Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Catatan Warga untuk Wali Kota M. Farhan: Menata Arah Penanganan Pengangguran Bandung

Khalidullah Assyauqi
Ditulis oleh Khalidullah Assyauqi diterbitkan Minggu 07 Des 2025, 18:21 WIB
Seorang pengendara motor melaju di jalan Kota Bandung siang hari. (29/10/2024) (Sumber: Khalidullah As Syauqi)

Seorang pengendara motor melaju di jalan Kota Bandung siang hari. (29/10/2024) (Sumber: Khalidullah As Syauqi)

Pengangguran di Kota Bandung yang menjadi perhatian karena lowongan kerja tidak sejalan dengan meningkatnya jumlah pencari kerja. Hal ini memberikan harapan bagi warga untuk respons cepat dari Wali Kota Bandung, M. Farhan, seiring warga mengharapkan Walikota untuk mengatasi masalah mereka yang terdampak kehilangan pekerjaan.

Tingkat pengangguran di Bandung semakin meningkat seiring sektor padat karya masih pulih dari perlambatan ekonomi tahun sebelumnya.Situasi ini menandakan bahwa kebijakan ketenagakerjaan yang ada belum cukup menjangkau warga yang membutuhkan kesempatan.

Jumlah lulusan Sarjana meningkat setiap tahunnya, sementara perusahaan atau company tidak menambah lowongan yang sebanding dengan kebutuhan. Kondisi yang memperlihatkan bagaimana Gen Z Bandung kesulitan memperoleh pekerjaan karena keterampilan bekerja yang belum memadai.

Peluang kerja masih terfokus di pusat kota sehingga wilayah pinggiran tidak merasakan akses ekonomi yang setara. Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak warga terpinggirkan karena jarak, informasi, dan minimnya fasilitas penunjang kerja.

Program pelatihan yang ada belum relevan karena banyak materi tidak mengikuti kebutuhan industri kreatif dan digital yang berkembang pesat. Hal ini membuat peserta pelatihan gagal memenuhi kompetensi yang sebenarnya dicari perusahaan lokal.

Sistem informasi ketenagakerjaan Bandung belum terintegrasi sehingga pencari kerja sulit menunjukkan kemampuan secara tertata dan terverifikasi. Keadaan ini menyebabkan perusahaan kesulitan mengenali talenta lokal yang sebenarnya memiliki potensi besar.

Masuknya pendatang ke Bandung meningkatkan persaingan dan mempersempit peluang bagi warga lokal yang belum memiliki pengalaman kuat. Hal ini menjadi kekhawatiran warga karena merasa kalah bersaing tanpa dukungan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas yang memadai.

hasil karya lukisan yang di jual di pinggir trotoar. (16/09/2024) (Sumber: Khalidullah As Syauqi)
hasil karya lukisan yang di jual di pinggir trotoar. (16/09/2024) (Sumber: Khalidullah As Syauqi)

Farhan dapat mulai memperbaiki situasi dengan membuat peta kebutuhan industri yang memetakan sektor kerja paling banyak menyerap tenaga lokal. Inisiatif ini membantu merumuskan arah kemampuan yang perlu dikuatkan bagi warga dari berbagai latar pendidikan.

Walikota eks penyiar bisa mendorong UMKM sebagai motor penyerap tenaga kerja melalui insentif yang membuat pelaku usaha lebih percaya diri membuka perekrutan baru. Pendekatan tersebut dapat memperluas ekonomi lokal sehingga warga memperoleh peluang kerja tanpa hambatan biaya dan perizinan.

Sertifikasi pelatihan skill dapat diperbarui oleh orang nomor satu di Kota bandung dengan menggandeng perusahaan digital agar keterampilan peserta selaras kebutuhan industri terkini. Langkah ini untuk memastikan warga memiliki skill yang bisa langsung diimplementasikan dalam pekerjaan nyata.

Pria berkacamata dapat menginisiasi pusat data ketenagakerjaan tunggal yang menampilkan profil kompetensi warga secara akurat dan mudah diakses perusahaan. Upaya ini mempercepat proses pencocokan kebutuhan tenaga kerja sehingga peluang tidak hilang hanya karena keterbatasan informasi.

Sertifikasi kompetensi berbasis standar industri dapat diperluas oleh Walikota eks penyiar untuk memberi warga bukti keterampilan yang dapat dipercaya perusahaan. Pendekatan ini membantu warga bersaing secara objektif sehingga tidak tertinggal dari pendatang yang lebih berpengalaman.

Pria berkacamata juga dapat menerapkan kebijakan afirmasi perekrutan lokal pada proyek strategis kota agar warga mendapat prioritas dalam peluang kerja. Langkah ini memastikan manfaat pembangunan kota mengalir merata dan menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat Bandung. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Khalidullah Assyauqi
Mahasiswa Telkom University Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Program Studi S1 Digital Public Relations 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)