Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

5 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID – Pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya di tengah Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, memunculkan kekhawatiran baru soal kemacetan. Jalan satu arah yang sudah lama dikenal padat itu kini kian tersendat. Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan fisik halte mulai terlihat, sementara kendaraan yang melintas harus memperlambat laju.

Sudah Langganan Macet, Kini Makin Parah

Keluhan datang dari pengguna jalan yang setiap hari melintas. Daffa (26), pengendara sepeda motor, mengaku terganggu karena pengerjaan halte membuat jalanan semakin padat.

"Sebelum ada pembangunan (halte) juga udah macet, sekarang ada jadi lebih macet," sebutnya.

Menurut Daffa, antrean kendaraan mengular dari Jalan Supratman hingga persimpangan Jalan Jakarta-Kiaracondong. Ia berharap BRT benar-benar mempermudah warga bepergian. "Ya harapannya kalau ini (BRT) buat mempermudah warga berpergian, jangan memperparah macet," harapnya.

Pengemudi ojek online, Ginanjar, punya pengalaman serupa. Hampir setiap hari ia melintasi Jalan Ahmad Yani, terutama saat jam sibuk dan jam pulang. Kemacetan, katanya, mulai terjadi sekitar pukul 14.00 dan bertahan hingga pukul 19.00, dengan antrean kendaraan sampai ke flyover Antapani.

"Di sini mah emang langganan macet. Apalagi sebelum ada ini juga udah macet," ungkapnya.

Ginanjar berharap pemerintah segera mencari solusi agar pengendara nyaman. "Harapannya mah kalau dari sini sih kalau ada flyover sih bagus sih sama ada petugas yang ngatur," katanya.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Desain halte BRT tipe B, dimana halte berada di tengah jalan. (Sumber: transportforbandung.org)
Desain halte BRT tipe B, dimana halte berada di tengah jalan. (Sumber: transportforbandung.org)

Pengamat Nilai Desain Tak Sesuai Karakter Jalan

Keluhan warga sejalan dengan kritik Pengamat Tata Kota ITB Frans Ari Prasetyo. Ia menilai BRT sebagai kebijakan bermuka dua. Bandung memang membutuhkan transportasi publik yang lebih baik, tetapi jalur khusus berpotensi mengurangi kapasitas jalan jika tidak dirancang sesuai kondisi eksisting.

"Bandung membutuhkan sarana transportasi publik yang upgrade dan update, yang memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Kota Bandung. Tapi di sisi lain, kontur geografi dan kapasitas jalan di Kota Bandung juga harus dipikirkan," ujar Frans, Minggu, 4 Oktober 2026.

Menurut Frans, BRT membantu penyediaan transportasi publik, tetapi juga meninggalkan "residu" berupa penyusutan ruang jalan. Untuk halte di Jalan Ahmad Yani, ia menyebut ada kesalahan desain karena perancang dinilai tidak memahami koridor tersebut. Halte di tengah jalan, kata dia, hanya dapat dibangun di dua koridor yang berlawanan arah dan berkapasitas besar seperti Jalan Soekarno-Hatta. Desain semacam itu juga idealnya disertai jembatan penyeberangan orang (JPO).

"Kalau di tengah berarti ada dua jalurnya di koridor itu, tapi itu kan satu jalur," ucapnya.

Frans juga menilai proyek ini terkesan tergesa-gesa. BRT Bandung Raya merupakan bagian dari proyek nasional MASTRAN yang didukung Pemerintah Indonesia, Bank Dunia, dan AFD, dengan total pembiayaan Rp3,8 triliun dan nilai investasi Rp1,3 triliun. Menurutnya, pinjaman tersebut turut mendorong proyek harus cepat selesai.

"BRT ini seakan kayak buru-buru pembangunannya. Kenapa? salah satu faktornya karena adanya pinjaman dari bank dunia, jadi seperti harus segera selesai," bebernya.

Ia mengingatkan bahwa karakter jalan Bandung berbeda dengan kota lain. "Karakteristik jalan di Bandung dengan Jakarta beda, nggak bisa disamakan. Pemerintah harus punya solusi sendiri," ujarnya. Frans menyarankan evaluasi dan desain ulang skema BRT sebelum penerapannya diperluas, agar kualitas transportasi publik meningkat tanpa mengorbankan kapasitas jalan.

"Dua-duanya ini yang harus dipikirkan oleh Pemerintah Kota Bandung, bagaimana caranya membuat ini menjadi win-win solution," tuturnya.

Menanggapi keluhan kemacetan akibat pembangunan Halte BRT, Wali Kota Bandung menyebut solusinya adalah mempercepat proyek. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Menanggapi keluhan kemacetan akibat pembangunan Halte BRT, Wali Kota Bandung menyebut solusinya adalah mempercepat proyek. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Wali Kota Tak Punya Pilihan Lain

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut pihaknya telah menemukan solusi, yakni mempercepat pengerjaan proyek. Menurutnya, menutup Jalan Ahmad Yani atau mengalihkan arus ke ruas lain justru akan memperparah kemacetan. Ia merujuk pengalaman Pemkot Cimahi yang menutup ruas jalan utama untuk pembangunan infrastruktur.

"Solusinya adalah kita harus segera percepat proyeknya karena nggak ada pilihan lain," kata Farhan, Selasa, 6 Oktober 2026. "Belajar dari pengalaman Cimahi yang sekarang sedang menutup ruas jalan utama wah kemacetan lebih mengerikan," ungkapnya.

Percepatan itu berkaitan dengan target BRT Bandung Raya beroperasi pada 2027, sehingga pekerjaan fisik harus tuntas tahun ini. Pemkot akan menyosialisasikan percepatan tersebut kepada warga, dan jadwal pengerjaan akan disesuaikan dengan jam perjalanan masyarakat. Titik pekerjaan lain, seperti galian kabel dan perbaikan jalan, juga dikurangi untuk sementara. Perbaikan trotoar dan galian kabel akan dikerjakan pada malam hari untuk meminimalkan kemacetan.

"Kita akan lebih fokus pada perbaikan trotoar dan juga perbaikan galian kabel itu kita lakukan di tengah malam. Itu antisipasinya," sebut Farhan.

Soal kritik terhadap desain halte, Farhan belum mau banyak berkomentar. Ia mengaku perlu bertemu pemegang proyek BRT lebih dulu. "Saya belum bisa komentar. Saya harus ketemu dengan orang BRT insya Allah malam ini saya mau rapat BRT," ucapnya.

Lokasi pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps)
Lokasi pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps)

Waktu Akan Membuktikan

Di tengah kritik tersebut, dikutip dari Kawal BRT, perencana proyek mengklaim BRT dirancang menyesuaikan kondisi jalan dan berangkat dari kebutuhan mobilitas yang jelas.

Koridor utamanya membentang 21,7 km melalui jalan-jalan utama Kota Bandung. Sementara bus beroperasi di jalur khusus yang bentuknya disesuaikan dengan kondisi tiap segmen, baik terpisah penuh dari kendaraan pribadi maupun berupa lajur campuran.

Sebagai gambaran halte BRT di Cicadas merupakan tipe B dimana lokasinya berada di jalan satu arah empat lajur. Konfigurasinya terdiri dari satu lajur kendaraan pribadi, halte pulau, satu jalur BRT dengan separator fisik, dan dua lajur kendaraan pribadi.

Soal kemacetan selama masa konstruksi, hal ini tak terhindarkan karena pembangunan halte, pelebaran trotoar, dan pemasangan separator akan menyempitkan jalan untuk sementara di sejumlah ruas.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)