Tanggapan Wisatawan tentang Kualitas Fasilitas Bandros di Bandung

3 menit baca
carissa syarafina08
Ditulis oleh carissa syarafina08 diterbitkan
Bandros di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bandros di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Angin sejuk Bandung menyapa para wisatawan yang duduk di kursi Bandros, bus wisata khas Kota Kembang yang perlahan menyusuri jalan-jalan bersejarah. Di balik tawa dan jepretan kamera, Bandros bukan sekedar alat transportasi, melainkan cara baru untuk menikmati Bandung dari sudut pandang yang berbeda. Bagi banyak wisatawan, perjalanan singkat ini menghadirkan cerita, nostalgi, dan kesan mendalam tentang kota yang penuh warna. Alun-alun Kota Bandung, Kamis 04/12/2025.

Cynthia Hilmi Hanifah, wisatawan dari luar bandung, membagikan pengalaman nya terkait bagaimana ambience saat menggunakan fasilitas transportasi untuk wisata di Kota Bandung. “

Sangat luar biasa karena pertama kalinya saya ke bandung dan menaiki Bandros, biasanya liat dari internet dan akhirnya bisa ngerasain naik Bandros, serta bisa mengetahui sejarah singkat mengenai Bandung,” ucapnya.

Pengalaman menarik yang dirasakan membuat kita memahami, bahwa sudah semakin layak fasilitas yang di rasakan oleh wisatawan saat menaiki bandung on the road bus. Tetapi meski begitu, pastinya ada beberapa masukan dan kritikan yang dibutuhkan untuk memberikan fasilitas layak bagi masyarakat yang ingin menaiki Bandros.

Transformasi mobil panjang yang tidak memiliki penutup atas kini hadir dengan mobil panjang yang sudah tertutup atap nya. Hal ini pastinya tidak jauh dari kritik serta masukan masyakat ataupun wisatawan yang ingin berkeliling menggunakan Bandros tanpa perlu khawatir kepanasan ataupun kehujanan.

Perempuan berkerudung merah ini kembali menyampaikan pendapatnya, ketika ia naik ke dalam Bandros dan terasa jarak tempat duduk nya terlalu sempit. Ruang gerak untuk melihat suasana sekitar menjadi sulit untuk di jangkau, serta keamanan di pinggir tempat duduk.

“Tempat duduk bisa di perbesar sedikit agar terasa nyaman dan sekeliling nya di berikan pengaman yang lebih oke, meminimalisir kejadian yang tidak di inginkan untuk anak kecil yang memiliki rasa penasaran tinggi,” ucapnya.  

Pada saat hari libur Panjang berlangsung, banyak anak-anak kecil yang turut serta menggunakan fasilitas Bandros ini. Tidak jarang dari mereka yang penasaran dan ingin duduk di pinggir kursi agar bisa melihat jalanan serta bangunan lama di Kota Bandung dengan lebih jelas. Oleh karena itu, sangat penting untuk meperhatikan aspek keamanan Bandros secara menyeluruh, guna memastikan kenyamanan keselamatan setiap penumpang. Langkah-langkah pengamanan yang tepat harus diterapkan agar pengalaman menggunakan Bandros menjadi aman dan menyenangkan bagi semua pengguna.

Fasilitas untuk saat ini sudah cukup, tetapi perlu improve kembali demi kenyamanan masyarakat karena dengan berbayar Rp20.000 perorang seharusnya wisatawan juga dapat menikmati saran prasarana. Dari peningkatan itu akan lebih aman dan nyaman, pada akhirnya Bandros menjadi tranportasi wisata yang menjadi langganan jika kembali berwisata ke Kota Bandung.

Penulis sedang mewawancarai narasumber, Cynthia Hilmi Hanifah, Wisatawan (Foto: Carissa Syarafina)
Penulis sedang mewawancarai narasumber, Cynthia Hilmi Hanifah, Wisatawan (Foto: Carissa Syarafina)

Perempuan itu menyampaikan, perlu adanya inovasi agar perjalanan tidak terlihat membosankan.

“Perlu adanya peningkatan dalam segi penyampaian sejarah saat sedang berkeliling di sekitar bangunan-bangunan bersejarah serta keliling ke tempat lain yang berada di sekitar alun-alun kota bandung,” ucapnya.

Jika kita lihat dari penyampaiannya, Kota Bandung perlu mengemas kembali penyampaian sejarah dengan gaya bahasa yang berbeda-beda ataupun di kemas dengan berbagai macam cara. Hal ini tidak terlihat membosankan bagi wisatawan yang menaiki Bandros serta Bandros bukan hanya transportasi yang digunakan 1 kali saja tetapi bisa berkali-kali.

Nantinya jika wisatawan hadir dan ikut menikmati Bandros, tidak merasakan kebosanan dengan pengalaman mendengarkan yang sama serta menyediakan translate bahasa inggris jika ada wisatawan asing.

Meskipun begitu jika kita lihat kembali dari seberapa lama Bandros hadir di wisata Bandung yang hampir ada 13 tahun sejak tahun 2013. Hal ini pastinya terlihat oleh masyarakat kota Bandung ataupun wisatawan saat menaiki Bandros di beberapa tahun ke belakang dan sekarang. Banyak sekali perubahan dan improvisasi dari pemkot terkait fasilitasnya, sehingga wisatawan dapat menikmati secara aman dan nyaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)