Sore itu seorang teman bertanya melalui pesan singkat di whatshapp.
"Assalamulaikum, maaf kamu punya teman yang tinggal di dago atau tempat golf?"
Saya langsung menjawab tidak punya teman di dago tapi pernah sesekali bermain ke area tersebut. Kemudian saya bertanya kembali terkait dengan keperluan informasi tersebut. Tak disangka teman saya memberitahu bahwa adiknya telah hilang sejak seminggu yang lalu tidak ada kabar. Sebagai seseorang yang sempat kehilangan keponakan tentu saya tahu rasanya bagaimana situasi yang panik tersebut.
Namun saya mencoba membuatnya tenang dan mencoba menggali informasi bagaimana kronologi kejadian pertama kali dinyatakan menghilang dari rumah. Berdasarkan informasi pada hari Jumat, 03 Juli 2026 jam 13:00 sampai dengan dibuatnya laporan ke kepolisian telah meninggalkan rumah dan berpamitan kepada keluarga untuk bekerja di Hotel Indigo. Namun pada tanggal 08 Oktober 2026 sekitar jam 09:00 wib korban menghubungi keluarga melalui pesan whatshapp yang isinya "Maaf untuk sementara tidak bisa mengobrol dengan keluarga". Kemudian setelah itu korban tidak bisa dihubungi kembali oleh keluarga. Selanjutnya keluarga mengecek ke tempat kerja yang bersangkutan dan pihak hotel menyatakan korban tidak pernah bekerja di tempat tersebut.
Menurut hasil wawancara dengan teman saya, keluarga sudah berusaha mencari korban dengan melapor ke pihak kepolisian setempat tapi dia menyatakan bahwa polisi terus-menerus meminta uang. Menurut pernyataannya pertama kali polisi meminta sejumlah uang sebanyak Rp.300.000 untuk membuat laporan. Tidak sampai disitu polisi juga meminta uang kembali sebanyak Rp. 500.000 dengan alasan untuk uang bensin.
Hingga kejadian tersebut belum ada kelanjutan lagi dari pihak kepolisian karena berdasarkan informasi teman saya polisi kembali meminta uang tapi keluarga tidak bisa mengeluarkan uang kembali. Menurut informasi ada beberapa orang yang memberikan kabar bahwa pernah melihat korban di area golf dago. Dan keluarga juga mendapat info terbaru ada yang melihatnya di sekitaran Lembang Ciater.
Menurut informasi ciri-ciri seperti berjenis kelamin perempuan, belum menikah, kulit sawo matang. Memiliki tinggi 170 cm, berambut hitam dan sedikit pirang dan panjang. Korban terakhir terlihat mengenakan baju berwarna gelap, celana levis dan membawa koper berwarna tosca, usia 20 tahun. Bagi warga bandung dan sekitarnya jika menemukan bisa menghubungi no 0898-7864-480.
Baca Juga: Pengalaman Memandu SMP Athirah Makassar (Bagian #2)
Melalui kejadian ini menyibak satu alasan kenapa banyak masyarakat tidak percaya kepada pihak kepolisian karena adanya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dan mengambil keuntungan dari profesinya. Polisi adalah pengayom masyarakat yang harusnya lebih mementingkan keselamatan masyarakat dan bukannya berorientasi pada yang. Bukankah jika permasalahan uang mereka sudah mendapat gaji dari pemerintahan ?
Negara ini sudah disesaki dengan para pejabat koruptor yang mengambil hak rakyat sebanyak- banyaknya. Tidak bisakah ada jajaran pemerintahan yang lebih sehat dan berlaku sesuai dengan tugasnya?
Semoga yang dinyatakan hilang segera ditemukan dengan kondisi yang baik baik saja. (*)