Kemacetan di Jalan Cimincrang Akibat Perlintasan Kereta Api dan Aktivitas Kawasan Gedebage, Apa Solusinya?

3 menit baca
RAHMA RUMAISHA PUTRI
Ditulis oleh RAHMA RUMAISHA PUTRI diterbitkan
Kemacetan pada waktu rush hour di Jalan Cimincrang. (Foto: Rahma Rumaisha Putri)
Kemacetan pada waktu rush hour di Jalan Cimincrang. (Foto: Rahma Rumaisha Putri)

Jalan Cimincrang merupakan salah satu akses di kawasan Gedebage yang membentang dari persimpangan Soekarno-Hatta hingga gerbang Griya Cempaka Arum. Jalan tersebut hanya memiliki dua jalur yang cukup untuk satu mobil saja di setiap arah.  

Kita mengetahui bahwa saat ini Kawasan Gedebage sudah menjadi kawasan yang ramai pengunjung. Hal ini dikarenakan adanya Masjid Al-Jabar, Summarecon Mall Bandung, serta Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Tempat-tempat tersebut merupakan penyebab meningkatnya jumlah kendaraan yang melintasi Jalan Cimincrang.

Peningkatan jumlah kendaraan membuat Jalan Cimincrang sering kali mengalami kemacetan, khususnya pada jam-jam sibuk (rush hour). Menurut Ema, Sekretaris Daerah (SEKDA) Kota Bandung, dari artikel "Pemkot Bandung Akui Tak Punya Dana Buat Pelebaran Jalan Cimincrang", oleh Sabrina, N. F., kemacetan di Jalan Cimincrang itu masih normal-normal saja. Namun, jika hal ini berlangsung secara terus-menerus, bukankah ini akan mengganggu kenyamanan masyarakat maupun pengendara kendaraan itu sendiri? Apalagi ketika tempat aktivitas sedang ramai, seperti saat ada Persib atau konser di Summarecon Mall Bandung seperti pada (10/09/2026) saat ada konser Perunggu. Jalan Cimincrang tidak bisa maju sama sekali. Para pengendara bahkan sampai harus lewat Jalan Panyileukan agar bisa maju.

Kita bisa melihat bahwa Jalan Cimincrang juga menjadi salah satu pilihan bagi kendaraan sebagai alternatif. Salah satu jalan utama yang sering dilewati masyarakat adalah Persimpangan Gedebage. Persimpangan Gedebage kerap sekali terjadi kemacetan. Hal ini dikarenakan jalan tersebut didominasi oleh bus, kendaraan umum, bahkan truk yang sering menguasai jalan. Jalan utama Gedebage juga terhambat oleh perlintasan kereta api yang membuat para pengendara harus menunggu sekiranya 5 menit kurang atau lebih untuk melintas. Tidak hanya itu, jalan yang pada awalnya cukup untuk dua kendaraan juga menyempit sehingga harus berebut jalan. Karena itu, Jalan Cimincrang juga ikut terkena kemacetan.

Pada (11/10/2026) saya bertanya kepada salah satu warga yang tinggal di kawasan Gedebage, Afandi (53 thn) mengatakan, “Penyebab utama kemacetan Jalan Cimincrang itu motor. Motor mengambil jalan kanan yang bikin mobil yang mau lewat arah lain terhalang.”

Dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor yang diduga memperparah kemacetan di Jalan Cimincrang adalah pengendara motor yang mengambil jalan berlawanan saat menunggu kereta api. Hal ini dikarenakan jalan yang sempit membuat para pengendara terburu-buru untuk sampai ke tujuan. Mereka mengambil jalan berlawanan dan menghalangi mobil dan kendaraan lain untuk maju.

Lalu apa solusinya?

Menurut Afandi (53 thn), “Jalan harusnya dilebarin jadi dua jalur atau satu setengah biar motor bisa lewat atau jembatan kayu yang menghubungkan Summarecon dengan Al-Jabbar dibenerin biar bus bisa lewat situ.”

Memang benar solusi jangka panjang merupakan solusi yang sangat diinginkan warga masyarakat, seperti memperlebar jalan, membuat flyover, atau underpass. Namun, menurut Ema, dari artikel yang sama, tak ada lahan lagi yang bisa digeser dan pemerintah kota tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan solusi jangka panjang.

Solusi lain yaitu pemerintah seharusnya memperbanyak transportasi umum seperti bus yang mudah dijangkau atau meningkatkan aksesibilitas menuju halte dan stasiun. Volume kendaraan bisa menurun jika transportasi umum meluas, namun hal ini bisa terjadi jika kualitas layanan dan kesediaan masyarakat untuk beralih ada. Tidak hanya itu, pemerintah harus menyediakan rute dan memastikan jadwalnya bisa terhubung dengan pusat aktivitas di Gedebage.

Baca Juga: Kemacetan Paskal Tiada Henti: Sampai Kapan Pengendara Harus Saling Serobot?

Hal yang paling dibutuhkan adalah adanya pihak polisi yang berjaga agar masyarakat lebih tertib, tidak mengambil jalan kanan yang membuat kendaraan di arah lain harus melambat atau terhalang. Masyarakat seharusnya sadar diri agar bisa lebih tertib dalam peraturan lalu lintas.

Bisa disimpulkan bahwa solusi untuk mengurangi kemacetan di Jalan Cimincrang adalah melakukan perbaikan, jika memungkinkan, karena membutuhkan dana yang besar dan akan dilaksanakan dalam jangka panjang.  Kemudian, memperbanyak transportasi umum agar volume kendaraan bisa menurun, dan yang terakhir adalah adanya pengaturan dan penertiban lalu lintas oleh kepolisian agar pengendara bisa lebih tertib dalam mengemudi.

Oleh karena itu, pemerintah, pengelola kawasan, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi kemacetan di Jalan Cimincrang demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Okt 2026, 20:14

Pengalaman Memandu SMP Athirah Makassar (Bagian #2)

Ketika berkeliling istana, saya seperti memasuki dimensi abad ke-19. Pilar-pilar besar seperti mengucapkan selamat datang kepada kami.

Para pemandu CV Shakha Pesona dalam pemanduan SMP Athirah Makassar. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 18:15

Zona Merah, Konflik yang Tak Kunjung Usai: Ojol dan Opang Butuh Aturan yang Adil

Konflik ojol dan opang di Bandung menunjukkan pentingnya aturan zona merah yang jelas dan adil. Mediasi saja tidak cukup; keselamatan dan kepastian akses harus dijamin bagi semua pihak.

Ilustrasi pangkalan ojek konvensional di kawasan Bandung. (Sumber: Google Maps (Street View). | Foto: Google Street View)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 17:07

Mewujudkan RTH Pasirwangi yang Berkelanjutan

Merawat RTH Pasirwangi sebagai investasi jangka panjang.

Walikota Bandung M Farhan saat meresmikan RTH Pasirwangi. (Sumber: Bandung.go.id)
Seni Budaya 19 Okt 2026, 16:20

Yamko Rambe Yamko dan Teka-Teki Identitas Papua

Yamko Rambe Yamko dikenal sebagai lagu daerah Papua. Namun, sejumlah seniman Papua mempertanyakan bahasa, asal-usul, dan sejarah di balik lagu populer ini.

Tarian Yamko Rambe Yamko (Sumber: Enhanced from Indonesia Kaya)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 16:08

Mitigasi Banjir Cibiru Tak Cukup Diatasi dengan Drainase

Mitigasi banjir Cibiru mesti disesuaikan dengan persoalan tata ruang, ekologi, infrastruktur, dan koordinasi antar pemda.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru pada Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 15:37

Iklan Pengobatan Tradisional di Kota Bandung Era 1980–1990-an

Pada era 1980–1990-an, koran-koran yang terbit di Bandung, seperti Pikiran Rakyat, Bandung Pos, Mandala, dan Gala, cukup sering memuat iklan pengobatan tradisional.

Iklan ikonik era 1990-an yang menawarkan Firdaus Oil, minyak penyubur kumis, jambang, dan janggut. Produk ini dikenal hanya bisa diperoleh di tempat praktik tabib atau toko obat tertentu. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 13:58

Kemacetan di Jalan Cimincrang Akibat Perlintasan Kereta Api dan Aktivitas Kawasan Gedebage, Apa Solusinya?

Artikel ini membahas kemacetan di Jalan Cimincrang. Hal ini dikarenakan banyak faktor seperti perlintasan kereta api dan tingginya aktivitas di kawasan Gedebage. Kemudian, bagaimana solusinya?

Kemacetan pada waktu rush hour di Jalan Cimincrang. (Foto: Rahma Rumaisha Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 12:43

Kemacetan Paskal Tiada Henti: Sampai Kapan Pengendara Harus Saling Serobot?

Kemacetan di Jalan Pasirkaliki (Paskal) Bandung makin parah akibat kebiasaan saling serobot dan parkir sembarangan. Akses pejalan kaki pun ikut terkunci total.

Kondisi arus lalu lintas di kawasan Jalan Pasirkaliki (Paskal), Kota Bandung, yang mengalami kepadatan dan antrean panjang kendaraan. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Rahma Tsania Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 09:26

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar - Bagian 1

Pada saat kondisi ekonomi yang tidak menentu, apakah PHK karyawan menjadi solusi terbaik? Kenapa Jawa Barat sebagai pusat industri manufaktur bisa mengalami pengurangan tenaga kerja terbesar?

Sejumlah buruh perempuan disalah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 08:59

Keliling Kota Indonesia: Menjumpai Klub Baca di Cirebon x Gramedia Grage Mall

Keliling Kota Indonesia menjumpai para pegiat literasi menjadi rencana ekspedisi versi saya untuk mendapat pengalaman yang bermakna dalam hidup.

Kegiatan Klub Baca Cirebon di Grage Mall Cirebon. (Sumber: Klub Baca Cirebon)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 07:40

Bahasa Sunda Bukan Sekadar Urusan Orang Sunda

Bahasa Sunda dominan di banyak wilayah Priangan. Tapi, di pesisir utara, khususnya Indramayu, Cirebon, dan sebagian Karawang-Subang, bahasa Jawa sudah lama digunakan.

Ilustrasi 'Rumah Besar' Jawa Barat. (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 20:31

Cuanki: Semangkok Kehangatan dari Kota Bandung

Bagaimana sejarah munculnya cuanki di Kota Bandung dari zaman dulu hingga zaman sekarang?

Foto semangkok cuanki (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 19:54

BRT Bandung Raya, Budaya Car-Centric, dan Nasib Pejalan Kaki

Jalan kaki di Bandung kerap terasa serba salah hingga dianggap cap ketidakmampuan ekonomi. Mampukah rencana BRT Bandung Raya mengubah budaya car-centric ini?

Suasana pembangunan halte on-corridor BRT Bandung Raya di Jalan Ahmad Yani Cicadas, Kota Bandung, Kamis (15/10/2026) sore. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Sarah Annisa Fadhila)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 15:23

Film Horor dan Komedi adalah Kita

Fenomena di industri film Indonesia.

Film Horor dan Komedi adalah Kita (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 11:46

Menata Rumah di Bantaran Rel Bandung Raya, Tanpa Mengabaikan Warga

Bandung Raya membutuhkan transportasi massal yang semakin andal, tetapi juga membutuhkan kebijakan perumahan yang tidak membiarkan masyarakat terjebak dalam hunian berisiko.

Gambar ilustrasi kondisi jalur rel di Bandung Raya yang perlu dibenahi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 10:32

Sangkanhurip, Mata Air Kehidupan yang Menguatkan Jiwa

Di Jawa Barat, kata sangkan banyak dijadikan toponim, dijadikan nama tempat, seperti nama geografis Sangkanhurip, Sangkanherang, dan Sangkanmulya.

Telaga yang dijadikan destinasi wisata ini akan terjaga airnya bila hutan di Gunung Cerémé tetap terjaga. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)