Distraksi Massal: Alasan Mengapa Kita Sengaja Dibuat Sibuk dengan Skandal

3 menit baca
Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan
Salah satu buku novel karya Tere Liye. (Dokumentasi Penulis)
Salah satu buku novel karya Tere Liye. (Dokumentasi Penulis)

Dunia saat ini sedang sangat "berisik". Tugas kita yang seharusnya fokus mempersiapkan diri menyambut bulan suci, seakan-akan dipaksa untuk terus menatap layar demi mencari latar belakang berbagai isu sosial. Dimulai dari bocornya file-file elit global, hingga isu perselingkuhan remeh yang anehnya justru dijadikan agenda sosial yang mendasar.

Namun, pernahkah kita bertanya: di balik kegaduhan yang sengaja diledakkan ini, peta besar apa yang sebenarnya sedang disembunyikan dari mata kita? Fenomena ini mengingatkan saya pada perjalanan Mas'ud Al-Baghdadi dalam novel Yang Telah Lama Pergi karya Tere Liye. Setelah tiga kali menamatkan buku ini, saya menyadari sebuah pengingat penting: bahwa di tengah badai peperangan, hal paling utama yang harus dijaga adalah akurasi kompas dan kejernihan arah, agar kita tidak sekonyong-konnyongnya hanyut dalam arus isu yang sengaja diciptakan.

Analogi Kapal Perompak dan Manipulasi Informasi

Mas'ud hanyalah seorang pembuat peta. Namun, takdir membawanya terjebak di dek kapal perompak yang tengah bersiap meruntuhkan sebuah kerajaan besar. Pada mulanya, Mas'ud mungkin merasa sial karena perjalanannya harus ditempuh bersama para "kriminal" laut. Namun seiring berjalannya waktu, ia menemukan sebuah kebenaran yang pahit: perlawanan para perompak muncul dari dendam yang tak tersampaikan atas penindasan sistemis.

Bagi mereka yang hanya melihat dari permukaan—atau hanya menelan mentah-mentah narasi resmi kerajaan—perompak adalah pembuat onar. Namun, melalui perspektif Mas'ud, Tere Liye menunjukkan bahwa kekejian yang dilakukan perompak seringkali hanyalah reaksi kecil dibandingkan penindasan terstruktur yang dilakukan oleh para elit negara. Di sinilah manipulasi informasi bermain; penguasa selalu punya cara untuk melabeli perlawanan sebagai kejahatan, agar masyarakat lupa mempertanyakan borok yang ada di dalam istana.

Bahaya Kehilangan "Peta" Pribadi di Tengah Debat Kusir

Realitas Mas’ud mengingatkan saya pada kondisi kita hari ini. Kita sering kali terjebak dalam debat kusir di kolom komentar, sibuk mencemooh para kriminal atau menghujat skandal elit, namun di saat yang sama kita melupakan "peta" atau tujuan hidup kita sendiri yang belum selesai. Mas’ud tetap teliti menarik garis pantai di tengah amuk badai dan denting pedang, sementara kita justru mudah terdistraksi oleh riuh rendah dunia maya.

Saya tidak bermaksud melarang diskusi publik. Namun, sangat disayangkan jika energi kolektif kita habis hanya untuk menelan mentah-mentah isu sosial yang sengaja digemborkan. Tanpa sadar, saat emosi kita dikuras habis oleh skandal yang tampak esensial, ada sistem-sistem besar yang mungkin tengah disahkan di balik layar tanpa pengawasan kita. Kita terlalu sibuk melihat ombak, hingga lupa bahwa nahkoda di kejauhan sedang mengubah arah kapal secara sepihak.

Baca Juga: Bandung Zine Fest 2026, Ruang Kolektif Media Alternatif dari Shanghai Hingga Garut



Saya yakin, Ramadan kali ini akan terasa sangat berbeda. Terlihat sering kali munculnya isu-isu sosial yang membuat publik lebih fokus pada hal itu, bukan pada pemolesan navigasi diri pada bulan suci ini. Menjadi kritis terhadap isu sosial adalah sebuah keharusan, namun membiarkan diri hanyut dalam arus distraksi yang sengaja diciptakan adalah sebuah kerugian.

Mungkin ini saatnya kita meniru Mas'ud Al-Baghdadi: menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk "peperangan" di media sosial dan kembali fokus menyelesaikan peta perjalanan kita sendiri. Sebab muaranya, sejarah tidak akan mencatat seberapa banyak skandal yang kita komentari, melainkan seberapa akurat arah yang kita tempuh di tengah dunia yang tak pernah berhenti berisik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nenah Haryati
Tentang Nenah Haryati
Mahasiswa yang hobi mengamati sisi lain kehidupan sehari-hari, terutama yang dialami Generasi Z.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)