Permasalahan Sampah Styrofoam di Kota Bandung

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Senin 20 Okt 2025, 11:20 WIB
Ilustrasi Lautan Sampah Styrofoam (Sumber: Freepik)

Ilustrasi Lautan Sampah Styrofoam (Sumber: Freepik)

Pada tahun 2016 Kota Bandung sempat dinobatkan sebagai pionir di Indonesia yang menerapkan pelarangan styrofoam sebagai kemasan makanan melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Ridwan Kamil yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Kebijakan tersebut selaras dengan upaya menjaga lingkungan dari limbah sampai abadi yang sulit terurai oleh alam. Namun kebijakan yang bagus memang harus selaras dengan kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala perihal penatalaksanaannya. Kebijakan pelarangan penggunaan styrofoam justru tidak berbanding lurus dengan fakta yang ada.

Sejauh ini di tahun 2025 saya masih menemukan penjual seblak yang menggunakan styrofoam sebagai kemasan makanan. Beberapa warung nasi tradisional juga masih menggunakan hal yang serupa. Bahkan beberapa penjual makanan yang terafiliasi secara online pun masih menggunakan styrofoam. Hal ini tidak sejalan dengan aplikasi yang memiliki fitur dalam mengkampanyekan hijaukan bumi melalui pengurangan limbah sampah dari alat makan.

Dilansir dari Kompas.com data terbaru menyebutkan bahwa jumlah sampah di Kota Bandung yang didominasi oleh styrofoam berjumlah 19.15% (7.6 juta) ton. Masuk ke dalam peringkat ke dua setelah jumlah sampah makanan yang berjumlah 39.62%.

Menjelang hujan sampah styrofoam ini akan mudah ditemukan di sungai Citarum sebagai salah satu jenis sampah yang menghambat aliran air. Styrofoam kemudian menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

Selain penyebab limbah sampah terbanyak bagi lingkungan, styrofoam juga punya dampak buruk untuk habitat sejumlah biota dan seluruh hewan yang berada di dasar lautan. Beberapa sampah styrofoam seringkali termakan oleh hewan laut yang menyebabkan sampah tersebut tidak terurai dan menyebabkan kematian.

Sementara bagi manusia efek sampah styrofoam juga memiliki dampak yang tidak kalah menyedihkan. Penggunaan styrofoam sebetulnya bertentangan dengan beberapa peraturan yang berlaku salah satunya Peraturan Menteri Kesehatan No.472/Menkes/Per/V/1996 tentag Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan pada Pasal 1 yang mengatur 4 bahan berbahaya.

Bahan berbahaya adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung, yang mempunyai sifat racun, karsinogenik teratogenik, mutagenik, korosif dan iritan.

Baca Juga: Mengapa Tidak Satu pun dari Bandung Raya Masuk 10 Besar UI GreenCity Metrics 2025?

Dilansir dari halodoc bila ditinjau dari susunan kimianya, styrofoam termasuk ke dalam plastik atau polimer. Salah satu kandungan stirena yang terdapat dalam styrofoam dapat mengurangi sel darah merah yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mendistribusikan sari pati makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Sterina juga mempengaruhi produksi ASI bagi perempuan dalam fase menyusui.

Meski sampah styrofoam sangat sulit terurai oleh alam tapi salah satu pegiat harian yang melakukan gerakan diet kantung plastik bernama Rahyang. Komunitas tersebut menyayangkan ketika pemusnahan sampah styrofoam justru dengan cara dibakar atau dipendam di dalam tanah.

Sungai Citarum lautan sampah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Sungai Citarum lautan sampah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)

Sejalur dengan Ketua Gropes yaitu komunitas muda-muda yang peduli terhadap lingkungan menjelaskan bahwa bahan kimia yang terkandung dalam styrofoam tidak bisa hancur dan asap pembakaran akan menganggu lapisan ozon pada bumi.

Dilansir dari CNN Indonesia pengelolaan styrofoam bisa dengan dihancurkan dan diberdayakan kembali (produk daur ulang) misalnya bisa dimanfaatkan untuk pembuatan boneka bantal.

Sedangkan menurut jurnal penelitian yang berjudul Efektivitas Kulit Jeruk Manis dan Daun Kayu Putih Terhadap Penguraian Sampah Styrofoam yang ditulis Farah Fadhila dkk, mengatakan bahwa perasan kulit jeruk dan ekstrak kayu putih yang dapat melarutkan styrofoam dari sampah yang berbahaya menjadi sampah yang dapat dibuang ke lingkungan dengan aman karena dapat d-limonene yang dapat memecah rantai polimer styrofoam. Sehingga limbah styrofoam dapat dengan mudah didegradasi atau diurai oleh tanah.

Baca Juga: Ayah yang Hilang, Sistem yang Salah: Menelisik Fenomena Fatherless

Kembali lagi beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk membatasi penggunaan styrofoam ini dengan beberapa contoh penelitian di atas. Yang paling penting untuk dibangun justru adalah kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

Harapannya Bandung sebagai pionir Kota di Indonesia yang melarang penggunaan styrofoam bukan sekedar wacana tapi bisa menjelma menjadi nyata. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)