Kota Bandung: Hak Trotoar, Pejalan Kaki, dan PKL

3 menit baca
Taqiyya Tamrin Tamam
Ditulis oleh Taqiyya Tamrin Tamam diterbitkan
Pejalan kaki harus melintas di jalan yang diisi oleh para pedagang di trotoar Lengkong Street Food, Kamis, 4 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Taqiyya Tamrin Tamam)
Pejalan kaki harus melintas di jalan yang diisi oleh para pedagang di trotoar Lengkong Street Food, Kamis, 4 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Taqiyya Tamrin Tamam)

Bandung merupakan kota yang dikenal dengan banyaknya kuliner beragam yang sering kali menarik perhatian masyarakat di luar bandung untuk datang dan mencicipi kuliner yang ada. Banyak juga yang mengunjungi Bandung untuk singgah ke pedagang kaki lima yang dinilai memiliki daya jual yang sangat menarik karena memang dagangannya enak.

Suasana Bandung yang harmonis dan ramah membuat masyarakat atau pengunjung rela untuk berjalan kaki menyusuri surga kuliner yang menggugah selera. Namun terkadang antara pejalan kaki dan pedagang kaki lima terdapat masalah yaitu hak untuk berjalan dengan aman dan hak ekonomi.

Bagi pedagang kaki lima, mereka memiliki hak ekonomi dengan menjajakan jualannya di manapun, tapi karena banyak juga penjualnya tidak jarang juga terjadi masalah. Banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan bisa membuat penumpukan yang terjadi di lokasi mereka, sehingga ruang yang ada menjadi semakin sempit.

Pemerintah kota Bandung memiliki aturan bagi para pejalan kaki yang harus bisa dirasakan haknya ketika berjalan seperti di trotoar dengan aman dan nyaman. Untuk PKL juga diatur supaya mereka yang berjualan memiliki hak ekonomi dan berjualan dengan kondusif yang tidak mengganggu pengguna jalan khususnya pejalan kaki.

Terjadinya penumpukan pedagang di trotoar menyebabkan kerusakan pada trotoar yang membuat timbulnya ketidaknyamanan bagi pejalan kaki ataupun pelanggan PKL. Jika para pembeli atau pejalan kaki harus memakai jalan tentu ada faktor keamanan yang harus diperhatikan dan jalan akan semakin sempit.

Pilihan untuk berjualan di trotoar disebabkan karena biaya sewa kios yang mahal, kemudahan akses pembeli, dan ruang relokasi yang terbatas. Selain itu juga para pedagang kaki lima harus bertahan dengan kondisi ekonomi, jika mereka harus relokasi maka akan berdampak pada penjualannya.

Mereka yang merupakan PKL mengeluhkan kondisi yang dialami karena relokasi dan embel-embel pembinaan yang dirasa kurang sekali dampaknya. Penjualan mereka harus mengalami penurunan karena kebijakan relokasi yang dibuat, hasilnya turun sangat drastis bahkan sampai kehilangan pelanggan setianya.

Relokasi seharusnya mendatangkan manfaat, bukan menurunkan penjualan dan membuat kehilangan pelanggan, artinya harus diatur agar relokasinya efektif. Sehingga PKL merasa bahagia dengan penjualan yang terjaga, akses pelanggan yang ramai dan tempat yang nyaman.

Tegallega merupakan salah satu tempat yang digunakan untuk relokasi PKL yang di dalamnya memuat ratusan pedagang dan tempatnya besar. Tempat seperti Tegallega cocok digunakan untuk relokasi dengan daya tampung pedagang yang besar, dan dapat menghindari penumpukan pedagang yang mengakibatkan resiko yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Cibaduyut: Sentra Sepatu yang Berubah Menjadi Sentra Kemacetan

Namun dalam implementasi relokasi terdapat hal yang harus diperhatikan oleh sesama, baik oleh pembeli, pedagang maupun pemerintah harus menjaga sampah untuk kebersihan setempat. Lalu aparat juga harus mengatur koordinasi dan mobilisasi di area berjualan agar situasi di tempat selalu terjaga dengan kondusif.

Dengan itu pemerintah kota Bandung harus meninjau kembali dan mengefektifkan kebijakan bagi PKL tanpa menyebabkan kerugian serta tidak menghilangkan kenyamanan pejalan kaki. Kebijakan yang dibuat juga harus tegas agar dapat meminimalisir penumpukan pedagang di manapun dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Para pedagang kaki lima ingin penjualan mereka selalu terjaga, kondusif dan ramai pengunjung tanpa ada hal buruk yang datang kepada mereka. Dan pejalan kaki juga berharap agar haknya selalu bisa digunakan agar berjalan dengan aman nyaman dengan tidak harus turun ke bahu jalan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)