Inovasi Lingkungan dari Warga Antapani Tengah: Satu Ton Sampah Raib Setiap Minggu

3 menit baca
Bob Yanuar
Ditulis oleh Bob Yanuar diterbitkan
Dody Iriana Memed menjadi sosok yang menggulirkan program pengolahan sampah dan urban farming di Jasmine Integrated Farming di Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Dody Iriana Memed menjadi sosok yang menggulirkan program pengolahan sampah dan urban farming di Jasmine Integrated Farming di Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

AYOBANDUNG.ID – Permasalahan sampah di Bandung Raya, termasuk Kota Bandung, saat ini menjadi sorotan banyak pihak. Kritisnya kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti membuat pemerintah kelabakan menangani timbunan sampah yang kian hari kian mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar, saat ini Kota Bandung tercatat mengirim 1.750 ton sampah per hari, dengan rincian total pengiriman mencapai 170 ritase per hari. Kondisi ini mendorong upaya agar kiriman sampah bisa ditekan menjadi 1.250 ton per hari, serta ritase pengiriman diturunkan menjadi 140 ritase.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggencarkan program “tak dipilah tak diangkut” sebagai langkah menurunkan produksi sampah, khususnya sampah organik yang kini dilarang dikirim ke Sarimukti.

Di tengah kepanikan penyelesaian masalah sampah, salah satu kawasan di RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, telah mengadopsi pola penyelesaian sampah tanpa harus mengirimnya ke TPA.

Sosok Dody Iriana Memed menjadi penggagas kawasan bebas sampah di RW 19. Sejak 2020, kawasan itu tak pernah lagi mengirim sampah ke TPA karena pengolahan sampah organik dan anorganik telah tuntas dilakukan di lokasi yang bernama Jasmine Integrated Farming.

Di atas lahan seluas 1.000 meter persegi, Dody bersama 11 orang lainnya berhasil mengurangi beban pengiriman sampah Kota Bandung ke TPA sebanyak 1 ton per minggu. Tak hanya sampah organik, ia juga mampu mengolah 300 kilogram sampah anorganik untuk dimanfaatkan melalui program Bank Sampah.

“Jadi, Jasmine Integrated Farming ini menjadi solusi penanganan sampah yang telah bergulir sejak 2020 lalu. Kami sudah tak pernah lagi mengirim sampah ke TPA, karena semuanya bisa diolah di sini,” ujar Dody, Rabu, 13 Agustus 2025.

Para pengelola urban farming di Jasmine Integrated Farming. Sejak 2020 kawasan ini tak lagi melakukan pengiriman sampah ke TPA. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Para pengelola urban farming di Jasmine Integrated Farming. Sejak 2020 kawasan ini tak lagi melakukan pengiriman sampah ke TPA. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Keberhasilan Dody dalam mengolah sampah bukan sekadar cerita. Studi tiru dan penelitian dari berbagai daerah menjadi bukti nyata bahwa aksi di Jasmine Integrated Farming banyak dilirik oleh mahasiswa, akademisi, hingga instansi pemerintah.

“Banyak yang datang ke sini, ya selain sebagai studi juga ada yang tujuannya sebagai wisata. Dari Sumatera Utara, Kalimantan, Jawa Tengah, Papua, juga pernah datang ke sini untuk melihat dan mempelajari langsung pengolahan di sini,” jelasnya.

Secara teknis, pengolahan sampah organik di Jasmine Integrated Farming menggunakan empat metode, mulai dari Open Window, Terawang, Losida, hingga pemanfaatan maggot. Dengan metode ini, satu ton sampah organik per minggu berhasil diolah tanpa perlu diangkut ke TPA.

Meski begitu, keberhasilan Dody dalam menerapkan pola pemilahan dan pengolahan sampah modern, yang bahkan diamati oleh ahli dari Brunei Darussalam, belum mendapat perhatian berarti dari pemerintah setempat.

Inovasi yang dirintis Dody bahkan mengantarkan Kelurahan Antapani Tengah meraih penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Penghargaan itu diberikan kepada Teguh Haris Pathon sebagai ASN Terbaik Nasional Kategori Pengawas.

Sayangnya, hal tersebut tidak banyak berdampak pada keberlangsungan Jasmine Integrated Farming. Konsep perpaduan pengolahan sampah dan urban farming ini masih harus berjibaku untuk membiayai operasional sehari-hari.

“Ya, kami pada akhirnya mengandalkan apa yang kami miliki saja, tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Justru dari instansi lain yang banyak memberikan bantuan sarana bagi keberlangsungan di sini,” ujarnya.

Jasmine Integrated Farming di Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Jasmine Integrated Farming di Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Kondisi dinding penampungan sampah organik yang dikhawatirkan roboh menjadi salah satu perhatian Dody agar pemerintah setempat mau memberi dukungan bagi RW 19.

“Sejauh ini kami belum pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah, dan itu tidak kami permasalahkan. Yang penting kami memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Padahal kami sering dinobatkan sebagai contoh pengolahan sampah terbaik di Bandung Raya, tapi adopsi dari pemerintah tidak ada,” tandas Dody.

Untuk diketahui, sampah organik yang seharusnya bisa diolah secara terdesentralisasi masih mendominasi jenis sampah yang diangkut ke TPA Sarimukti. Jika masalah sampah organik dapat cepat diatasi, maka volume sampah yang masuk ke TPA Sarimukti akan jauh berkurang.

Kondisi normal penanganan sampah Kota Bandung adalah ±240 rit truk atau ±1.279 ton sampah per hari. Sementara sampah yang bisa masuk ke TPA Sarimukti ±190 rit, sehingga tersisa ±50 rit atau ±200 ton per hari yang akhirnya tertumpuk di 55 TPS Kota Bandung dan akan terus terakumulasi jika tidak segera ditangani.

Mengadopsi program yang dijalankan di Jasmine Integrated Farming dan menerapkannya di seluruh RW se-Kota Bandung dapat menjadi solusi nyata untuk mengurangi kiriman sampah ke Sarimukti.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Sep 2026, 17:12

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian

Sulit menemukan research gap untuk skripsi? Pelajari cara menemukannya dari jurnal, melihat celah penelitian, hingga mengubahnya menjadi ide penelitian.

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 16:57

Sekali di Udara, Tetap di Hati: 81 Tahun Perjalanan RRI

Radio Republik Indonesia (RRI) memperingati hari jadinya setiap 11 September.

Gedung RRI Bandung, diambil pada bulan Agustus 2024. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Pijri Paijar)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 14:04

Komunikasi di Era AI: Mengapa Suara Manusia di Radio Tak Tergantikan

Di era AI, radio bertahan sebagai benteng keaslian manusia. Hari Radio Nasional mengingatkan bahwa kehangatan dan koneksi emosional dari suara penyiar tak tergantikan oleh algoritma.

Ilustrasi ruangan siaran radio. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Linimasa 11 Sep 2026, 14:02

Dulu Sempat Viral, Apa Kabar Odading Mang Oleh?

Odading Mang Soleh pernah viral berkat video Ade Londok. Kini usaha tersebut diteruskan anak-anak dan memiliki cabang di luar Bandung.

Odading Mang Oleh yang dulu sempat viral. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 13:27

Menghidupkan Siaran RRI Bandung dengan Kreativitas Siniar

Alih wahana oleh RRI Bandung membutuhkan platform digital karya anak bangsa yang multifungsi.

Gedung Radio Republik Indonesia Bandung di Jalan Diponegoro No.61 Kota Bandung (Sumber: RRI | Foto: Atep)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 10:16

Dari I Hate Monday Menjadi 'Dimanusiakan' Pengalaman Tak Terduga di BP Kebudayaan Jabar

Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat adalah unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Kebudayaan yang bertugas merawat dan memajukan kebudayaan serta cagar budaya di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Ilustrasi tulisan "I hate monday". (Sumber: Pexels | Foto: elena_ sher)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 09:00

Mengapa Laga Persib–Persija Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Para pemain Persib tidak hanya bermain untuk klub, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan sebagian masyarakat Jawa Barat. 

Pemain Persib dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)