Farhan Vs. KDM

2 menit baca
Matdon
Ditulis oleh Matdon diterbitkan
Banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berseberangan dengan Wali Kota dan Bupati Bandung. (Sumber: Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung)
Banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berseberangan dengan Wali Kota dan Bupati Bandung. (Sumber: Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung)

Sebenarnya yang berseberangan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) bukan hanya walikota Bandung, sebut saja Bupati Bandung dan mungkin sejumlah walikota/bupati di Jabar.

Tapi, karena saya orang Bandung pituin, lebih asyik membicarakan walikota Bandung vs KDM. Misalnyaa kebijakan KDM yang melarang kegiatan karya wisata atau study tour, semula beberapa kepala daerah di Jawa Barat menolak kebijakan itu. Sebut saja Wali Kota Cirebon Effendi Edo, dan Bupati Bandung Dadang Supriatna dan tentu Walikota Bandung Muhammad Farhan.

Farhan membolehkan karyawisata digelar sekolah-sekolah di Bandung asal tidak memberatkan para siswa dan keluarga mereka. Siswa yang tidak ikut cukup diberi sanksi berupa pengurangan nilai.

Antara Farhan dan KDM sering terjadi perbedaan kebijakan, KDM dinilai cenderung mengambil kebijakan yang lebih protektif dan membatasi, sementara Farhan lebih menekankan pada fleksibilitas dan mempertimbangkan dampak ekonomi serta aspek hukum. Perbedaan lain adalah polemik Teras Cihampelas, KDM ingin membongkar, tetapi Farhan menolak karena mempertimbangkan aspek hukum dan nilai aset.

Yang lain, Soal rapat ASN di hotel, KDM melarang rapat ASN di hotel, sementara Farhan memperbolehkannya, agar membantu perekonomian hotel yang terdampak. Pun terjadi pada soal jam sekolah, Farhan memiliki skema sendiri terkait jam masuk sekolah, yang berbeda dari arahan KDM.

Hal ini tentu menuai pro dan kontra, disisi lain ada yang menyebut indikasi kebijakan KDM yang tak tepat. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, sikap berseberangan itu terjadi lantaran KDM kerap memutuskan kebijakan berbasis selera pribadi, bukan berdasarkan pertimbangan teknokratik.

Yang lainnya mendukung kebijakan KDM dan ramai ramai menghujat Farhan, karena Farhan dinilai membangkang kebijakan. Dedi Kurnia menilai hal ini dilematis, karena kebijakan KDM berpotensi tidak baik dan hanya membikin gaduh. Sementara yang lain menilai kebijakan KDM sangat manusiawi.

Lain halnya menurut Peneliti Charta Politika, Ardha Ranadireksa, ketidakharmonisan kebijakan muncul akibat kebijakan yang tak matang karena di beberapa daerah kegiatan karya wisata turut mendongkrak perekonomian masyarakat. KDM disarankan mengkaji kebijakan dengan lebih mendalam. Meskipun sebenarnya banyak kebijakan KDM sangat populis Tetapi, itu sangat ditentukan oleh keputusannya.

Popularitas KDM terus meroket karena konten-kontennya yang viral di media sosial. Mengundang pro dan kontra. Bahkan barangsiapa yang berseberangan akan terkena sentimen negatif dari KDM Lovers.

Baca Juga: Catatan Warga untuk Wali Kota Farhan: Lubang Jalan, Lubang Kepercayaan Publik

Bagaimana Seharusnya?

Saya bukan ahli strategi pemerintahan, jadi saya tidak punya solusi yang tepat untuk perbedaan ini, kecuali Farhan dan KDM mau berada di satu panggung atau hanya berdua, kemudian keduanya membaca Al-Quran, setelah itu masing-masing membacakan puisi karya Acep Zamzam Noor, jika tak cukup satu puisi, bacakan masing-masing 99 puisi karya Taufik Ismail, Juniarso Ridwan, Ahda Imran, Sutardji Calsum Bachri dll.

Nah, setelah kelelahan, barulah mereka dialog dengan pikiran yang sudah jernih, karena setelah membaca Quran dan Puisi, biasanya pemimpin akan memiliki pikiran yang cerdas, brilian dan tidak kekanak-kanakan. Cag? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)