Revitalisasi Trotoar di Kota Bandung, Menjawab Kebutuhan Pejalan Kaki atau Pedagang Kecil?

3 menit baca
Ikbal Tawakal Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Ikbal Tawakal , Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Pejalan kaki melintas di trotoar yang sudah diperbaiki di Jalan Lombok, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Pejalan kaki melintas di trotoar yang sudah diperbaiki di Jalan Lombok, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

AYOBANDUNG.ID - Kota Bandung belakangan punya wajah baru di beberapa titik. Salah satunya di Jalan Lombok. Trotoar yang dulu kelihatan kusam, bolong di sana-sini, sekarang mulai ditata lagi. Pemerintah kota menyebutnya sebagai revitalisasi dengan konsep multifungsi, bukan cuma buat jalan kaki tapi juga bisa jadi tempat olahraga ringan atau sekadar duduk sebentar melepas lelah.

Bagi pedagang kecil, perubahan ini lumayan terasa. Rian, penjual batagor yang sehari-hari mangkal di dekat jalan itu mengatakan dagangannya jadi lebih laku. Alasannya sederhana: trotoarnya sekarang lebih enak dipandang, orang pun lebih betah singgah. Ada bangku kecil buat duduk, jadi beberapa pembeli memilih makan di tempat ketimbang buru-buru pergi.

“Jadi kelihatan rapi, penjalan kaki juga jadi nyaman kalau dilihat mah,” katanya kepada AyoBandung pada Jumat, 26 September 2025.

Rian mengatakan, tidak hanya berdampak bagi kenyamanan pejalan kaki, tapi juga pembeli batagor miliknya.

“Adalah peningkatan (pendapatan). Mungkin karena trotoarnya bagus dan kebetulan ada spot untuk duduk, jadi orang lebih nyaman aja untuk sekadar istirahat sebentar di sini,” ucapnya.

Ilham, pemilik warung yang tidak jauh dari situ, juga punya cerita serupa. Ia mengaku sebelum trotoar diperbaiki, ada saja orang yang tersandung atau jatuh gara-gara permukaannya tidak rata. Sekarang jalurnya lebih halus, bahkan sudah ada akses ramah disabilitas.

“Kelihatan tertata dan nyaman kalau di pakai jalan kaki mah. Kadang saya suka ada aja kan yang jatuh atauh kepeleset pas sebelum diperbaiki, terus sekarang kayak ramah buat disabilitas,” tuturnya.

Pengerjaan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Lombok Kota Bandung pada Jumat, 26 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Pengerjaan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Lombok Kota Bandung pada Jumat, 26 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Kalau lewat sore-sore, suasananya memang beda. Dari perempatan Jalan Aceh sampai LLRE Martadinata, trotoar sudah hampir rampung. Memang masih ada pekerja yang bolak-balik pasang keramik dan bongkar material, tapi jalur untuk pejalan kaki sudah bisa dipakai. Anak sekolah, orang kantoran, sampai keluarga kecil mulai berani jalan santai tanpa harus takut tersenggol motor yang naik trotoar.

Tapi ada juga yang mengingatkan, jangan sampai jalur baru ini balik lagi penuh lapak. Putri, siswi SMA yang tiap hari lewat jalan itu, menceritakan dia senang bisa jalan nyaman. Cuma ia berharap pedagang jangan sampai menutup habis jalur. Kalau ada yang jualan, seenggaknya masih ada ruang buat orang lain lewat.

“Lebih nyaman sih daripada trotoar sebelumnya. Terus kalau bisa nanti pedagang yang memakan habis badan trotoar mending diterbitkan aja,” kata Putri.

Di sisi lain, pemerintah kota memang sedang tegas-tegasnya soal trotoar. Beberapa waktu lalu, Satpol PP bersama aparat gabungan menertibkan pasar tumpah di Kiaracondong dan bangunan liar di sepanjang trotoar besar lain. Mereka mengacu ke aturan ketertiban umum yang melarang bangunan permanen berdiri di jalur pedestrian.

Buat PKL, aturan ini sering bikin serba salah. Dagang di pinggir jalan jadi andalan banyak keluarga untuk bertahan hidup. Tapi di sisi lain, trotoar memang bukan tempat untuk lapak permanen. Pemerintah memberi jalan tengah: pedagang boleh berjualan, tapi jangan sampai menutup penuh. Sisakan sebagian jalur untuk pejalan kaki.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Bandung, Yayan, menjelaskan penertiban pasar tumpah dan bangunan liar dilakukan mengacu pada Perda Nomor 11 Tahun 2024 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Ia menegaskan, pasar tumpah hanya boleh beroperasi pada malam hingga dini hari.

“Kami beri toleransi sampai jam tujuh untuk beres-beres, kalau lebih dari itu tidak ada toleransi,” ujarnya.

Satpol PP Kota Bandung membongkar lapak pedagang yang berdiri semi permanen di atas trotoar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Satpol PP Kota Bandung membongkar lapak pedagang yang berdiri semi permanen di atas trotoar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Menurut Yayan, operasi ini melibatkan 240 personel gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan TNI, serta pedagang diminta menertibkan lapaknya sendiri.

Ia menyebut, PKL tetap boleh berdagang asalkan tidak mendirikan bangunan permanen dan tidak menguasai seluruh trotoar.

“Trotoar itu hak pejalan kaki, jadi PKL bisa tetap beraktivitas tapi sisakan sepertiga jalur agar masyarakat tetap nyaman,” tambahnya.

Situasi ini jadi tarik-menarik. Warga senang trotoar lebih rapi, pedagang merasa ada peluang baru, tapi aturan juga membatasi ruang gerak mereka.

Revitalisasi Jalan Lombok baru permulaan. Kalau berhasil dijaga, bukan tidak mungkin wajah Bandung sebagai kota ramah pejalan kaki makin nyata. Tapi tantangannya jelas: menjaga keseimbangan antara hak warga untuk punya ruang berjalan yang nyaman, dengan kebutuhan pedagang kecil untuk mencari nafkah.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)