Kartu Mati, Pengobatan Terhenti

4 menit baca
nonny irayanti
Ditulis oleh nonny irayanti diterbitkan
Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (Sumber: Ayobandung.id)
Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (Sumber: Ayobandung.id)

Di ruang tunggu rumah sakit di Bandung, sakit tidak pernah menunggu urusan administrasi selesai. Sejak subuh, antrean pasien sudah terbentuk. Sebagian datang dari Cimahi, Kabupaten Bandung, hingga wilayah Priangan Timur. Mereka membawa hasil pemeriksaan dan harapan sederhana: bisa menjalani pengobatan seperti biasa. Namun awal Februari lalu, sebagian warga justru dihadapkan pada kenyataan yang mengejutkan. Saat hendak berobat, kartu BPJS yang selama ini menjadi sandaran dinyatakan tidak aktif.

Pengobatan yang seharusnya berjalan rutin terancam berhenti. Bukan karena tenaga medis tidak tersedia atau obat tidak ada, melainkan karena status kepesertaan berubah dalam satu keputusan administratif. Di titik inilah persoalan menjadi serius. Ketika layanan kesehatan dapat terputus hanya karena perubahan data, muncul pertanyaan mendasar: apakah kesehatan masih dipandang sebagai hak rakyat, atau sekadar bagian dari sistem administrasi?

Secara nasional, sekitar 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS dinonaktifkan dalam proses pemutakhiran data bantuan sosial. Pemerintah menyebut langkah ini sebagai upaya memastikan bantuan tepat sasaran. Namun di lapangan, dampaknya langsung dirasakan oleh kelompok paling rentan, terutama pasien penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan rutin seperti cuci darah. Bagi mereka, keterlambatan terapi bukan sekadar soal jadwal, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan.

Di Bandung dan sekitarnya, rumah sakit berada dalam posisi serba sulit. Pemerintah meminta pelayanan tetap berjalan, tetapi secara administrasi tidak ada pihak yang menjamin pembiayaan ketika status kepesertaan nonaktif. Rumah sakit tidak mungkin menanggung biaya tanpa kepastian pembayaran, sementara pasien tidak memiliki pilihan selain tetap berobat. Pada akhirnya, masyarakat miskin kembali menjadi pihak yang paling menanggung risiko dari kebijakan yang tidak sepenuhnya siap di lapangan.

Baca Juga: Komunikasi Keluarga dalam Mengatasi Bunuh Diri

Peristiwa ini memperlihatkan persoalan yang lebih dalam dari sekadar kesalahan data. Layanan kesehatan hari ini berjalan sangat bergantung pada skema pembiayaan. Rumah sakit membutuhkan kepastian biaya, lembaga penjamin bekerja berdasarkan status kepesertaan, sementara kebutuhan pasien bersifat mendesak dan tidak bisa menunggu proses birokrasi. Ketika administrasi berubah, akses pelayanan ikut terhenti. Artinya, layanan kesehatan berjalan mengikuti alur pendanaan, bukan kebutuhan pasien.

Di sinilah persoalan mendasarnya. Dalam sistem yang menempatkan layanan publik dalam kerangka efisiensi dan pembiayaan, kesehatan perlahan diperlakukan seperti komoditas. Pelayanan tersedia selama ada pihak yang membayar atau menjamin biaya. Ketika penjamin tidak ada, pelayanan menjadi bermasalah. Akibatnya, rakyat miskin berada pada posisi paling rentan karena keberlangsungan pengobatan mereka bergantung pada status bantuan yang sewaktu-waktu dapat berubah.

Model penjaminan kesehatan yang digunakan saat ini juga memperlihatkan pergeseran peran negara. Negara tidak hadir sebagai penyelenggara langsung yang menjamin layanan kesehatan rakyat, melainkan sebagai pengelola sistem jaminan berbasis iuran dengan mekanisme yang menyerupai asuransi sosial. Pelayanan berjalan selama status kepesertaan aktif. Ketika status tersebut hilang, akses pelayanan ikut terputus.

Dalam perspektif syariah, model penjaminan berbasis asuransi menjadi perdebatan karena mengandung ketidakpastian akad dan ketergantungan pada mekanisme risiko kolektif. Layanan kesehatan akhirnya bergantung pada keberlangsungan dana iuran, bukan pada kewajiban negara dalam menjamin kebutuhan dasar rakyat. Kesehatan tidak lagi berdiri sebagai hak yang melekat pada setiap warga, tetapi sebagai manfaat yang diperoleh selama syarat administrasi terpenuhi.

Islam menempatkan persoalan ini secara berbeda. Kesehatan adalah kebutuhan pokok rakyat yang wajib dijamin negara. Negara bertanggung jawab memastikan setiap individu memperoleh layanan kesehatan tanpa membedakan kaya atau miskin, tanpa syarat kepesertaan, dan tanpa ketergantungan pada mekanisme asuransi. Negara bertindak sebagai pengurus rakyat, bukan sekadar pengelola sistem penjaminan.

Pembiayaan layanan kesehatan dalam Islam tidak bergantung pada iuran masyarakat, melainkan berasal dari baitulmal. Sumbernya mencakup pengelolaan kepemilikan umum seperti sumber daya alam, hasil pengelolaan aset publik, serta pemasukan negara lainnya seperti fai dan kharaj. Dengan mekanisme ini, pelayanan kesehatan tidak terikat pada status administratif individu, karena pembiayaan berasal dari pengelolaan kekayaan publik yang memang diperuntukkan bagi kemaslahatan rakyat.

Baca Juga: Tradisi ‘Nglabur’ Rumah saat Ramadan, Filosofi Bersih Diri dan Mencerahkan Suasana Hati

Konsep ini menempatkan kesehatan sebagai pelayanan negara yang bersifat langsung dan berkelanjutan. Negara tidak menunggu dana terkumpul dari peserta, tetapi memastikan kebutuhan rakyat terpenuhi terlebih dahulu. Dengan demikian, akses kesehatan tidak akan terputus hanya karena perubahan data atau status kepesertaan.

Kisruh penonaktifan PBI BPJS seharusnya menjadi pelajaran penting. Pemutakhiran data memang diperlukan, tetapi kebijakan tidak boleh memutus akses kesehatan secara tiba-tiba. Sebab di ruang tunggu rumah sakit, yang dipertaruhkan bukan sekadar administrasi, melainkan nyawa manusia.

Ketika pengobatan bisa berhenti karena administrasi, maka yang perlu diperbaiki bukan hanya datanya, tetapi cara negara memandang kesehatan rakyatnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

nonny irayanti
Tentang nonny irayanti
Pemerhati pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)