Bila Gempa Terjadi Saat Berada di Mal

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Sebelum terjadi gempa, kenali kegunaan nomor dan tanda-tanda yang ada dalam panel di dinding litf. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Sebelum terjadi gempa, kenali kegunaan nomor dan tanda-tanda yang ada dalam panel di dinding litf. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Ketika pusat perbelanjaan dibuka, satu per satu pengunjung berdatangan. Tidak terlihat berdesakan ketika pengunjung datang, dan langsung tersebar ke berbagai gerai dalam mal. Demikian juga yang ke bioskop, ke gedung konser, atau ke stadion olahraga saat menonton pertandingan bola. Ketika penonton masuk ke dalam gedung, tak terlihat berdesakan, karena kedatangannya tidak bersamaan. Kita saksikan ketika pemutaran film di bioskop selesai, ketika konser selesai, ketika pertandingan bola di dalam stadion selesai, akan terlihat betapa berdesakannya para pengunjung yang akan ke luar gedung atau stadion.

Mal di Jl Merdeka, Kota bandung, sebelum covid, pengunjung hariannya mencapai 60.000 orang. Namun, pada saat covid, terjadi penurunan ekstrim, sampai antara 3.000 sampai 5.000 orang. Penonton di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, sekitar 40.000 orang. Inilah contoh, begitu banyaknya orang yang sengaja datang ke gedung dan stadion olahraga.

Apa yang akan dilakukan bila saat berada di dalam mal, di dalam stadion, di dalam gedung konser, terjadi gempa bumi? Inilah yang harus menjadi perhatian semua kalangan, seluruh warga kota, otoritas Negara, dan kalangan bisnis yang mengelola gedung komersil tersebut.

Misalnya, ketika sedang berada di dalam mal terjadi gempa bumi yang cukup besar, hal yang paling ditakutkan adalah terjadinya kepanikan. Oleh Karena itu, usahakan tetap kalem, tenang, dan aman. Ketika kepanikan terjadi, misalnya ada orang tiba-tiba berlari dari kerumunan, maka kebanyakan orang dalam kerumunan itu akan ikut berlari ke arah orang itu berlari. Sesungguhnya tindakan ini dapat mengakibatkan kecelakaan dan menimbulkan kepanikan baru. Bila gempa bumi terjadi, aliran listrik biasanya mati, sehingga suasana menjadi redup, atau gelap, dan pengunjung akan refleks untuk berlari menuju pintu darurat secara bersamaan, yang sering tempatnya tersembunyi dan tidak diketahui arahnya. Merunduk saat bergerak, dan bila tidak dapat melihat ke depan karena gelap, ikuti dinding untuk menuju ke ruang yang diinstruksikan oleh bagian keamanan dan keselamatan.

Usahakan jangan membaca atau mendengarkan berita-berita yang tidak jelas sumbernya, atau berita palsu, yang menakutkan dan semakin meresahkan. Karena memang, berita palsu dibuat untuk tujuan itu. Jangan membaca informasi selain dari lembaga resmi yang sudah terpercaya selama ini.

Ketika gempabumi kuat terjadi pada saat sedang berada di dalam mal, maka hukum nomor satu adalah melindungi diri. Ketika berada di lantai yang tinggi dalam gedung itu, guncangan gempabumi nya akan terasa kuat dibandingkan dengan lantai yang berada di tengah dan lantai bawah gedung. Tetaplah tenang, dan setelah guncangan mereda, berkumpullah di area publik, seperti di sekitar ”ruang tunggu” lift.

Utamakan untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari bangunan runtuh, benda jatuh, dan puing-puing yang berjatuhan saat berada di dalam mal. Amati sekeliling dan waspada, karena seluruh barang yang ada di dalam mal itu akan berbenturan dan berjatuhan. Bila guncangan gempabumi sudah mereda, segeralah berpindah ke tempat yang terlindung dari benda jatuh dan barang-barang berat lainnya yang kemungkinan akan roboh, sambil tetap melindungi tengkuk dan kepala dengan memanfaatkan benda-benda kuat yang ada, seperti keranjang belanja. Kemudian, pindahlah ke tempat yang lebih aman, seperti taman. Namun, bila tidak ada ruang terbuka, berlindunglah di dalam bangunan beton bertulang yang relatif baru, kokoh, dan tahan gempabumi. Dengarkan instruksi resmi dari bagian keselamatan dan keamanan gedung. 

Dalam latihan mitigasi gempabumi di sekolah-sekolah atau di ruang publik, sering dijelaskan, jangan sekali-kali turun menggunakan lift ketika gempa bumi terjadi. Namun tidak dilatihkan, bagaimana jika terjadi gempa bumi saat berada di dalam lift. Atau, dalam keadaan biasa, tiba-tiba lift macet. Hal ini pun penting untuk diketahui. Tindakan pertama, bila terjadi guncangan, segera berjongkok, lindungi tengkuk dan kepala, dan berpegangan. Tidak perlu menggedor-gedor pintu lift dengan harapan dapat segera ke luar, karena tindakan itu hanya akan menghabiskan tenaga dan menambah kecemasan. Di dinding lift dekat pintu masuk, terdapat panel dengan tombol berangka, yang menunjukkan lantai gedung. Bila terjebak di dalam lift, pijitlah semua angka – lantai tersebut. Bila kemudian pintu lift terbuka di lantai mana pun, segeralah ke luar dengan waspada dan hati-hati. Namun, bila masih terjebak dalam lift, sambil menunggu pertolongan, pijitlah gambar bel dalam panel itu, dan bicaralah melalui interkom untuk meminta bantuan. Bila sudah tersambung, petugas keamanan dan keselamatan akan menjawab melalui interkom, dan memberikan instruksi yang harus dilakukan dan ditaati. 

Bila sudah berada di tempat aman dan selamat, namun masih dalam situasi yang diliputi kecemasan, tentu semua orang ingin didahulukan. Ingin diprioritaskan. Ketika keadaan inilah, berikan kesempatan terbaik kepada petugas keamanan dan keselamatan yang sudah sama-sama dalam keadaan kritis, sambil bertugas untuk menyelamatkan orang lain melakukan tugasnya dengan baik. Misalnya memberikan informasi nama, alamat, dan nomor kontak serta nomor kontak keluarga yang dapat dihubungi. Berdasarkan data alamat, mereka yang berhasil dievakuasi akan dikelompokkan sesuai kedekatan alamat rumah. 

Baca Juga: Berlatih Gerakan Mitigasi Gempa seperti Berlatih Penca

Untuk menghindari kecemasan yang berkepanjangan, diperlukan kepastian keselamatan anggota keluarganya dan tetangganya. Agar semua informasi itu pesannya sampai kepada semua orang, maka setiap pengumuman, tulislah dalam karton, agar mereka yang memiliki gangguan pendengaran mendapatkan informasi yang benar.

Ikutlah berbagi peran walaupun sedang menjadi bagian yang perlu ditolong, misalnya, bila masih mampu untuk menulis, misalnya ikut menjadi yang mencatatkan nama-nama, alamat, dan nomor kontak yang berada di lingkungannya. Bahkan bila ada keluarga yang akan menjemput, bawalah makanan untuk yang lainnya, karena yang cemas pun perlu makan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk saling membantu dan saling menguatkan.

Kehormatan bagi kita untuk mengambil peran melakukan mitigasi, sebelum keadaan kritis itu menimpa, karena mengandung nilai kemanusiaan yang tinggi. Semoga Selamatlah Alam Semesta! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)