Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Bila Gempa Terjadi Saat Berada di Mal

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Minggu 07 Des 2025, 18:40 WIB
Sebelum terjadi gempa, kenali kegunaan nomor dan tanda-tanda yang ada dalam panel di dinding litf. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Sebelum terjadi gempa, kenali kegunaan nomor dan tanda-tanda yang ada dalam panel di dinding litf. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Ketika pusat perbelanjaan dibuka, satu per satu pengunjung berdatangan. Tidak terlihat berdesakan ketika pengunjung datang, dan langsung tersebar ke berbagai gerai dalam mal. Demikian juga yang ke bioskop, ke gedung konser, atau ke stadion olahraga saat menonton pertandingan bola. Ketika penonton masuk ke dalam gedung, tak terlihat berdesakan, karena kedatangannya tidak bersamaan. Kita saksikan ketika pemutaran film di bioskop selesai, ketika konser selesai, ketika pertandingan bola di dalam stadion selesai, akan terlihat betapa berdesakannya para pengunjung yang akan ke luar gedung atau stadion.

Mal di Jl Merdeka, Kota bandung, sebelum covid, pengunjung hariannya mencapai 60.000 orang. Namun, pada saat covid, terjadi penurunan ekstrim, sampai antara 3.000 sampai 5.000 orang. Penonton di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, sekitar 40.000 orang. Inilah contoh, begitu banyaknya orang yang sengaja datang ke gedung dan stadion olahraga.

Apa yang akan dilakukan bila saat berada di dalam mal, di dalam stadion, di dalam gedung konser, terjadi gempa bumi? Inilah yang harus menjadi perhatian semua kalangan, seluruh warga kota, otoritas Negara, dan kalangan bisnis yang mengelola gedung komersil tersebut.

Misalnya, ketika sedang berada di dalam mal terjadi gempa bumi yang cukup besar, hal yang paling ditakutkan adalah terjadinya kepanikan. Oleh Karena itu, usahakan tetap kalem, tenang, dan aman. Ketika kepanikan terjadi, misalnya ada orang tiba-tiba berlari dari kerumunan, maka kebanyakan orang dalam kerumunan itu akan ikut berlari ke arah orang itu berlari. Sesungguhnya tindakan ini dapat mengakibatkan kecelakaan dan menimbulkan kepanikan baru. Bila gempa bumi terjadi, aliran listrik biasanya mati, sehingga suasana menjadi redup, atau gelap, dan pengunjung akan refleks untuk berlari menuju pintu darurat secara bersamaan, yang sering tempatnya tersembunyi dan tidak diketahui arahnya. Merunduk saat bergerak, dan bila tidak dapat melihat ke depan karena gelap, ikuti dinding untuk menuju ke ruang yang diinstruksikan oleh bagian keamanan dan keselamatan.

Usahakan jangan membaca atau mendengarkan berita-berita yang tidak jelas sumbernya, atau berita palsu, yang menakutkan dan semakin meresahkan. Karena memang, berita palsu dibuat untuk tujuan itu. Jangan membaca informasi selain dari lembaga resmi yang sudah terpercaya selama ini.

Ketika gempabumi kuat terjadi pada saat sedang berada di dalam mal, maka hukum nomor satu adalah melindungi diri. Ketika berada di lantai yang tinggi dalam gedung itu, guncangan gempabumi nya akan terasa kuat dibandingkan dengan lantai yang berada di tengah dan lantai bawah gedung. Tetaplah tenang, dan setelah guncangan mereda, berkumpullah di area publik, seperti di sekitar ”ruang tunggu” lift.

Utamakan untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari bangunan runtuh, benda jatuh, dan puing-puing yang berjatuhan saat berada di dalam mal. Amati sekeliling dan waspada, karena seluruh barang yang ada di dalam mal itu akan berbenturan dan berjatuhan. Bila guncangan gempabumi sudah mereda, segeralah berpindah ke tempat yang terlindung dari benda jatuh dan barang-barang berat lainnya yang kemungkinan akan roboh, sambil tetap melindungi tengkuk dan kepala dengan memanfaatkan benda-benda kuat yang ada, seperti keranjang belanja. Kemudian, pindahlah ke tempat yang lebih aman, seperti taman. Namun, bila tidak ada ruang terbuka, berlindunglah di dalam bangunan beton bertulang yang relatif baru, kokoh, dan tahan gempabumi. Dengarkan instruksi resmi dari bagian keselamatan dan keamanan gedung. 

Dalam latihan mitigasi gempabumi di sekolah-sekolah atau di ruang publik, sering dijelaskan, jangan sekali-kali turun menggunakan lift ketika gempa bumi terjadi. Namun tidak dilatihkan, bagaimana jika terjadi gempa bumi saat berada di dalam lift. Atau, dalam keadaan biasa, tiba-tiba lift macet. Hal ini pun penting untuk diketahui. Tindakan pertama, bila terjadi guncangan, segera berjongkok, lindungi tengkuk dan kepala, dan berpegangan. Tidak perlu menggedor-gedor pintu lift dengan harapan dapat segera ke luar, karena tindakan itu hanya akan menghabiskan tenaga dan menambah kecemasan. Di dinding lift dekat pintu masuk, terdapat panel dengan tombol berangka, yang menunjukkan lantai gedung. Bila terjebak di dalam lift, pijitlah semua angka – lantai tersebut. Bila kemudian pintu lift terbuka di lantai mana pun, segeralah ke luar dengan waspada dan hati-hati. Namun, bila masih terjebak dalam lift, sambil menunggu pertolongan, pijitlah gambar bel dalam panel itu, dan bicaralah melalui interkom untuk meminta bantuan. Bila sudah tersambung, petugas keamanan dan keselamatan akan menjawab melalui interkom, dan memberikan instruksi yang harus dilakukan dan ditaati. 

Bila sudah berada di tempat aman dan selamat, namun masih dalam situasi yang diliputi kecemasan, tentu semua orang ingin didahulukan. Ingin diprioritaskan. Ketika keadaan inilah, berikan kesempatan terbaik kepada petugas keamanan dan keselamatan yang sudah sama-sama dalam keadaan kritis, sambil bertugas untuk menyelamatkan orang lain melakukan tugasnya dengan baik. Misalnya memberikan informasi nama, alamat, dan nomor kontak serta nomor kontak keluarga yang dapat dihubungi. Berdasarkan data alamat, mereka yang berhasil dievakuasi akan dikelompokkan sesuai kedekatan alamat rumah. 

Baca Juga: Berlatih Gerakan Mitigasi Gempa seperti Berlatih Penca

Untuk menghindari kecemasan yang berkepanjangan, diperlukan kepastian keselamatan anggota keluarganya dan tetangganya. Agar semua informasi itu pesannya sampai kepada semua orang, maka setiap pengumuman, tulislah dalam karton, agar mereka yang memiliki gangguan pendengaran mendapatkan informasi yang benar.

Ikutlah berbagi peran walaupun sedang menjadi bagian yang perlu ditolong, misalnya, bila masih mampu untuk menulis, misalnya ikut menjadi yang mencatatkan nama-nama, alamat, dan nomor kontak yang berada di lingkungannya. Bahkan bila ada keluarga yang akan menjemput, bawalah makanan untuk yang lainnya, karena yang cemas pun perlu makan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk saling membantu dan saling menguatkan.

Kehormatan bagi kita untuk mengambil peran melakukan mitigasi, sebelum keadaan kritis itu menimpa, karena mengandung nilai kemanusiaan yang tinggi. Semoga Selamatlah Alam Semesta! (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)