Gempa Bumi yang Memicu Letusan Gunung Api di Lembah Suoh 

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Kawah Keramikan, dasarnya yang rata, seperti lantai yang dialasi keramik. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Kawah Keramikan, dasarnya yang rata, seperti lantai yang dialasi keramik. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Ada ruas dinding sungai kecil, yang air yang membentuk airterjun rendah. Dinding itu dasarnya berupa sinter, endapan batuan yang terbentuk dari proses pengubahan mineral pada sistem panasbumi. Air Panasnya yang mengepulkan uap, melimpas di dasar kawah Keramikan yang datar. 

Begitu sampai di kawah Keramikan yang berada di Desa Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, barulah mengerti, mengapa kawah ini disebut Keramikan. Lantai kawahnya yang datar itu, menyerupai lantai keramik yang sangat luas, dengan warna gading kecoklatan. 

Di Kawah Keramikan inilah pernah terjadi letusan freatik atau letusan semburan uap dengan tiga kali dentuman yang kuat pada tanggal 24 Mei 2024. Letusan gunung api yang terjadi karena adanya kontak antar magma yang panasnya 1.200 derajat C dengan permukaan air tanah di dalam tubuh gunung.

Kejadian itu menyebabkan air tanah mendidih, berubah menjadi uap bertekanan tinggi. Ketika tekanannya melebihi kekuatan penutup di atasnya, maka tekanan uap panas itu akan menghasilkan ledakan.

Pada saat letusan freatik, bebatuan yang ada di sekitar leher gunung api dapat dihancurkan. Letusannya dapat menghamburkan abu, blok, dan bom gunung api, tetapi material itu bukan berasal dari magma baru.

Jalaran gelombang gempa di garis patahan Semangko ini telah memicu letusan freatik di lembah Suoh, dan gempabumi besar pada tanggal 16 Februari 1994 pukul 00.08, dengan kekuatan 6,5-7,0 yang menghentak Kota Liwa.

Kota ini terletak antara Lembah Suoh dengan Danau Ranau. Jarak lurus antara Lembah Suoh dengan Kota Liwa sekitar 24 km, dan antara Kota Liwa ke Danau Ranau sekitar 30 km. Gempabumi Liwa telah menghancurkan 6.000 bangunan, sehingga 75.000 keluarga kehilangan rumah, menelan korban jiwa sebanyak 196 orang meninggal, dan hampir 2.000 orang luka-luka.

Jauh sebelum itu, pada tahun 1933, terjadi letusan kuat di dekat Danau Asam. Berulangnya gempa bumi dan letusan gunung api di sana, karena kawasan itu persis berada di dalam lintasan zona patahan besar Sumatera.

Lembah Suoh dapat dicapai dari Bandar Lampung menuju Kota Agung, kemudian berbelok ke utara - barat laut, menyusuri patahan atau sesar Semangko ke utara, dan akan berakhir di Danau Asam dan tempat-tempat menarik lainnya, seperti kawah Keramikan, Pasir Kuning, Nirwana, dll. 

Garis pantai selatan Provinsi Lampung itu seperti hurif M besar, membentuk beberapa tanjung dan dua teluk besar. Teluk di sebelah timur namanya Teluk Lampung, dan teluk di sebelah barat namanya Teluk Semangka. Dari teluk Semangka ke arah barat laut, memanjang garis patahan atau sesar Semangko yang menoreh pulau ini hingga di ujung utara.

Patahan inilah yang sangat berpengaruh membentuk rona bumi sepanjang barat Pulau Sumatera yang berupa rangkaian pegunungan dengan lembah yang dalam. Di lembah-lembahnya mengalir sungai-sungai yang berkelok mengikuti bagian bumi terlemah yang mudah diterabas aliran air.

Di bagian selatan, garis patahan Semangko seperti orang yang sedang terlentang, dengan dua kakinya yang terbuka. Satu kaki di sebelah timur, berupa garis sesar yang melintasi Desa Kotaagung, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus. Kaki yang satunya lagi di sebelah barat, berupa garis sesar Semangko sisi barat, melintasi Desa Tanjungan, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus. 

Di pantai selatan Lampung, kedua kaki yang terbuka itu lebarnya sekitar 15 km, berupa lembah depresi yang relatif datar, dan semakin menyempit di utara, yang lebar depresinya sekitar 500 m kurang.

Sebagai penanda, di sana ada Desa Tulungasahan, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Kalau dianalogikan kaki manusia, ini adalah lututnya. Mulai dari Tulung Asahan ke utara, ronabuminya menyempit, dengan lembah dan aliran sungai yang berkelok di antara tebing curam sepanjang 17 km, namun garis sesarnya masih tetap dua lajur, yang menerus dari Teluk Semangka.

Dari Desa Pangkalan, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, lembah depresinya melebar kembali, mulai 1,5 km hingga 6 km di utaranya, dengan panjang 13 km. Rona Bumi ini dibentuk oleh kekuatan tektonik yang setiap waktu terus bergerak. Antara titik selatan garis patahan hingga di lembah Suoh sisi utara, jaraknya sekitar 50 km.

Lembah Suoh merupakan selangkangan, celah kangkang atau kunci paha, dari garis patahan Semangko. Lembah Suoh menjadi titik singgah energi gempa bumi, kemudian menerus ke utara ke Danau Kaldera Ranau yang luasnya 12 km x 16,5 km.

Di sela-sela istirahat sambil memesan kudapan di warung yang tak jauh dari Danau Asam, pemilik warung menjelaskan arti kata yang dijadikan nama kawasan. Sambil menyajikan kopi panas yang dihasilkan dari Liwa, mengatakan, bahwa kata suoh itu berasal dari kata suah, yang berarti terbakar.

Sangat mungkin, toponimi ini muncul ketika dari kawah-kawah yang mengepul itu pernah terjadi letusan yang membakar pepohonan di sekitarnya. Atau, uap dengan kandungan belerang yang tinggi, dapat mematikan tumbuhan di lereng, seperti yang terbakar.

Dengan berjalannya waktu, terjadi pergeseran pelafalan huruf a menjadi o, sehingga suah berubah menjadi suoh. Kawah dengan lingkungannya yang pernah terbakar menjadi ciri bumi, yang berkembang menjadi nama geografis kecamatan.

Air Panas alami keluar di lembah Suoh, di antara dua patahan yang sejajar, dengan gerakan di garis patahan yang saling berlawanan. Di sisi barat patahan bergerak dari arah tenggara ke barat laut, dan sisi timur patahan bergerak dari arah barat laut ke arah tenggara.

Gerakan patahan yang sejajar ini menyebabkan terbentuknya amblesan, yang semakin lama semakin melebar dan memanjang, sesuai arah gerakan patahannya. 

Adanya patahan besar Sumatera di sepanjang pulau Sumatera akan menyebabkan terjadinya gempa bumi, dan dapat memicu letusan gunungapi, walaupun tidak selamanya.

Mengingat semakin padatnya penduduk di sepanjang garis patahan itu, maka mitigasi harus terus diimbaskan sepanjang hayat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)