Muhammad Farhan: Kota Bandung Darurat Sampah!

5 menit baca
Ikbal Tawakal
Ditulis oleh Ikbal Tawakal diterbitkan
"Gunung"sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Dakota di Jl. Gunung Batu, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pada Jumat, 7 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
"Gunung"sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Dakota di Jl. Gunung Batu, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pada Jumat, 7 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

AYOBANDUNG.ID - Tumpukan sampah terlihat menggunung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Dakota, Jalan Gunung Batu, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, pada Jumat, 7 November 2025. Bau menyengat tercium kuat menjelang siang saat tumpukan sampah berbagai jenis itu tersengat terik matahari.

Pantauan di lokasi memperlihatkan enam petugas kebersihan membongkar gerobak sampah, lalu menumpuk isinya ke area TPS yang volumenya sudah hampir mencapai lima meter dan sedikit meluber ke badan jalan.

Selain bau, warga sekitar yang bertetangga atau beraktivitas di sekitar TPS ini juga khawatir tumpukan sampah tersebut bisa longsor, bahkan meledak jika terus dibiarkan.

Heni (50), pemilik warung nasi yang berjarak tak jauh dari gunung sampah TPS Dakota, mengeluhkan banyaknya lalat dan aroma tak sedap.

“Bau kalau siang terus jadi banyak lalat,” ucapnya.

Meski sudah ada perhatian dari pemerintah setempat, menurutnya, tumpukan sampah yang sudah hampir lima bulan itu tidak berkurang secara signifikan.

“Sempet beberapa hari lalu orang kecamatan datang. Diangkut satu truk, terus selang beberapa hari baru diangkut lagi. Kalau cuman satu truk sehari mah enggak keliatan berkurangnya,” tuturnya.

Senada dengan Heni, Fitri (25), seorang pengendara motor, juga mengeluhkan gunungan sampah di TPS Dakota yang menimbulkan bau menyengat, banyaknya lalat, serta risiko kecelakaan bila sewaktu-waktu ada karung sampah yang jatuh ke jalan raya.

“Cukup terganggu sih, apalagi setiap hari saya lewat sini untuk berangkat kerja. Bau dan banyak lalat, selain itu khawatir gunungan sampahnya longsor ke jalan, itu bahaya bisa menimbulkan kecelakaan,” katanya.

“Masalah sampah di Kota Bandung kayaknya gak selesai-selesai, tapi kalau udah ada tumpukan sampah yang menggunung kayak gini harusnya lebih diperhatikan. Apalagi lokasinya yang dekat dengan aktivitas orang banyak,” tutupnya.

Sumber sampah di Kota Bandung didominasi oleh rumah tangga sebanyak 60 persen atau setara 897 ton per hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Sumber sampah di Kota Bandung didominasi oleh rumah tangga sebanyak 60 persen atau setara 897 ton per hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Sementara itu, Rafi (43), petugas TPS Dakota, mengatakan penumpukan sampah terjadi lantaran TPA Sarimukti sudah kehabisan kuota angkut untuk wilayah Kota Bandung. Akibatnya, sampah yang diangkut menjadi terbatas, sementara pasokan sampah terus berdatangan setiap hari.

“Katanya kuota pembuangan sampah untuk Kota Bandung sudah habis dari TPA Sarimukti, penerimaan di sana terbatas. Makanya jadi numpuk di sini,” katanya.

Setiap hari, menurut dia, tidak sedikit warga yang membuang sampah ke TPS Dakota. Ia mengaku khawatir penumpukan yang berlebihan dapat menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Saya setiap hari jaga sampai sore takutnya ada yang buang sampah nyimpennya enggak bener. Kalau hujan atau malah sih enggak ke kontrol, makanya agak khawatir kalau terus dibiarkan bertumpuk,” katanya.

Kota Bandung Darurat Sampah

Kondisi TPS Dakota itu kini menjadi potret kecil dari krisis besar yang tengah dihadapi Kota Bandung. Dalam forum Bandung Sustainability Summit yang digelar di Aula Barat ITB pada hari yang sama, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan secara terbuka menyatakan bahwa Kota Bandung darurat sampah.

Farhan menjelaskan, berdasarkan data terakhir, sumber timbulan sampah di Kota Bandung didominasi oleh rumah tangga sebanyak 60 persen atau setara 897 ton per hari, sementara sisanya 40 persen berasal dari non-rumah tangga dengan volume 599 ton per hari. Total keseluruhan mencapai 1.496 ton sampah setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan.

Jumah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Jumah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Situasi ini kian pelik setelah terbitnya Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Nomor 6174/PBLS.04/DLH tertanggal 1 Agustus 2025. Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif sejak 1 September 2025 dan membatasi volume sampah yang boleh dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat.

Pembatasan ini secara langsung berdampak pada sistem pengangkutan sampah di Kota Bandung. Jika sebelumnya pembuangan diatur berdasarkan jumlah ritase, kini berubah menjadi hitungan tonase.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menjelaskan bahwa aturan baru tersebut memangkas kapasitas buang Kota Bandung dari sekitar 140 rit per hari atau setara 1.200 ton, menjadi hanya 981 ton per hari.

“Surat edaran dari Sekda Jawa Barat menyebutkan bahwa untuk Kota Bandung yang awalnya sehari 1.200 ton, sekarang dikurangi menjadi 980 ton. Artinya, ada pengurangan sekitar 220 ton per hari. Itu kendala pertama yang kita hadapi,” ujar Erwin di Balai Kota Bandung, Selasa, 30 September 2025.

Selain itu, TPA Sarimukti kini tidak lagi beroperasi pada hari Minggu. Kebijakan ini menimbulkan efek domino berupa penumpukan sampah di TPS seperti yang terjadi di Dakota dan wilayah lainnya.

“Kalau TPA libur hari Minggu, otomatis terjadi penumpukan. Jadi warga Bandung perlu tahu, kami sekarang bekerja ekstra keras untuk mengatasi kebijakan ini,” jelas Erwin.

Ia menambahkan, berdasarkan perhitungan, pengurangan kuota 220 ton per hari ditambah penutupan TPA di hari Minggu dapat menimbulkan penumpukan sampah hingga lebih dari 1.700 ton. Kondisi tersebut berpotensi menambah beban kerja petugas kebersihan serta memperparah tumpukan sampah di berbagai titik kota.

Untuk menyiasati keterbatasan itu, Pemkot Bandung mendorong partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya. Salah satunya melalui gerakan Kawasan Bebas Sampah (KBS) yang dikelola di tingkat Rukun Warga (RW).

“Kami menekankan kepada para ketua RW untuk bisa membentuk RW yang KBS, agar pengurangan sampah bisa signifikan sejak dari rumah,” ucapnya.

Selain itu, Pemkot Bandung juga berupaya memaksimalkan pengoperasian mesin insinerator di beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga.

“Mau tidak mau kita harus bekerja sama dengan pihak ketiga, tentu dengan mekanisme yang jelas, termasuk sistem pembayaran dengan tipping fee,” tambahnya.

Menurut Erwin, komunikasi intensif antara Wali Kota Bandung dengan Gubernur Jawa Barat menjadi kunci untuk mencari solusi jangka panjang atas krisis ini.

“Kami berharap Pak Wali bisa berkomunikasi langsung dengan Pak Gubernur agar ada kelonggaran atau solusi yang bisa mengurangi dampak kebijakan ini,” katanya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)