Dari Bunderan Cibiru hingga Cileunyi Macet Parah, Solusi Selalu Menguap di Udara

2 menit baca
Sufia Putriani
Ditulis oleh Sufia Putriani diterbitkan
Pengendara Mengalami Kemacetan di Bunderan Cibiru, Kota Bandung, (1/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sufia Putrani)
Pengendara Mengalami Kemacetan di Bunderan Cibiru, Kota Bandung, (1/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sufia Putrani)

Jumlah kendaraan pribadi semakin meningkat picu kemacetan yang dialami dari Kota Bandung hingga melewati perbatasan Kabupaten Bandung perlu segera ditangani oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Bandung. Kemacetan itu tepat bermula pada Bunderan Cibiru di Kecamatan Cibiru, Kota Bandung..

Untuk mengatasi kemacetan, pembangunan fly over maupun under pass menjadi solusi nyata bagi kewenangan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan berkolaborasi bersama Dadang Supriatna dengan diadakannya fly over atau under pass. Titik kemacetan ini tidak hanya di daerah Bunderan Cibiru saja, namun bercampur dengan kendaraan keluar masuk dari daerah Cinunuk hingga Cileunyi.

“Pemicu utamanya yaitu banyaknya gang, gapura atau akses keluar–masuk kendaraan memicu kemacetan,” ujar Dimastisio Chandra, selaku mahasiswa pulang-pergi yakni pengguna aktif jalan Cibiru.

Kemacetan yang berpusat di daerah tersebut memiliki rentang waktu. Dimas menjelaskan bahwa kemacetan sangat meningkat pada hari Senin dan Jumat. Pada hari Senin, tingkat kemacetan sangat tinggi pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

Pada pukul tersebut mulainya aktivitas sibuk di mana banyak warga memulai aktivitas, baik menuju kantor maupun sekolah. Sedangkan pada hari Jumat, tingkat kemacetan paling tinggi pada pukul 16.00 WIB dan bisa berlangsung hingga pukul 20.00 WIB atau lebih. Waktu ini merupakan jam puncak, di mana banyak aktivitas pulang kerja dan mobilitas warga meningkat.

Selain rentang waktu tersebut, banyaknya pengendara angkutan umum seperti bus maupun angkot (angkutan kota) yang berhenti sembarangan. Hal ini memicu jalanan semakin macet dan terhenti beberapa saat untuk mengangkut penumpang maupun menurunkan penumpang di pinggir jalan.

Banyaknya pemicu kemacetan ini, banyak juga pengendara lain yang melawan arus menjadi pemicu kemacetan di daerah tersebut. Terutama pengendara motor beroda dua, banyak pengendara motor melawan arus hingga memicu pengendara lainnya untuk mengikuti tindakan tersebut hingga kemacetan semakin memadat.

“Kemacetan kadang terlalu membeludak pada saat jam sibuk, saya hampir menabrak polisi karena jalanan terlalu padat, membuat fokus saya pada saat berkendara menjadi berkurang. Saran saya, tolong segera ditangani dengan pembangunan fly over maupun under pass,” ujar Dimas.

Dengan kondisinya ini membuatnya harus lebih fokus dalam berkendara dan berharap tindakan nyata bagi Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Polisi lalu lintas seringnya mengatur kemacetan pada daerah Cibiru hingga Cileunyi hanya pada saat pagi hari, sedangkan pada jam sibuk di sore hingga malam hari polisi jarang mengatur kemacetan. Terkecuali apabila ada Operasi Zebra maupun Razia Rutin.

Baca Juga: Pemkot Bandung Klarifikasi Isu Lambatnya Respons Call Center, Tegaskan Nomor Darurat Resmi 112 Aktif 24 Jam dan Gratis

Melihat kompleksitas macetnya Bunderan Cibiru hingga Cileunyi, penanganan hal ini tidak hanya ditujukan pada Wali Kota Mantan DPR ini saja, luasnya area yang terdampak hingga sampai perbatasan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung, diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara Wali Kota berkacamata dengan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Upaya yang diharapkan dan disarankan kepada Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meliputi penataan angkutan umum, pengawasan pada jam-jam sibuk, serta pembangunan fly over atau underpass. Hal ini diperlukan karena kondisi jalan di kawasan tersebut sudah sulit diatasi, mengingat banyaknya akses keluar–masuk kendaraan memicu kemacetan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)