Bandung, Pandawara, dan Kesadaran Masyarakat yang Harus Bersinergi

8 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Aksi Pembersihan salah satu sungai oleh Pandawara Group (Sumber: Instagram | Pandawaragroup)
Aksi Pembersihan salah satu sungai oleh Pandawara Group (Sumber: Instagram | Pandawaragroup)

Bandung dalam narasi Kota Kembang berakar pada keeksotisan alam dan melimpahnya bunga yang tumbuh dengan subur saat pemerintahan kolonialisme Belanda. Sebagaimana dilansir dari ayobandung.com yang menyatakan bahwa istilah "Kota Kembang" tidak terkesan berlebihan karena faktanya merujuk pada dua makna sekaligus, bunga yang tumbuh subur di kota Priangan dan "Kembang" dalam artian perempuan sebagai lambang keindahan kota Bandung sendiri.

Meski pada masa pemerintahan Wali Kota Ridwan Kamil ikonik "Bandung Kota Kembang" kembali dibangun citranya dengan cara revitalisasi Alun-Alun Kota Bandung yang hari ini terdapat sejumlah tanaman bunga juga rumput sintesis. Revitalisasi terhadap taman-taman di Kota Bandung yang mulai dibenahi serta pemasangan pot gantung disejumlah kawasan di Kota Bandung.

Faktanya segala usaha untuk membangun kembali Kota Bandung sebagai Kota Kembang tidak berjalan dengan mulus. Sejauh ini penataan Alun-Alun Bandung sebagai pusat kota memang tetap mendapat perhatian lebih dari sejumlah pengurus salah satunya penutupan Alun-Alun Bandung dari 11 Agustus 2025 hingga 4 bulan ke depan untuk dilakukan sejumlah revitalisasi terhadap beberapa kerusakan fasilitas seperti kondisi lampu, tanaman dan beberapa perbaikan pada pagar.

Namun sejumlah pot gantung yang terpasang di sejumlah jalan di Kota Bandung, sebagian besar luput dari perhatian pengurus. Banyak bunga yang layu bahkan hilang dari pot. Sejumlah pot yang rusak dan hilang entah kemana. Meski penyiraman tanaman di sejumlah kawasan masih rajin dilakukan oleh sejumlah petugas tapi secara garis besar citra yang dibangun untuk mempertahankan julukan "Kota Kembang" tidak semudah yang diprogramkan. Belum lagi sejumlah taman yang tidak terawat akibat dari pembuangan sampah sembarangan menjadikan taman tak lagi indah tapi kumuh oleh sampah.

Bahkan Bandung pernah menjadi sorotan dari salah seorang Bule yang bergiat dalam isu sampah dan lingkungan hidup. Seorang blogger asal Bulgaria yang pada tahun 2014 isu ini muncul, dirinya sudah menetap di Kota Bandung. Inna mengkritik Kota Bandung terkait permasalahan sampah hingga memberikan julukan lain sebagai "The City of Pigs" saking kotornya.

Dilansir dari detik.com, kritik pedasnya tersebut disampaikan melalui blog pribadinya bernama venusgotgonorrhea. wordpres.com pada 16 Januari 2014. Melalui pengalamannya yang pernah bermukim di kawasan Setia Budi, Antapani dan Ujung Berung, dirinya sering menemukan permasalahan sampah yang luput dari perhatian seluruh pihak baik masyarakat atau pemerintahan setempat.

Sejauh dari penglihatan saya sebagai warga Kota Bandung permasalahan sampah memang belum pernah menemukan solusi nyata yang berkelanjutan untuk membenahi masalah terkait. Sejak SMP saya pernah sesekali mengunjungi kawasan Pasar Caringin yang luar biasa menimbun tumpukan sampah baik organik maupun non-organik dan kondisinya masih sama ketika KDM pernah melakukan kunjungan ke pasar tersebut beberapa waktu silam.

Selanjutnya kawasan Cibaduyut yang sering saya lalui sejak sekolah pun kerap tidak pernah hilang kebiasaannya untuk membuang sampah di pinggiran jalan atau toko sepatu yang berjajar. Kawasan yang seringkali dikunjungi oleh wisatawan di luar kota Bandung ini tidak membuat masyarakat sekitar berbenah untuk membuat citra sebagai lingkungan yang bersih dan nyaman. Hingga hari sejumlah sampah masih terlihat menumpuk di sejumlah titik yang tak hanya menimbulkan aroma tidak sedap tapi pemandangan yang mengganggu keelokan penglihatan. Sejumlah sampah ini pun turut menyumbang saat hujan deras melanda dan banjir datang secara tiba-tiba.

Selanjutnya kawasan Citarum yang melintasi sejumlah titik di Kab. Bandung bahkan bukan lagi sumber kehidupan tapi lautan sampah yang kian hari makin memadati kawasan sungai. Saat pagi hari tiba banyak motor yang melintas berhenti sejenak untuk membuang sejumlah sampah ke Citarum. Tanpa rasa bersalah dan malu, mereka kembali melajukan motor meski ada sejumlah masyarakat yang juga melihat kejadian tersebut.

Banyak sejumlah penjual makanan yang memproduksi limbah sampah basah setiap hari justru ikut membuangnya ke area kosong penyangga jembatan. Sampah memang tidak jatuh ke sungai tapi menimbulkan aroma tidak sedap saat terpapar panasnya matahari. Selain itu juga menjadi pemandangan yang tidak elok terlihat saat sejumlah pejalan kaki melintasi jembatan Citarum.

Lahirnya Pandawara Group di Kota Bandung

Pandawara Group merupakan sekumpulan pemuda yang berasal dari Kota Bandung. Kumpulan dari lima pemuda yaitu Gilang, Ikhsan, Rifqi, Rafly dan Agung yang berteman sejak SMA ini pada mulanya memiliki keresan akan Kota Bandung. Di mana permasalahan sampah berdampak secara langsung bagi kehidupan yaitu banjir. Atas dasar tersebut awalnya mereka membersihkan sampah di sekitar selokan dan sungai terdekat dari tempat tinggal.

Dilansir dari tempo.com, awalnya Pandawara hanya menggunakan peralatan sederhana dengan modal pribadi untuk membersihkan lingkungannya.

Kemudian setelah membaik Pandawara mulai melakukan ekspansi ke sejumlah wilyah terdekat di Jawa Barat yaitu Sukabumi.

Pandawara sadar bahwa kehidupan di era digital memang menuntut untuk memperlihatkan aksi nyata melalui media sosial agar semakin banyak masyarakat yang tergugah khususnya perihal isu sampah dan lingkungan.

Hal ini terbukti ketika Pandawara group berhasil meng-influence beberapa pemuda di kota lain untuk melakukan aksi yang sama.

Meski beberapa orang yang mengikuti jejak Pandawara ada yang masih bertahan tapi ada juga yang menghilang tak melakukan keberlanjutan.

Sejauh ini Pandawara sudah melakukan usaha untuk menjaga lingkungan dengan baik. Usahanya tersebut membawa jauh terhadap penghargaan dan apresiasi dari Tiktok Awards tahun 2023 dengan tiga kategori yaitu Changemakers of The Year, Creator of The Year dan Rising Star of The Year.

Pandawara juga sempat mendapatkan penghargaan dari detikJabar Awards pada 2023 sebagai penggiat perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.

Selain itu Pandawara juga mendapatkan Indonesia Green Awards pada 2024 dengan penghargaan Ecostar of The Year.

Terlepas dari semua itu, apakah lantas menjadikan Bandung sebagai kota yang bebas dari sampah ? faktanya hingga hari ini jutaan sampah masih membanjiri kota Bandung. Dilansir dari tempo.com, Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Sampah di Kota Bandung yaitu Salman Faruq mengatakan bahwa hingga hari ini penumpukan sampah sudah mencapai 4000 ton. Jumlah ini kian menaik jika tidak ada upaya apapun yang bisa dilakukan.

Lantas mengapa Pandawara Group yang berasal dari Kota Bandung sebagai pemuda yang membawa perubahan terhadap lingkungan justru tidak berdampak pada kota Bandung?

Apa salah Pandawara? Jelas bukan karena permasalahan sampah adalah tugas kita bersama.

Pandawara sebagai penggagas yang memulai dan memberikan contoh baik dan kita sebagai warga Kota Bandung wajib bersinergi untuk menuntaskan pr yang sudah menggunung ini. Bahu-membahu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Kesadaran Masyarakat yang Perlu Ditumbuhkan

Sungai Citarum lautan sampah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Sungai Citarum lautan sampah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)

Pandawara adalah contoh dari segelintir pemuda yang tinggal di Kota Bandung yang peduli terhadap isu-isu lingkungan dan permasalahan sampah. Lantaskah karena mereka penggagas kemudian masyarakat tetap berpangku tangan karena merasa itu adalah tugas Pandawara.

Saya berkata demikian karena banyak sekali saya temui komentar-komentar pada sejumlah akun Pandawara group di media sosial yang justru menumpahkan tanggung jawab permasalahan sampah kepada mereka. Beberapa komentar seperti meminta Pandawara datang untuk membersihkan sejumlah sungai yang kotor dan menyelesaikan permasalahan sampah.

Berarti ada mis-persepsi terhadap pola pikir sebagian masyarakat yang menganggap permasalahan lingkungan menjadi tanggung jawab beberapa pihak saja. Pola pikir semacam ini sudah jelas harus di edukasi menuju perbaikan bahwa tugas menjaga lingkungan adalah tugas bersama.

Tak hanya itu bahkan setelah sungai dibersihkan oleh Pandawara, dalam beberapa bulan pemantauan kembali-- sungai kembali kotor dan masyarakat sekitar aliran sungai tetap melakukan aktivitas membuang sampah sembarangan.

Belum lagi beberapa penghalang sampah yang sempat di pasang oleh Pandawara hilang dicuri oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Alat yang dipasang guna untuk menghalangi sampah agar tidak sampai ke laut justru menuai ironi. Tindakan pencurian tersebut kembali menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

Saya sangat setuju bahwa hal mendasar yang perlu dilakukan masyarakat dan pemerintah setempat untuk membenahi permasalahan di Kota Bandung adalah menumbuhkan kesadaran dan kebaikan kecil dalam kehidupan sehari-hari pada lini terkecil yaitu keluarga.

Sesederhana mulai mengubah pola konsumsi terhadap penggunaan produk plastik yang menjadi permasalahan limbah. Mulai dari beralihnya penggunaan minuman kemasan menjadi tumbler yang bisa digunakan berulang kali dalam jangka waktu yang lama. Ibu-ibu rumah tangga yang mulai mengurangi penggunaan produk sachet seperti sampho, sabun, kecap, minyak kelapa dan produk bumbu instan lainnya.

Selanjutnya masyarakat mulai memaksimalkan sejumlah limbah produk rumah tangga untuk melakukan pemisahan antara sampah organik dan anorganik. Terlihat klise dan lebay tapi hal ini memang langkah realistis yang bisa dilakukan dalam jangka waktu dekat. Sampah organik bisa diupayakan menjadi pupuk dan jika berhasil mengelolanya bisa menjadi nilai ekonomi yang berguna untuk pemenuhan kehidupan sehari-hari.

Sementara produk anorganik bisa dikumpulkan melalui program Salman ITB yang mengajak masyarakat untuk mengumpulkan sampah anorganik melalui program Sedekah Sampah Indonesia dengan menyediakan boks sampah di lingkungan masjid. Hasil pengumpulan sampah tersebut digunakan untuk tujuan mulia keberlangsungan operasional masjid Salman dengan menjualnya ke bank sampah terdekat. Bahkan program serupa juga banyak tersebar di Kota Bandung hanya saja pemanfaatanya belum dimaksimalkan. Padahal kegiatan ini bisa membantu mengurangi limbah juga bisa mendulang nilai ekonomi.

Setelah kesadaran masyarakat tumbuh maka tahap selanjutnya adalah peran pemerintah untuk melakukan dua hal yaitu edukasi pengolahan sampah dan monitoring serta penerapan kebijakan yang ketat terhadap penyelesaian sampah di Kota Bandung.

Sejauh ini memang edukasi sudah dilakukan pemerintah melalui berbagai media dan turun langsung ke lapangan. Hanya saja untuk meningkatkan kesadaran masyarakat memang butuh waktu dan tidak akan mudah selesai dalam bulan atau tahunan. Pentingnya tidak hanya edukasi tapi monitoring ke sejumlah masyarakat untuk tetap mempertahankan habits yang sudah dibangun juga penting.

Selanjutnya perlu ada kebijakan atau peraturan yang tegas kepada masyarakat atau pejabat yang tidak mentaati peraturan perihal penyelesaian sampah. Misalnya terpasang cctv yang aman dari tindak pencurian untuk memantau sejumlah titik yang seringkali menjadi tempat pembuangan sampah. Melalui data yang didapatkan dari cctv tindak tegas selanjutnya adalah melakukan sejumlah sanksi baik berupa uang atau sanksi sosial yang membuat masyarakat enggan melakukan kesalahan yang sama.

Untuk Bandung yang maju dan berkelanjutan tidak bisa diselesaikan oleh sejumlah kelompok atau beberapa pejabat. Tapi ini peran dan tugas bersama mulai dari lingkup kecil keluarga, masyarakat luas, pengusaha, pemilik pabrik dan sejumlah pemerintah. Membentuk kebiasaan baik memang tidak mudah dan memerlukan perjalanan yang panjang. Tapi jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? jika tidak dimulai dari diri sendiri dari siapa lagi? Dan jika tidak dimulai dari perubahan kecil maka perubahan besar tidak akan pernah terjadi.

Kita sebagai warga Kota Bandung justru sudah memiliki previlage yaitu hadirnya Pandawara Group sebagai media untuk berkolaborasi, yang selanjutnya tugas kita bersama untuk menyukseskan Bandung yang maju dan berkelanjutan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.