Drama Pelarian Macan Tutul Lembang, dari Desa di Kuningan ke Hotel Sukasari

5 menit baca
Restu Nugraha Sauqi Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Restu Nugraha Sauqi , Hengky Sulaksono diterbitkan
Macan tutul di Hotel Sukasari Bandung yang diduga merupakan satwa kabur dari Lembang Park & Zoo.
Macan tutul di Hotel Sukasari Bandung yang diduga merupakan satwa kabur dari Lembang Park & Zoo.

AYOBANDUNG.ID - Pelarian seekor macan tutul Jawa dari Lembang Park and Zoo berubah jadi kisah panjang yang menegangkan. Bermula dari proses karantina yang seharusnya sementara, satwa itu justru menjebol kandang dan menghilang di tengah pagi buta. Rencana konservasi itu berubah menjadi drama pencarian panjang, penuh teka-teki, dan diakhiri dengan kejadian nyaris tak masuk akal. Predator hutan tersebut ditemukan di sebuah hotel di tengah Kota Bandung.

Semua bermula dari Kuningan, Kabupaten di timur Jawa Barat, tempat macan tutul ini pertama kali muncul ke permukaan. Pada pertengahan Agustus, warga Desa Kutamandarakan di Kecamatan Maleber geger karena seekor macan tutul masuk ke balai desa. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat turun tangan. Dengan prosedur yang hati-hati, satwa itu ditangkap hidup-hidup untuk kemudian dievaluasi kondisinya.

Karena rencana awal pelepasliaran di Gunung Ciremai memerlukan observasi medis, BBKSDA memutuskan menempatkannya sementara di Lembang Park and Zoo, tempat yang dianggap paling siap karena fasilitas dan dokter hewan yang lengkap.

Macan tutul yang kemudian diketahui sebagai Panthera pardus melas, subspesies langka yang dilindungi, diamankan untuk observasi. BBKSDA memutuskan menitipkannya ke Lembang Park and Zoo pada malam 26 Agustus 2025. Tujuannya sederhana: karantina selama tiga hari sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Ciremai.

Pemilihan Lembang Park and Zoo bukan tanpa alasan. Kebun binatang itu memiliki fasilitas lengkap dan dokter hewan berpengalaman, sementara opsi sebelumnya di Garut dibatalkan karena keterbatasan sumber daya. Namun keputusan yang tampak rasional itu justru menjadi awal dari insiden besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan wisata pegunungan tersebut.

Baca Juga: Revitalisasi Trotoar di Kota Bandung, Menjawab Kebutuhan Pejalan Kaki atau Pedagang Kecil?

Dua hari setelah penempatan, suasana berubah. Diduga stres akibat lingkungan baru, macan tutul itu menjadi gelisah dan agresif. Sekitar pukul 05:30 WIB pada Kamis, 28 Agustus 2025, hewan itu berhasil menjebol bagian atas kandang karantina. Ketika petugas mengecek pukul 06:00, kandang sudah kosong. Padahal, pemeriksaan terakhir pada 04:30 WIB menunjukkan satwa itu masih di tempatnya.

Kabar pelarian langsung menyebar cepat lewat media sosial dan grup WhatsApp warga. Di Cisarua dan Parongpong, dua wilayah padat penduduk di sekitar kebun binatang, orang tua mulai melarang anak-anak keluar rumah.

Tak lama setelah itu, suasana Lembang berubah tegang. Petugas keamanan kebun binatang menutup sebagian area wisata, sementara aparat kepolisian dan BKSDA membentuk tiga tim pencari. Mereka menyisir area dalam dan luar kebun binatang hanya satu jam setelah pelarian dilaporkan.

Kepolisian langsung bergerak menurunkan Sat Sabhara dan unit K9 ke lapangan. Teknologi drone thermal untuk melacak suhu tubuh macan juga digunakan dalam pencarian.

"Semalam sampai subuh tim telah melakukan patrol dan pemantauan Udara menggunakan drone thermal," kata Humas BBKSDA Jabar Eri Mildrayana, 29 Agustus. Meski sudah dilengkapi teknologi, hasilnya nihil. Insting alami macan tutul—predator soliter yang cenderung menghindari manusia—membuatnya sulit ditangkap.

Hingga awal September, macan tutul itu diyakini masih berkeliaran di sekitar Lembang Park and Zoo. Tim gabungan terus memasang jebakan, menyiapkan senjata bius, dan memperluas pencarian hingga radius satu kilometer. Namun tanda-tanda kehadirannya makin samar.

Kepala BBKSDA Jawa Barat, Agus Arianto, akhirnya menyatakan pada 3 September bahwa jejak terakhir satwa itu mengarah ke kawasan hutan Tangkuban Parahu, habitat alami macan tutul Jawa. Ia menduga hewan tersebut sudah kembali ke alam. “Kita hentikan pencarian karena indikasinya sudah masuk kawasan hutan,” katanya.

Baca Juga: Keracunan MBG di Bandung Barat, Kronik Tragedi Hidangan Basi di Balik Santapan Bergizi

"Kemungkinan, dia sudah keluar dari area Lembang Park and Zoo dan bergerak ke arah hutan itu. Kenapa kita bisa bilang begitu? Karena sejauh ini tidak ada laporan dari masyarakat mengenai keberadaannya,” kata Agus.

Selang beberapa hari, muncul keputusan untuk menghentikan pencarian satwa liar tersebut lantaran dianggap sudah berada di habitat hutan Tangkubanparahu.

"Pencarian dihentikan tapi kami tetap mencari dan melakukan pemantauan. Karena satwa di luar kawasan itu tanggung jawab kami. Tim tidak akan dibubarkan," kata Humas BBKSDA Jabar, Eri Mildrayana.

Penghntian pencarianbini juga berdampak pada operasional kebun binatang. Setelah hampir dua minggu ditutup, Lembang Park and Zoo kembali dibuka untuk umum pada 10 September 2025. Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menegaskan bahwa pembukaan itu dilakukan setelah memastikan tidak ada lagi ancaman.

Tapi, ketenangan itu hanya sementara. Dua minggu kemudian, media sosial kembali geger. Akun Instagram @infobdgbaratcimahi mengunggah foto jejak hewan di kebun warga dekat sekolah di Lembang. Banyak yang menduga itu milik macan tutul kabur. Warga panik lagi, apalagi lokasi itu kerap dilalui anak-anak sekolah. Setelah diverifikasi, BBKSDA memastikan jejak tersebut milik anjing.

Belum sempat publik benar-benar melupakan peristiwa itu, sebuah kejadian mengejutkan muncul di Kota Bandung. Senin pagi, 6 Oktober 2025, sekitar pukul 07:00 WIB, penghuni Hotel Anugerah di Jalan Padasaluyu, Sukasari, dikejutkan oleh suara gaduh dari koridor lantai dua. Saat salah satu staf memeriksa, seekor macan tutul terlihat berdiri di depan pintu kamar. Hewan itu menggeram, memperlihatkan taring, dan tampak siap menyerang.

Video berdurasi 15 detik yang diunggah ke media sosial memperlihatkan detik-detik menegangkan itu. Warga berkerumun di luar hotel, sementara tim kepolisian dan pemadam kebakaran bergegas datang.

Evakuasi macan tutul di Hotel Sukasari Bandung yang diduga merupakan satwa kabur dari Lembang Park & Zoo. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Evakuasi macan tutul di Hotel Sukasari Bandung yang diduga merupakan satwa kabur dari Lembang Park & Zoo. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Proses evakuasi berlangsung hampir tiga jam. Petugas menembakkan peluru bius dua kali sambil mempersempit ruang gerak hewan yang terjebak di sudut lorong hotel. Sekitar pukul 09:50 WIB, macan tutul akhirnya tumbang dan berhasil dimasukkan ke kandang jebak. Ia kemudian dibawa turun ke lantai dasar sebelum dievakuasi ke Lembang Park and Zoo. Tak ada korban jiwa, hanya kepanikan dan rasa tak percaya yang tertinggal. Kondisi satwa itu tampak lemah dan stres berat.

Macan tutul itu kemudian dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) di Sukabumi untuk rehabilitasi. Pemeriksaan fisik menunjukkan hewan tersebut berjenis kelamin jantan, usia sekitar tiga tahun, dengan kondisi tubuh sesuai dengan yang sebelumnya kabur dari Lembang Park and Zoo. Meski BBKSDA belum mengonfirmasi secara resmi, besar kemungkinan inilah individu yang sama.

Bagi warga, penemuan itu menimbulkan rasa lega sekaligus heran. Bagaimana seekor macan tutul bisa bertahan hidup sebulan di wilayah urban tanpa tertangkap atau memakan korban?

Baca Juga: Hikayat Urban Legend Rumah Gurita Bandung, Geger Disebut Tempat Pemujaan Setan?

Macan tutul yang dulu dianggap simbol kekuatan alam Priangan kini menjadi pengingat tentang rapuhnya batas antara dunia liar dan manusia. Ia muncul di desa, lalu di kebun binatang, dan akhirnya di hotel kota. Sebuah perjalanan panjang yang tidak hanya mengguncang publik, tapi juga menunjukkan betapa tipisnya sekat antara hutan dan beton di masa kini.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 26 Jul 2026, 12:52

Krisis Naluri Sastra dalam Episteme Demokrasi

Kenapa sastra harus bicara, ketika sumber ekologi mulai menjadi investasi politik.

Tak muat dalam rak, sejumlah buku disimpan dalam dus di Perpustakaan Batu Api di Jatinangor. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Wisata & Kuliner 26 Jul 2026, 10:47

5 Street Food Pilihan di Bandung yang Wajib Dicoba

Cari street food murah di Bandung? Cek lima kuliner legendaris dengan cita rasa autentik dan harga terjangkau yang wajib Anda coba.

Kolak Bu Mimin. (Sumber: YouTube K U B I L E R)
Ayo Netizen 26 Jul 2026, 10:02

Estetika Kota Bandung Menuju Kota Cerdas Berkelanjutan

Berestetika di kota tidak sekadar teknologinya melainkan gambaran umum bahwa kota Bandung diurus dan ditata sedemikian rupa.

Pelajar menggunakan Alun-alun Regol sebagai tempat santai dan ngobrol-ngobrol. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 17:00

Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak.

Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Wisata & Kuliner 23 Jul 2026, 16:22

Wahana Pilihan TMII, dari Kereta Gantung hingga Drone Show Gratis

Rencanakan kunjungan ke TMII dengan panduan wahana terbaik, lengkap dengan tiket, museum pilihan, Jagat Satwa Nusantara, dan tips berkunjung hemat.

Museum Indonesia TMII. (Sumber: TMII)