Bunderan Cibiru Belum Bebas Macet, Apa yang Perlu Dibenahi?

2 menit baca
Adisty Dhona Restu Ramadhani
Ditulis oleh Adisty Dhona Restu Ramadhani diterbitkan
Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)

Bagi pengguna jalan yang melintasi kawasan Bandung Timur, kemacetan di Bunderan Cibiru bukanlah pemandangan yang asing.

Pada jam-jam sibuk, terutama ketika aktivitas masyarakat mulai berakhir pada sore hari, kendaraan dari berbagai arah memadati jalan.

Perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu singkat pun bisa melambat ketika arus kendaraan mulai mengantre.

Kepadatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan banyaknya kendaraan yang melintas. Kondisi jalan dan aktivitas di sepanjang jalur Cibiru-Cileunyi juga turut memengaruhi kelancaran lalu lintas.

Mulai dari penyempitan ruas jalan, kendaraan yang keluar-masuk persimpangan, hingga aktivitas antar-jemput siswa menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukup 16.40 WIB (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)

Salah satu penyebab kemacetan adalah penyempitan jalur setelah Bunderan Cibiru. Menurut pemberitaan detikJabar pada Juli 2025, arus dari Jalan Soekarno-Hatta yang semula memiliki 4 lajur menyempit menjadi dua lajur di ruas Cibiru-Cileunyi.

Penyempitan lajur dan pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah membuat lalu lintas semkain padat, terutama pada jam sibuk.

Aktivitas antar-jemput siswa turut memengaruhi kelancaran lalu lintas. Pemberitaan detikJabar pada Juli 2025 mencatat bahwa kendaraan orang tua kerap berhenti di bahu jalan.

Sementara, aktivitas penyeberangan siswa dan orang tua membuat kendaraan melambat. Kondisi ini dapat memperparah kemacetan, terutama saat jam masuk dan pulang sekolah.

Selain aktivitas sekolah, angkutan kota dan elf yang berhenti untuk menunggu penumpang juga menjadi penyebab kepadatan.

Berbagai hambatan tersebut saling berkaitan. Penyempitan jalan, kendaraan yang berhenti, dan pertemuan arus dari persimpangan dapat memperlambat lalu lintas dan membuat kepadatan semakin sulit diurai.

Persoalan ini telah mendapat perhatian dari pihak terkait. Pada Juli 2025, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat juga menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk Bunderan Cibiru, serta menegur pengemudi angkot yang parkir di badan jalan.

Baca Juga: Anak Muda Sunda Harus Bisa Bahasa Jepang, tetapi Masih Bisakah Berbahasa Sunda?

Meski pengaturan lalu lintas dan penertiban telah dilakukan, penyempitan jalan, aktivitas sekolah, serta kendaraan yang keluar-masuk akses lain masih menjadi hambatan.

Karena itu, penanganan kemacetan perlu disesuaikan dengan kondisi dan waktu terjadinya kepadatan, bukan hanya mengandalkan penertiban sesekali.

Penanganan kemacetan dapat dilakukan melalui penataan lokasi antar-jemput siswa, pengaturan tempat berhenti angkutan umum, serta pengawasan pada jam sibuk.

Evaluasi titik penyempitan jalan dan persimpangan secara berkala, disertai koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan pengelola sekolah, juga diperlukan agar pengaturan lalu lintas lebih efektif.

Kemacetan Bunderan Cibiru tidak akan teratasi hanya dengan penertiban sesaat. Diperlukan penanganan yang konsisten dan menyeluruh agar berbagai hambatan lalu lintas dapat dikurangi dan kelancaran masyarakat lebih terjamin. (*)

Sumber Referensi

  1. detikJabar — Jalan Cileunyi-Cibiru yang Menguji Kesabaran (18 Juni 2025).

    https://www.detik.com/jabar/berita/d-7969588/jalan-cileunyi-cibiru-yang-menguji-kesabaran

  2. detikJabar — Dishub Minta Angkutan Umum Tak Berhenti Sembarangan di Cibiru (29 Maret 2025).

    https://www.detik.com/jabar/berita/d-7847317/dishub-minta-angkutan-umum-tak-berhenti-sembarangan-di-cibiru

  3. Tribratanews Polda Jabar — Polda Jabar Tertibkan Parkir Sembarangan di Bundaran Cibiru, Dukung Operasi Patuh Lodaya 2025 (15 Juli 2025).

    https://tribratanews.jabar.polri.go.id/polda-jabar-tertibkan-parkir-sembarangan-di-bundaran-cibiru-dukung-operasi-patuh-lodaya-2025

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 16:36

Mitigasi Perundungan di Ruang Pendidikan

520 laporan perundungan di perguruan tinggi menjadi tolok ukur bahwa perundungan di perguruan tinggi pun memberikan gambaran bahwa ruang pendidikan aman belum bisa diciptakan.

Ilustrasi perundungan. (Sumber: Pexels/Nothing Ahead)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 15:42

Kelas Menengan Pilih Sekolah Negeri atau Swasta?

Refleksi terhadap dunia pendidikan Indonesia hari ini

Kelas Menengah Pilih Sekolah Swasta atau Negeri? (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 15:10

Bunderan Cibiru Belum Bebas Macet, Apa yang Perlu Dibenahi?

Kemacetan Bunderan Cibiru bukan sekadar soal padatnya kendaraan. Penyempitan jalan dan aktivitas di tepi jalan turut menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 13:49

Anak Muda Sunda Harus Bisa Bahasa Jepang, tetapi Masih Bisakah Berbahasa Sunda?

Bahasa Jepang mempunyai nilai ekonomi yang mudah terlihat. Bahasa Sunda tidak selalu menawarkan imbalan material yang langsung terasa. Lalu, untuk apa mempelajari bahasa Sunda?

Ilustrasi anak muda Sunda yang bekerja di Jepang. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 11:47

Pembinaan Akar Rumput dan Stadion Masa Depan di Bandung

Sepak bola Bandung tidak hanya hidup pada hari pertandingan Persib. Ia juga hidup di lapangan sekolah, permukiman, klub kecil, dan tempat anak-anak belajar menendang bola.

Ilustrasi pembinaan sepak bola dari akar rumput (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 10:02

Kehilangan Adik: Ketika Uang lebih Berkuasa dibandingkan Keselamatan

Pihak berwajib yang seharusnya menjadi penolong dan pengayom masyarakat justru seringkali terus meminta yang bukan menjadi haknya.

Orang Hilang (Karimah Az-Zahra) (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 20:14

Pengalaman Memandu SMP Athirah Makassar (Bagian #2)

Ketika berkeliling istana, saya seperti memasuki dimensi abad ke-19. Pilar-pilar besar seperti mengucapkan selamat datang kepada kami.

Para pemandu CV Shakha Pesona dalam pemanduan SMP Athirah Makassar. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 18:15

Zona Merah, Konflik yang Tak Kunjung Usai: Ojol dan Opang Butuh Aturan yang Adil

Konflik ojol dan opang di Bandung menunjukkan pentingnya aturan zona merah yang jelas dan adil. Mediasi saja tidak cukup; keselamatan dan kepastian akses harus dijamin bagi semua pihak.

Ilustrasi pangkalan ojek konvensional di kawasan Bandung. (Sumber: Google Maps (Street View). | Foto: Google Street View)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 17:07

Mewujudkan RTH Pasirwangi yang Berkelanjutan

Merawat RTH Pasirwangi sebagai investasi jangka panjang.

Walikota Bandung M Farhan saat meresmikan RTH Pasirwangi. (Sumber: Bandung.go.id)
Seni Budaya 19 Okt 2026, 16:20

Yamko Rambe Yamko dan Teka-Teki Identitas Papua

Yamko Rambe Yamko dikenal sebagai lagu daerah Papua. Namun, sejumlah seniman Papua mempertanyakan bahasa, asal-usul, dan sejarah di balik lagu populer ini.

Tarian Yamko Rambe Yamko (Sumber: Enhanced from Indonesia Kaya)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 16:08

Mitigasi Banjir Cibiru Tak Cukup Diatasi dengan Drainase

Mitigasi banjir Cibiru mesti disesuaikan dengan persoalan tata ruang, ekologi, infrastruktur, dan koordinasi antar pemda.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru pada Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 15:37

Iklan Pengobatan Tradisional di Kota Bandung Era 1980–1990-an

Pada era 1980–1990-an, koran-koran yang terbit di Bandung, seperti Pikiran Rakyat, Bandung Pos, Mandala, dan Gala, cukup sering memuat iklan pengobatan tradisional.

Iklan ikonik era 1990-an yang menawarkan Firdaus Oil, minyak penyubur kumis, jambang, dan janggut. Produk ini dikenal hanya bisa diperoleh di tempat praktik tabib atau toko obat tertentu. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 13:58

Kemacetan di Jalan Cimincrang Akibat Perlintasan Kereta Api dan Aktivitas Kawasan Gedebage, Apa Solusinya?

Artikel ini membahas kemacetan di Jalan Cimincrang. Hal ini dikarenakan banyak faktor seperti perlintasan kereta api dan tingginya aktivitas di kawasan Gedebage. Kemudian, bagaimana solusinya?

Kemacetan pada waktu rush hour di Jalan Cimincrang. (Foto: Rahma Rumaisha Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 12:43

Kemacetan Paskal Tiada Henti: Sampai Kapan Pengendara Harus Saling Serobot?

Kemacetan di Jalan Pasirkaliki (Paskal) Bandung makin parah akibat kebiasaan saling serobot dan parkir sembarangan. Akses pejalan kaki pun ikut terkunci total.

Kondisi arus lalu lintas di kawasan Jalan Pasirkaliki (Paskal), Kota Bandung, yang mengalami kepadatan dan antrean panjang kendaraan. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Rahma Tsania Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 09:26

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar - Bagian 1

Pada saat kondisi ekonomi yang tidak menentu, apakah PHK karyawan menjadi solusi terbaik? Kenapa Jawa Barat sebagai pusat industri manufaktur bisa mengalami pengurangan tenaga kerja terbesar?

Sejumlah buruh perempuan disalah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 08:59

Keliling Kota Indonesia: Menjumpai Klub Baca di Cirebon x Gramedia Grage Mall

Keliling Kota Indonesia menjumpai para pegiat literasi menjadi rencana ekspedisi versi saya untuk mendapat pengalaman yang bermakna dalam hidup.

Kegiatan Klub Baca Cirebon di Grage Mall Cirebon. (Sumber: Klub Baca Cirebon)