Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

5 menit baca
Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan
Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)

Kasus kebakaran bisa berawal dari hal sederhana dan terjadi secara tiba-tiba. Misalnya terjadi saat kompor yang ditinggalkan saat memasak, selang gas yang tidak layak, atau instalasi listrik bermasalah dapat menjadi sumber bahaya ketika luput dari perhatian.

Di lingkungan kerja, risiko serupa bisa muncul akibat peralatan yang tidak terawat, bahan mudah terbakar yang disimpan sembarangan, hingga minimnya pengetahuan karyawan dalam menghadapi keadaan darurat.

Karena itu, melindungi Kota Bandung dari ancaman kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan petugas damkar (pemadam kebakaran) yang datang ketika api sudah membesar. Pencegahan perlu menjadi budaya bersama, baik di rumah maupun di tempat kerja, melalui penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), edukasi, pemeriksaan rutin, serta pelatihan penanggulangan kebakaran.

Kebakaran bukan hanya persoalan munculnya api, melainkan juga persoalan kesiapan manusia dalam mengenali bahaya dan mengambil keputusan yang tepat. Sebuah gedung dapat memiliki peralatan proteksi yang memadai, tetapi tetap berisiko tinggi apabila penghuninya tidak memahami prosedur evakuasi, tidak mengetahui lokasi alat pemadam, atau panik ketika alarm berbunyi.

Kesiapan peralatan dan personal damkar kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Kesiapan peralatan dan personal damkar kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)

Budaya K3 Harus Dimulai dari Tempat Kerja

Kantor, pabrik, hotel, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan publik perlu menjadikan pencegahan kebakaran sebagai bagian penting dari budaya K3. Keselamatan tidak cukup diwujudkan melalui pemasangan poster atau penyediaan alat pemadam api ringan (APAR). Setiap orang harus memahami risiko di lingkungan kerjanya dan mengetahui tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

Perusahaan dan instansi perlu melakukan pemeriksaan instalasi listrik, memastikan peralatan berfungsi dengan baik, mengatur penyimpanan bahan mudah terbakar, serta menjaga jalur evakuasi agar tidak terhalang barang. Area dapur, ruang penyimpanan, ruang panel listrik, bengkel, dan tempat produksi memerlukan perhatian khusus sesuai tingkat risikonya.

Pelatihan kebakaran juga harus diberikan secara berkala. Karyawan perlu berlatih menggunakan APAR, mengenali alarm, mengikuti jalur evakuasi, dan menuju titik kumpul. Pengelola gedung harus menetapkan petugas tanggap darurat dengan pembagian tugas yang jelas, termasuk memandu evakuasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Latihan tersebut sebaiknya melibatkan instruktur kompeten dan disesuaikan dengan karakteristik tempat kerja. Simulasi tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi perlu dievaluasi untuk mengetahui kelemahan prosedur yang masih harus diperbaiki.

Ilustrasi mengenal cara kerja APAR untuk pelatihan penaggulangan kebakaran (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ilustrasi mengenal cara kerja APAR untuk pelatihan penaggulangan kebakaran (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)

Mengenal APAR dan Fungsinya

APAR merupakan alat pemadam api ringan yang dirancang untuk menangani kebakaran pada tahap awal. Peralatan ini harus tersedia di lokasi yang mudah dijangkau, sesuai dengan potensi bahaya, dan tidak terhalang perabot atau barang lainnya. Pemeriksaan rutin juga diperlukan untuk memastikan kondisi tabung, segel, selang, indikator tekanan jika tersedia, serta masa pemeriksaannya sesuai ketentuan produsen.

Secara umum, terdapat beberapa jenis APAR dengan fungsi berbeda.

APAR berbahan air terutama digunakan untuk kebakaran bahan padat seperti kertas, kayu, dan kain, sesuai klasifikasi serta petunjuk pada alat. APAR serbuk kimia kering atau dry chemical powder dapat digunakan pada berbagai jenis kebakaran, bergantung pada klasifikasi produknya. APAR karbon dioksida (CO₂) lazim digunakan pada kebakaran peralatan listrik yang masih bertegangan dan cairan mudah terbakar tertentu. Sementara itu, APAR berbahan kimia basah atau wet chemical dirancang khusus untuk kebakaran minyak dan lemak masak, seperti yang berpotensi terjadi di dapur komersial.

Tidak semua APAR cocok untuk setiap jenis kebakaran. Air tidak boleh disiramkan pada minyak goreng yang terbakar atau peralatan listrik yang masih bertegangan karena dapat memperparah keadaan dan membahayakan manusia. Karena itu, pekerja perlu membaca label klasifikasi kebakaran pada tabung dan memahami penggunaannya melalui pelatihan.

Empat Langkah Praktis Menggunakan APAR

Pada banyak APAR, prosedur dasar penggunaan dikenal dengan prinsip PASS, yakni Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep. Dalam bahasa sederhana, langkahnya sebagai berikut.

Pertama, tarik pin pengaman pada APAR. Pegang tabung dengan mantap dan pastikan alat siap digunakan sesuai petunjuk produsennya.

Kedua, arahkan ujung selang atau nosel ke pangkal api, bukan ke bagian atas nyala api. Tujuannya agar media pemadam mencapai sumber pembakaran.

Ketiga, tekan tuas pemadam untuk mengeluarkan media pemadam. Pegang alat dengan posisi stabil dan perhatikan arah angin, terutama ketika berada di luar ruangan.

Keempat, sapukan semprotan dari sisi ke sisi pada pangkal api hingga api padam. Pertahankan jarak sesuai petunjuk pada alat dan mundurlah dengan hati-hati apabila api tidak segera terkendali.

Prosedur tersebut hanya boleh dilakukan jika kebakaran masih kecil, jenis APAR sesuai, pengguna telah memahami cara pengoperasiannya, dan jalur keluar tetap tersedia di belakang pengguna. Alarm harus dibunyikan dan bantuan dipanggil sesuai prosedur darurat. Apabila api membesar, asap semakin pekat, panas tidak tertahankan, atau jalur keluar terancam, segera tinggalkan area dan lakukan evakuasi. Jangan mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan barang.

Khusus kebakaran minyak goreng, jangan menyiramnya dengan air. Jika aman, matikan sumber panas tanpa mendekati api secara berbahaya dan gunakan penutup yang sesuai untuk menutup wadah. Jangan memindahkan wadah yang terbakar. APAR yang sesuai hanya digunakan oleh orang terlatih dalam kondisi aman.

Memperluas Perlindungan hingga Lingkungan Warga

Upaya membangun budaya pencegahan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada petugas pemadam kebakaran. Keterbatasan personal dan luasnya wilayah pelayanan membuat partisipasi masyarakat menjadi sangat penting.

Salah satu bentuk partisipasi tersebut adalah Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Relawan dapat membantu mengedukasi warga, mengenali titik rawan kebakaran, memeriksa kesiapan sarana proteksi, dan menyampaikan informasi bahaya kepada pihak berwenang. Namun, tindakan pemadaman tetap harus disesuaikan dengan kompetensi, peralatan, dan kondisi keselamatan.

Di Kota Bandung, pendekatan kewilayahan melalui koordinasi antara dinas, kecamatan, kelurahan, dan masyarakat juga perlu diperkuat. Edukasi dapat menjangkau permukiman padat, kawasan perdagangan, rumah kos, sekolah, dan tempat kerja yang memiliki karakteristik risiko berbeda.

Pencegahan dari lingkungan rumah pun tidak kalah penting. Warga perlu memeriksa selang dan regulator gas, menghindari penggunaan stop kontak secara berlebihan, tidak meninggalkan kegiatan memasak tanpa pengawasan, serta memastikan akses keluar rumah tidak terhalang.

Bandung yang Tangguh Dimulai Sebelum Api Menyala

Ketangguhan kota menghadapi kebakaran tidak hanya diukur dari kecepatan petugas tiba di lokasi. Ketangguhan juga terlihat dari kemampuan masyarakat mencegah kebakaran, mengenali tanda bahaya, menggunakan APAR secara tepat, dan melakukan evakuasi dengan tertib.

Karena itu, pelatihan K3 dan penanggulangan kebakaran perlu menjadi investasi keselamatan jangka panjang. Perusahaan, instansi pemerintah, pengelola gedung, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus membangun kebiasaan belajar dari risiko serta memperbaiki prosedur keselamatan secara berkala.

Keberhasilan pencegahan justru sering kali tidak terlihat oleh publik. Tidak ada kobaran api, tidak ada sirine, dan tidak ada kerugian yang harus ditanggung karena potensi bahaya berhasil dikenali sejak awal.

Sebelum sirine berbunyi, ada tanggung jawab bersama untuk menjaga keselamatan. Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung dapat membangun lingkungan permukiman serta tempat kerja yang lebih aman dari ancaman kebakaran. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)