Di Balik Tren Lari, Potret Gaya Hidup Sehat dan Pencarian Identitas Anak Muda Bandung

5 menit baca
Toni Hermawan
Ditulis oleh Toni Hermawan diterbitkan
Salah satu acara olahraga lari di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Salah satu acara olahraga lari di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID — Saat matahari belum sepenuhnya tinggi, derap langkah anak-anak muda mulai terdengar di sejumlah ruas jalan Kota Bandung. Earphone nirkabel menempel di telinga, smartwatch menyala di pergelangan tangan, dan pakaian olahraga berwarna cerah menjadi pemandangan yang kian lazim.

Bagi generasi Z, lari bukan lagi sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari gaya hidup.

Fenomena ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran akan hidup sehat dan produktif. Lari pun menemukan momentumnya sebagai olahraga yang mudah diakses, fleksibel, dan dapat dilakukan di mana saja. Di berbagai kota besar, termasuk Bandung, komunitas lari bermunculan dan semakin aktif. Media sosial turut menjadi pemantik utama, menjadikan aktivitas berlari bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi juga narasi personal yang dibagikan ke ruang digital.

Melalui unggahan di Instagram, TikTok, hingga aplikasi pencatat aktivitas olahraga, generasi muda membingkai lari sebagai pengalaman kolektif. Dari sekadar catatan waktu dan jarak, hingga potret suasana kota dan pilihan outfit, lari menjadi medium berekspresi sekaligus membangun jejaring sosial.

Muhammad Kevin Ardhiwilaga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Muhammad Kevin Ardhiwilaga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

Salah satu pelari kalcer, Muhammad Kevin Ardhiwilaga (24), menuturkan bahwa persiapan sebelum berlari merupakan hal yang tak bisa dianggap sepele. Ia selalu memastikan mengenakan pakaian olahraga yang nyaman agar tidak menghambat pergerakan. Selain itu, pemilihan sepatu yang sesuai juga menjadi perhatian utama demi menjaga kenyamanan saat berlari di jalanan. Kevin pun membiasakan diri untuk mengisi energi sebelum mulai berlari.

“Pakai baju olahraga yang nyaman, terus pakai sepatu lari, lalu sarapan roti karena praktis dan cukup memberikan energi sebelum melakukan aktivitas lari,” ucapnya.

Menurut Kevin, pakaian yang ideal untuk berlari adalah yang memang dirancang khusus untuk olahraga. Selain ringan, bahan pakaian juga harus mampu menyerap keringat dengan baik agar tubuh tetap terasa sejuk selama beraktivitas.

“Kebetulan aku enggak banyak pilih-pilih. Yang penting selayaknya baju olahraga saja, bahannya ringan, bisa menyerap keringat, dan warnanya cerah,” ungkapnya.

Tak hanya soal pakaian, Kevin juga menekankan pentingnya perlengkapan pendukung. Salah satunya adalah running belt yang menurutnya sangat membantu menjaga kenyamanan selama berlari, terutama saat membawa barang-barang kecil.

Running belt itu wajib, karena kalau cuma ditaruh di saku celana enggak nyaman pas lari. Barang bisa jatuh dan bikin celana melorot. Jadi solusinya pakai running belt,” ujarnya.

Untuk alas kaki, Kevin menggunakan sepatu lari yang dirancang khusus untuk permukaan jalan beraspal. Menurutnya, pemilihan sepatu yang sesuai dengan medan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, kestabilan, serta upaya meminimalkan risiko cedera.

“Sepatu lari itu banyak klasifikasinya, ada yang untuk jalan, ada yang untuk lari, bahkan lari pun ada yang khusus jalan raya atau lintasan lain. Kalau yang aku pakai itu memang untuk lari di atas aspal atau jalan yang permukaannya bagus,” katanya.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Ia menambahkan bahwa sepatu yang digunakan perlu disesuaikan dengan kebiasaan dan medan lari masing-masing individu. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum memutuskan pilihan sepatu.

“Karena aku sering lari di permukaan yang halus, jadi pemilihan sepatu itu harus benar-benar dipertimbangkan, terutama dari jenis lintasannya,” ucap Kevin.

Selain pakaian dan sepatu, Kevin juga membawa sejumlah perlengkapan pendukung lainnya saat berlari. Perlengkapan tersebut ia nilai penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan selama aktivitas berlangsung.

Running belt, dompet kalau terjadi apa-apa, handphone untuk menyalakan aplikasi pencatat lari, dan smartwatch sebagai penyambungnya. Handphone juga kadang dipakai buat lihat-lihat foto, kalau kebetulan ada yang menarik dan cocok ya dibeli, kalau enggak ya enggak,” tuturnya.

Meski identik dengan gaya dan perlengkapan, Kevin menegaskan bahwa lari sejatinya adalah olahraga yang murah dan mudah dilakukan oleh siapa saja. Menurutnya, hal paling utama yang dibutuhkan adalah kondisi tubuh yang sehat.

“Lari itu olahraga murah. Enggak perlu nunggu punya baju atau sepatu yang bagus dulu. Yang dibutuhkan itu jantung, badan, dan kaki. Jadi enggak usah nunggu perlengkapan lengkap baru lari, karena lari bisa dilakukan dengan apa saja,” ujarnya.

Ia pun membagikan pesan sederhana bagi mereka yang baru ingin mulai berlari agar tidak terjebak pada standar tertentu.

“Mulai dulu saja. Enggak perlu mikirin soal kalcer, outfit, atau komunitas. Lari dulu saja, jangan dipaksakan, dinikmati dulu kegiatannya, cari enaknya,” katanya.

Muhamad Fikri Aufa, (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Muhamad Fikri Aufa, (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Muhamad Fikri Aufa (23). Bagi Fikri, lari bukan hanya soal gerak fisik, tetapi juga tentang kesiapan tubuh sejak sebelum hari pelaksanaan. Ia menekankan pentingnya menjaga pola istirahat sebagai bagian dari persiapan berlari.

“Persiapan sebelum lari yang saya lakukan itu H-1, saya selalu tidur cukup. Minimal tidur tujuh jam supaya tubuh lebih bugar saat berlari,” ujarnya.

Dari sisi pakaian, Fikri memilih bahan yang ringan dan nyaman agar mendukung performa selama berlari. Menurutnya, bahan yang mampu menyerap keringat dengan baik sangat membantu menjaga kenyamanan.

“Jenis pakaian yang sering saya pakai itu yang ringan dan menyerap keringat, seperti spandeks poliester. Bahannya enak, dingin, dan enggak berat,” ucapnya.

Kenyamanan pakaian, lanjut Fikri, turut memengaruhi rasa percaya diri saat berlari. Dengan perlengkapan yang tepat, pelari bisa lebih fokus menikmati aktivitas tanpa terganggu rasa tidak nyaman.

“Sangat penting menggunakan pakaian yang tepat. Selain nyaman untuk berlari, kita juga jadi lebih percaya diri saat melakukan aktivitas lari,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa memilih perlengkapan yang dianggap sepadan dari segi kualitas dan kenyamanan menjadi pertimbangan tersendiri, terutama di kalangan anak muda.

“Banyak pilihan yang menurut saya cukup layak. Alasannya karena nyaman dan secara tampilan juga bagus,” ujarnya.

Selain itu, Fikri mengaku selalu membawa perlengkapan pendukung berupa earphone, terutama saat berlari sendirian. Musik, menurutnya, mampu menjaga semangat dan ritme lari.

“Kalau lari sendirian, earphone sangat membantu. Mendengarkan musik bikin enggak cepat bosan, bisa meningkatkan performa, menjaga kestabilan lari, dan menambah semangat,” tutupnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)