Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Di Balik Tren Lari, Potret Gaya Hidup Sehat dan Pencarian Identitas Anak Muda Bandung

Toni Hermawan
Ditulis oleh Toni Hermawan diterbitkan Minggu 28 Des 2025, 00:06 WIB
Salah satu acara olahraga lari di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Salah satu acara olahraga lari di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID — Saat matahari belum sepenuhnya tinggi, derap langkah anak-anak muda mulai terdengar di sejumlah ruas jalan Kota Bandung. Earphone nirkabel menempel di telinga, smartwatch menyala di pergelangan tangan, dan pakaian olahraga berwarna cerah menjadi pemandangan yang kian lazim.

Bagi generasi Z, lari bukan lagi sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari gaya hidup.

Fenomena ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran akan hidup sehat dan produktif. Lari pun menemukan momentumnya sebagai olahraga yang mudah diakses, fleksibel, dan dapat dilakukan di mana saja. Di berbagai kota besar, termasuk Bandung, komunitas lari bermunculan dan semakin aktif. Media sosial turut menjadi pemantik utama, menjadikan aktivitas berlari bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi juga narasi personal yang dibagikan ke ruang digital.

Melalui unggahan di Instagram, TikTok, hingga aplikasi pencatat aktivitas olahraga, generasi muda membingkai lari sebagai pengalaman kolektif. Dari sekadar catatan waktu dan jarak, hingga potret suasana kota dan pilihan outfit, lari menjadi medium berekspresi sekaligus membangun jejaring sosial.

Muhammad Kevin Ardhiwilaga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Muhammad Kevin Ardhiwilaga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

Salah satu pelari kalcer, Muhammad Kevin Ardhiwilaga (24), menuturkan bahwa persiapan sebelum berlari merupakan hal yang tak bisa dianggap sepele. Ia selalu memastikan mengenakan pakaian olahraga yang nyaman agar tidak menghambat pergerakan. Selain itu, pemilihan sepatu yang sesuai juga menjadi perhatian utama demi menjaga kenyamanan saat berlari di jalanan. Kevin pun membiasakan diri untuk mengisi energi sebelum mulai berlari.

“Pakai baju olahraga yang nyaman, terus pakai sepatu lari, lalu sarapan roti karena praktis dan cukup memberikan energi sebelum melakukan aktivitas lari,” ucapnya.

Menurut Kevin, pakaian yang ideal untuk berlari adalah yang memang dirancang khusus untuk olahraga. Selain ringan, bahan pakaian juga harus mampu menyerap keringat dengan baik agar tubuh tetap terasa sejuk selama beraktivitas.

“Kebetulan aku enggak banyak pilih-pilih. Yang penting selayaknya baju olahraga saja, bahannya ringan, bisa menyerap keringat, dan warnanya cerah,” ungkapnya.

Tak hanya soal pakaian, Kevin juga menekankan pentingnya perlengkapan pendukung. Salah satunya adalah running belt yang menurutnya sangat membantu menjaga kenyamanan selama berlari, terutama saat membawa barang-barang kecil.

Running belt itu wajib, karena kalau cuma ditaruh di saku celana enggak nyaman pas lari. Barang bisa jatuh dan bikin celana melorot. Jadi solusinya pakai running belt,” ujarnya.

Untuk alas kaki, Kevin menggunakan sepatu lari yang dirancang khusus untuk permukaan jalan beraspal. Menurutnya, pemilihan sepatu yang sesuai dengan medan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, kestabilan, serta upaya meminimalkan risiko cedera.

“Sepatu lari itu banyak klasifikasinya, ada yang untuk jalan, ada yang untuk lari, bahkan lari pun ada yang khusus jalan raya atau lintasan lain. Kalau yang aku pakai itu memang untuk lari di atas aspal atau jalan yang permukaannya bagus,” katanya.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Ia menambahkan bahwa sepatu yang digunakan perlu disesuaikan dengan kebiasaan dan medan lari masing-masing individu. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum memutuskan pilihan sepatu.

“Karena aku sering lari di permukaan yang halus, jadi pemilihan sepatu itu harus benar-benar dipertimbangkan, terutama dari jenis lintasannya,” ucap Kevin.

Selain pakaian dan sepatu, Kevin juga membawa sejumlah perlengkapan pendukung lainnya saat berlari. Perlengkapan tersebut ia nilai penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan selama aktivitas berlangsung.

Running belt, dompet kalau terjadi apa-apa, handphone untuk menyalakan aplikasi pencatat lari, dan smartwatch sebagai penyambungnya. Handphone juga kadang dipakai buat lihat-lihat foto, kalau kebetulan ada yang menarik dan cocok ya dibeli, kalau enggak ya enggak,” tuturnya.

Meski identik dengan gaya dan perlengkapan, Kevin menegaskan bahwa lari sejatinya adalah olahraga yang murah dan mudah dilakukan oleh siapa saja. Menurutnya, hal paling utama yang dibutuhkan adalah kondisi tubuh yang sehat.

“Lari itu olahraga murah. Enggak perlu nunggu punya baju atau sepatu yang bagus dulu. Yang dibutuhkan itu jantung, badan, dan kaki. Jadi enggak usah nunggu perlengkapan lengkap baru lari, karena lari bisa dilakukan dengan apa saja,” ujarnya.

Ia pun membagikan pesan sederhana bagi mereka yang baru ingin mulai berlari agar tidak terjebak pada standar tertentu.

“Mulai dulu saja. Enggak perlu mikirin soal kalcer, outfit, atau komunitas. Lari dulu saja, jangan dipaksakan, dinikmati dulu kegiatannya, cari enaknya,” katanya.

Muhamad Fikri Aufa, (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Muhamad Fikri Aufa, (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Muhamad Fikri Aufa (23). Bagi Fikri, lari bukan hanya soal gerak fisik, tetapi juga tentang kesiapan tubuh sejak sebelum hari pelaksanaan. Ia menekankan pentingnya menjaga pola istirahat sebagai bagian dari persiapan berlari.

“Persiapan sebelum lari yang saya lakukan itu H-1, saya selalu tidur cukup. Minimal tidur tujuh jam supaya tubuh lebih bugar saat berlari,” ujarnya.

Dari sisi pakaian, Fikri memilih bahan yang ringan dan nyaman agar mendukung performa selama berlari. Menurutnya, bahan yang mampu menyerap keringat dengan baik sangat membantu menjaga kenyamanan.

“Jenis pakaian yang sering saya pakai itu yang ringan dan menyerap keringat, seperti spandeks poliester. Bahannya enak, dingin, dan enggak berat,” ucapnya.

Kenyamanan pakaian, lanjut Fikri, turut memengaruhi rasa percaya diri saat berlari. Dengan perlengkapan yang tepat, pelari bisa lebih fokus menikmati aktivitas tanpa terganggu rasa tidak nyaman.

“Sangat penting menggunakan pakaian yang tepat. Selain nyaman untuk berlari, kita juga jadi lebih percaya diri saat melakukan aktivitas lari,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa memilih perlengkapan yang dianggap sepadan dari segi kualitas dan kenyamanan menjadi pertimbangan tersendiri, terutama di kalangan anak muda.

“Banyak pilihan yang menurut saya cukup layak. Alasannya karena nyaman dan secara tampilan juga bagus,” ujarnya.

Selain itu, Fikri mengaku selalu membawa perlengkapan pendukung berupa earphone, terutama saat berlari sendirian. Musik, menurutnya, mampu menjaga semangat dan ritme lari.

“Kalau lari sendirian, earphone sangat membantu. Mendengarkan musik bikin enggak cepat bosan, bisa meningkatkan performa, menjaga kestabilan lari, dan menambah semangat,” tutupnya.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)