Ngabuburit Digital: Bahasa Sunda di Era Reels dan Shorts

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Rabu 11 Feb 2026, 09:21 WIB
Ngabuburit telah berpindah ruang. Dari jalanan ke linimasa. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)

Ngabuburit telah berpindah ruang. Dari jalanan ke linimasa. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)

AYOBANDUNG.ID -- Menjelang magrib, suasana alun-alun di sejumlah kota di Jawa Barat tak lagi seramai satu dekade lalu. Sebagian anak muda memilih duduk di teras rumah atau kafe kecil, kepala menunduk, jempol bergerak cepat di layar ponsel. Waktu menunggu azan kini diisi dengan menonton video berdurasi 30 detik—atau merekamnya.

Ngabuburit telah berpindah ruang. Dari jalanan ke linimasa.

Di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts, konten bertema Ramadan mulai membanjiri beranda sejak pertengahan sore. Pukul 16.30 hingga menjelang 18.00 menjadi jam sibuk mikro. Video komedi ringan, sketsa keluarga, hingga potongan dakwah singkat diputar berulang. Di antara itu, bahasa Sunda terdengar akrab: lemes, loma, kadang ceplas-ceplos.

“Geus adzan can?”

“Sabar atuh, sakedap deui.”

Dialog sederhana itu, yang dulu mungkin hanya terdengar di dapur atau ruang tamu, kini menjadi potongan audio yang ditiru ribuan pengguna. Intonasi khas, jeda dramatik, dan ekspresi wajah yang dibuat-buat menjadi formula konten viral.

Bahasa Sunda, dalam konteks ini, bukan sekadar alat komunikasi. Ia menjadi identitas, bahkan strategi.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)

Secara tradisional, ngabuburit identik dengan aktivitas fisik: jalan sore, berburu takjil, atau nongkrong di pinggir jalan. Kini, sebagian aktivitas itu tergantikan oleh konsumsi dan produksi konten digital. Perubahan ini bukan semata soal gaya hidup, tetapi juga pola ekonomi perhatian.

Menjelang berbuka, publik memiliki waktu luang singkat dengan tingkat fokus tinggi. Platform membaca momen ini sebagai peluang distribusi konten cepat. Video pendek yang mudah dicerna lebih berpotensi ditonton hingga selesai, bahkan diulang.

Kreator lokal menangkap celah itu. Mereka memproduksi sketsa “anak kos Sunda di perantauan yang kangen masakan indung,” parodi emak-emak yang panik menunggu azan, hingga kompilasi ekspresi lapar yang dibalut humor bahasa daerah. Campuran Sunda dan Indonesia memperluas jangkauan tanpa kehilangan rasa lokal.

Konten seperti itu tidak selalu membutuhkan produksi mahal. Satu ponsel, pencahayaan alami, dan dialog yang relatable sudah cukup. Yang menentukan adalah kedekatan emosional.

Iustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Zulfikar Arifuzzaki)
Iustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Zulfikar Arifuzzaki)

Bahasa daerah memiliki keunggulan yang sering diabaikan: komunitas yang solid. Pengguna yang merasa terwakili cenderung lebih aktif berkomentar, membagikan, dan meniru. Interaksi ini memperpanjang usia konten dalam sistem rekomendasi.

Satu audio khas Sunda bisa menjadi template kolektif. Ribuan video dibuat ulang dengan variasi situasi berbeda. Efeknya menyerupai obrolan di alun-alun, tetapi dalam skala digital. Setiap pengguna berpartisipasi dalam percakapan yang sama.

Di sinilah ruang digital berfungsi sebagai alun-alun baru. Bukan lagi ruang fisik, melainkan halaman for you yang dikurasi algoritma.

Bagi kreator, penggunaan bahasa Sunda juga menjadi pembeda di tengah lautan konten nasional. Dalam pasar yang padat, diferensiasi menentukan visibilitas. Identitas lokal justru memberi daya saing.

Momentum Ekonomi Ramadan

Ramadan bukan hanya musim spiritual, tetapi juga periode dengan aktivitas konsumsi tinggi. Produk kuliner, fesyen muslim, hingga kebutuhan rumah tangga meningkat. Kreator yang memiliki audiens loyal—terutama berbasis komunitas daerah—menjadi mitra potensial bagi pelaku usaha.

Endorse takjil lokal, promosi busana lebaran, atau program afiliasi kerap muncul menjelang buka. Konten ngabuburit menjadi etalase promosi yang terasa alami karena dibalut humor dan percakapan sehari-hari.

Bahasa Sunda memperkuat rasa percaya. Bagi pelaku UMKM di Jawa Barat, promosi dalam bahasa yang sama terasa lebih akrab dan meyakinkan. Ada kedekatan yang sulit digantikan oleh bahasa formal.

Namun, di balik peluang itu, muncul pertanyaan tentang batas antara ekspresi budaya dan komersialisasi.

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)

Tidak semua konten memuliakan tradisi. Ada pula yang menjadikan bahasa daerah sekadar pemancing tawa tanpa konteks. Ungkapan religius dipotong menjadi punchline, nilai Ramadan disederhanakan menjadi latar komedi.

Risiko lain adalah homogenisasi. Ketika satu format terbukti viral, ia ditiru berulang-ulang. Kreativitas bisa terjebak dalam pola yang sama. Budaya yang kaya direduksi menjadi template.

Meski begitu, dinamika ini menunjukkan satu hal: bahasa Sunda tidak tinggal diam di tengah arus digitalisasi. Ia beradaptasi.

Baca Juga: Dari Bolendrang, Kolek, hingga Bala-bala: 7 Makanan 'Wajib' Ramadan di Tanah Pasundan

Jika dulu ngabuburit berarti menunggu matahari tenggelam sambil berjalan di tepi lapangan, kini ia juga berarti menunggu azan sambil menonton layar. Tradisi tidak hilang; ia bergeser medium.

Di ruang digital, bahasa Sunda menemukan panggung baru. Ia hidup dalam potongan video 30 detik, dalam komentar yang saling menyahut, dalam tawa yang dibagikan lintas kota dan negara.

Alun-alun mungkin tidak selalu berupa tanah lapang. Kadang ia hadir dalam bentuk linimasa yang terus bergulir.

Dan menjelang magrib, ketika azan akhirnya terdengar, jempol berhenti sejenak. Layar diredupkan. Ngabuburit digital pun usai—untuk sementara. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Mei 2026, 20:19

Ketika Kemacetan Bisa Ditembus dengan Pengawalan

Fenomena pengawalan kendaraan di tengah kemacetan memunculkan persoalan keadilan ruang jalan, keselamatan lalu lintas, dan budaya privilese dalam sistem transportasi.

Rombongan kendaraan menembus antrean keluar Gerbang Tol Pasteur dengan bantuan pengawalan polisi. (Sumber: Dok. Penulis)
Wisata & Kuliner 14 Mei 2026, 17:18

Wisata Karang Tawulan, Pantai Tebing di Tasikmalaya dengan Lanskap Samudra Hindia

Karang Tawulan menawarkan panorama tebing karang, ombak besar Samudra Hindia, serta spot melihat Pulau Nusa Manuk dan situs ziarah ulama di Tasikmalaya selatan.

Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 15:40

Ketika GOR Saparua Bandung Berguncang oleh Deretan Rocker Kawakan

Atmosfer rock Bandung yang sedang bergairah membuat “Super Rock ’84” menjadi salah satu pertunjukan paling semarak.

Pentas musik Super Rock ’84 menghiasi halaman surat kabar INTI JAYA edisi Mei 1984, yang kala itu memberitakan gegap gempita konser rock di GOR Saparua Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 11:37

Simfoni Hijau Tanah Priangan: Mengupas Cita Rasa Kearifan Lokal Gastronomi Sunda

Tanah Priangan tidak hanya menjanjikan pemandangan hijau yang memanjakan mata, tetapi juga simfoni rasa yang berakar kuat pada kearifan lokal.

Makanan khas Sunda nasi tutug oncom, di Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Dudygr)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 10:49

6 Tahapan Sertifikasi Profesi BNSP, Fresh Graduate Wajib Tahu!

Masih bingung bagaimana alur sertifikasi profesi BNSP? Simak 6 tahapan sertifikasi profesi BNSP lengkap mulai dari pendaftaran, asesmen, hingga terbit sertifikat kompetensi resmi.

Ilustrasi wisuda kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Gül Işık)
Beranda 13 Mei 2026, 21:00

Satu Tahun ayobandung.id dan Krisis Ingatan Kota

Setahun ayobandung.id diperingati lewat seminar tentang krisis ingatan Kota Bandung, membahas toponimi, lingkungan, dan pentingnya menjaga hubungan warga dengan kotanya.

T. Bachtiar berfoto bersama mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran usai seminar tentang toponimi, lingkungan, dan krisis ingatan Kota Bandung di Jatinangor, Selasa (13/5/2026). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 20:39

KDM dan Mas Nunu di Tahun 1990-an

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore.

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore. (Sumber: Facebook | Foto: Jadulover)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 18:37

Panduan Wisata Situ Gede Tasikmalaya, Botram di Danau Kota dengan Lanskap Tenang

Panduan wisata Situ Gede Tasikmalaya, danau alami dengan Pulau Nusa, perahu wisata, serta kisah tradisi lisan tentang Eyang Prabudilaya.

Wisata Situ Gede Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 16:58

Bandung Lautan Sampah

Kota Bandung masih menghadapi tantangan serius dengan 200 ton sampah per hari tidak terangkut.

Tumpukan sampah di Pasar Gedebage. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 14:15

Peran dan Tantangan Perempuan Multiidentitas di Kota Bandung

Kota Bandung tidak lepas dari peran seorang perempuan baik sebagai penggerak ekonomi kreatif maupun keterlibatannya dalam bidang sosial yang tidak luput dri tantangan sebagai perempuan multiidentitas.

Acara Bedah Buku Multiidentitas Karya Zahid Ibrahim (Sabtu, 09 Mei 2026) Gramedia Merdeka Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 06:42

5 Pantai Pilihan di Pelabuhan Ratu Sukabumi yang Wajib jadi Itinerary Wisata

Rekomendasi 5 pantai di Pelabuhan Ratu Sukabumi dengan karakter berbeda, dari pantai ramah keluarga hingga spot surfing terbaik.

Wisata Pantai Karang Hawu Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 19:46

Lembangku Sayang, Lembangku Malang: Warga Lokal yang Termarjimalkan

Kawasan tempat tinggal saya sekarang di Lembang adalah sebuah tempat yang dahulunya hanyalah hutan belantara tak bertuan.

Tanjakan Cibogo tahun 1955. Masih kebun dan sawah, dan sekarang kebun semakin terdesak, sawah telah hilang. (Sumber: wereldculturn.nl)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 17:37

Pilihan 5 Destinasi Wisata Puncak yang Jadi Favorit Wisatawan

Rekomendasi 5 wisata pilihan di Puncak Bogor, dari Kebun Teh Gunung Mas hingga Telaga Warna dan Kebun Raya Cibodas.

Wisata Kebun Teh Gunung Mas di Puncak Bogor. (Sumber: PTPN I Regional 2)
Linimasa 12 Mei 2026, 14:07

Hikayat Asy Syifa, Pondok Pesantren Anak Usia Dini Pertama

Pesantren Asy Syifa di Ciamis menjadi pelopor pondok khusus anak usia SD dengan pendidikan mandiri dan Al Quran.

Pesantren Asy Syifa di Ciamis. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 13:58

Panduan Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon: Tiket, Sejarah, dan Spot Wajib Dikunjungi

Panduan lengkap wisata Keraton Kasepuhan Cirebon, mulai sejarah, tiket masuk, daya tarik, hingga tips berkunjung ke situs budaya tertua di kota.

Keraton Kasepuhan Cirebon. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 13:51

Halo-Halo Bandung, Tidak Sekadar Narasi

Lagu Halo-Halo Bandung tidak hanya sekadar lagu yang tersimpan dalam memori sejarah, dari semangat perjuangan itu melahirkan nilai kesadaran masyarakat, dan dengan kesabaran untuk merawat Bandung.

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 12 Mei 2026, 12:27

Dari Rak “Buku Seks” sampai Arab-Israel yang Sengaja Dipertemukan, Mengintip Sisi Eksentrik Batu Api

Warung Batu Api di Jatinangor menyimpan cara unik Anton Solihin menyusun buku, dari rak “buku seks” hingga koleksi Arab-Israel yang sengaja dipajang saling berhadapan.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 10:02

Pernikahan di Era Gen Z: Ibadah, Tekanan Sosial, atau Pelarian?

Di balik romantisasi cinta Gen Z, ada pergaulan bebas, tekanan mental, dan tingginya perceraian muda.

Pernikahan sebagai ikatan suci (Sumber: Pixeabay / Foto: WenPhotos) (Sumber: Pixeabay | Foto: WenPhotos)
Beranda 12 Mei 2026, 09:45

Bersama T. Bachtiar, Ayobandung.id dan Himse Unpad Bahas Bandung dari Nama hingga Jejak Bencana

Ayobandung.id dan Himse Unpad menghadirkan T. Bachtiar dalam seminar interaktif yang membahas Bandung dari nama wilayah, tanah, bencana, hingga ingatan kolektif masyarakat.

Seminar interaktif “Nama yang Bercerita” bersama T. Bachtiar akan membahas cara membaca Bandung Raya melalui tanah, bencana, dan ingatan kolektif di Aula PSBJ FIB Unpad Jatinangor, 13 Mei 2026.
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 08:51

Apakah Benar Gaji Dosen Rendah karena Kompetensinya?

Rendahnya gaji dosen tidak hanya soal kompetensi, tetapi juga dipengaruhi minimnya dana riset, beban birokrasi kampus, dan sistem pendidikan yang belum ideal.

Pernyataan Wamendiktisaintek, Stella Christie "Gaji rendah dosen karena tidak kompeten". (Sumber: TikTok/@alee.gresik)