Hikayat Dukun Digoeng Bantai Warga Cililin, Gegerkan Wangsa Kolonial di Bandung

3 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Dukun zaman baheula. (Sumber: Tropenmuseum)
Dukun zaman baheula. (Sumber: Tropenmuseum)

AYOBANDUNG.ID - Pada suatu masa di tahun 1938, Cililin yang biasanya tenang mulai diterpa rasa waswas. Bukan karena perang, bukan pula karena paceklik. Orang-orang di kampung Nanggerang bicara dengan nada pelan, lebih banyak berbisik. Sebab dalam waktu singkat, sebelas warga mereka meninggal dunia. Bukan karena wabah, bukan karena usia. Mereka mati satu per satu tanpa sebab yang jelas.

Warga mulai mengaitkan kematian itu dengan satu istilah: ilmoe. Di tanah Sunda, itu bukan sekadar kata. Bisa berarti racun, bisa juga ilmu hitam. Bisa tak terlihat, tapi mematikan.

Laporan De Koerier, 14 Juni 1938 mencatat secara rinci rentetan peristiwa ganjil dan imbisil yang terjadi. Pemerintah Adat Cililin mencium ada yang tidak beres. Saat sebuah kasus perampokan terjadi pada bulan Mei, penyelidikan mengarah pada sosok tua yang sudah lama dikenal di kampung-kampung: Bapa Digoeng. Ia bukan hanya tokoh adat, tapi juga dukun yang dikenal ampuh. Kabarnya, ia bisa membuat orang jatuh sakit, atau lebih parah, mati dalam diam.

Kepala polisi dan petugas segera diperintahkan menangkapnya. Tak perlu banyak desakan, Digoeng buka suara. Ia mengaku terlibat dalam perampokan, dan lebih dari itu, mengaku sudah “melumpuhkan” orang lain lewat ilmunya.

Baca Juga: Jejak Dukun Cabul dan Jimat Palsu di Bandung, Bikin Resah Sejak Zaman Kolonial

“Karena tindakan yang bijaksana dan penyelidikan yang cermat, lebih banyak kejahatan yang dilakukan oleh Bapa Digoeng terungkap,” tulis De Koerier memuji kerja kepolisian Hindia Belanda.

Pemerintah mencatat, dari pertengahan Maret hingga Mei 1938, empat orang telah dihabisi oleh Digoeng. Itu yang diakui. Tapi di desa, jumlah korban diyakini lebih banyak. Nama-nama dari kampung Nanggerang dibisikkan dengan iba. Sebelas nyawa melayang dengan cara yang tak bisa dijelaskan oleh tabib ataupun polisi.

“Tak kurang dari sebelas penduduk desa tewas berturut-turut,” tulis De Koerier, “yang namanya dibisikkan dengan rasa iba di desa.”

Satu kalimat terus bergema di tengah warga: siapa pun yang ingin menyingkirkan lawannya hanya perlu berpaling kepada sang dukun yang ditakuti.

Dua Puluh Gulden per Jiwa

Dalam interogasi, Digoeng menyebut bahwa keempat korban pertama dibunuh atas pesanan seorang bernama Moentarip, dengan tarif dua puluh gulden per kepala. Ia juga menyerang dua kerabatnya sendiri, Mirjasik dan Moernasik, dengan ilmu yang membuat mereka sakit. Untungnya, dukun lain datang memberi “penawar”.

Duit Gulden Hindia Belanda. (Sumber: Wikimedia)
Duit Gulden Hindia Belanda. (Sumber: Wikimedia)

Yang menarik, nama Moernasik ternyata bukan sekadar korban. Ia adalah mantan menantu Digoeng, sekaligus bekas muridnya. Kini, menurut Digoeng, Moernasik bahkan lebih mahir.

“Diduga Moernasik juga menyediakan ‘ilmunya’ dengan tarif tetap dua puluh gulden per jiwa,” tulis De Koerier, “menggunakan beberapa ‘perantara’ untuk mencari klien.”

Baca Juga: Wajit Cililin, Simbol Perlawanan Kaum Perempuan terhadap Kolonialisme

Jaringan ini tidak kecil. Para makelar bekerja dari desa ke kota, bahkan hingga Bandung. Mereka mencari orang-orang yang ingin “menghabisi” musuh mereka secara diam-diam. Dalam catatan pemerintah, tujuh orang diduga menjadi korban ilmu Moernasik.

Salah satu nama penting lain dalam jaringan ini adalah Soekadma, orang kepercayaan Moernasik yang dititipi jimat. Saat polisi datang menggeledah, ia mengatakan bahwa jimat itu telah dibakar. Karena tak cukup bukti, ia dilepas dari tahanan.

Tapi beberapa hari kemudian, kabar aneh datang.

“Pria tersebut tertimpa pohon tumbang,” tulis De Koerier. “Kali ini, pohon tumbang tersebut menimpanya dan meremukkannya.”

Soekadma memang sedang menebang pohon arborvitae. Ia sudah sering melakukannya. Tapi kali ini, pohonnya seolah membalas dendam.

Sementara itu, Digoeng ditahan di penjara Cililin. Pengawalan diperketat. Tapi suatu pagi, seorang sipir datang tergopoh-gopoh. Ia hendak mengantar sarapan, tapi mendapati sel sudah sepi. Digoeng telah menggantung diri. Tak pakai tali, hanya balok dan sehelai jilbab.

“Ia telah bunuh diri... Balok dan jilbab adalah caranya.”

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!