dedi mulyadi
KDM Minta Maaf Gara-gara 80.000 Warga Jabar Masih Gelap-gelapan
Kang Dedi Mulyadi menyoroti 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Ia menilai pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di seluruh Jawa Barat secara merata.
Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!
Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting
Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.
Sayembara Tangkap Begal dan Batas Tanggung Jawab Negara
Keamanan merupakan salah satu alasan paling fundamental mengapa negara dibentuk.
Tapa Sebelum Melobangi Gunung
"Gubernur kedah tapa di Gunung Gede-Pangrango."
Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’
Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.
Hari Bumi dan Misi KDM Selamatkan Cagar Alam
Provinsi Jawa Barat memiliki 26 kawasan cagar alam dan 3 taman nasional yang mesti dijaga eksistensinya.
Jabar Juara PHK, Dedi Mulyadi Perlu Strategi Pengerahan Tenaga Kerja
Publik melihat KDM belum memiliki strategi pengerahan tenaga kerja yang tepat.
Keberaniannya Nangkap Ular Bawa “Bocil Dika” Bertemu KDM di Lembur Pakuan
Aksi Dika kerap diabadikan oleh Kang Moel dan diunggah ke media sosialnya.
Farhan Vs. KDM
Banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berseberangan dengan Wali Kota dan Bupati Bandung.
Sapoe Sarebu ala Dedi Mulyadi, Gotong-royong atau Kebijakan Publik yang Perlu Pengawasan?
Gerakan Sapoe Sarebu mengajak warga menyisihkan seribu rupiah sehari untuk membantu sesama.
Memberikan Bantuan Cuma-Cuma malah Membentuk Mental 'Effortless'
Memberikan bantuan cuma-cuma akan membentuk mental effortless pada masyarakat.
Risiko Jebakan Citra pada Medsos Pejabat Publik-Politisi Tanah Air
Apa yang terjadi pada panggung politik ini sejatinya sudah tertera sejak lama (dan termasuk kontemporer) oleh para cendekia humaniora.
Ketika Data Hiperbolik nan Hoax Malah Disebar Pejabat Jabar
Saat Sekda Jabar rilis data hasil survey Litbang Kompas soal kepuasan publik ke Gubernur KDM, akurasi datanya mengundang tanya.
Mati Ketawa ala 'Barudak Bapak Aing'
Sosok publik yang harusnya terbuka terhadap perbedaan pandangan, kini lebih sering tampil sebagai pemilik kebenaran. Diperkuat pula oleh algoritma.
One Man Show, Relasi KDM dan Ormas Islam Jabar Memanas
Kang Dedi Mulyadi kini tengah jadi pusat kritikan berbagai pihak. termasuk ormas Islam.
Dedi Mulyadi vs M. Farhan: Larangan Study Tour, Pendidikan, dan Ekonomi Daerah
Dua kepala daerah, dua arah kebijakan. Dedi Mulyadi melarang study tour, Farhan memberi ruang terbuka.
Komunikasi Gubernur Jabar vs Wali Kota Bandung: Kebijakan Tak Lagi Satu Arah?
Sebulan terakhir, komunikasi publik Gubernur Jabar KDM dan Walikota Bandung M. Farhan tak lagi sama sauyunan seperti sebelumnya.
Menjadi Ironis, Kultus Populis
Populisme tanpa etika adalah jebakan. Kultus populis yang menjual keramaian, namun abai terhadap kemanusiaan.
Dari Tawa Berubah Tangis, Pesta Pernikahan Putra Dedi Mulyadi Dikenang karena Tiga Korban
Tiga korban tewas di pesta pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar atau Ula, dengan LuthfianiDuka mendalam selimuti pesta elite yang digelar untuk rakyat.