Permasalahan Sampah Styrofoam di Kota Bandung

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi Lautan Sampah Styrofoam (Sumber: Freepik)
Ilustrasi Lautan Sampah Styrofoam (Sumber: Freepik)

Pada tahun 2016 Kota Bandung sempat dinobatkan sebagai pionir di Indonesia yang menerapkan pelarangan styrofoam sebagai kemasan makanan melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Ridwan Kamil yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Kebijakan tersebut selaras dengan upaya menjaga lingkungan dari limbah sampai abadi yang sulit terurai oleh alam. Namun kebijakan yang bagus memang harus selaras dengan kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala perihal penatalaksanaannya. Kebijakan pelarangan penggunaan styrofoam justru tidak berbanding lurus dengan fakta yang ada.

Sejauh ini di tahun 2025 saya masih menemukan penjual seblak yang menggunakan styrofoam sebagai kemasan makanan. Beberapa warung nasi tradisional juga masih menggunakan hal yang serupa. Bahkan beberapa penjual makanan yang terafiliasi secara online pun masih menggunakan styrofoam. Hal ini tidak sejalan dengan aplikasi yang memiliki fitur dalam mengkampanyekan hijaukan bumi melalui pengurangan limbah sampah dari alat makan.

Dilansir dari Kompas.com data terbaru menyebutkan bahwa jumlah sampah di Kota Bandung yang didominasi oleh styrofoam berjumlah 19.15% (7.6 juta) ton. Masuk ke dalam peringkat ke dua setelah jumlah sampah makanan yang berjumlah 39.62%.

Menjelang hujan sampah styrofoam ini akan mudah ditemukan di sungai Citarum sebagai salah satu jenis sampah yang menghambat aliran air. Styrofoam kemudian menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

Selain penyebab limbah sampah terbanyak bagi lingkungan, styrofoam juga punya dampak buruk untuk habitat sejumlah biota dan seluruh hewan yang berada di dasar lautan. Beberapa sampah styrofoam seringkali termakan oleh hewan laut yang menyebabkan sampah tersebut tidak terurai dan menyebabkan kematian.

Sementara bagi manusia efek sampah styrofoam juga memiliki dampak yang tidak kalah menyedihkan. Penggunaan styrofoam sebetulnya bertentangan dengan beberapa peraturan yang berlaku salah satunya Peraturan Menteri Kesehatan No.472/Menkes/Per/V/1996 tentag Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan pada Pasal 1 yang mengatur 4 bahan berbahaya.

Bahan berbahaya adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung, yang mempunyai sifat racun, karsinogenik teratogenik, mutagenik, korosif dan iritan.

Baca Juga: Mengapa Tidak Satu pun dari Bandung Raya Masuk 10 Besar UI GreenCity Metrics 2025?

Dilansir dari halodoc bila ditinjau dari susunan kimianya, styrofoam termasuk ke dalam plastik atau polimer. Salah satu kandungan stirena yang terdapat dalam styrofoam dapat mengurangi sel darah merah yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mendistribusikan sari pati makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Sterina juga mempengaruhi produksi ASI bagi perempuan dalam fase menyusui.

Meski sampah styrofoam sangat sulit terurai oleh alam tapi salah satu pegiat harian yang melakukan gerakan diet kantung plastik bernama Rahyang. Komunitas tersebut menyayangkan ketika pemusnahan sampah styrofoam justru dengan cara dibakar atau dipendam di dalam tanah.

Sungai Citarum lautan sampah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Sungai Citarum lautan sampah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)

Sejalur dengan Ketua Gropes yaitu komunitas muda-muda yang peduli terhadap lingkungan menjelaskan bahwa bahan kimia yang terkandung dalam styrofoam tidak bisa hancur dan asap pembakaran akan menganggu lapisan ozon pada bumi.

Dilansir dari CNN Indonesia pengelolaan styrofoam bisa dengan dihancurkan dan diberdayakan kembali (produk daur ulang) misalnya bisa dimanfaatkan untuk pembuatan boneka bantal.

Sedangkan menurut jurnal penelitian yang berjudul Efektivitas Kulit Jeruk Manis dan Daun Kayu Putih Terhadap Penguraian Sampah Styrofoam yang ditulis Farah Fadhila dkk, mengatakan bahwa perasan kulit jeruk dan ekstrak kayu putih yang dapat melarutkan styrofoam dari sampah yang berbahaya menjadi sampah yang dapat dibuang ke lingkungan dengan aman karena dapat d-limonene yang dapat memecah rantai polimer styrofoam. Sehingga limbah styrofoam dapat dengan mudah didegradasi atau diurai oleh tanah.

Baca Juga: Ayah yang Hilang, Sistem yang Salah: Menelisik Fenomena Fatherless

Kembali lagi beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk membatasi penggunaan styrofoam ini dengan beberapa contoh penelitian di atas. Yang paling penting untuk dibangun justru adalah kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

Harapannya Bandung sebagai pionir Kota di Indonesia yang melarang penggunaan styrofoam bukan sekedar wacana tapi bisa menjelma menjadi nyata. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)