Dari Iseng Jadi Healing, Memukan Bahagia di Setiap Langkah Berlari

6 menit baca
Saninatun nazwa
Ditulis oleh Saninatun nazwa diterbitkan
Zulfi saat berlari (Foto: Dokumentasi pribadi)
Zulfi saat berlari (Foto: Dokumentasi pribadi)

Bagi sebagian orang, lari mungkin cuma olahraga biasa. Tapi bagi Zulfi, setiap langkahnya adalah perjalanan untuk mengenal diri sendiri, setiap orang punya caranya sendiri untuk menenangkan diri.

Bagi Zulfi, jawabannya sederhana yaitu lari. Ia tidak memulainya dengan niat besar atau ambisi tinggi hanya ikut-ikutan teman. Tapi dari langkah kecil itulah, kebiasaan yang dulu terasa ringan kini menjadi bagian penting dari hidupnya.

Akhir-akhir ini aku suka lebih sering lari olahraga. Sebenarnya ini sudah menjadi habit aku sejak 2020. Awalnya aku ikut teman ikut komunitas, aku belum tahu esensi lari apa. Cuma selama jadi kebiasaan setelah menjadi habit aku, aku tahu jadi manfaat lari bisa menghilangkan stres, bisa menambah relasi, dan segala macam banyak manfaatnya. Dari situ akusampai saat ini konsisten lari setiap hari,” ujarnya Zulfiansyah pada saat diwawancarai pada Sabtu (01/11/2025).

Dari cerita itu, terlihat bahwa lari bagi Zulfi bukan cuma soal olahraga fisik, tapi sudah berubah menjadi kebiasaan melakukan aktivitas yang positif. Ia menemukan ketenangan di setiap langkah kakinya dan mendapatkan pertemanan.

Perjalanan Zulfi dengan dunia lari dimulai dari hal sederhana, dari rasa penasaran dan sedikit rasa ingin menantang diri. Ia masih ingat jelas saat pertama kali ikut lari di daerah Joglo. Waktu itu, ia bahkan tak menyangka bisa bertahan melakukan aktivitas larinya sampai sekarang.

Awalnya aku cuma bisa beberapa keliling saja, dan aku ikut tes. Setelah ikut tes, ternyata nilai lari aku itu kecil dan masih lambat. Aku memiliki tekad untuk menargetkan diri aku supaya lari aku bisa jauh dan cepat, daya tahan yang lebih kuat. Oleh karena itu aku bikin target untuk versi latihan aku apa saja setiap harinya, dan aku setiap hari konsisten dan mempunyai target hari ini harus berapa km. Aku terbiasa dan sekarang aku merasa ada peningkatan di setiap harinya,” ungkap Zulfi.

Dari sana, muncul semangat baru dalam dirinya. Ia belajar bahwa proses kecil yang diulang setiap hari bisa menghasilkan perubahan besar. Bagi Zulfi, kemajuan tidak datang tiba-tiba,  tapi lahir dari ketekunan dan rasa ingin berkembang. Menariknya, Zulfi mengaku dirinya dulu bukan tipe anak yang suka olahraga.

Jujur aku dari SD belum benar-benar suka olahraga. Setelah ke sini ke sini, aku mulai iseng saja, aku gak expect sampai detik ini aku masih suka lari. Jadi kayak mungkin sudah terbiasa dan juga aku jadi suka, dan sampai saat ini aku keterusan,” ujar Zulfi.

Baginya, rasa suka terhadap lari datang pelan-pelan. Awalnya hanya karena penasaran, lalu berubah jadi kebiasaan, hingga akhirnya menjadi sesuatu yang ia butuhkan.

Setiap sore, lapangan Siliwangi menjadi tempat favorit Zulfi untuk berlari.

Untuk saat ini aku lari paling favorit di Siliwangi, biasanya aku di lapangan Siliwangi. Dan waktu jam olahraganya itu di jam 4 sampai jam 6 sore. Jadi kalau aku bosan paling keliling Bandung tapi tetap startnya dari lapangan Siliwangi Bandung,” kata Zulfi.

Bagi Zulfi, lapangan Siliwangi bukan sekadar lintasan, tapi tempat yang penuh ketenangan. Di sanalah ia menantang dirinya, sekaligus menemukan banyak wajah baru. Ia mengatakan, hal yang membuatnya semakin cinta pada dunia lari adalah suasana dan kebersamaan bersama teman.

“Yang paling aku suka itu di lari itu yang bikin aku seru, asyik itu banyak teman, banyak komunitas dari kalangan umur. Aku bisa kenal banyak relasi, dan aku lebih suka lari bareng teman-teman. Aku merasa kalau bareng-bareng itu larinya jadinya gak kerasa, dan kalau misalnya dia kencang jadi bagi aku tertarik untuk ikut kencang juga, jadi termotivasi,” ungkap Zulfi. 

Zulfi menilai, lari bersama teman tidak hanya membuat tubuh lebih kuat, tapi juga Ada energi positif yang muncul setiap kali ia berlari beriringan dengan orang lain.

Di saat sebagian orang memilih nongkrong di kafe atau liburan singkat untuk melepas stres, Zulfi punya cara yang berbeda.

Lari baginya adalah ruang pribadi, tempat di mana ia bisa jujur dengan dirinya sendiri. Musik di telinga, udara Bandung yang sejuk, dan langkah kaki yang semuanya berpadu menjadi meditasi alami.

Menurut aku, di sisi lain kadang aku ngerasa kalau lagi burn out, lagi bosan, aku gak ada kegiatan, lagi ingin dengar musik tapi sambil lari, dan aku jadikan healing nya itu lari. Aku jadikan lari itu sebagai pengobatan diri aku sendiri,” ungkap Zulfi.

Ia bahkan merasakan langsung bagaimana lari memengaruhi kebahagiaan dan hormon endorfin dalam tubuhnya.

Aku rasa yang tadi aku bilang, aku kalau lagi bosen, burnout, atau aku lagi stres, aku pasti lari karena bisa sambil mendengarkan musik saat lari, sambil keliling Bandung. Itu sudah suatu kebahagiaan yang tidak tertara, apalagi cuaca di Bandung mendukung. Aku merasa hormon endorfin aku naik dan aku bahagia, jadi aku sering lari karena banyak hal positifnya di lari ini,” ungkap Zulfi.

Seiring waktu, kebiasaan berlari membuat hidup Zulfi lebih teratur. Ia kini lebih memperhatikan waktu istirahat, pola makan, dan kedisiplinan. 

Ini ngaruh banget sih, karena sebagai pelari, jujur walaupun berantakan tidurnya tapi itu benar-benar ngaruh banget sama lari. Bangunnya pun harus pagi-pagi, jangan siang. Dan kalau misalnya aku ingin lari pagi dan event biasanya jam 5 sudah kumpul, jadi kan tidur jadi harus lebih cepat otomatis itu sudah kebentuk lagi habit tidurnya. Dan itu pola makan juga aku orangnya mentingin banget asupan. Aku biasa makan makanan yang protein, dan kalau misalnya tidurnya berantakan, makanannya berantakan, benar-benar ngaruh banget sih. Jadi larinya yang biasanya 10 km kuat tapi ini baru 5 km saja sudah enggak kuat karena pola tidur atau pola makannya yang gak teratur,” ungkap zulfi.

Rutinitas ini membuatnya lebih disiplin dan teratur. Bahkan ketika harus menyesuaikan jadwal dengan kegiatan lain, Zulfi selalu mencari cara agar tetap bisa berlari.

Cara aku ngimbangin gampang sih sebenarnya. Aku lihat H-1 aku sudah punya schedule, aku mau apa saja sudah ada plan dari H-1. Kalau misalnya ada acara begitu atau apa pas di jam biasanya aku lari, aku pasti pindahin larinya jadi di jam pagi, sisanya setelah itu aktivitas seperti biasa. Pokoknya pasti aku sempetin lari setiap hari,” jelas Zulfi.

Konsistensi adalah kunci yang membuat Zulfi tetap bisa menyeimbangkan antara kesibukan dan rutinitasnya. Lari bukan hal yang ia lakukan kalau sempat,  tapi sesuatu yang harus disempatkan. Meski awalnya hanya ikut-ikutan teman, kini Zulfi sering mengikuti event lari di bandung.

Aku sering ikut event, hampir setiap bulan selalu ikut. Kebetulan aku juga diajak teman, tapi kadang dengan inisiatif sendiri aku ikut. Kemarin aku ikut lari di Bandung diadakan di Demokrat, itu aku ikut jaraknya 5 km. Itu pun sendiri dan itu pun gak masalah aku sendiri, cuma lebih seru kalau ada teman,” ujar Zulfi.

Bagi mereka yang menganggap lari itu melelahkan, Zulfi punya pesan sendiri.

Mungkin kebanyakan mereka malas atau baru beberapa lari sedikit sudah capek. Intinya kalian jangan langsung mengejar target untuk lari jauh. Menurut aku, bikin habit-nya dulu. Misalkan kita dari jalan kaki saja setiap hari, nanti bakal lama-lama terbiasa dan enteng. Dan setiap harinya membuat target untuk terus naik-naik-naik sampai bisa terbiasa. Yang penting konsisten sih, dan menyesuaikan juga materi larinya. Buat teman-teman yang masih takut atau bingung untuk lari, better menurut aku mulai dulu dari jalan kaki dulu saja. Karena dulu aku awal-awal pasti jalan 10.000 langkah, lama-lama aku jadi terbiasa dan enak bisa lari,” ujar Zulfi.

Baginya, tidak penting seberapa cepat seseorang berlari, yang terpenting adalah keberanian untuk memulai. Karena langkah kecil hari ini bisa menjadi perubahan besar di masa depan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Saninatun nazwa
Seorang mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang aktif dan senang menulis berita, dan feature di media digital.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:15

Ketaatan Pengelolaan Risiko Kebakaran

Peran dinas damkar perlu transformasi sehingga paradigmanya berubah dari peran pemadam menjadi fungsi yang proaktif mencegah kebakaran. 

Ilustrasi kebakaran pabrik di daerah Cipadung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 11:30

'Don’t Buy This Jacket' Kampanye Jujur atau Strategi Manipulasi Persepsi?

Membedah paradoks kampanye "Don’t Buy This Jacket" Patagonia:

Penulis sedang menelaah konsep iklan 'Don't Buy This Jacket'.
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 11:27

Wisata Gratis di Surabaya: Jelajah Taman Bungkul Ikon Kota yang Selalu Ramai

Taman Bungkul menjadi salah satu destinasi wisata gratis paling populer di Surabaya dengan fasilitas lengkap dan suasana nyaman sepanjang hari.

Taman Bungkul Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)