenal sebagai pusat hiburan dan perdagangan pada era kolonial Belanda, serta berkembangnya kedai-kedai kopi yang menjadi bagian dari aktivitas sosial masyarakat Eropa. Salah satu contoh kedai kopi yang memiliki sejarah panjang di kawasan Braga adalah Koffie Braga (salah satunya), yang tetap mempertahankan nuansa tempo dulu di tengah perkembangan zaman.

Jalan Braga tidak terlepas dari konteks historis di mana pada era kolonial Belanda dimulai tahun 1910 dibangun dan dijadikan maskot untuk pusat perdagangan di kota Bandung. Perdagangan yang tiada henti, hingga turun-temurun seakan menjadi brand-marking dan ikon Kota Bandung, mengingatkan kita bahwa sebuah nama akan menjadi riwayat sejarah yang tidak ingin dilupakan.

Stigma Jalan Braga menjadi populer pada awal abad ke-20 sebagai pusat aktivitas sosial dan hiburan bagi kaum elit Eropa yang tinggal di Bandung. Kota yang juga dijuluki sebagai kota bunga, mencerminkan betapa iklim di kota Bandung begitu sejuk dan nyaman, dengan taman-taman bunga di tengah kota. Tekstur ini tentunya menjadi daya pikat dan daya minat bagi warga sekitar, dan juga para wisatawan lokal untuk berwisata ke kota Bandung.

Sebagai pusat perdagangan, Braga juga menjadi tempat berkumpulnya berbagai kalangan, termasuk para pedagang dan pengunjung yang menikmati kopi di kedai-kedai yang mulai bermunculan. Suasana ini, bagi dunia hiburan pastinya akan mendatangkan nilai tersendiri. Bahkan, dalam pembuatan sinema film, produk iklan, atau jenis hiburan lain, kerap kali lokasi Jalan Braga menjadi latar belakangnya (setting).

Kehidupan sehari-hari menjadikan peran sosial akan munculnya kedai kopi, termasuk kafe dan restoran. Kedai kopi di Jalan Braga, seperti di tempat lain, bukan hanya tempat untuk menikmati kopi, tetapi juga menjadi tempat untuk berkumpul, berbincang, dan bertukar pikiran, sejalan dengan fungsi sosial kedai kopi secara umum.

Sehingga, dalam kehidupan sehari-hari muncul paradoksal yang tidak pernah disepakati bersama secara tertulis, tetapi menjadi sebuah stigma dalam masyarakat. “Menjelajah Kota Bandung, tidak lengkap jika tidak mengunjungi Jalan Braga.”

Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)

Dari sebuah riset, mungkin Koffie Braga bisa menjadi pilihan map untuk merasakan aroma kopi di Kota Bandung. Berdiri sejak tahun 1930, Koffie Braga menjadi salah satu kedai kopi bersejarah yang tetap eksis dan menawarkan suasana “khas zaman dulu” di tengah kawasan Braga.

Dengan demikian, keberadaan kedai kopi di Jalan Braga telah menjadi bagian dari warisan sejarah dan budaya kawasan tersebut, mencerminkan perkembangan sosial dan gaya hidup masyarakat Bandung dari masa ke masa.

Bisa dikatakan Jalan Braga juga menjadi napas sejarah dan romantisme di Kota Bandung. Dan melalui tulisan ini, tiba-tiba muncul sebuah ide. Apakah di kemudian hari, akan ada festival Braga (misalnya)? Tentu harapan ini harus dikemas secara profesional dengan memperhatikan aspek lokal, termasuk sejarahnya. Semua bergantung pada pemerintah daerah dan masyarakat sekitar, tentunya.

Bukan itu saja, warung kopi, atau kedai kopi umumnya disingkat Warkop adalah tempat usaha yang utamanya menyajikan kopi, pastinya akan memberi kesempatan kepada anggota masyarakat luas. Ini artinya, meski persaingan usaha begitu ketat, warung-warung kopi yang tergolong usaha kelas menengah ke bawah, masih bisa dijadikan giat ekonomi seperti gambaran di daerah Braga.

“Braga, jantungnya Bandung, adalah saksi bisu perjalanan waktu. Di era kolonial Belanda, Braga dikenal sebagai “Paris van Java”, jalan yang penuh deretan toko mode, kafe elegan, dan gedung art deco yang jadi pusat gaya hidup kaum elit Eropa. Mobil klasik melintas pelan, pejalan kaki berpakaian necis, dan aroma kopi bercampur parfum mahal memenuhi udara. Kini, Braga tetap memikat, tapi tampilannya berubah. Gedung tua masih berdiri, namun berdampingan dengan mural warna-warni, kafe kekinian, dan deretan UMKM lokal. Lalu lintas lebih ramai, nuansa lebih inklusif, dan pengunjung datang dari berbagai latar. Dari simbol eksklusivitas menjadi ruang kreatif yang terbuka untuk semua, Braga membuktikan bahwa sejarah dan modernitas bisa berjalan beriringan, menjaga pesona lamanya sambil melintasi zaman.

Sejarah Warung Kopi Purnama di Bandung yang Ada Sejak 1930 — Warung Kopi Purnama bergaya Belanda-Cina yang dibangun sejak 1930 di Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Ini salah satu contoh keberadaan warung kopi.

Warung Kopi Purnama di Jalan Alkateri No.22, Braga, berdiri sejak 1930. Sudah 95 tahun tempat ini bertahan, dengan interior yang masih menyimpan jejak zaman. Tulisan ini bukan bermaksud mempromosikan, melainkan sekadar berbagi rujukan bagi siapa saja yang ingin menikmati kopi lokal.

Konon, Braga tumbuh karena kopi. Ceritanya dimulai dari Andries de Wilde, seorang pengusaha perkebunan yang memiliki gudang kopi di kawasan ini.

Tak jauh dari sana, ada Kopi Toko Djawa yang juga menarik untuk dikunjungi. Yang membuat tempat ini istimewa adalah bangunannya sendiri--sebuah bangunan tua di Jalan Braga yang sarat sejarah. Di sini, orang bisa merasakan suasana ngopi yang tenang sambil mengamati arsitektur bergaya Eropa.

Jalan Braga memang punya cerita panjang. Sejarahnya berkelindan dengan berbagai tempat bersejarah lainnya di Bandung, antara gedung-gedung tua, jalan-jalan bersejarah, bahkan pabrik kopi yang terletak di sekitar Braga, Asia Afrika, atau tepatnya di Jalan Banceuy.

Menyusuri kelezatan kopi di Jalan Braga, dijamin bikin ketagihan. Maka, bagi generasi muda penerus kelangsungan budaya, perlunya memaknai sebuah sejarah dan riwayatnya. Kopi tidak hanya sekadar selera atau tren mode, tetapi bagaimana kita menjaga nilai-nilai filosofinya.

Acapkali, kopi menjadi ramuan kata-kata bijak dan puitis. “Kopi selalu jujur, tidak pernah berpura-pura menjadi manis”. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)