Revitalisasi Trotoar di Kota Bandung, Menjawab Kebutuhan Pejalan Kaki atau Pedagang Kecil?

Ikbal Tawakal Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Ikbal Tawakal , Gilang Fathu Romadhan diterbitkan Sabtu 27 Sep 2025, 07:35 WIB
Pejalan kaki melintas di trotoar yang sudah diperbaiki di Jalan Lombok, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Pejalan kaki melintas di trotoar yang sudah diperbaiki di Jalan Lombok, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

AYOBANDUNG.ID - Kota Bandung belakangan punya wajah baru di beberapa titik. Salah satunya di Jalan Lombok. Trotoar yang dulu kelihatan kusam, bolong di sana-sini, sekarang mulai ditata lagi. Pemerintah kota menyebutnya sebagai revitalisasi dengan konsep multifungsi, bukan cuma buat jalan kaki tapi juga bisa jadi tempat olahraga ringan atau sekadar duduk sebentar melepas lelah.

Bagi pedagang kecil, perubahan ini lumayan terasa. Rian, penjual batagor yang sehari-hari mangkal di dekat jalan itu mengatakan dagangannya jadi lebih laku. Alasannya sederhana: trotoarnya sekarang lebih enak dipandang, orang pun lebih betah singgah. Ada bangku kecil buat duduk, jadi beberapa pembeli memilih makan di tempat ketimbang buru-buru pergi.

“Jadi kelihatan rapi, penjalan kaki juga jadi nyaman kalau dilihat mah,” katanya kepada AyoBandung pada Jumat, 26 September 2025.

Rian mengatakan, tidak hanya berdampak bagi kenyamanan pejalan kaki, tapi juga pembeli batagor miliknya.

“Adalah peningkatan (pendapatan). Mungkin karena trotoarnya bagus dan kebetulan ada spot untuk duduk, jadi orang lebih nyaman aja untuk sekadar istirahat sebentar di sini,” ucapnya.

Ilham, pemilik warung yang tidak jauh dari situ, juga punya cerita serupa. Ia mengaku sebelum trotoar diperbaiki, ada saja orang yang tersandung atau jatuh gara-gara permukaannya tidak rata. Sekarang jalurnya lebih halus, bahkan sudah ada akses ramah disabilitas.

“Kelihatan tertata dan nyaman kalau di pakai jalan kaki mah. Kadang saya suka ada aja kan yang jatuh atauh kepeleset pas sebelum diperbaiki, terus sekarang kayak ramah buat disabilitas,” tuturnya.

Pengerjaan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Lombok Kota Bandung pada Jumat, 26 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Pengerjaan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Lombok Kota Bandung pada Jumat, 26 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Kalau lewat sore-sore, suasananya memang beda. Dari perempatan Jalan Aceh sampai LLRE Martadinata, trotoar sudah hampir rampung. Memang masih ada pekerja yang bolak-balik pasang keramik dan bongkar material, tapi jalur untuk pejalan kaki sudah bisa dipakai. Anak sekolah, orang kantoran, sampai keluarga kecil mulai berani jalan santai tanpa harus takut tersenggol motor yang naik trotoar.

Tapi ada juga yang mengingatkan, jangan sampai jalur baru ini balik lagi penuh lapak. Putri, siswi SMA yang tiap hari lewat jalan itu, menceritakan dia senang bisa jalan nyaman. Cuma ia berharap pedagang jangan sampai menutup habis jalur. Kalau ada yang jualan, seenggaknya masih ada ruang buat orang lain lewat.

“Lebih nyaman sih daripada trotoar sebelumnya. Terus kalau bisa nanti pedagang yang memakan habis badan trotoar mending diterbitkan aja,” kata Putri.

Di sisi lain, pemerintah kota memang sedang tegas-tegasnya soal trotoar. Beberapa waktu lalu, Satpol PP bersama aparat gabungan menertibkan pasar tumpah di Kiaracondong dan bangunan liar di sepanjang trotoar besar lain. Mereka mengacu ke aturan ketertiban umum yang melarang bangunan permanen berdiri di jalur pedestrian.

Buat PKL, aturan ini sering bikin serba salah. Dagang di pinggir jalan jadi andalan banyak keluarga untuk bertahan hidup. Tapi di sisi lain, trotoar memang bukan tempat untuk lapak permanen. Pemerintah memberi jalan tengah: pedagang boleh berjualan, tapi jangan sampai menutup penuh. Sisakan sebagian jalur untuk pejalan kaki.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Bandung, Yayan, menjelaskan penertiban pasar tumpah dan bangunan liar dilakukan mengacu pada Perda Nomor 11 Tahun 2024 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Ia menegaskan, pasar tumpah hanya boleh beroperasi pada malam hingga dini hari.

“Kami beri toleransi sampai jam tujuh untuk beres-beres, kalau lebih dari itu tidak ada toleransi,” ujarnya.

Satpol PP Kota Bandung membongkar lapak pedagang yang berdiri semi permanen di atas trotoar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Satpol PP Kota Bandung membongkar lapak pedagang yang berdiri semi permanen di atas trotoar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Menurut Yayan, operasi ini melibatkan 240 personel gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan TNI, serta pedagang diminta menertibkan lapaknya sendiri.

Ia menyebut, PKL tetap boleh berdagang asalkan tidak mendirikan bangunan permanen dan tidak menguasai seluruh trotoar.

“Trotoar itu hak pejalan kaki, jadi PKL bisa tetap beraktivitas tapi sisakan sepertiga jalur agar masyarakat tetap nyaman,” tambahnya.

Situasi ini jadi tarik-menarik. Warga senang trotoar lebih rapi, pedagang merasa ada peluang baru, tapi aturan juga membatasi ruang gerak mereka.

Revitalisasi Jalan Lombok baru permulaan. Kalau berhasil dijaga, bukan tidak mungkin wajah Bandung sebagai kota ramah pejalan kaki makin nyata. Tapi tantangannya jelas: menjaga keseimbangan antara hak warga untuk punya ruang berjalan yang nyaman, dengan kebutuhan pedagang kecil untuk mencari nafkah.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Bandung 18 Apr 2026, 15:10

Manis Legit Jenang Mbak Nana, Primadona Baru di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Cihapit

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan.

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 18 Apr 2026, 14:30

Melawan Arus Digital: Denyut Musik Analog di Bandung dan Makassar

Di tengah dominasi digital, kaset dan vinyl tetap hidup sebagai simbol identitas, koneksi emosional, dan ruang nostalgia antargenerasi.

Koleksi kaset lama di DU 68 Musik. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 18 Apr 2026, 11:47

Uang Menjadi Simbol: Membaca Realitas Sosial Lewat Lukisan “Uang Kecil”

Lukisan "Uang Kecil" karya Vania Kamila Zahra merefleksikan ketimpangan sosial dan perjuangan hidup melalui detail uang lusuh, mengajak penonton bersyukur di tengah kerasnya realitas ekonomi.

Vania Kamila Zahra dan lukisannya yang berjudul “Uang Kecil”. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 20:52

Tantangan Kartini Masa Kini : Bangkitkan Kesadaran Konsumen dan Geluti Ekonomi Kreatif

Kartini 4.0 memiliki tugas sejarah memperbaiki mutu, volume produksi dan kemasan pangan tradisional sehingga mampu bersaing di pasar.

Ilustrasi RA.Kartini dalam sebuah film (Sumber: Legacy Pictures)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 19:51

Pamer atau Bertahan? Logika Sosial di Balik Tren Flexing di Media Sosial

Flexing bukan sekadar pamer kekayaan, tetapi bagian dari logika media sosial yang menuntut setiap orang untuk terus terlihat dan diakui.

Ilustrasi swafoto untuk media sosial. (Sumber: Pexels/Sara mazin)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 18:03

Kisah Kaum Urban 'Wong Kalang' di Jantung Parijs van Java

Mungkin untuk sebagian orang kisah “Wong Kalang” ini masih terdengar samar.

Anak turun keluarga wong kalang yang menetap di barat Braga sejak 1880. (Foto: Dokumentasi keluarga Apandi)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 17:25

Di Balik Roda yang Bergerak: Bandung, Angkot, dan Cara Kita Membaca Kota

Hari Angkutan Nasional menjadi momen bersejarah sekaligus cara untuk mengenal Kota Bandung, tidak hanya dari keindahannya, tetapi juga dari kehidupan yang bergerak di dalamnya.

Angkot di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 17 Apr 2026, 16:44

Panduan Wisata Situ Bagendit Garut: Tiket, Rute, dan Wahana

Situ Bagendit menawarkan tiket murah, akses mudah, wahana air, dan panorama empat gunung, cocok untuk wisata keluarga di Garut.

Situ Bagendit, Garut. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 12:51

Perempuan yang Menulis dalam Bahasa Penjajahnya, Sisi Lain Kartini yang Tak Pernah Diajarkan di Sekolah

Di balik peringatan Hari Kartini, ada sisi gelap yang terlupakan, perjuangan seorang perempuan yang bahkan harus menulis dalam bahasanya sendiri.

R.A. Kartini. (Sumber: Istimewa)
Beranda 17 Apr 2026, 11:45

Lapak Cilok dan Buku: Cara Raja Menantang Stigma di Jalan Dago

Lapak cilok di Dago jadi ruang baca gratis yang digagas Raja. Ia menantang stigma bahwa membaca hanya milik kalangan tertentu, lewat buku yang dibuka untuk siapa saja.

Berjualan cilok menjadi sumber penghasilan utama Raja, di sela kegiatannya mengelola lapak baca sederhana di pinggir jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 11:16

Membangun LRT Bandung Raya, Revolusi Angkutan Kota yang Esensial

Sistem LRT memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan moda yang lain.

Ilustrasi urgensi sistem angkutan LRT untuk kawasan Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Linimasa 17 Apr 2026, 10:44

Para Peramal Piala Dunia, dari Paul Si Gurita hingga Prediksi AI

Fenomena ramalan Piala Dunia berkembang dari Paul si gurita hingga kecerdasan buatan yang kini memprediksi hasil turnamen global 2026.

Paul Si Gurita, peraamal Piala Dunia 2010. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 09:42

Ciseeng, Endapan Laut Purba yang Dikukus Panas Bumi

Endapan travertin Cisѐѐng yang membukit, merupakan endapan dari masa lalu kini, yang sudah berlangsung jutaan tahun.

Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 08:50

Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya.

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)