Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Tanggapan Wisatawan tentang Kualitas Fasilitas Bandros di Bandung

carissa syarafina08
Ditulis oleh carissa syarafina08 diterbitkan Selasa 09 Des 2025, 19:53 WIB
Bandros di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bandros di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Angin sejuk Bandung menyapa para wisatawan yang duduk di kursi Bandros, bus wisata khas Kota Kembang yang perlahan menyusuri jalan-jalan bersejarah. Di balik tawa dan jepretan kamera, Bandros bukan sekedar alat transportasi, melainkan cara baru untuk menikmati Bandung dari sudut pandang yang berbeda. Bagi banyak wisatawan, perjalanan singkat ini menghadirkan cerita, nostalgi, dan kesan mendalam tentang kota yang penuh warna. Alun-alun Kota Bandung, Kamis 04/12/2025.

Cynthia Hilmi Hanifah, wisatawan dari luar bandung, membagikan pengalaman nya terkait bagaimana ambience saat menggunakan fasilitas transportasi untuk wisata di Kota Bandung. “

Sangat luar biasa karena pertama kalinya saya ke bandung dan menaiki Bandros, biasanya liat dari internet dan akhirnya bisa ngerasain naik Bandros, serta bisa mengetahui sejarah singkat mengenai Bandung,” ucapnya.

Pengalaman menarik yang dirasakan membuat kita memahami, bahwa sudah semakin layak fasilitas yang di rasakan oleh wisatawan saat menaiki bandung on the road bus. Tetapi meski begitu, pastinya ada beberapa masukan dan kritikan yang dibutuhkan untuk memberikan fasilitas layak bagi masyarakat yang ingin menaiki Bandros.

Transformasi mobil panjang yang tidak memiliki penutup atas kini hadir dengan mobil panjang yang sudah tertutup atap nya. Hal ini pastinya tidak jauh dari kritik serta masukan masyakat ataupun wisatawan yang ingin berkeliling menggunakan Bandros tanpa perlu khawatir kepanasan ataupun kehujanan.

Perempuan berkerudung merah ini kembali menyampaikan pendapatnya, ketika ia naik ke dalam Bandros dan terasa jarak tempat duduk nya terlalu sempit. Ruang gerak untuk melihat suasana sekitar menjadi sulit untuk di jangkau, serta keamanan di pinggir tempat duduk.

“Tempat duduk bisa di perbesar sedikit agar terasa nyaman dan sekeliling nya di berikan pengaman yang lebih oke, meminimalisir kejadian yang tidak di inginkan untuk anak kecil yang memiliki rasa penasaran tinggi,” ucapnya.  

Pada saat hari libur Panjang berlangsung, banyak anak-anak kecil yang turut serta menggunakan fasilitas Bandros ini. Tidak jarang dari mereka yang penasaran dan ingin duduk di pinggir kursi agar bisa melihat jalanan serta bangunan lama di Kota Bandung dengan lebih jelas. Oleh karena itu, sangat penting untuk meperhatikan aspek keamanan Bandros secara menyeluruh, guna memastikan kenyamanan keselamatan setiap penumpang. Langkah-langkah pengamanan yang tepat harus diterapkan agar pengalaman menggunakan Bandros menjadi aman dan menyenangkan bagi semua pengguna.

Fasilitas untuk saat ini sudah cukup, tetapi perlu improve kembali demi kenyamanan masyarakat karena dengan berbayar Rp20.000 perorang seharusnya wisatawan juga dapat menikmati saran prasarana. Dari peningkatan itu akan lebih aman dan nyaman, pada akhirnya Bandros menjadi tranportasi wisata yang menjadi langganan jika kembali berwisata ke Kota Bandung.

Penulis sedang mewawancarai narasumber, Cynthia Hilmi Hanifah, Wisatawan (Foto: Carissa Syarafina)
Penulis sedang mewawancarai narasumber, Cynthia Hilmi Hanifah, Wisatawan (Foto: Carissa Syarafina)

Perempuan itu menyampaikan, perlu adanya inovasi agar perjalanan tidak terlihat membosankan.

“Perlu adanya peningkatan dalam segi penyampaian sejarah saat sedang berkeliling di sekitar bangunan-bangunan bersejarah serta keliling ke tempat lain yang berada di sekitar alun-alun kota bandung,” ucapnya.

Jika kita lihat dari penyampaiannya, Kota Bandung perlu mengemas kembali penyampaian sejarah dengan gaya bahasa yang berbeda-beda ataupun di kemas dengan berbagai macam cara. Hal ini tidak terlihat membosankan bagi wisatawan yang menaiki Bandros serta Bandros bukan hanya transportasi yang digunakan 1 kali saja tetapi bisa berkali-kali.

Nantinya jika wisatawan hadir dan ikut menikmati Bandros, tidak merasakan kebosanan dengan pengalaman mendengarkan yang sama serta menyediakan translate bahasa inggris jika ada wisatawan asing.

Meskipun begitu jika kita lihat kembali dari seberapa lama Bandros hadir di wisata Bandung yang hampir ada 13 tahun sejak tahun 2013. Hal ini pastinya terlihat oleh masyarakat kota Bandung ataupun wisatawan saat menaiki Bandros di beberapa tahun ke belakang dan sekarang. Banyak sekali perubahan dan improvisasi dari pemkot terkait fasilitasnya, sehingga wisatawan dapat menikmati secara aman dan nyaman. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)