Curhat di Media Sosial, Masyarakat Bandung Keluhkan Kondisi Trotoar

3 menit baca
risssa fby
Ditulis oleh risssa fby diterbitkan
Kondisi trotoar Jln. Moch. Toha membutuhkan perbaikan oleh Pemerintah Kota Bandung, Sabtu (29//11/2025). (Foto: Risa)
Kondisi trotoar Jln. Moch. Toha membutuhkan perbaikan oleh Pemerintah Kota Bandung, Sabtu (29//11/2025). (Foto: Risa)

Kesejukan dan keestetikaan Kota Bandung sering sekali menjadi daya tarik masyarakat luar kota untuk mengunjungi Kota Kembang ini. Namun, kota yang sering dijuluki sebagai kota estetik ini masih memiliki tantangan khususnya dalam menata trotoar jalan dan jembatan penyeberangan orang (JPO) Jln. Moch. Toha, Kec. Regol, Kota Bandung.

Postingan masyarakat Kota Bandung di media sosial yang mengeluh mengenai kelayakan trotoar jalan di Kota Bandung, hal ini mengundang respon Sufia Putri seorang mahasiswi di Bandung yang mengkonfirmasi bahwa memang keadaan trotoar Kota Bandung sesuai dengan postingan tersebut.

“Iya, jujur relate karena kenyataannya kayak gini, keramiknya pada rusak, banyak akar pohon, ada pedagang kaki lima, terus penutup air yang terlalu besar, jadi banyak hambatannya, gak bersih segala macam dan aku setuju dengan trotoar Bandung sejelek ini kaya di video,” ujarnya pada Sabtu (29/11/2025).

Kondisi trotoar yang kurang layak dan banyak sekali hambatannya seperti keramik pecah, guiding block pecah, spun pole, juga banyak nya sampah ini menjadi salah satu alasan masyarakat Bandung malas berjalan kaki. Kondisi trotoar ini harus diperhatikan oleh orang nomor satu di Bandung karena sangat membahayakan dan mengganggu keamanan dan kenyamanan para pejalan kaki.

Demi menciptakan ruang publik yang nyaman Pemkot Bandung seharusnya memprioritaskan perbaikan trotoar jalan dan guiding block yang rusak. Tindakan ini bukan hanya masalah keestetikaan namun merupakan investasi dalam keselamatan, dan hak mobilitas masyarakat, khususnya penyandang disabilitas sehingga mereka dapat bergerak dengan aman dan nyaman.

Sudah saatnya Walikota Bandung M. Farhan tidak hanya fokus pada kawasan tertentu saja, tetapi mulai melakukan pembangunan dan perbaikan trotoar secara merata dengan standar kualitas seperti trotoar di Braga. Pemerataan ini penting sehingga keindahan dan kenyamanan Kota Bandung dapat dinikmati secara adil, baik oleh para wisatawan maupun seluruh masyarakat Kota Bandung.

Untuk menjamin hak masyarakat mengenai fasilitas publik yang berfungsi dengan baik, ketersediaan penerangan trotoar yang layak perlu ditingkatkan secara merata. Kondisi trotoar yang gelap pada malam hari dapat menimbulkan ancaman bagi keselamatan pejalan kaki khususnya bagi para perempuan, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran yang serius karena merasa keamanan dan kenyamanan mereka terabaikan.

Selain trotoar yang tidak layak, menurut wanita berkerudung hitam rendahnya penggunaan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Kota Bandung mencerminkan keraguan masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan JPO.

“Jembatan di Bandung itu menurut aku kurang dipakai dibandingkan aku lihat jembatan-jembatan di luar kota. Karena ada beberapa jembatan yang memang meragukan masyarakat, masyarakat punya stigma jembatannya bentuknya bikin dia takut karena jembatannya berkarat,” ucapnya.

Baca Juga: Pengolahan Sampah Organik dengan Maggot Jadi Solusi di Cigending

Kondisi JPO yang memprihatinkan dan berkarat menjadi alasan utama masyarakat enggan menggunakannya, selain itu risiko kriminalitas seperti copet dan hipnotis turut memperburuk keadaan. Petugas pemerintah kota wajib bertanggung jawab untuk segera memperbaiki kelayakan jembatan penyeberangan orang (JPO) dan menjamin keamanannya.

Masyarakat Kota Bandung menaruh harapan yang besar terhadap kelayakan trotoar dan jembatan penyeberangan orang (JPO) kepada Kepala Daerah Kota Bandung seperti yang disampaikan oleh wanita muda Bandung.

“Semoga pemerintah daerah Kota Bandung lebih diperhatikan lagi untuk trotoarnya terus diperbaiki jadi trotoar yang memadai, sebagai warga Bandung aku gak berhadap trotoarnya kaya di Jepang cuma enak lah dipake jalan dan banyakin jembatan penyeberangan orang yang aman nyaman, biar orang yang jalan kaki tuh ngerasa aman,” tutupnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

risssa fby
Tentang risssa fby
Digital Public Relations student at Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Jul 2026, 09:49

Upaya Membangun Keadaban Berkoperasi

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) digadang-gadang sebagai simbol kedaulatan perekonomian yang dimulai dari akar rumput.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 08 Jul 2026, 09:34

Belajar Merayakan Kebersamaan

Selamat memasuki usia ke-5, Kakang. Semoga setiap langkah kecil ini dipenuhi keberkahan. Setiap pertumbuhan menghadirkan kebaikan dan saat dewasa, menyadari ihwal kebahagiaan terbesar dalam hidup.

Kakang asyik bergaya dengan mainan Ultraman kado istimewa ulang tahun kelima, Ahad (5/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 07 Jul 2026, 15:29

Jelajah Waduk Saguling, PLTA Surga Budidaya Ikan dan Wisata Favorit Pemancing

Waduk Saguling tidak hanya memasok listrik, tetapi juga menjadi sentra perikanan air tawar dengan puluhan ribu keramba jaring apung di Bandung Barat.

Waduk Saguling. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 10:49

Mengepakkan Sayap Ekonomi Kerakyatan Ketika Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Semenjak dinamakan Husein Sastranegara menjadi bandara komersial telah memberikan manfaat yang luas bagi penerbangan domestik maupun internasional.

Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 09:06

Menjahit Harapan di Tengah Sepinya Pasar Thrifting Gedebage

Di tengah sepinya Pasar Cimol Gedebage, Dedi tetap bertahan sebagai penjahit pakaian thrifting. Feature ini mengangkat perjuangannya menghidupi keluarga sekaligus menjaga profesi warisan orang tuanya.

Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)