Jalan Cimincrang merupakan salah satu akses di kawasan Gedebage yang membentang dari persimpangan Soekarno-Hatta hingga gerbang Griya Cempaka Arum. Jalan tersebut hanya memiliki dua jalur yang cukup untuk satu mobil saja di setiap arah.
Kita mengetahui bahwa saat ini Kawasan Gedebage sudah menjadi kawasan yang ramai pengunjung. Hal ini dikarenakan adanya Masjid Al-Jabar, Summarecon Mall Bandung, serta Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Tempat-tempat tersebut merupakan penyebab meningkatnya jumlah kendaraan yang melintasi Jalan Cimincrang.
Peningkatan jumlah kendaraan membuat Jalan Cimincrang sering kali mengalami kemacetan, khususnya pada jam-jam sibuk (rush hour). Menurut Ema, Sekretaris Daerah (SEKDA) Kota Bandung, dari artikel "Pemkot Bandung Akui Tak Punya Dana Buat Pelebaran Jalan Cimincrang", oleh Sabrina, N. F., kemacetan di Jalan Cimincrang itu masih normal-normal saja. Namun, jika hal ini berlangsung secara terus-menerus, bukankah ini akan mengganggu kenyamanan masyarakat maupun pengendara kendaraan itu sendiri? Apalagi ketika tempat aktivitas sedang ramai, seperti saat ada Persib atau konser di Summarecon Mall Bandung seperti pada (10/09/2026) saat ada konser Perunggu. Jalan Cimincrang tidak bisa maju sama sekali. Para pengendara bahkan sampai harus lewat Jalan Panyileukan agar bisa maju.
Kita bisa melihat bahwa Jalan Cimincrang juga menjadi salah satu pilihan bagi kendaraan sebagai alternatif. Salah satu jalan utama yang sering dilewati masyarakat adalah Persimpangan Gedebage. Persimpangan Gedebage kerap sekali terjadi kemacetan. Hal ini dikarenakan jalan tersebut didominasi oleh bus, kendaraan umum, bahkan truk yang sering menguasai jalan. Jalan utama Gedebage juga terhambat oleh perlintasan kereta api yang membuat para pengendara harus menunggu sekiranya 5 menit kurang atau lebih untuk melintas. Tidak hanya itu, jalan yang pada awalnya cukup untuk dua kendaraan juga menyempit sehingga harus berebut jalan. Karena itu, Jalan Cimincrang juga ikut terkena kemacetan.
Pada (11/10/2026) saya bertanya kepada salah satu warga yang tinggal di kawasan Gedebage, Afandi (53 thn) mengatakan, “Penyebab utama kemacetan Jalan Cimincrang itu motor. Motor mengambil jalan kanan yang bikin mobil yang mau lewat arah lain terhalang.”
Dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor yang diduga memperparah kemacetan di Jalan Cimincrang adalah pengendara motor yang mengambil jalan berlawanan saat menunggu kereta api. Hal ini dikarenakan jalan yang sempit membuat para pengendara terburu-buru untuk sampai ke tujuan. Mereka mengambil jalan berlawanan dan menghalangi mobil dan kendaraan lain untuk maju.
Lalu apa solusinya?
Menurut Afandi (53 thn), “Jalan harusnya dilebarin jadi dua jalur atau satu setengah biar motor bisa lewat atau jembatan kayu yang menghubungkan Summarecon dengan Al-Jabbar dibenerin biar bus bisa lewat situ.”
Memang benar solusi jangka panjang merupakan solusi yang sangat diinginkan warga masyarakat, seperti memperlebar jalan, membuat flyover, atau underpass. Namun, menurut Ema, dari artikel yang sama, tak ada lahan lagi yang bisa digeser dan pemerintah kota tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan solusi jangka panjang.
Solusi lain yaitu pemerintah seharusnya memperbanyak transportasi umum seperti bus yang mudah dijangkau atau meningkatkan aksesibilitas menuju halte dan stasiun. Volume kendaraan bisa menurun jika transportasi umum meluas, namun hal ini bisa terjadi jika kualitas layanan dan kesediaan masyarakat untuk beralih ada. Tidak hanya itu, pemerintah harus menyediakan rute dan memastikan jadwalnya bisa terhubung dengan pusat aktivitas di Gedebage.
Baca Juga: Kemacetan Paskal Tiada Henti: Sampai Kapan Pengendara Harus Saling Serobot?
Hal yang paling dibutuhkan adalah adanya pihak polisi yang berjaga agar masyarakat lebih tertib, tidak mengambil jalan kanan yang membuat kendaraan di arah lain harus melambat atau terhalang. Masyarakat seharusnya sadar diri agar bisa lebih tertib dalam peraturan lalu lintas.
Bisa disimpulkan bahwa solusi untuk mengurangi kemacetan di Jalan Cimincrang adalah melakukan perbaikan, jika memungkinkan, karena membutuhkan dana yang besar dan akan dilaksanakan dalam jangka panjang. Kemudian, memperbanyak transportasi umum agar volume kendaraan bisa menurun, dan yang terakhir adalah adanya pengaturan dan penertiban lalu lintas oleh kepolisian agar pengendara bisa lebih tertib dalam mengemudi.
Oleh karena itu, pemerintah, pengelola kawasan, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi kemacetan di Jalan Cimincrang demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat. (*)