Trotoar di Bandung Semrawut: Dari Jalur Aman Menjadi Arena Berebut Ruang

2 menit baca
Riri Pamungkas
Ditulis oleh Riri Pamungkas diterbitkan
Kondisi trotoar di Bandung menjadi tidak layak digunakan oleh pejalan kaki pada pukul 19.28 hari Selasa (2/12/2025) (Foto: Riri Pamungkas)
Kondisi trotoar di Bandung menjadi tidak layak digunakan oleh pejalan kaki pada pukul 19.28 hari Selasa (2/12/2025) (Foto: Riri Pamungkas)

Trotoar di Bandung semakin kehilangan fungsinya karena pedagang dan pengendara motor maupun mobil terus mejajah ruang publik. Penertiban dan pengawasan yang masih belum konsisten membuat pejalan kaki selalu menjadi korban akan hal tersebut.

Kota Bandung tempat yang sendu dan cocok untuk berjalan kaki sambil melihat kendaraan yang berlalu-lalang. Tetapi sayangnya hal tersebut lebih banyak berlaku di sekitar kota Bandung-nya saja dan bukan diseluruh Bandung-nya. Tidak semua warga Bandung dapat menikmati hal yang sama yaitu berjalan di trotoar yang layak. Kurangnya awarness dari pemerintah dan staff  membuat warga ikut terbawa dan tidak peduli akan trotoar sendiri.

Banyak mahasiswa, salah satunya Clarissa Augusta Julian, menggambarkan trotoar sekitar kampus sebagai ruang yang kacau dan sering diserobot motor saat macet. Ia menilai lapak pedagang membuat jalur semakin sempit dan membuat langkah pejalan kaki terputus-putus setiap harinya. Kondisi ini menciptakan suasana yang tidak aman meski area di area pendidikan yang seharusnya terasa tertib dan nyaman.

Pedagang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan pada jam-jam keramaian kaki pada pukul 19.28 hari Selasa (2/12/2025) (Foto: Riri Pamungkas)
Pedagang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan pada jam-jam keramaian kaki pada pukul 19.28 hari Selasa (2/12/2025) (Foto: Riri Pamungkas)

Sejumblah pedagang tetap membuka lapak di jalur pedestrian sehingga pejalan kaki sering turun ke bahu jalan. Perempuan berkulit putih itu berharap pemerintah menyediakan zona khusus agar pedagang tidak lagi mengambil ruang trotoar sepenuhnya. Tanpa penataan jelas, konflik ruang akan terus berulang dan merugikan masyarakat umum.

“motor sering naik trotoar buat nyelip waktu macet,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa situasi itu membuat pejalan kaki merasa tidak aman saat bergerak. Pelanggaran tersebut menunjukan lemahnya pengawasan di titik lalu lintas paling padat.

Di beberapa Lokasi, hambatan tidak hanya datang dari pedagang dan motor tetapi juga tiang listrik, papan iklan, serta pepohonan yang tidak tertata. Situasi itu menjadi bukti bahwa wali kota Bandung Muhammad Farhan belum menempatkan pedestrian sebagai priotitas tata kota yang utama. Penataan penyeluruh diperlukan agar teotoar tidak lagi menjadi ruang sisa.

Annisa Salsabilla salah satu mahasiswa yang berdomisili di Bandung Timur pun turut menyoroti masalah pada fasilitas umum di Bandung yang tidak ramah pejalan kaki.

“Trotoar harus jadi ruang publik yang aman dan pastinya nyaman ya,” ucapnya.

Perempuan berambut panjang itu menyebut perlunya pembatas fisik supaya motor tidak dapat naik seenaknya. Kurangnya tindakan tegas dan pengawasan selama ini dianggap memperbutuk kebiasaan pengguna jalan

Perempuan berkulit sawo matang itu menambahkan bahwa daerah Cihapit, Setiabudi dan sekitar taman kota menjadi titik terpadat pedagang. Beberapa ruang pedestrian bahkan tak lagi dapat difungsikan sebagai jalur berjalan normal setiap harinya. Situasi itu menunjukan kebutuhan mendesak untuk perbaikan yang lebih sistematis.

Menurut Perempuan tersebut, sebegai warga asli bandung itu menilai komunikasi pemerintah soal aturan pedestrian yang masih minim dan kurang ditekankan publik.

“Oleh pemkot bandung snediri kurang terhighlight” katanya.

Ia menilai, solusi yang dilakukan pemerintah Farhan masih lemah. Ketidakhadiran edukasi publik membuat perilaku menyimpang terus dianggap hal biasa.

Kondisi trotoar Bandung menunjukan bahwa masalahnya bukan semata desain fisik tetapi juga budaya ketidakpeduliaan Bersama. Tanpa pengawasan konsisten dan ruang alternatif bagi pedagang, penyerobotan jalur pejalan kaki akan terus berulang. Bandung membutuhkan pemimpin yang berani menegakan agar ruang publik kembali pada fungsi semsetinya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Riri Pamungkas
Tentang Riri Pamungkas
Digital Public Relations student from Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!