Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

4 menit baca
Gita Esa Hafitri
Ditulis oleh Gita Esa Hafitri diterbitkan
Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

AYOBANDUNG.ID -- Tradisi mendongeng menjadi salah satu cara mewariskan nilai budaya kepada generasi muda. Untuk menghidupkan kembali semangat tersebut, Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir sebagai ajang yang mempertemukan para pendongeng dari berbagai kalangan untuk mengangkat legenda-legenda khas Jawa Barat.

Festival bertema "Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan" ini terbuka gratis bagi pelajar, mahasiswa, guru, dan masyarakat umum di Jawa Barat.

Kegiatan diselenggarakan oleh PT Navaswara Bhuwana Kencana bersama Navaswara Media Nusantara, serta mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beserta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bupati Kabupaten Bogor Rudy Susmanto beserta Pemerintah Kabupaten Bogor.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut positif penyelenggaraan festival yang menghidupkan kembali tradisi mendongeng sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

"Cerita rakyat atau dongeng adalah pengantar pertumbuhan manusia Indonesia. Banyak anak-anak Indonesia seusia saya hari ini sudah sangat tua, itu dibentuk berdasarkan cerita yang didengar dalam setiap waktu. Karena telinga itu mampu membentuk karakter manusia," ujar Dedi Mulyadi.

Menurutnya, manusia salah satunya dibentuk dari kekuatan pendengaran dan pengalaman cerita yang diterima sejak kecil. Karena itu, ia mengajak masyarakat Jawa Barat untuk mengikuti Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara sebagai ruang mengenalkan kembali cerita-cerita Nusantara.

Festival Suara Nusantara lahir dari kegelisahan melihat semakin banyak anak menghabiskan waktu dengan gawai, sementara kemampuan berbicara di depan umum dan kebiasaan membaca mulai berkurang.

Berangkat dari kondisi tersebut, Cahaya Manthovani menggagas sekaligus menjadi Ketua Pelaksana Suara Nusantara di bawah naungan PT Navaswara Bhuwana Kencana.

Festival bercerita ini mengajak peserta mengenal kembali legenda serta cerita rakyat Indonesia, sekaligus melatih keberanian menyampaikan cerita di hadapan publik.

"Kami ingin Suara Nusantara menjadi ruang yang membuat anak-anak kembali akrab dengan cerita rakyat Indonesia. Saat mereka membaca, memahami, lalu menceritakannya kembali, yang tumbuh bukan hanya pengetahuan tentang budaya, tetapi juga rasa percaya diri untuk berbicara di depan banyak orang. Kami berharap gerakan ini dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengurangi ketergantungan pada gawai sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa," ujarnya.

Memasuki penyelenggaraan ketiga, Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara terus memperluas jangkauannya. Setelah sukses digelar di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten, tahun ini festival hadir di Jawa Barat dengan dukungan Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Babak semifinal hingga final dijadwalkan berlangsung di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor.

Babak semifinal dan final akan digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor, sehingga peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh kesempatan tampil di hadapan masyarakat dalam panggung yang representatif.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat jati diri budaya di tingkat lokal. Beliau menyampaikan dukungannya terhadap upaya pelestarian cerita rakyat melalui seni mendongeng:

"Saya sangat mendukung kehadiran Festival Suara Nusantara di Kabupaten Bogor. Ini adalah inisiatif yang luar biasa dalam menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal Jawa Barat yang mulai terlupakan di era gawai. Melalui dongeng, kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berani berekspresi, percaya diri, dan memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap budayanya sendiri. Semoga festival ini melahirkan penutur-penutur muda berbakat yang akan terus menjaga napas budaya kita di masa depan," jelasnya.

Festival ini mengajak peserta mengemas cerita rakyat menjadi pertunjukan yang menarik melalui kemampuan bertutur, ekspresi, penguasaan panggung, serta kreativitas. Harapannya, legenda-legenda dari berbagai daerah di Jawa Barat dapat kembali dikenal sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.

Berbeda dengan kompetisi mendongeng pada umumnya, peserta tidak bebas menentukan materi cerita. Panitia telah menyiapkan 15 judul cerita rakyat Jawa Barat yang dapat dipilih sebagai bahan penampilan.

Daftar cerita tersebut tercantum dalam materi publikasi festival, sehingga seluruh peserta memiliki acuan yang sama dan dapat mengeksplorasi kreativitas dalam penyampaian kisah.

Proses penilaian akan dilakukan oleh Ayo Dongeng Indonesia, komunitas pegiat dongeng yang sejak penyelenggaraan pertama secara konsisten dipercaya menjadi dewan juri.

Penilaian meliputi kemampuan bertutur, penghayatan karakter, kreativitas penyajian, penguasaan panggung, serta kesesuaian dengan cerita yang dipilih.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pendaftaran dan pengunggahan video pada 15 Juni hingga 10 Agustus 2026. Seluruh karya yang masuk akan mengikuti tahap penyisihan pada 6–13 Agustus 2026, kemudian pengumuman semifinalis dijadwalkan pada 15 Agustus 2026.

Peserta yang lolos akan tampil pada babak semifinal tanggal 22 Agustus 2026, sementara babak final berlangsung sehari setelahnya, yakni 23 Agustus 2026, di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor.

Panitia menyediakan total hadiah uang pembinaan bagi para pemenang, yakni Rp5 juta untuk juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua, dan Rp2 juta untuk juara ketiga, seluruhnya dilengkapi dengan trofi dan sertifikat.

Selain tiga juara utama, tersedia penghargaan Kostum Terbaik dan Juara Favorit yang masing-masing berhak menerima trofi, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp1 juta. Panitia juga memberikan penghargaan Juara Harapan berupa sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp500 ribu.

Melalui festival ini, penyelenggara berharap tradisi mendongeng tidak hanya dipandang sebagai hiburan, melainkan juga menjadi media untuk memperkenalkan sejarah, kearifan lokal, serta nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda.

Kehadiran dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan semakin memperluas jangkauan gerakan pelestarian cerita rakyat di Jawa Barat.

Pendaftaran Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara dapat dilakukan melalui https://bit.ly/regisSN atau memindai kode QR yang tersedia pada materi publikasi. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui panitia resmi Suara Nusantara di nomor 0821-2128-6379.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)