Alasan Maraknya Warga Bandung Memilih Transportasi Pribadi ketimbang Transportasi Umum

3 menit baca
Siti Zahra Chairunnisa
Ditulis oleh Siti Zahra Chairunnisa diterbitkan
Potret salah satu transportasi umum yang tersedia di Bandung, 27 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Siti Zahra)
Potret salah satu transportasi umum yang tersedia di Bandung, 27 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Siti Zahra)

Dilansir dari Kompas.com, dengan berdasarkan catatan Dinas Perhubungan, kendaraan pribadi di Kota Bandung semakin meningkat dan jumlahnya hampir setara dengan jumlah penduduk kota Bandung.

Mengapa demikian? Warga Bandung lebih memilih memakai transportasi pribadinya dibanding harus memakai trasportasi umum. Akibatnya, kemacetan sering terjadi karna banyaknya warga yang memilih menggunakan transportasi pribadinya dibandingkan transportasi umum.

Banyak sekali warga Bandung yang lebih baik memiilih bepergian menggunakan kendaraan pribadi mereka karna fasilitas transportasi umum yang kurang memadai. fenomena tersebut nampak di komentar tiktok pada akun @saashafhaa yang melihatkan video seorang Perempuan yang sedang menaiki MJT (Metro Jabar Trans) atau Trans Metro Jabar (TMJ).

Dalam video tiktok tersebut banyak yang berkomentar mengeluh akan fasilitas transportasi umum yang kurang memadai seperti terminal yang sangat tidak jelas dan tidak terkelola. Dan ada beberapa terminal yang tidak memiliki tanda bahwa itu merupakan halte sehingga penumpang sering kali kebingungan apakah mereka berada di terminal atau bukan.

Selain itu juga, rute menjadi permasalahan warga Bandung yang akhirnya lebih memilih memakai transportasi pribadi. Banyak yang mengeluhkan bahwa rute yang tersedia hanya sedikit atau bahkan mereka harus menaiki ojeg untuk menuju haltenya mebuat para warga berpikir dua kali jika ingin menaiki transportasi umum.

Selain halte yang kurang memadai, masalah lain juga sering muncul dan dikeluhkan oleh para warga Bandung adanya keterlambatan TMJ dan datang jauh dari jam seharusnya. Masih dalam komentar tiktok ada juga yang mengeluhkan bahwa ia pernah ditolak karna TMJ sudah penuh yang pada akhirnya mengganggu dan menurunkan ke produktivisan warga Bandung .

Situasi-situasi tersebutlah yang menjadi alasan mengapa warga Bandung lebih banyak yang memilih menggunakan transportasi pribadi dibandingkan dengan transportasi umum. Apalagi untuk para pegawai dan pelajar yang menuntut waktu cepat, bagi mereka menaiki transportasi umum akan sangat merepotkan dan menjadi halangan bagi mereka.

Di sisi lain ada pula yang memposting sebuah video tiktok yang melihatkan kepadatan warga bandunng yang sedang menunggu transum dan dalam videonya terdapat kalimat yang berbentuk sapaan retoris bagi pemerintah.

Dear government, Masyarakat Bandung Raya sudah siap pakai transport public” dalam akun tiktok @aditvw.

Kalimat tersebut menjadi penanda bahwa sebenarnya warga Bandung juga ingin beralih menggunakan transportasi umum. Namun karna banyaknya alasan dan situasi yang tidak memungkinakan dan akhirrnya warga Bandung memilih untuk menggunakan transportasi pribadinya.

Dan dilihat di halaman komentar banyak juga yang berpendapat bahwa pemerintah kurang tegas terhadap banyaknya hambatan transum di Bandung yang tidak berjalan dengan baik. Beberapa netizen menilai bahwa pemerintah seolah takut untuk menangani persoalan persoalan tersebut karna, adanya preman yang sering menghentikan jalannya kebijakan.

Masih dalam halaman komentar juga ada yang menyatakan bahwa sebenernya ia juga sudah sangat siap dan ingin beralih menggunakan transportasi umum demi menghilangkan kemacetan. Namun, keinginannyaa tersebut seolah tidak didukung karna fasilitas transportasi umum yang kurang memadai dan jadwalnya yang kadang tidak pasti.

Baca Juga: Dari Cafe ke Hiking: Kini Menjelajah Alam Jadi Hobi Baru Anak Muda

Dengan adanya situasi tersebut membuat warga berharap pada walikota untuk melihat dan mendengarkan kebutuhan warga Bandung.  Dengan memperbaiki sintem transportasi umum agar warga bisa beralih kebiasaan dengan nyaman dan pilihannya untuk berganti dari transportasi pribadi ke transportasi umum menjadi pilihhan yang sangat tepat. Dan para warga baandung tidak laggi bergantung dengan transportasi pribadi karna opsi tersebut sangat lebih baik dan dapat diandalkan.

Dengan itu sangat diharapkan adanya perbaikan halte, memperbanyak transportasi umum, adanya rute yang jelas dan informasi rute yang disampaikan dengan jelas, stablkan jadwal keberangkatan transportasi umum, perkuat aturan lapangan agar hilangnya hambatan preman dijalan, berikan sosialisasi bagi warga Bandung agar mengetahui transportasi umum dan mendapat informasi dengan jelas.

Oleh karna itu, sangat diharapkan adanya perbaikan untuk transportasi umum agar warga Bandung pun menjadi aman dan yakin terhadap perubahannya.

Maka, ketika transportasi umum peralihan transportasi pribadi ke transportasi umum akan terjadi secara alami dan kemacetan pun akan berangsur berkurang dan perlahan membaik. memilih menggunakan transportasi pribadinya daripada harus memakai transportasi umum namun mobilities harian mereka terganggu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Siti Zahra Chairunnisa
Mahasiswi Telkom University Public Digital Relation 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)