Laporan Toxic 20 Ungkap Bahaya PLTU di Jawa Barat bagi Lingkungan dan Warga

2 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Diskusi publik yang digelar AJI, WALHI dan Trend Asia di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung, pada 9 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Diskusi publik yang digelar AJI, WALHI dan Trend Asia di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung, pada 9 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Tiga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Jawa Barat masuk dalam daftar Toxic 20, yakni 20 PLTU paling berbahaya di Indonesia. Temuan tersebut terungkap dalam diskusi publik yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama WALHI dan Trend Asia di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung, pada 9 Februari 2026.

Tiga PLTU yang masuk dalam daftar tersebut adalah PLTU Cirebon, PLTU Indramayu, dan PLTU Pelabuhan Ratu. Ketiganya dinilai memiliki dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, mengatakan laporan Toxic 20 menunjukkan bahwa PLTU batu bara masih menjadi salah satu sumber pencemar utama yang berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Dalam laporan tersebut, sejumlah PLTU di Jawa Barat tercatat masuk dalam kategori berisiko tinggi.

“PLTU bukan hanya soal penyediaan listrik, tetapi juga soal dampak kesehatan dan lingkungan yang ditanggung masyarakat di sekitarnya. Ini yang selama ini sering luput dari pembahasan kebijakan energi,” ujar Bayu dalam diskusi tersebut.

Bayu menjelaskan, laporan Toxic 20 disusun dengan mengompilasi berbagai indikator, mulai dari emisi pencemar udara, usia dan kapasitas PLTU, hingga potensi kerugian kesehatan jangka panjang yang harus ditanggung masyarakat. Namun, keterbatasan akses terhadap data emisi aktual dari pemerintah membuat pemetaan risiko masih bergantung pada perhitungan dan proyeksi berbasis metodologi independen.

Sementara itu, perwakilan WALHI Jawa Barat, Siti Hannah Alyadrus, menyampaikan bahwa dampak keberadaan PLTU batu bara telah lama dirasakan warga di berbagai wilayah Jawa Barat, terutama di sekitar Cirebon dan Indramayu.

Baca Juga: Alih-alih Transisi Energi, Co-firing Biomassa PLTU Jabar Picu Masalah Baru

Menurutnya, dampak tersebut tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga memengaruhi kesehatan dan mata pencaharian masyarakat.

“Warga yang tinggal di sekitar PLTU menghadapi penurunan kualitas lingkungan hidup, mulai dari pencemaran udara hingga terganggunya mata pencaharian nelayan dan petani,” kata Hannah.

Ia menambahkan, WALHI mencatat peningkatan keluhan gangguan pernapasan, seperti sesak napas dan asma, termasuk pada anak-anak yang tinggal di sekitar kawasan PLTU. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memperbesar beban kesehatan masyarakat dan negara.

Melalui laporan Toxic 20 dan diskusi publik ini, WALHI dan Trend Asia mendorong pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan energi, khususnya keberlanjutan operasional PLTU batu bara di Jawa Barat. Keduanya menilai perlindungan kesehatan warga dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi pertimbangan utama dalam arah transisi energi ke depan.

WALHI dan Trend Asia juga mendorong peran media untuk memperluas kampanye isu dampak PLTU dengan mengangkat cerita dan pengalaman warga terdampak. Mereka menilai, selama ini suara masyarakat di sekitar PLTU masih minim terdengar dalam kebijakan energi nasional.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)