Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

5 menit baca
Vania Ramadhani Sidiq
Ditulis oleh Vania Ramadhani Sidiq diterbitkan
Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)

Kemacetan lalu lintas merupakan fenomena yang sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Banyaknya kendaraan yang melintas pada waktu tertentu dapat membuat arus lalu lintas menjadi padat dan perjalanan terasa lebih lama. Kondisi ini juga dialami oleh masyarakat yang bepergian untuk bekerja, bersekolah, kuliah, maupun melakukan aktivitas lainnya. Salah satu kawasan di Bandung yang menarik untuk diamati adalah Bunderan Cibiru, yang menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah.

Untuk melihat kondisi lalu lintas di kawasan tersebut, pengamatan langsung dilakukan selama tiga hari, yaitu pada 27, 28, dan 29 Oktober 2026. Pengamatan ini dilengkapi dengan wawancara terhadap dua mahasiswa yang hampir setiap hari melewati Bunderan Cibiru, yaitu Zahra Annazwa Putri Indriani dan Ikhsan Nuralif. Hasil pengamatan dan wawancara memberikan gambaran mengenai kepadatan lalu lintas, waktu terjadinya kemacetan, serta pengaruhnya terhadap perjalanan menuju kampus.

Kepadatan Lalu Lintas Berbeda pada Setiap Waktu

Pada Selasa, 27 Oktober 2026, pengamatan dilakukan pukul 06.00 WIB dan 16.00 WIB. Kondisi lalu lintas pada kedua waktu tersebut terlihat padat dan macet. Kendaraan masih dapat bergerak, tetapi hanya maju secara perlahan. Kepadatan pada pukul 06.00 WIB terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan pukul 16.00 WIB. Pada pengamatan sore hari, hujan dengan intensitas cukup deras turut menyertai kondisi lalu lintas.

Pengamatan pada Rabu, 28 Oktober 2026, dilakukan pukul 07.00 WIB dan 11.00 WIB. Pada pagi hari, Bunderan Cibiru terlihat padat dan dipenuhi berbagai jenis kendaraan, seperti mobil, angkutan umum, elf, dan sepeda motor. Sepeda motor terlihat paling banyak mendominasi arus lalu lintas. Sementara itu, pada pukul 11.00 WIB, kondisi lalu lintas tidak sepadat pada pagi hari, meskipun masih banyak kendaraan yang melintas.

Pada Kamis, 29 Oktober 2026, pengamatan dilakukan pukul 06.00 WIB dan 14.00 WIB. Pada pukul 06.00 WIB, kondisi lalu lintas kembali terlihat padat dan macet. Sebaliknya, pada pukul 14.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas tidak terlalu banyak dibandingkan dengan kondisi pagi hari. Secara keseluruhan, pengamatan selama tiga hari menunjukkan bahwa kepadatan berbeda pada setiap waktu pengamatan dan cenderung lebih tinggi pada pagi hari.

Pengalaman Pengguna Jalan

Narasumber pertama, Zahra Annazwa Putri Indriani merupakan mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang tinggal di Rancaekek. Ia hampir setiap hari melewati Bunderan Cibiru untuk menuju kampus di Cipadung, Cibiru. Menurut pengalamannya, kepadatan sering terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.00–07.00 WIB, khususnya dari arah Cinunuk menuju Cibiru. Ia juga merasakan kepadatan pada sore hari sekitar pukul 15.00–18.00 WIB.

Zahra menilai kemacetan cukup mengganggu, terutama ketika banyak pengendara motor melintasi kawasan tersebut secara bersamaan. Ia juga menceritakan bahwa beberapa mobil elf dan angkutan umum terkadang berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Menurut pengalamannya, kondisi tersebut dapat menambah kepadatan dan mengganggu kelancaran kendaraan lain.

Kepadatan lalu lintas terkadang membuat Zahra terlambat sampai di kampus, terutama pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Ia juga merasa perilaku sebagian pengendara motor yang menerobos celah sempit di antara kendaraan dapat mengganggu pengendara lain. Selain itu, Zahra merasakan ketidaknyamanan akibat polusi udara ketika terjebak dalam kepadatan kendaraan.

Narasumber kedua, Ikhsan Nuralif, merupakan mahasiswa Universitas Islam Nusantara yang tinggal di Cikutra, Bandung. Ia hampir setiap hari melewati Bunderan Cibiru untuk menuju kampusnya di Sekejati, Buah Batu. Ia biasanya melintasi kawasan tersebut sekitar pukul 07.00 WIB dan pukul 14.00 WIB.

Menurut Ikhsan, lalu lintas cenderung padat ketika terjadi kemacetan, tetapi kendaraan biasanya masih dapat bergerak secara perlahan. Ia juga mengamati bahwa kendaraan roda dua mendominasi arus lalu lintas. Selain itu, beberapa mobil elf dan angkutan kota terkadang menghalangi kendaraan lain sehingga kemacetan terasa semakin parah, khususnya bagi pengendara mobil.

Bagi Ikhsan, kepadatan kendaraan pada waktu berangkat membuat perjalanan menuju kampus menjadi kurang lancar. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perjalanan membutuhkan waktu lebih lama dan membuat waktu yang tersedia untuk menuju kampus menjadi terbatas.

Persamaan dan Perbedaan Pengalaman

Pengalaman Zahra dan Ikhsan memiliki beberapa persamaan. Keduanya hampir setiap hari melewati Bunderan Cibiru untuk menuju kampus dan sama-sama merasakan kepadatan lalu lintas, terutama pada pagi hari. Keduanya juga menyebutkan dominasi kendaraan roda dua serta keberadaan kendaraan angkutan yang terkadang menghalangi arus kendaraan sebagai bagian dari kondisi yang mereka alami.

Meski demikian, terdapat perbedaan dalam hal yang paling mereka rasakan. Zahra lebih menyoroti kemungkinan terlambat sampai di kampus, perilaku sebagian pengendara motor, serta ketidaknyamanan akibat polusi udara. Sementara itu, Ikhsan lebih menekankan perbedaan kondisi lalu lintas antara pukul 07.00 WIB dan pukul 14.00 WIB serta pengaruh kepadatan terhadap kelancaran waktu perjalanan.

Jika dibandingkan dengan pengamatan langsung, pengalaman kedua narasumber sejalan dengan kondisi padat yang ditemukan pada pagi hari selama pengamatan. Namun, pengalaman mereka tetap merupakan keterangan pribadi, sedangkan pengamatan langsung hanya menggambarkan kondisi pada tanggal dan jam yang telah ditentukan. Oleh karena itu, temuan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi lalu lintas, tetapi belum dapat digunakan untuk menyimpulkan pola kemacetan setiap hari secara keseluruhan.

Kemacetan dalam Perjalanan Sehari-hari

Berdasarkan pengamatan selama tiga hari dan wawancara dengan dua pengguna jalan, kemacetan di Bunderan Cibiru terlihat melalui kepadatan kendaraan dan pergerakan lalu lintas yang lambat pada waktu-waktu tertentu. Pengamatan menunjukkan bahwa kondisi lalu lintas pada pagi hari cenderung lebih padat dibandingkan beberapa waktu menjelang siang atau siang hari. Sementara itu, pengalaman Zahra dan Ikhsan memperlihatkan bahwa kepadatan dapat memengaruhi waktu tempuh, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan menuju kampus.

Keberadaan kendaraan angkutan yang berhenti atau menghalangi arus lalu lintas juga menjadi salah satu hal yang disoroti oleh kedua narasumber berdasarkan pengalaman mereka. Meski begitu, pengamatan dan wawancara dalam artikel ini terbatas pada tiga hari pengamatan dan dua narasumber, sehingga hasilnya tidak mewakili seluruh pengguna jalan maupun seluruh kondisi lalu lintas di Bunderan Cibiru.

Pada akhirnya, kemacetan di Bunderan Cibiru bukan hanya terlihat dari padatnya kendaraan di jalan, tetapi juga dari pengalaman masyarakat yang menghadapinya dalam perjalanan sehari-hari. Pengamatan langsung dan cerita dua pengguna jalan memberikan gambaran lebih dekat mengenai bagaimana kepadatan lalu lintas dapat memengaruhi waktu, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan mereka. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)