Kartu Mati, Pengobatan Terhenti

nonny irayanti
Ditulis oleh nonny irayanti diterbitkan Kamis 12 Feb 2026, 16:22 WIB
Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (Sumber: Ayobandung.id)

Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (Sumber: Ayobandung.id)

Di ruang tunggu rumah sakit di Bandung, sakit tidak pernah menunggu urusan administrasi selesai. Sejak subuh, antrean pasien sudah terbentuk. Sebagian datang dari Cimahi, Kabupaten Bandung, hingga wilayah Priangan Timur. Mereka membawa hasil pemeriksaan dan harapan sederhana: bisa menjalani pengobatan seperti biasa. Namun awal Februari lalu, sebagian warga justru dihadapkan pada kenyataan yang mengejutkan. Saat hendak berobat, kartu BPJS yang selama ini menjadi sandaran dinyatakan tidak aktif.

Pengobatan yang seharusnya berjalan rutin terancam berhenti. Bukan karena tenaga medis tidak tersedia atau obat tidak ada, melainkan karena status kepesertaan berubah dalam satu keputusan administratif. Di titik inilah persoalan menjadi serius. Ketika layanan kesehatan dapat terputus hanya karena perubahan data, muncul pertanyaan mendasar: apakah kesehatan masih dipandang sebagai hak rakyat, atau sekadar bagian dari sistem administrasi?

Secara nasional, sekitar 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS dinonaktifkan dalam proses pemutakhiran data bantuan sosial. Pemerintah menyebut langkah ini sebagai upaya memastikan bantuan tepat sasaran. Namun di lapangan, dampaknya langsung dirasakan oleh kelompok paling rentan, terutama pasien penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan rutin seperti cuci darah. Bagi mereka, keterlambatan terapi bukan sekadar soal jadwal, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan.

Di Bandung dan sekitarnya, rumah sakit berada dalam posisi serba sulit. Pemerintah meminta pelayanan tetap berjalan, tetapi secara administrasi tidak ada pihak yang menjamin pembiayaan ketika status kepesertaan nonaktif. Rumah sakit tidak mungkin menanggung biaya tanpa kepastian pembayaran, sementara pasien tidak memiliki pilihan selain tetap berobat. Pada akhirnya, masyarakat miskin kembali menjadi pihak yang paling menanggung risiko dari kebijakan yang tidak sepenuhnya siap di lapangan.

Baca Juga: Komunikasi Keluarga dalam Mengatasi Bunuh Diri

Peristiwa ini memperlihatkan persoalan yang lebih dalam dari sekadar kesalahan data. Layanan kesehatan hari ini berjalan sangat bergantung pada skema pembiayaan. Rumah sakit membutuhkan kepastian biaya, lembaga penjamin bekerja berdasarkan status kepesertaan, sementara kebutuhan pasien bersifat mendesak dan tidak bisa menunggu proses birokrasi. Ketika administrasi berubah, akses pelayanan ikut terhenti. Artinya, layanan kesehatan berjalan mengikuti alur pendanaan, bukan kebutuhan pasien.

Di sinilah persoalan mendasarnya. Dalam sistem yang menempatkan layanan publik dalam kerangka efisiensi dan pembiayaan, kesehatan perlahan diperlakukan seperti komoditas. Pelayanan tersedia selama ada pihak yang membayar atau menjamin biaya. Ketika penjamin tidak ada, pelayanan menjadi bermasalah. Akibatnya, rakyat miskin berada pada posisi paling rentan karena keberlangsungan pengobatan mereka bergantung pada status bantuan yang sewaktu-waktu dapat berubah.

Model penjaminan kesehatan yang digunakan saat ini juga memperlihatkan pergeseran peran negara. Negara tidak hadir sebagai penyelenggara langsung yang menjamin layanan kesehatan rakyat, melainkan sebagai pengelola sistem jaminan berbasis iuran dengan mekanisme yang menyerupai asuransi sosial. Pelayanan berjalan selama status kepesertaan aktif. Ketika status tersebut hilang, akses pelayanan ikut terputus.

Dalam perspektif syariah, model penjaminan berbasis asuransi menjadi perdebatan karena mengandung ketidakpastian akad dan ketergantungan pada mekanisme risiko kolektif. Layanan kesehatan akhirnya bergantung pada keberlangsungan dana iuran, bukan pada kewajiban negara dalam menjamin kebutuhan dasar rakyat. Kesehatan tidak lagi berdiri sebagai hak yang melekat pada setiap warga, tetapi sebagai manfaat yang diperoleh selama syarat administrasi terpenuhi.

Islam menempatkan persoalan ini secara berbeda. Kesehatan adalah kebutuhan pokok rakyat yang wajib dijamin negara. Negara bertanggung jawab memastikan setiap individu memperoleh layanan kesehatan tanpa membedakan kaya atau miskin, tanpa syarat kepesertaan, dan tanpa ketergantungan pada mekanisme asuransi. Negara bertindak sebagai pengurus rakyat, bukan sekadar pengelola sistem penjaminan.

Pembiayaan layanan kesehatan dalam Islam tidak bergantung pada iuran masyarakat, melainkan berasal dari baitulmal. Sumbernya mencakup pengelolaan kepemilikan umum seperti sumber daya alam, hasil pengelolaan aset publik, serta pemasukan negara lainnya seperti fai dan kharaj. Dengan mekanisme ini, pelayanan kesehatan tidak terikat pada status administratif individu, karena pembiayaan berasal dari pengelolaan kekayaan publik yang memang diperuntukkan bagi kemaslahatan rakyat.

Baca Juga: Tradisi ‘Nglabur’ Rumah saat Ramadan, Filosofi Bersih Diri dan Mencerahkan Suasana Hati

Konsep ini menempatkan kesehatan sebagai pelayanan negara yang bersifat langsung dan berkelanjutan. Negara tidak menunggu dana terkumpul dari peserta, tetapi memastikan kebutuhan rakyat terpenuhi terlebih dahulu. Dengan demikian, akses kesehatan tidak akan terputus hanya karena perubahan data atau status kepesertaan.

Kisruh penonaktifan PBI BPJS seharusnya menjadi pelajaran penting. Pemutakhiran data memang diperlukan, tetapi kebijakan tidak boleh memutus akses kesehatan secara tiba-tiba. Sebab di ruang tunggu rumah sakit, yang dipertaruhkan bukan sekadar administrasi, melainkan nyawa manusia.

Ketika pengobatan bisa berhenti karena administrasi, maka yang perlu diperbaiki bukan hanya datanya, tetapi cara negara memandang kesehatan rakyatnya. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

nonny irayanti
Pemerhati pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

News Update

Ayo Netizen 20 Mei 2026, 15:21

Profil Dr. Dewi Turgarini: Pionir Wisata Gastronomi dan Pelestari Warisan Budaya Indonesia

Dalam diskursus pariwisata kontemporer di Indonesia, Dr. Dewi Turgarini, S.S., MM.Par., berdiri sebagai figur sentral yang mendefinisikan ulang makna kuliner tradisional.

Dr. Dewi Turgarini, S.S., MM.Par., figur sentral yang mendefinisikan ulang makna kuliner tradisional. (Sumber: UPI)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 11:49

Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

Bertahan bukan tentang bisa makan dan memiliki pekerjaan saja melainkan bertahan dari segala tindak kriminalitas dan modus penipuan yang terjadi di ruang publik di Kota Bandung.

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 10:36

Bangkit di Kota Hujan: Dari PHK hingga Peluang Baru

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, menjadi perjuangan nyata bagi warga Bandung di tengah badai PHK.

Kota Hujan di Bandung. (Sumber: Humas Kota Bandung)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 09:11

Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

Kasus ban truk lepas yang terus berulang menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan, inspeksi rutin, dan penguatan budaya keselamatan transportasi jalan.

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 08:10

Syukur, Takabur, dan Kufur

Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Di balik kelancaran menghafal hingga 5 juz para murid hari ini, Sabtu (16/6/2026) ada komitmen dan disiplin kuat dalam menjaga rutinitas. (Sumber: Tangkap layar Instagram @sdialamanahbdg)