Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

3 menit baca
Meyliana Sofiyanti
Ditulis oleh Meyliana Sofiyanti diterbitkan
Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)

Di tengah terjadinya krisis iklim yang semakin nyata, peran kampus dalam pelestarian lingkungan menjadi hal yang sangat penting. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan. Ungkapan “hijaukan kampus, selamatkan bumi!” tidak seharusnya berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi dorongan untuk membangun perubahan sistem, budaya, dan pendidikan ke arah yang lebih berkelanjutan.

Menanggapi hal ini, UIN SGD Bandung menunjukkan komitmennya melalui program Green Campus. Dilansir dari green.uinsgd.ac.id, komitmen ini diwujudkan melalui pembentukan Tim Task Force UI Green Metric UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2024 dengan visi menjadi tim penggerak utama dalam mewujudkan kampus hijau yang islami dan berkelanjutan, selaras dengan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin.

Tak hanya itu, komitmen tersebut juga tercermin dalam capaian UIN SGD Bandung pada UI GreenMetric 2026. Masih melansir dari sumber yang sama, universitas ini memperoleh total skor 6.550 dan menempati peringkat ke-670 dunia, peringkat ke-397 di Asia, dan peringkat ke-75 di tingkat nasional. Capaian ini menunjukkan upaya UIN SGD Bandung dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.

Meski demikian, capaian tersebut bukanlah akhir dari upaya mewujudkan kampus hijau. Komitmen terhadap keberlanjutan perlu terus diwujudkan ke dalam kebijakan dan praktik yang nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. Dengan demikian, keberhasilan Green Campus tidak hanya dilihat dari capaian peringkatnya, tetapi juga dari konsistensi penerapan kebijakan dan keterlibatan warga kampus dalam menjaga lingkungan.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah transportasi. Dalam laman yang sama, UIN SGD Bandung menerapkan kebijakan transportasi berkelanjutan dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi, mendorong budaya berjalan kaki, serta menyediakan fasilitas ramah lingkungan bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Namun, pada kenyataannya, dilansir dari uinsgd.ac.id, sepeda motor masih menjadi kendaraan yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa UIN SGD Bandung. Disebutkan juga bahwa area parkir selalu dipenuhi ratusan kendaraan setiap harinya, terlebih pada jam kuliah pagi dan siang hari. Kondisi ini membawa kita ke dalam sebuah pertanyaan tentang sejauh mana kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi diterapkan.

Kepadatan area parkir tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi penerapan transportasi berkelanjutan di lingkungan kampus. Kebijakan pembatasan kendaraan pribadi perlu diiringi dengan penyediaan pilihan mobilitas yang dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa. Sebab, keputusan menggunakan kendaraan pribadi tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan semata, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh jarak tempuh, waktu perjalanan, kenyamanan, keamanan, dan ketersediaan transportasi alternatif.

Baca Juga: Gambut Oh Gambut

Hal ini selaras dengan penelitian Rustomo dkk., (2015) yang membahas pemilihan moda transportasi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa waktu perjalanan menjadi faktor penting dalam pemilihan jenis transportasi mahasiswa. Maka, upaya membangun transportasi kampus yang berkelanjutan perlu mempertimbangkan kebutuhan pengguna, bukan hanya mengandalkan imbauan.

Dalam konteks UIN SGD Bandung, kondisi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana fasilitas pendukung transportasi berkelanjutan telah memenuhi kebutuhan warga kampus. Karena itu, upaya mewujudkan transportasi berkelanjutan perlu dilakukan melalui langkah-langkah yang lebih konkret. Kampus dapat mengevaluasi aksesibilitas jalur pejalan kaki, meningkatkan fasilitas bagi pesepeda, serta mengkaji kemungkinan penyediaan atau penguatan transportasi bersama sesuai kebutuhan dan kemampuan universitas.

Pada akhirnya, keberhasilan kampus dalam mengupayakan pelestarian lingkungan tidak berhenti pada pemeringkatan, tapi juga dilihat dari sejauh mana kebijakan tersebut berhasil diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. Capaian UIN SGD Bandung patut diapresiasi, tapi upaya tersebut perlu dibarengi dengan evaluasi terhadap kebijakan dan fasilitas yang tersedia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 16:36

Mitigasi Perundungan di Ruang Pendidikan

520 laporan perundungan di perguruan tinggi menjadi tolok ukur bahwa perundungan di perguruan tinggi pun memberikan gambaran bahwa ruang pendidikan aman belum bisa diciptakan.

Ilustrasi perundungan. (Sumber: Pexels/Nothing Ahead)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 15:42

Kelas Menengan Pilih Sekolah Negeri atau Swasta?

Refleksi terhadap dunia pendidikan Indonesia hari ini

Kelas Menengah Pilih Sekolah Swasta atau Negeri? (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 15:10

Bunderan Cibiru Belum Bebas Macet, Apa yang Perlu Dibenahi?

Kemacetan Bunderan Cibiru bukan sekadar soal padatnya kendaraan. Penyempitan jalan dan aktivitas di tepi jalan turut menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)