Mewujudkan RTH Pasirwangi yang Berkelanjutan

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Walikota Bandung M Farhan saat meresmikan RTH Pasirwangi. (Sumber: Bandung.go.id)
Walikota Bandung M Farhan saat meresmikan RTH Pasirwangi. (Sumber: Bandung.go.id)

Peresmian Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasirwangi di Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, pada Minggu, 18 Oktober 2026, menjadi kabar baik bagi warga Kota Bandung.

Di tengah pertumbuhan bangunan dan semakin terbatasnya ruang terbuka, kehadiran kawasan hijau seluas 11.000 meter persegi dengan 2.000 pohon yang telah ditanam memberikan harapan baru bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pengurangan risiko bencana. Kawasan yang dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi ini diharapkan dapat membantu menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Namun, keberhasilan membangun RTH tidak cukup diukur dari luas lahan dan jumlah pohon yang ditanam. RTH yang benar-benar bermanfaat harus tumbuh menjadi ruang publik yang hidup, terawat, aman, nyaman, dan dapat dinikmati oleh semua kelompok masyarakat. Peresmian seharusnya menjadi awal dari tanggung jawab panjang untuk memastikan kawasan tersebut tetap berfungsi bagi generasi mendatang.

Ruang Bersama untuk Anak dan Lansia

Sebagai seorang perempuan yang melihat lingkungan dari dekat kehidupan keluarga, saya memandang RTH bukan sekadar hamparan pepohonan. Ruang terbuka hijau juga merupakan tempat anak-anak bermain, orang tua berjalan santai, para lansia berolahraga ringan, serta warga bertemu dan membangun hubungan sosial.

Karena itu, RTH Pasirwangi perlu dirancang ramah anak dan lansia. Jalur pejalan kaki harus rata, tidak licin, dan tidak terhalang akar pohon. Tempat duduk dengan sandaran perlu tersedia di sejumlah titik agar lansia dapat beristirahat. Jalur landai juga penting bagi pengguna kursi roda, warga yang menggunakan alat bantu berjalan, serta orang tua yang membawa kereta bayi.

Anak-anak membutuhkan area bermain yang aman dengan permukaan yang tidak mudah menyebabkan cedera. Peralatan bermain harus diperiksa secara berkala, sedangkan kawasan bermain perlu dijauhkan dari jalur kendaraan dan bagian lahan yang berisiko longsor. Penerangan yang memadai, tempat sampah, air bersih, serta toilet yang mudah diakses akan membuat RTH lebih nyaman digunakan keluarga.

Kenyamanan juga berkaitan dengan ketersediaan ruang yang teduh. Pepohonan yang tumbuh baik dapat mengurangi paparan panas, sedangkan taman dengan beragam vegetasi memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal alam secara langsung. RTH dengan demikian dapat berfungsi sebagai ruang rekreasi sekaligus tempat pendidikan lingkungan bagi masyarakat.

Situasi peresmian RTH Pasirwangi (Sumber: Bandung.go.id)
Situasi peresmian RTH Pasirwangi (Sumber: Bandung.go.id)

Jangan Biarkan Taman Menjadi Ruang yang Menakutkan

Ruang publik yang indah pada siang hari belum tentu aman pada malam hari. Kawasan hijau yang minim penerangan, jarang dikunjungi, atau memiliki sudut-sudut tersembunyi berpotensi menimbulkan rasa tidak aman. Kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak awal agar RTH Pasirwangi tidak berubah menjadi tempat yang dihindari keluarga setelah matahari terbenam.

Penerangan perlu ditempatkan pada pintu masuk, jalur pejalan kaki, tempat duduk, dan titik yang berpotensi menjadi ruang tersembunyi. Penataan vegetasi juga harus memperhatikan jarak pandang. Pepohonan tetap perlu rindang, tetapi semak yang terlalu lebat di sekitar jalur dan fasilitas publik sebaiknya dipangkas secara teratur.

Pengelola dapat bekerja sama dengan pengurus RW, kelompok sadar keamanan, karang taruna, dan aparat keamanan untuk membangun pengawasan berbasis masyarakat. Jadwal patroli yang proporsional, kanal pengaduan yang mudah diakses, serta aturan penggunaan taman yang jelas akan membantu mencegah tindakan kriminal, perusakan fasilitas, dan perilaku yang mengganggu kenyamanan pengunjung.

Pengamanan tidak berarti menjadikan taman sebagai ruang yang kaku atau membatasi warga secara berlebihan. Prinsipnya adalah menciptakan lingkungan yang terbuka, mudah diawasi, dan ramai oleh kegiatan positif. Aktivitas olahraga, pertemuan warga, kelas lingkungan, serta kegiatan seni dapat membuat RTH tetap hidup tanpa mengganggu ketenangan masyarakat sekitar.

Memperkaya Tanaman, Menjaga Keanekaragaman Hayati

Dua ribu pohon yang telah ditanam merupakan modal ekologis yang berharga. Akan tetapi, keberhasilan penghijauan tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon, melainkan juga oleh jenis, kesesuaian lokasi, tingkat kelangsungan hidup, dan pemeliharaannya.

RTH Pasirwangi perlu memiliki komposisi tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah, curah hujan, ketinggian tempat, serta fungsi ekologis kawasan. Pohon peneduh lokal, tanaman berbunga yang mendukung keberadaan serangga penyerbuk, semak yang tidak menghalangi pandangan, dan vegetasi penutup tanah dapat disusun dalam komposisi yang saling melengkapi.

Tanaman langka dan spesies lokal yang bernilai konservasi juga layak diperkenalkan. Penanamannya harus didasarkan pada identifikasi botani dan kesesuaian habitat, bukan semata-mata karena tanaman tersebut dianggap unik. Jenis yang terancam punah atau memiliki nilai konservasi tinggi perlu diperoleh melalui sumber pembibitan yang legal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Setiap kelompok tanaman dapat dilengkapi papan nama yang memuat nama lokal, nama ilmiah, asal, dan manfaat ekologisnya. Dengan cara ini, RTH Pasirwangi dapat berkembang menjadi taman pembelajaran keanekaragaman hayati. Anak-anak dan pelajar dapat mengenali kekayaan flora Indonesia, sementara warga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya menjaga pepohonan dan habitat satwa.

Merawat RTH sebagai Investasi Jangka Panjang

Lokasi Pasirwangi yang memiliki kondisi topografi tertentu juga menuntut pengelolaan lingkungan yang cermat. Seperti diingatkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, warga yang tinggal di wilayah dengan kontur curam harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, terutama ketika hujan turun.

Dalam konteks ini, RTH dapat membantu menjaga kualitas lingkungan melalui tutupan vegetasi, perlindungan tanah, dan pengaturan limpasan air hujan. Namun, pepohonan tidak dapat menggantikan kebutuhan akan kajian geologi, sistem drainase yang memadai, serta pemantauan lereng yang berisiko. Penanaman perlu disesuaikan dengan karakter tanah dan kondisi kemiringan lahan.

Pemerintah Kota Bandung perlu menetapkan pengelola yang jelas, jadwal pemeliharaan, anggaran perawatan, serta indikator keberhasilan yang dapat dipantau warga. Tingkat kelangsungan hidup pohon, kebersihan, kondisi fasilitas, keamanan pengunjung, dan jumlah kegiatan masyarakat dapat menjadi ukuran keberhasilan pengelolaan RTH.

Kerja sama Pemkot Bandung dengan BINUS University Bandung juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan program pendidikan lingkungan, pemantauan kesehatan tanaman, pemetaan vegetasi, dan pelibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Artikel ini saya tutup dengan kessimpulan bahwa RTH Pasirwangi bukan hanya proyek penghijauan, melainkan investasi sosial dan ekologis. Keberhasilannya bergantung pada kesediaan pemerintah dan masyarakat untuk merawatnya bersama. Ruang hijau yang baik adalah ruang yang membuat anak-anak merasa aman, lansia merasa nyaman, keluarga dapat berkumpul, keanekaragaman hayati terlindungi, dan warga memiliki kebanggaan terhadap lingkungannya. (SRI)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Okt 2026, 20:14

Pengalaman Memandu SMP Athirah Makassar (Bagian #2)

Ketika berkeliling istana, saya seperti memasuki dimensi abad ke-19. Pilar-pilar besar seperti mengucapkan selamat datang kepada kami.

Para pemandu CV Shakha Pesona dalam pemanduan SMP Athirah Makassar. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 18:15

Zona Merah, Konflik yang Tak Kunjung Usai: Ojol dan Opang Butuh Aturan yang Adil

Konflik ojol dan opang di Bandung menunjukkan pentingnya aturan zona merah yang jelas dan adil. Mediasi saja tidak cukup; keselamatan dan kepastian akses harus dijamin bagi semua pihak.

Ilustrasi pangkalan ojek konvensional di kawasan Bandung. (Sumber: Google Maps (Street View). | Foto: Google Street View)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 17:07

Mewujudkan RTH Pasirwangi yang Berkelanjutan

Merawat RTH Pasirwangi sebagai investasi jangka panjang.

Walikota Bandung M Farhan saat meresmikan RTH Pasirwangi. (Sumber: Bandung.go.id)
Seni Budaya 19 Okt 2026, 16:20

Yamko Rambe Yamko dan Teka-Teki Identitas Papua

Yamko Rambe Yamko dikenal sebagai lagu daerah Papua. Namun, sejumlah seniman Papua mempertanyakan bahasa, asal-usul, dan sejarah di balik lagu populer ini.

Tarian Yamko Rambe Yamko (Sumber: Enhanced from Indonesia Kaya)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 16:08

Mitigasi Banjir Cibiru Tak Cukup Diatasi dengan Drainase

Mitigasi banjir Cibiru mesti disesuaikan dengan persoalan tata ruang, ekologi, infrastruktur, dan koordinasi antar pemda.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru pada Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 15:37

Iklan Pengobatan Tradisional di Kota Bandung Era 1980–1990-an

Pada era 1980–1990-an, koran-koran yang terbit di Bandung, seperti Pikiran Rakyat, Bandung Pos, Mandala, dan Gala, cukup sering memuat iklan pengobatan tradisional.

Iklan ikonik era 1990-an yang menawarkan Firdaus Oil, minyak penyubur kumis, jambang, dan janggut. Produk ini dikenal hanya bisa diperoleh di tempat praktik tabib atau toko obat tertentu. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 13:58

Kemacetan di Jalan Cimincrang Akibat Perlintasan Kereta Api dan Aktivitas Kawasan Gedebage, Apa Solusinya?

Artikel ini membahas kemacetan di Jalan Cimincrang. Hal ini dikarenakan banyak faktor seperti perlintasan kereta api dan tingginya aktivitas di kawasan Gedebage. Kemudian, bagaimana solusinya?

Kemacetan pada waktu rush hour di Jalan Cimincrang. (Foto: Rahma Rumaisha Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 12:43

Kemacetan Paskal Tiada Henti: Sampai Kapan Pengendara Harus Saling Serobot?

Kemacetan di Jalan Pasirkaliki (Paskal) Bandung makin parah akibat kebiasaan saling serobot dan parkir sembarangan. Akses pejalan kaki pun ikut terkunci total.

Kondisi arus lalu lintas di kawasan Jalan Pasirkaliki (Paskal), Kota Bandung, yang mengalami kepadatan dan antrean panjang kendaraan. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Rahma Tsania Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 09:26

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar - Bagian 1

Pada saat kondisi ekonomi yang tidak menentu, apakah PHK karyawan menjadi solusi terbaik? Kenapa Jawa Barat sebagai pusat industri manufaktur bisa mengalami pengurangan tenaga kerja terbesar?

Sejumlah buruh perempuan disalah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 08:59

Keliling Kota Indonesia: Menjumpai Klub Baca di Cirebon x Gramedia Grage Mall

Keliling Kota Indonesia menjumpai para pegiat literasi menjadi rencana ekspedisi versi saya untuk mendapat pengalaman yang bermakna dalam hidup.

Kegiatan Klub Baca Cirebon di Grage Mall Cirebon. (Sumber: Klub Baca Cirebon)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 07:40

Bahasa Sunda Bukan Sekadar Urusan Orang Sunda

Bahasa Sunda dominan di banyak wilayah Priangan. Tapi, di pesisir utara, khususnya Indramayu, Cirebon, dan sebagian Karawang-Subang, bahasa Jawa sudah lama digunakan.

Ilustrasi 'Rumah Besar' Jawa Barat. (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 20:31

Cuanki: Semangkok Kehangatan dari Kota Bandung

Bagaimana sejarah munculnya cuanki di Kota Bandung dari zaman dulu hingga zaman sekarang?

Foto semangkok cuanki (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 19:54

BRT Bandung Raya, Budaya Car-Centric, dan Nasib Pejalan Kaki

Jalan kaki di Bandung kerap terasa serba salah hingga dianggap cap ketidakmampuan ekonomi. Mampukah rencana BRT Bandung Raya mengubah budaya car-centric ini?

Suasana pembangunan halte on-corridor BRT Bandung Raya di Jalan Ahmad Yani Cicadas, Kota Bandung, Kamis (15/10/2026) sore. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Sarah Annisa Fadhila)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 15:23

Film Horor dan Komedi adalah Kita

Fenomena di industri film Indonesia.

Film Horor dan Komedi adalah Kita (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 11:46

Menata Rumah di Bantaran Rel Bandung Raya, Tanpa Mengabaikan Warga

Bandung Raya membutuhkan transportasi massal yang semakin andal, tetapi juga membutuhkan kebijakan perumahan yang tidak membiarkan masyarakat terjebak dalam hunian berisiko.

Gambar ilustrasi kondisi jalur rel di Bandung Raya yang perlu dibenahi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 10:32

Sangkanhurip, Mata Air Kehidupan yang Menguatkan Jiwa

Di Jawa Barat, kata sangkan banyak dijadikan toponim, dijadikan nama tempat, seperti nama geografis Sangkanhurip, Sangkanherang, dan Sangkanmulya.

Telaga yang dijadikan destinasi wisata ini akan terjaga airnya bila hutan di Gunung Cerémé tetap terjaga. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)