Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Mitigasi Gempa Bumi bila Patahan Baribis Bergoyang

6 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Minggu 05 Okt 2025, 13:26 WIB
Singkapan patahan di Desa Cibuluh, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Singkapan patahan di Desa Cibuluh, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Ada dua gejala alam yang dapat dijadikan penunjuk awal, bahwa di sana ada patahan atau sesar.

Pertama rona bumi aliran sungai, seperti adanya air terjun dengan tanda-tanda khusus, yang mengisyaratkan bahwa aliran sungai itu dipotong oleh garis patahan. Ada juga aliran sungai yang berbelok sesuai dengan arah tekanan, yang terjadi ketika energi yang terkunci dilepaskan, yang menyebabkan gempa bumi, sehingga menyebabkan adanya perubahan rona bumi, yang terlihat di permukaan bumi.

Secara umum, gejala kebumian itu terbentuk pada zona kelurusan garis patahan, yang menjadi jalan bagi menjalarnya rambat gelombang gempa bumi.

Kedua adanya kegiatan magmatik, misalnya adanya kemunculan gunung-gunung api, baik gunung api yang besar maupun gunungapi kecil yang lebih menyerupai bukit. Magma dari dalam bumi itu akan menemui jalan paling mudah melalui retakan atau rekahan yang disebut patahan.

Ada gunung api kecil, gunung api cebol, atau gunungapi katai. Walau wujudnya kecil, tapi tetap saja itu gunungapi, yang pernah meletus satu atau dua kali periode letusan. Karenanya lereng luar kawahnya sangat rendah, tingginya antara 20 m sampai dengan 130 m. Luas genangan air danau kawahnya antara 170 m2–540 m2.

Gunung api cebol itu ronabuminya tidak seperti gunung api komposit yang tinggi, dengan kawah yang menganga. Sangat wajar bila masyarakat menganggapnya bukan sebagai kawah gunungapi, tapi hanya sebagai talaga, situ, atau setu biasa. 

Di sekeliling Gunung Cereme, misalnya, sedikitnya ada dua kawah gunung api maar. Pertama Situ Sangiang yang berada di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka. Jarak dari Gunung Cereme hanya 9 km. Luas telaganya atau danau kawahnya 170 m2, dengan tinggi lereng luar kawahnya 130 m. Dan kedua Setu Patok, berada di Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Jaraknya dari Gunung Cereme 21 km, dengan luas telaganya 540 m2, dan tinggi lereng luar kawahnya 40 m.

Contoh lainnya, ada bukit kecil dengan nama Gunung Cinta. Lokasinya berada di Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Lokasinya hanya 700 meter dari jalan raya Subang. Letaknya 9 km dari Gunung Tangkuban Perahu, dan 10,5 km dari Kaldera Gunung Sunda. 

Di Desa Desa Cikuda, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, ada dua jejak letusan gunungapi, yaitu Gunung Dago (+140 m dpl). Jejak gunung api monogenetik, gunungapi dengan volume tubuhnya yang kecil, bisa kurang dari satu km kubik. Gunung api ini meletus melalui satu letusan kecil selama satu periode letusan.

Lokasi Gunung Dago ini sangat dekat dari pusat-pusat pendidikan, seperti dari Jakarta dan Depok, dapat dicapai selama 1,30 jam. Dari Bogor dicapai selama 1,45 jam, dan dari Bandung selama 3,30 jam. 

Itulah beberapa contoh gunungapi cebol di utara Jawa Barat, yang lahir di zona kelurusan garis patahan, yang secara garis besar disebut Patahan Baribis, yang menoreh antara Purwakarta hingga daerah Baribis di Majalengka van Bemmelen (1949).

Simanjuntak (1994) berpendapat, bahwa garis Patahan Baribis itu menerus ke timur, bersambung dengan Patahan Kendeng, dan berakhir di Nusa Tenggara Barat, sehingga ia menamainya Zona Patahan Baribis-Kendeng.

Penelitian yang dilakukan oleh Sony Aribowo (2022), menulis, bahwa lajur patahan yang memajang barat timur sepanjang 300 km itu sebagai Patahan Busur Belakang Jawa Barat, yang dibagi ke dalam 12 ruas patahan, yaitu: 1. Ruas Kalibayat, 2. Ruas Cisanggarung, 3. Ruas Cereme, 4. Ruas Baribis, 5. Ruas Tampomas, 6. Ruas Cipunagara, 7. Ruas Tangkuban Perahu, 8. Ruas Citarum Depan, 9. Ruas Citarum, 10. Patahan Kalapanunggal, 11. Ruas Salak, dan 12. Ruas Rarata.

Gempabumi yang mengguncang beberapa tempat di zona kelurusan ini, seperti diumumkan oleh BMKG, menjadi kecenderungan berita, seperti gempabumi dengan kekuatan 4,9 menggoyang Kabupaten Karawang pada Rabu, 20 Agustus 2025 pukul 19:54:55 WIB. Selang beberapa hari, Senin, 25 Agustus 2025, gempabumi dengan kekuatan 3,2 menggetarkan Kabupaten Bekasi. Minggu, 21 September 2025, gempa bumi terjadi di Kabupaten Bogor dengan kekuatan 3,1, dan pada Senin, 22 September 2025 pukul 12.41 WIB, gempabumi berkekuatan 2,6 mengguncang Kabupaten Bekasi.

Di ruas, yang oleh Sony Aribowo disebut ruas Citarum, pada tahun 2019 terjadi gempa bumi berkekuatan 3,2, dan pada tahun 2021 terjadi gempa bumi berkekuatan 2,4, seperti dilaporkan oleh BMKG. Pada tahun 1990 gempa bumi terjadi di ruas Cereme, dengan kekuatan 5,5. Supendi (2018) menulis, pada tahun 2010 dan 2011 di ruas yang sama terjadi gempa bumi dengan kekuatan 3,9 dan 2,8. Di ruas Cipunegara, seperti ditulis oleh Supendi, telah terjadi gempa bumi pada tahun 2015 dengan kekuatan 2,8, dan menurut laporan BMKG, pada tahun 2021 terjadi gempa bumi dengan kekuatan 3,3. 

Sejarah gempa bumi di pantura Jawa Barat, dapat ditelusuri dalam koran-koran yang terbit sejak awal abad ke-19 sampai sekarang.

Misalnya gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Sumedang, gempa bumi terjadi tanggal 16-08-1867 (Javasche Courant), pada tanggal 26, 27, dan 29 Maret 1893 (De Locomotief, 15-05-1893), guncangan gempabumi kuat terjadi Rabu malam (Het Vaderland, 04-07-1914), dengan guncangan yang sangat dahsyat (De Standard, 11-08-1937). Selasa sore Sumedang diguncang gempa bumi (De Indische Courant, 30-09-1937). Pada tanggal 16-08-1955 terjadi gempabumi di Sumedang Het Vrije Volk: Democratisch-Socialistisch Dagblad). Dua ratus rumah dan bangunan hancur. Gempabumi ini menyebabkan 38 bangunan hancur total, termasuk kantor bupati, masjid, dan kantor panglima militer setempat rusak parah. Dalam Algemeen Dagblad (16-08-1955), dilaporkan sebagian besar Kota Sumedang yang berpenduduk 12.400 jiwa itu telah hancur.

Dalam sejarah kegempaan, pada tahun 1780, Jakarta pernah diguncang gempa bumi. Demikian juga di Bogor, pada tanggal 10 Oktober 1834, gempabumi telah menghancurkan Istana Bogor. Tanggal 16 November 1847, Cirebon dilanda gempa bumi. 1863 Karawang benar-benar bergoyang, dan pada tahun 1894 Subang pun bergoyang. Gempa Bumi mengguncang Majalengka tanggal 25 September 1912, dan pada tanggal 27 Juni 1939 terjadi gempa bumi di Kuningan. Gempa-gempabumi terus menggoyang pantura Jawa Barat, misalnya Kuningan (2003), Majalengka (2001), Indramayu (2007).

Patahan Busur Belakang Jawa Barat yang panjangnya 300 km, dibagi menjadi 12 ruas patahan aktif, yang menurut Sonny Aribowo, patahan itu menyimpan potensi gempabumi dengan kekuatan maksimum di atas 6,4 untuk setiap segmennya. Saat ini, kawasan yang dilintasi garis sesar itu sudah sangat padat, baik oleh penduduk yang bermukim di kawasan itu, serta banyaknya infrastruktur yang digunakan banyak pemakai. 

Baca Juga: Gempa Bumi yang Memicu Letusan Gunung Api di Lembah Suoh 

Itulah pentingnya mitigasi dalam segala hal, bukan sekedar apel kesiagaan.

Bagaimana upaya mitigasi itu melekat dalam konstruksi gedung-gedung bertingkat, konstruksi rumah, rumah sakit, sekolah, kampus, tempat keagamaan, jalan raya, jalan tol, jalan layang, jembatan, bendungan, pelabuhan, agar aman bagi penggunanya? Bagaimana penduduk harus memitigasi diri ketika membangun rumah, ketika ada di rumah, ketika berkendara, ketika berwisata, ketika berkantor, ketika berbelanja, dll. 

Sudahkah ada SOP untuk semua komponen yang terkait dengan gempa bumi? Bagaimana kesiagaan pascagempa para tenaga medis dan apoteker. Bagaimana bila bangunan rumah sakit dindingnya retak, atau ada gedung yang roboh? Cukupkah lahan untuk membangun rumah sakit lapangan? Bagaimana manajemen hotel membangun, mengatur jalan evakuasi, interior dan eksterior yang aman bagi para tamu. Apa yang harus dilakukan para pengendara ketika gempa bumi berguncang? Bagaimana pusat-pusat keramaian mengelola arus pengunjung yang bermanfaat bagi evakuasi saat kritis? Apakah ada pintu-pintu darurat? Bagaimana pintu-pintu dan tata letak di dalam pabrik? Berapa lama memperbaikinya bila ada jembatan layang yang ambruk? Berapa lama memperbaikinya bila ada bendungan yang jebol? Berapa lama memperbaikinya bila ada rekahan dan amblesan di jalan tol?

Dan banyak lagi pertanyaan tentang kedaruratan, yang harus dibuat serinci mungkin, dan bagaimana upaya penanggulangannya dengan baik dan cepat. (*) 

Berita Terkait

News Update

Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026