Lari Malam di Kiara Artha Park Kian Ramai, DuduluRun Ajak Anak Muda Hidup Sehat

5 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Bahrul Husaeni mendirikan DuduluRun sebagai wadah untuk memantau progres kesehatan dan perkembangan setiap pelari secara bertahap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bahrul Husaeni mendirikan DuduluRun sebagai wadah untuk memantau progres kesehatan dan perkembangan setiap pelari secara bertahap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Lampu taman menyala temaram saat sekelompok anak muda membentuk sebuah lingkaran kecil, meregangkan tubuh, dan saling menyapa dengan tawa ceria untuk melepas penat setelah berkegiatan seharian.

Orang-orang berlari, berjalan, atau sekadar bermain bulu tangkis di sudut jalan. Begitulah pemandangan di Kiara Artha Park. Tidak hanya pada pagi, siang, atau sore hari, malam hari pun masih ramai dijumpai orang yang sedang melakukan aktivitas olahraganya mengitari lapangan.

Aktivitas ini terlihat sederhana: berlari bersama. Namun bagi mereka yang berada dalam komunitas DuduluRun, setiap langkah adalah bagian dari perjalanan yang lebih impactful, yakni tentang perkembangan, disiplin, dan menemukan ritme hidup yang sehat di tengah padatnya rutinitas harian.

Komunitas DuduluRun terhitung masih baru. Akun media sosial mereka mulai aktif pada Agustus 2025, memperkenalkan acara fun run pertama mereka pada bulan Oktober di Summarecon Bandung dengan jarak 2,5K dan 5K.

Dari sebuah acara yang lahir dari semangat internal, DuduluRun berkembang menjadi tempat berkumpulnya berbagai anak muda dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari pelajar hingga pekerja.

Saat ini, melalui berbagai program seperti run after work, trail run, hingga orienteering di ruang publik, DuduluRun tidak hanya menyediakan aktivitas fisik, tetapi juga kesempatan untuk berkembang. Di balik tagline mereka #menangkalahdudulurun terdapat semangat kebersamaan yang menjadi pondasi komunitas ini.

Pendiri DuduluRun, Bahrul Husaeni (29), menceritakan bahwa komunitas ini berangkat dari ketidaksengajaannya melihat antusiasme orang-orang yang mempunyai interest yang sama dalam berlari. Gagasan untuk membentuk komunitas pun muncul.

Bahrul menjelaskan bahwa DuduluRun tidak hanya berkumpul untuk berlari, tetapi juga membangun dan memantau proses pengembangan setiap individu. Dari yang awalnya hanya mampu berlari sejauh satu kilometer, dengan adanya medical check up sebelum berlari dan pemberian rekomendasi mengenai porsi latihan yang tepat, peserta diarahkan secara bertahap melalui program latihan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

“Target kita bukan hanya ngumpulin orang, tapi bagaimana orang yang datang itu bisa progres bareng-bareng,” ujar Bahrul saat ditemui sebelum kegiatan After Work Run di Kiara Artha Park.

Konsep “duduluran” diambil dari bahasa Sunda yang berarti persaudaraan. Filosofi ini menjadi dasar pendekatan komunitas, bahwa setiap anggota bukan hanya sekadar peserta, melainkan bagian yang saling mendukung dan memotivasi.

“Bagaimana sih orang itu bisa melesat dengan progresnya sendiri, tapi tetap dengan pengawasan dari kita,” kata Bahrul.

Tidak seperti komunitas lari pada umumnya, DuduluRun menyusun program yang cukup beragam dan berjenjang. Salah satu program andalannya adalah after work run, yang biasanya dilakukan pada malam hari sebagai cara untuk merelaksasi diri setelah sehari beraktivitas.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum berlari untuk memastikan kondisi fisik terpantau dan sesuai dengan kemampuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum berlari untuk memastikan kondisi fisik terpantau dan sesuai dengan kemampuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Mereka juga rutin mengadakan trail run dengan berbagai jarak mulai dari 7 hingga 15 kilometer, bahkan ada yang mencapai 21 kilometer. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda, mulai dari berlari di jalan kota hingga rute alam yang lebih menantang.

Ada juga konsep orienteering, yaitu berlari dengan sistem checkpoint yang harus dicapai peserta melalui rute yang bebas. Aktivitas ini diadopsi dari konsep kehutanan, tetapi dimodifikasi agar sesuai dengan lingkungan perkotaan sehingga tetap menarik dan mudah diikuti.

Tidak hanya itu, DuduluRun juga menawarkan program strength training dan pendampingan berbasis data kesehatan. Setiap peserta dipantau kondisi kesehatannya, mencakup riwayat penyakit hingga kemampuan fisik, kemudian diberikan porsi menu latihan yang sesuai. Dalam beberapa sesi, mereka bahkan melibatkan pelatih bersertifikat nasional melalui kolaborasi dengan Racewalk Indonesia.

“Target kita bukan hanya sebatas lari, tapi bagaimana dari nol sampai maksimal itu benar-benar dipantau,” ucap Bahrul.

Lari sebagai Investasi Mental dan Gaya Hidup

Bagi banyak orang, lari bukan hanya sekadar aktivitas fisik. Ini merupakan metode untuk refreshment dan recharge energy di tengah penatnya rutinitas. Bahrul menganggap aktivitas ini sebagai hal yang krusial, terutama bagi generasi muda.

Bahrul berpendapat bahwa melimpahnya informasi saat ini membuat banyak individu merasa rentan secara mental. Aktivitas sederhana seperti berlari dapat menjadi cara yang efektif untuk mengembalikan keseimbangan emosi dan mental.

“Dengan banyaknya informasi, orang itu gampang rapuh terhadap dirinya sendiri. Kita coba geser isi pikirannya lewat aktivitas ini,” ucap Bahrul.

Di balik suasana yang santai dan penuh tawa, ada satu nilai yang selalu ditekankan dalam komunitas ini: disiplin. Bahrul menyatakan bahwa konsistensi adalah kunci utama untuk mencapai setiap pencapaian.

“Kalau kita lihat dari progres, hari ini ada perubahan, besok ada perubahan, itu gift terbaik buat diri kita,” kata Bahrul.

Ia sendiri melakukan lari tiga sampai empat kali dalam seminggu. Baginya, kebiasaan ini tidak hanya sebatas olahraga, tetapi juga menyentuh cara ia mengelola waktu, kesehatan, hingga keuangan.

Menurutnya, hobi seperti lari perlu dikelola dengan baik, terutama dalam hal pengeluaran. Tanpa manajemen yang tepat, hobi ini bisa menjadi beban, bukan justru menyeimbangkan hidup.

Motivasi peserta DuduluRun sangat bervariasi. Afifah Haura Salsabil (22), contohnya, melihat komunitas ini sebagai tempat pelarian dari kebosanan skripsi dan sekaligus bertemu orang-orang baru.

Sementara itu, Chandra Ayu Marcela (34) menganggap lari sebagai bagian dari proses untuk menemukan pola hidup yang lebih sehat. Ia menyadari bahwa meskipun awalnya terasa sulit, kebiasaan ini memberikan dampak yang nyata pada tubuh dan pikirannya.

“Banyak pengalaman, banyak teman, siapa tahu bisa jadi mitra kerja atau bisnis,” ujar salah satu pekerja yang sedang mengikuti After Work Run, Chandra yang akrab disapa Caca.

Peserta lainnya, Ghazi Tsabat Imani (16), malah merasa mendapatkan energi baru dari aktivitas ini. Sebagai seorang pelajar, ia mengatakan bahwa berlari adalah cara untuk mengatasi kelelahan setelah sekolah.

“Biar nggak capek tuh ya lari, dan ternyata ada komunitas yang lari bareng-bareng,” kata Tsabat dengan nada cerianya.

Meskipun sering dianggap sebagai hobi yang mahal, para peserta memiliki pandangan yang berbeda. Bagi mereka, manfaat yang diperoleh jauh lebih bernilai daripada pengeluaran yang dikeluarkan.

Tsabat mengakui bahwa ia harus menyisihkan lebih banyak uang untuk mendukung hobinya, tetapi ia merasa tidak rugi. Menurutnya, kesehatan adalah investasi jangka panjang.

“Nggak bakal nyesel, karena benefit-nya kita yang dapat sendiri,” ujar Tsabat yakin.

Caca juga menambahkan bahwa tidak perlu mengikuti tren atau membeli peralatan mahal untuk memulai lari. Ia percaya bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada penampilan.

Di tengah maraknya tren gaya hidup olahraga yang sering kali terkesan eksklusif, DuduluRun mempertunjukkan pendekatan yang lebih sederhana. Lari tidak lagi soal kecepatan atau pencapaian, melainkan tentang perjalanan personal. Bagaimana seseorang mengenali diri, merawat tubuh, dan tumbuh bersama orang lain.

Di bawah cahaya lampu taman, langkah-langkah kecil terus bergerak. Tak selalu cepat, tak selalu jauh, tetapi cukup untuk mendekatkan mereka pada versi diri yang ingin dicapai.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.