Komunikasi dengan Alam

4 menit baca
Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan
Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)

Prediksi Indonesia akan menjadi negara gelap rupanya sudah menjadi kenyataan. Di beberepa daerah Indonesia sudah mulai gelap dengan kepulan asap kebakaran hutan. Indonesia pun kembali menjadi perbincangan negara-negara lain, karena masalah kebakaran hutan. Banyak negara yang simpati dan bersedia membantu menyelesaikan masalah kebakaran hutan. Ada juga negara tetangga yang komplain karena terganggu asap yang merusak aktivitas masyarakatnya.

Bencana kebakaran hutan di Indonesia ini bukan yang pertama kali. Hampir setiap musim kemarau, rakyat Indonesia disibukkan dengan memadamkan api. Kebakaran hutan tahun 2026 merupakan yang terparah pada beberapa tahun terakhir, ada peningkatan 69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sistem pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 202.010,96 hektare lahan terbakar di Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Nusa Tenggara Timur urutan teratas, dan di beberapa daerah lainnya dengan kebakaran hutan yang relatif lebih kecil. Dan tentu saja kebakaran hutan ini merugikan kesehatan, dan masyarakat menjadi terganggu dalam menjalankan aktivitasnya, sehingga ekonomi pun terdampak.

Belum asap reda namun ancaman banjir dan longsor dan  sudah di depan mata. Banjir dan longsor juga hujan hanyalah pemicu. Hutan yang gundul karena alih fungsi lahan dan permukiman di sejumlah wilayah, diduga memperbesar limpasan air sehingga banjir menjadi jauh lebih dahsyat. Kebakaran di musim kemarau dan banjir di musim hujan adalah dua masalah yang sebetulnya sumber masalahnya satu alam yang sudah dirusak. Manusia merupakan perusak alam. Karena perilaku dan kepentingannya, manusia merusak alam. BNPB menegaskan bahwa 99 persen hutan yang terbakar ini sebagai akibat dari ulah manusia, sementara kebakaran hutan akibat hutan itu sendiri hanya satu persen. Manusia berfikir mudah dan praktis. Mengubah hutan menjadi lahan pertanian dan perubahan hanya dengan api. Manusia tidak berfikir dampak jangka panjang, dan resiko besar yang diakibatkan cara yang dipakainya.

Karena akar masalah kebakaran hutan, banjir dan longsor akibat dari perilaku manusia, maka untuk solusinya ialah memberikan pesan pada manusia untuk memperbaiki mereka berkomunikasi dengan alam. Kita bisa mengadopsi gagasan komunikasi lingkungan dari Robert Cox (2013) dalam Environmental Communication and the Public Sphere, yang membedakan komunikasi lingkungan menjadi dua fungsi, yaitu fungsi pragmatis untuk mendidik, memperingatkan, dan membujuk manusia agar menjaga lingkungan; serta fungsi konstitutif yaitu membentuk cara kita memaknai dan melakukan hubungan dengan alam.

Sementara itu, komunikasi lingkungan yang seringkali dipakai ialah komunikasi kebencanaan yang reaktif. Ramai-ramai ketika kebakaran atau bajir melanda, tidak lama kemudian sepi saat musim berubah. Sebaiknya lakukan edukasi tentang memelihara alam agar tidak mudah terbakar, tidak mudah longsor. Ajarkan juga cara menjaga kelestarian alam agar bisa berdampak positif pada lingkungan sekitarnya. Peringatkan manusia untuk tidak menebang pohon sembarangan, memperingatkan agar tidak membakar hutan sembarangan. Membujuk manusia agar mau menggunakan lahan tempat tinggal atau membuka lahan untuk pertanian yang tidak berdampak atau berbahaya pada kerusakan alam, dan mengajak manusia untuk menggunakan alam agar tetap Lestari dan bermanfaat untuk manusia sendiri.

Pesan-pesan dari pemerintah seringkali hanya himbauan, tidak menguraikan risiko dari kebakaran dan banjir, dan apa yang harus dilakukan warga sebelum dan sesudah terjadi kebakaran dan banjir atau longsor. Informasi tidak cukup berhenti pada pemberitahuan bahaya, informasi harus membantu warga memahami risiko dan menentukan tindakan. Info-info dari BMKG harus dijadikan rujukan dalam menentukan tindakan awal, bukan berita laporan cuaca yang tidak berdampak dan lewat begitu saja.

Bangun komunikasi persuasif secara real-time dan intensif jauh sebelum bencana kebakaran dan kebanjiran melanda. Ada komunikator yang memproduksi dan menggerakkan pesan yang disebarkan ke berbagai WhatsApp, media sosial, media main stream, berbagai papan penguman, lembaga-lemgaga pendidikan formal maupun informal, libatkan juga influencer agar mereka mau melakukan kampenya menjaga alam sehingga bisa mengubah masyarakat yang tadinya apatis menjadi proaktif untuk ikut terlibat dalam pemeliharaan alam.

Libatkan komunikator yang memiliki kredibilitas sehingga dipercaya publik mulai dari presiden, gubernur, bupati, kepala desa, tokoh adat, ulama dan pendeta, guru yang lebih didengar daripada baliho, yang terus mengingatkan agar menjaga alam di mana pun kapan pun. Baik di mimbar khutbah, majelis taklim, dan forum adat bisa menjadi saluran komunikasi pendidikan lingkungan, sehingga bisa menanamkan bahwa merusak hutan adalah perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul. Pemerintah pusat dan daerah perlu membuat kalender komunikasi lingkungan yang benar-benar terencana dan jangan berhenti, karena bencana bisa datang kapan saja.

Netizen dan media perlu memviralkan masalah kebakaran hutan dan kebanjiran agar tidak terjadi lagi. Netizen dan media menelusuri konsesi yang berulang terbakar, memantau proses hukum, dan memberitakan daerah yang berhasil mencegah kebakaran dan kebanjiran, bukan hanya memotret api dan pengungsi. Dengan adanya pemberitaan keberhasilan memadamkan atau mencegah kebakaran dan kebanjiran, bisa menginspirasi bagaimana caranya agar tidak terjadi kebakaran dan kebanjiran lagi di daerah lain.

Dengan memberlakukan komunikasi lingkungan sepanjang masa, mudah-mudahan tidak ada lagi musim kebakaran, musim banjir, musim langsor, yang ada ialah musim kemarau dan musim hujan sebagai ciri khas negara Indonesia sebagai negara tropis. Mari kita investasikan komunikasi lingkungan untuk masa depan kehidupan anak cucu kita. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 14:09

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos

Menyoroti fenomena bansos bagi pelaku judi online

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 13:10

Instrumen Bumi sebagai Komposisi Sorawatu

Setiap bunyi dihasilkan dari gelombang suara, mengontruksi logika rasa manusia. Getaran batu di pukul memiliki frekuensi yang mampu memicu ketenangan batin.

Gamelan Sorawatu. (Foto: Penulis)
Beranda 30 Okt 2026, 12:02

AMSI Awards 2026 Apresiasi Inovasi 10 Media Siber Indonesia

AMSI Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026

Para pemenang di malam penghargaan AMSI Awards 2026 berpose bersama setelah acara, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) malam WIB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 11:45

Cicadas Camping Ground: Tempat Kemah Super Luas di Sumedang

Cicadas Campimg Ground tempat kemah yang luas dan asri. Cocok untuk berkegiatan bareng teman, keluarga atau pasangan. Fasilitasnya juga lengkap.

Lapangan tempat kemah,di  kawasan Cicadas Camping Ground, Sumedang.