Lari Malam di Kiara Artha Park Kian Ramai, DuduluRun Ajak Anak Muda Hidup Sehat

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Senin 27 Apr 2026, 15:27 WIB
Bahrul Husaeni mendirikan DuduluRun sebagai wadah untuk memantau progres kesehatan dan perkembangan setiap pelari secara bertahap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Bahrul Husaeni mendirikan DuduluRun sebagai wadah untuk memantau progres kesehatan dan perkembangan setiap pelari secara bertahap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Lampu taman menyala temaram saat sekelompok anak muda membentuk sebuah lingkaran kecil, meregangkan tubuh, dan saling menyapa dengan tawa ceria untuk melepas penat setelah berkegiatan seharian.

Orang-orang berlari, berjalan, atau sekadar bermain bulu tangkis di sudut jalan. Begitulah pemandangan di Kiara Artha Park. Tidak hanya pada pagi, siang, atau sore hari, malam hari pun masih ramai dijumpai orang yang sedang melakukan aktivitas olahraganya mengitari lapangan.

Aktivitas ini terlihat sederhana: berlari bersama. Namun bagi mereka yang berada dalam komunitas DuduluRun, setiap langkah adalah bagian dari perjalanan yang lebih impactful, yakni tentang perkembangan, disiplin, dan menemukan ritme hidup yang sehat di tengah padatnya rutinitas harian.

Komunitas DuduluRun terhitung masih baru. Akun media sosial mereka mulai aktif pada Agustus 2025, memperkenalkan acara fun run pertama mereka pada bulan Oktober di Summarecon Bandung dengan jarak 2,5K dan 5K.

Dari sebuah acara yang lahir dari semangat internal, DuduluRun berkembang menjadi tempat berkumpulnya berbagai anak muda dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari pelajar hingga pekerja.

Saat ini, melalui berbagai program seperti run after work, trail run, hingga orienteering di ruang publik, DuduluRun tidak hanya menyediakan aktivitas fisik, tetapi juga kesempatan untuk berkembang. Di balik tagline mereka #menangkalahdudulurun terdapat semangat kebersamaan yang menjadi pondasi komunitas ini.

Pendiri DuduluRun, Bahrul Husaeni (29), menceritakan bahwa komunitas ini berangkat dari ketidaksengajaannya melihat antusiasme orang-orang yang mempunyai interest yang sama dalam berlari. Gagasan untuk membentuk komunitas pun muncul.

Bahrul menjelaskan bahwa DuduluRun tidak hanya berkumpul untuk berlari, tetapi juga membangun dan memantau proses pengembangan setiap individu. Dari yang awalnya hanya mampu berlari sejauh satu kilometer, dengan adanya medical check up sebelum berlari dan pemberian rekomendasi mengenai porsi latihan yang tepat, peserta diarahkan secara bertahap melalui program latihan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

“Target kita bukan hanya ngumpulin orang, tapi bagaimana orang yang datang itu bisa progres bareng-bareng,” ujar Bahrul saat ditemui sebelum kegiatan After Work Run di Kiara Artha Park.

Konsep “duduluran” diambil dari bahasa Sunda yang berarti persaudaraan. Filosofi ini menjadi dasar pendekatan komunitas, bahwa setiap anggota bukan hanya sekadar peserta, melainkan bagian yang saling mendukung dan memotivasi.

“Bagaimana sih orang itu bisa melesat dengan progresnya sendiri, tapi tetap dengan pengawasan dari kita,” kata Bahrul.

Tidak seperti komunitas lari pada umumnya, DuduluRun menyusun program yang cukup beragam dan berjenjang. Salah satu program andalannya adalah after work run, yang biasanya dilakukan pada malam hari sebagai cara untuk merelaksasi diri setelah sehari beraktivitas.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum berlari untuk memastikan kondisi fisik terpantau dan sesuai dengan kemampuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum berlari untuk memastikan kondisi fisik terpantau dan sesuai dengan kemampuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Mereka juga rutin mengadakan trail run dengan berbagai jarak mulai dari 7 hingga 15 kilometer, bahkan ada yang mencapai 21 kilometer. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda, mulai dari berlari di jalan kota hingga rute alam yang lebih menantang.

Ada juga konsep orienteering, yaitu berlari dengan sistem checkpoint yang harus dicapai peserta melalui rute yang bebas. Aktivitas ini diadopsi dari konsep kehutanan, tetapi dimodifikasi agar sesuai dengan lingkungan perkotaan sehingga tetap menarik dan mudah diikuti.

Tidak hanya itu, DuduluRun juga menawarkan program strength training dan pendampingan berbasis data kesehatan. Setiap peserta dipantau kondisi kesehatannya, mencakup riwayat penyakit hingga kemampuan fisik, kemudian diberikan porsi menu latihan yang sesuai. Dalam beberapa sesi, mereka bahkan melibatkan pelatih bersertifikat nasional melalui kolaborasi dengan Racewalk Indonesia.

“Target kita bukan hanya sebatas lari, tapi bagaimana dari nol sampai maksimal itu benar-benar dipantau,” ucap Bahrul.

Lari sebagai Investasi Mental dan Gaya Hidup

Bagi banyak orang, lari bukan hanya sekadar aktivitas fisik. Ini merupakan metode untuk refreshment dan recharge energy di tengah penatnya rutinitas. Bahrul menganggap aktivitas ini sebagai hal yang krusial, terutama bagi generasi muda.

Bahrul berpendapat bahwa melimpahnya informasi saat ini membuat banyak individu merasa rentan secara mental. Aktivitas sederhana seperti berlari dapat menjadi cara yang efektif untuk mengembalikan keseimbangan emosi dan mental.

“Dengan banyaknya informasi, orang itu gampang rapuh terhadap dirinya sendiri. Kita coba geser isi pikirannya lewat aktivitas ini,” ucap Bahrul.

Di balik suasana yang santai dan penuh tawa, ada satu nilai yang selalu ditekankan dalam komunitas ini: disiplin. Bahrul menyatakan bahwa konsistensi adalah kunci utama untuk mencapai setiap pencapaian.

“Kalau kita lihat dari progres, hari ini ada perubahan, besok ada perubahan, itu gift terbaik buat diri kita,” kata Bahrul.

Ia sendiri melakukan lari tiga sampai empat kali dalam seminggu. Baginya, kebiasaan ini tidak hanya sebatas olahraga, tetapi juga menyentuh cara ia mengelola waktu, kesehatan, hingga keuangan.

Menurutnya, hobi seperti lari perlu dikelola dengan baik, terutama dalam hal pengeluaran. Tanpa manajemen yang tepat, hobi ini bisa menjadi beban, bukan justru menyeimbangkan hidup.

Motivasi peserta DuduluRun sangat bervariasi. Afifah Haura Salsabil (22), contohnya, melihat komunitas ini sebagai tempat pelarian dari kebosanan skripsi dan sekaligus bertemu orang-orang baru.

Sementara itu, Chandra Ayu Marcela (34) menganggap lari sebagai bagian dari proses untuk menemukan pola hidup yang lebih sehat. Ia menyadari bahwa meskipun awalnya terasa sulit, kebiasaan ini memberikan dampak yang nyata pada tubuh dan pikirannya.

“Banyak pengalaman, banyak teman, siapa tahu bisa jadi mitra kerja atau bisnis,” ujar salah satu pekerja yang sedang mengikuti After Work Run, Chandra yang akrab disapa Caca.

Peserta lainnya, Ghazi Tsabat Imani (16), malah merasa mendapatkan energi baru dari aktivitas ini. Sebagai seorang pelajar, ia mengatakan bahwa berlari adalah cara untuk mengatasi kelelahan setelah sekolah.

“Biar nggak capek tuh ya lari, dan ternyata ada komunitas yang lari bareng-bareng,” kata Tsabat dengan nada cerianya.

Meskipun sering dianggap sebagai hobi yang mahal, para peserta memiliki pandangan yang berbeda. Bagi mereka, manfaat yang diperoleh jauh lebih bernilai daripada pengeluaran yang dikeluarkan.

Tsabat mengakui bahwa ia harus menyisihkan lebih banyak uang untuk mendukung hobinya, tetapi ia merasa tidak rugi. Menurutnya, kesehatan adalah investasi jangka panjang.

“Nggak bakal nyesel, karena benefit-nya kita yang dapat sendiri,” ujar Tsabat yakin.

Caca juga menambahkan bahwa tidak perlu mengikuti tren atau membeli peralatan mahal untuk memulai lari. Ia percaya bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada penampilan.

Di tengah maraknya tren gaya hidup olahraga yang sering kali terkesan eksklusif, DuduluRun mempertunjukkan pendekatan yang lebih sederhana. Lari tidak lagi soal kecepatan atau pencapaian, melainkan tentang perjalanan personal. Bagaimana seseorang mengenali diri, merawat tubuh, dan tumbuh bersama orang lain.

Di bawah cahaya lampu taman, langkah-langkah kecil terus bergerak. Tak selalu cepat, tak selalu jauh, tetapi cukup untuk mendekatkan mereka pada versi diri yang ingin dicapai.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Wisata & Kuliner 27 Apr 2026, 16:22

Wisata Curug Cipanas Lembang dan Daya Tariknya, dari Kolam Hangat hingga Camping

Curug Cipanas Lembang menawarkan air terjun hangat alami dengan kolam berundak, cocok untuk relaksasi di udara sejuk pegunungan.

Curug Cipanas Nagrak, Lembang. (Sumber: Ayonetizen | Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)
Bandung 27 Apr 2026, 16:21

Strategi Batik Kina Menembus Pasar Global, Inovasi Motif Heritage Tanpa Merusak Ekosistem

Batik Kina bukan sekadar bisnis UMKM biasa, melainkan sebuah gerakan inovasi yang mengawinkan kelestarian lingkungan dengan kemajuan teknologi tekstil.

Rakha Wahyu, pendiri dan pencipta Batik Kina melihat bahwa pohon Kina bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang harus dipatenkan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 27 Apr 2026, 15:38

Menghidupkan Heritage Commodity, Cara Rakha Wahyu Menyelamatkan Sejarah Pohon Kina Lewat Sehelai Kain Batik

Jawa Barat, khususnya Bandung, pernah menjadi pusat Kina dunia sejak 1845, namun seiring waktu, kejayaan itu luntur dan pohonnya kian langka.

Rakha Wahyu, pendiri dan pencipta Batik Kina melihat bahwa pohon Kina bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang harus dipatenkan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Komunitas 27 Apr 2026, 15:27

Lari Malam di Kiara Artha Park Kian Ramai, DuduluRun Ajak Anak Muda Hidup Sehat

Komunitas DuduluRun meramaikan Kiara Artha Park dengan lari malam. Bukan sekadar olahraga, aktivitas ini jadi cara anak muda menjaga kesehatan fisik, mental, dan konsistensi hidup.

Bahrul Husaeni mendirikan DuduluRun sebagai wadah untuk memantau progres kesehatan dan perkembangan setiap pelari secara bertahap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 13:22

Gedung Sate Rapi di Depan, Kacau di Belakang?

Selama pembangunan berfokus pada yang tampak di depan, Bandung belum benar-benar berubah.

Spanduk dari Massa Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat dipasang di pagar Gedung Sate, Senin 21 Juli 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ikon 27 Apr 2026, 12:08

Sejarah Waduk Jatigede Sumedang, Proyek Warisan Kolonial yang Tenggelamkan 28 Desa

Dirancang sejak kolonial, Waduk Jatigede baru terwujud pada 2015, membawa manfaat besar sekaligus memicu relokasi warga dan hilangnya warisan budaya

Waduk Jatigede, Sumedang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 11:31

Wisata Rasa di Bumi Pasundan: Strategi Mengangkat Kuliner Lokal ke Panggung Gastronomi Dunia

Buku Wisata Rasa di Bumi Pasundan (2025), sebuah karya kolaboratif dari Kementerian Pariwisata.

buku pola perjalanan gastronomi "Wisata Rasa di Bumi Pasundan". (Sumber: kemenpar.go.id)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 09:40

Bandung Milestone Merawat Ingatan Asia Afrika dari Jantung Kota

Delapan dekade setelah gaung Konferensi Asia Afrika menggema dari jantung Bandung.

Walikota Muhammad Farhan mengamati koleksi buku yang dipamerkan dalam Bandung Milestone, yang menampilkan jejak sejarah dan semangat Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 27 Apr 2026, 08:49

Ambisi Transisi Energi Belum Menyentuh Akar Masalah, Warga Sekitar PLTU Tetap Menanggung Beban Lingkungan

Warga sekitar PLTU masih menanggung dampak lingkungan dan sosial, sementara kebijakan transisi energi dinilai belum menyentuh perlindungan dan keadilan di tingkat tapak.

Suasana diskusi “Transisi Energi Berkeadilan: Peluang, Tantangan, dan Strategi Implementasi Multi Pihak” di Kota Bandung, Minggu (26/4), yang mempertemukan warga, pemerintah, dan pakar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 08:00

Tumbuhkan Cinta Membaca, Bangun Keberanian Menulis

Mari kita tumbuhkan cinta pada kebiasaan membaca, bangun keberanian untuk tradisi menulis, dan keyakinan setiap anak punya cerita untuk dibagikan, direnungkan bersama.

Aa Akil anak kedua dan Kakang anak ketiga asyik membaca buku, Ahad (26/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Linimasa 26 Apr 2026, 20:21

Melawan Lupa Sesar Lembang Lewat Festival Ngabandungan Bandung

Festival Ngabandungan Bandung hadirkan edukasi mitigasi Sesar Lembang lewat seni imersif dan pendekatan budaya.

Festival Ngabandungan Bandung di Balaikota Bandung, Minggu, 26 April 2026. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 18:52

Pemain Persib Asal Luar Kota Bandung Tahun 1980-an

Para pendatang yang kemudian menjadi pemain Persib karena memiliki kebanggaan menjadi pemain Persib Bandung

Persib Piala Soeratin 1980 diperkuat Ade Mulyono, Yusuf Bachtiar, Ajat Sudrajat, Wawan Hermawan(kiper), Wawan Karnawan, dll. (Sumber: Facebook | Foto: Planet Bola)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 16:36

Jika Masuknya Curang, Jangan Harap Ilmunya Jujur

UTBK yang seharusnya menjadi tolak ukur kemampuan, justru berubah menjadi ruang yang menunjukkan bahwa ambisi untuk “lolos”, sering kali lebih diutamakan daripada kejujuran dalam prosesnya.

Ruang ujian bukan hanya soal soal dan jawaban, tapi juga tentang sejauh mana integritas diuji. (Sumber: UPN VETERAN JAWA TIMUR | Foto: UPN HUMAS)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 14:43

Masa Depan Transportasi Udara, Teknologi Pesawat Listrik Unjuk Gigi di Forum MVPN dan UBSI Sukabumi

Pembahasan pesawat listrik AAM di UBSI Sukabumi jadi sorotan, dinilai berpotensi jadi solusi transportasi masa depan untuk konektivitas dan logistik di Indonesia.

Alessandro Arraniry Pritajaya (kiri) usai menerima sertifikat dalam Indonesia Youth Global Innovation Forum 2026 di UBSI Sukabumi.
Wisata & Kuliner 26 Apr 2026, 13:58

7 Jajanan Kue Tradisional yang Cocok Disantap saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kue tradisional seperti putu, pancong, surabi, hingga ketan bakar yang paling nikmat disantap saat cuaca dingin.

Pisang goreng. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 13:03

Sudut Kecil ala Jepang ‘Haha Kohi’ di Bandung

Haha Kohi beroperasi mulai jam 8 pagi sampai 6 sore, jadi kamu bisa menyesuaikan jadwal datang sesuai selera dan kebutuhan.

Cafe ala Jepang cocok untuk nongkrong bersama teman, atau pasangan, spot foto yang aestetik dan instragramable. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Arini Nabila Ramadhani)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 12:00

Urbanisasi Humanis ala Shenzhen

Best pactice pengelolaan urbanisasi ala Shenzhen, China yang berhasil menjadikan pendatang sebagai aset, bukan sebagai beban

Shenzhen, China. (Sumber: wikimedia.org)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 10:49

Bandung Tahun 80-an: Saat Angkot dan DAMRI Jadi Cerita

Dulu, perjalanan bukan sekadar berpindah  tempat. Ia adalah ruang perjumpaan dengan teman, dengan orang asing, bahkan dengan diri sendiri.

Ilustrasi angkutan kota dan bus DAMRI di tahun 80-an. (Sumber: Ilustrasi gambar hasil dari AI)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 09:34

Bosscha Lembang dan Jejak Astronomi Indonesia

Bosscha Observatory Lembang, sebagai ruang ilmu pengetahuan dan penelitian astronomi.

Di tengah wisata Lembang, Bosscha Observatory hadir sebagai ruang ilmu pengetahuan. (Sumber: Institut Teknologi Bandung (ITB))
Beranda 25 Apr 2026, 18:58

Merawat Ingatan di Tanah Pasundan, Alasan Warga Tetap Tegak dalam Aksi Kamisan Bandung

12 tahun konsisten, Aksi Kamisan Bandung tetap jadi ruang bagi warga untuk merawat ingatan kolektif dan menyuarakan ketidakadilan lewat payung hitam yang tak pernah lelah membentang.

Memasuki tahun ke-12, Aksi Kamisan Bandung terus menjaga konsisten menyampaikan aspirasi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Ahmad Nazar)