Soerat Imadjiner oentoek Maurenbrecher

3 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Suasana Jalan Asia Afrika (Groote Postweg) Kota Bandung zaman kolonial Belanda. (Sumber: Tropenmuseum)
Suasana Jalan Asia Afrika (Groote Postweg) Kota Bandung zaman kolonial Belanda. (Sumber: Tropenmuseum)

Kepada Yth.

Tuan E.A. Maurenbrecher

Wali Kota Pertama Bandung

Periode 1906–1907

***

Dengan segala kerendahan hati, saya menuliskan surat ini dari Bandung yang sekarang telah menjelma menjadi kota besar, pendidikan, budaya, dan perjuangan. Saya menyapa Tuan dari masa depan juga dari kota yang dahulu Tuan tata di masa awal pertumbuhannya. Saat kota Bandung ditandai dengan jalan-jalan yang masih sederhana, ketika bangunan-bangunan masih jarang berdiri, serta aksi  pemerintahan baru mulai bergerak.

Tuan Maurenbrecher, 

Meski masa bakti Tuan sangat singkat, sejarah mencatat bahwa dari pikiran dan kebijakan Tuan merupakan fondasi awal pemerintahan modern Kota Bandung diletakkan. Tuan hadir pada masa yang menentukan, ketika Bandung beranjak dari Kota Kabupaten menjadi kota dengan tata kelola yang lebih terarah. Pada masa itulah, benih-benih administrasi, penataan wilayah, dan pelayanan publik mulai bersemi.

Saya dengan tulus  mengucapkan terima kasih atas karya awal yang Tuan wariskan. Jalan-jalan yang dahulu mulai dirintis, tata kota yang perlahan dibentuk, serta sistem pemerintahan yang mulai ditata, kini telah berkembang menjadi jaringan kota yang bergerak  dinamis. Dari langkah kecil itulah, sekarang Bandung tumbuh menjadi kota yang dikenal luas, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia ditandai dengan  banyaknya masyarakat yang bermuara ke Kota Bandung.

Saya terharu dengan kesediaan Tuan menjabat sebagai Burgemeester (Wali Kota) pertama saat Bandung mendapat status kotapraja otonom dari pemerintah kolonial Belanda. Periode ini menandai transformasi Bandung dari kota kabupaten menjadi kotapraja modern, dengan penataan administrasi, pembangunan jalan, sistem air bersih, dan infrastruktur perkotaan lainnya untuk mendukung pertumbuhan kota. Sejak menjabat, Tuan mulai  meletakkan dasar bagi Bandung sebagai "Paris van Java," dengan pengembangan ruang publik, bangunan publik, dan perencanaan tata kota yang lebih terstruktur.

Kami juga ingin menyampaikan rasa bangga bahwa sejarah kepemimpinan Kota Bandung dimulai oleh seorang perintis seperti Tuan yang berani memikul tanggung jawab besar di masa transisi. Tuan mungkin tidak menyaksikan Bandung sebagai tuan rumah Konferensi Asia Afrika, tidak pula melihat ribuan mahasiswa memenuhi kampus-kampus, atau jutaan orang yang menghidupkan denyut kota ini setiap hari. Namun percayalah, semua itu berdiri di atas fondasi yang dahulu Tuan letakkan.

Tuan Maurenbrecher,

Setelah lebih dari lebih dua belas dasa warsa masa kepemimpinan Tuan, Kota Bandung sekarang dipimpin oleh putra daerahnya sendiri, Wali Kota Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Erwin Affandi dengan tantangan zaman telah berubah. Jika dahulu tantangannya adalah membangun tata kota dari awal dan menuju pemerintahan modern, kini tantangannya adalah membangun Bandung sesuai dengan visi misi mereka yang agamis, moderat, toleran, jujur, akuntabel, kemajuan ekonomi dan infrastruktur, inklusif berkelanjutan, berkeadilan, manusiawi, dan berdaya saing global.

Melalui surat ini, saya berharap semangat perintisan yang dilakukan Tuan dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin  Kota Bandung sekarang. Bahwa membangun kota Bandung adalah tentang keberanian mengambil keputusan, ketulusan mengabdi, dan kesungguhan menata masa depan. Kesemuanya dapat diwujudkan saat membangun gedung-gedung, sarana transportasi, sanitasi lingkungan, sampah, pengelolaan air bersih, sungai, pendidikan, kesehatan, usaha-usaha ekonomi, hukum dan permasalahan sosial.

Jalan Braga, salah satu pusat keramaian yang lahir dari kreativitas warga Bandung zaman kolonial. (Sumber: Tropenmuseum)
Jalan Braga, salah satu pusat keramaian yang lahir dari kreativitas warga Bandung zaman kolonial. (Sumber: Tropenmuseum)

Tuan Maurenbrecher, 

Bandung hari ini bukanlah Bandung yang Tuan kenal dahulu. Namun detak jantung kota ini masih sama sebagai kota yang terus tumbuh, kota yang selalu belajar, dan kota yang tidak pernah berhenti berharap. Dari masa ke masa, tongkat estafet kepemimpinan terus berganti pemegangnya, namun jejak para perintis seperti Tuan akan selalu menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Bandung.

Kini tongkat kepemimpinan itu dipegang wali Kota Farhan dan wakilnya yang diharapkan  dapat memetik pelajaran mahal dan penting dari sejarah, bahwa setiap kepemimpinan, selalu memiliki makna jika dijalani dengan niat membangun. Bahwa setiap kebijakan yang lahir hari ini, kelak akan menjadi sejarah bagi generasi yang akan datang. Dapat dibayang jika wali kota Bandung tidak menghasilkan karya apa-apa selama menjabat atau tidak mampu menciptakan hal-hal yang fenomenal, maka akan dicatat sebagai wali kota tanpa prestasi.    

Tuan Maurenbrecher, 

Terima kasih atas langkah awal yang pernah Tuan pahatkan.  Terima kasih karena telah menjadi bagian dari sejarah kami.  Dan terima kasih karena telah membuka jalan bagi lahirnya Bandung yang kami cintai hari ini. Walaupun kota Bandung sekarang diwarnai dengan masalah sampah, perparkiran, kriminalitas, usaha rakyat, harga-harga yang melambung, pendidikan, lingkungan hidup dan bukan tipe kota yang berkelanjutan. (*)

***

Bandung, November 2025

Salam sejuta hormat, 

Warga Bandung masa kini.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)