Media Ditantang Lebih Berpihak pada Rakyat: Tanggapan Aktivis Atas Hasil Riset CMCI Unpad

3 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
Ayang dari Dago Melawan menanggapi hasil riset CMCI Unpad bersama peneliti Detta Rahmawan dan moderator Preciosa Alnashava Janitra. (Sumber: CMCI Unpad)
Ayang dari Dago Melawan menanggapi hasil riset CMCI Unpad bersama peneliti Detta Rahmawan dan moderator Preciosa Alnashava Janitra. (Sumber: CMCI Unpad)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah kondisi sosial-politik yang terus bergejolak, seruan agar media lebih berpihak pada kepentingan warga kembali mengemuka. Pernyataan tersebut disuarakan Ayang, perwakilan dari Dago Melawan, yang menilai media memiliki peran penting dalam menjaga ruang hidup publik. Sikap kritis itu adalah tanggapan atas temuan riset terbaru CMCI Unpad mengenai bagaimana media sebenarnya memotret gerakan sosial di Indonesia.

Ayang mengatakan dengan lugas, sudah waktunya media benar-benar berpihak kepada rakyat. Di tengah situasi dinamika sosial-politik, ia menilai media memegang peran penting untuk menguatkan suara warga—baik yang berada di ruang-ruang besar maupun komunitas kecil yang jarang mendapat sorotan. Baginya, media bukan sekadar pengantar informasi, melainkan bagian dari penopang solidaritas warga yang tiap hari menghadapi ketidakberdayaan.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam forum “Peran Media dalam Rangkaian Gerakan Sosial di Indonesia”, tempat riset terbaru Pusat Studi Komunikasi, Media, Budaya, dan Sistem Informasi (CMCI) Universitas Padjadjaran dipresentasikan. Riset itu memperlihatkan bahwa ketika media menyoroti identitas dan karakter gerakan—alih-alih hanya menampilkan keramaian aksi—tingkat simpati dalam pemberitaan jauh lebih tinggi dibandingkan anggapan publik selama ini.

Peneliti CMCI Unpad, Detta Rahmawan, memaparkan bagaimana tiga rangkaian aksi terbesar pada 2024–2025—“Peringatan Darurat”, “Indonesia Gelap”, dan “Aksi Agustus–September”—membentuk mata rantai pembelajaran kolektif dalam demokrasi jalanan. Ketiganya menunjukkan bagaimana publik terus mengasah taktik, narasi, dan jejaring dalam menyampaikan aspirasinya.

Selama ini, media sering dianggap bekerja dengan “paradigma protes”, yaitu kecenderungan menyoroti konflik atau insiden yang bersifat sensasional. Namun analisis CMCI pada sejumlah media nasional justru menemukan tren berbeda. Dalam bingkai diagnostik, prognostik, dan motivasional, berita yang memuat tuntutan dan motif gerakan tampil lebih manusiawi. Aksi dipahami sebagai ekspresi warga, bukan gangguan keamanan. Temuan ini sekaligus membantah anggapan bahwa media arus utama selalu memberi citra negatif terhadap demonstrasi.

Diksi yang dipakai media juga banyak menunjukkan kecenderungan positif, seperti “menyerukan”, “mendesak”, atau “mengawal”. Substansi tuntutan—mulai revisi regulasi, transparansi anggaran, isu energi, hingga paket tuntutan rakyat—ikut diangkat sehingga liputan tak berhenti pada visual massa. Dengan demikian, media masih menjalankan fungsi sebagai kanal legitimasi moral yang penting bagi gerakan sosial, terutama saat identitas gerakan terkomunikasikan secara jelas.

Variasi narasumber turut memperlihatkan dinamika menarik. Anggota legislatif mendominasi liputan “Peringatan Darurat” dan “Aksi Agustus–September”, sedangkan laporan tentang “Indonesia Gelap” lebih banyak mengandalkan perspektif mahasiswa dan massa aksi. Perbedaan ini menunjukkan bagaimana isu yang diangkat turut memengaruhi siapa yang diberi ruang bicara.

Dalam sesi tanggapan, Abie Besman, dosen Jurnalistik Fikom Unpad, mengingatkan bahwa media tidak pernah benar-benar netral. Ia menilai media adalah bagian dari ekosistem publik yang juga menghadapi tekanan politik. Karena itu, menurut Abie, persoalannya bukan hanya tentang media berbicara, tetapi siapa yang diberi ruang untuk menyuarakan pendapat.

Pandangan Abie itulah yang kemudian disambut Ayang. Menurutnya, dalam situasi negara yang carut-marut, media harus ikut berdiri di sisi warga. Ia menegaskan perlunya dukungan media terhadap kelompok-kelompok yang suaranya kerap terpinggirkan. Keberpihakan yang ia maksud bukanlah keberpihakan buta, tetapi keberpihakan untuk menjaga ruang hidup masyarakat dan memastikan suara rakyat tidak tenggelam.

Riset CMCI juga menyoroti pentingnya jurnalisme penjelas (explanatory journalism). Di era digital, berita menyebar lintas platform melalui potongan video, tangkapan layar, hingga ringkasan yang beredar di media sosial, membentuk persepsi kolektif jauh melampaui ukuran klik atau traffic. Hal ini memperkuat urgensi media untuk mengedepankan konteks, bukan hanya kecepatan.

Forum yang dihadiri jurnalis, aktivis organisasi masyarakat sipil, pers mahasiswa, dan akademisi tersebut memberikan ruang refleksi atas cara media bekerja dan dampaknya terhadap demokrasi. Dengan dukungan BandungBergerak sebagai mitra pelaksana, acara ini menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara riset, media, dan publik.

Dari keseluruhan pemaparan, CMCI Unpad menegaskan bahwa media dan gerakan sosial saling membentuk. Ketika media memberi ruang identitas gerakan, publik dapat memahami alasan di balik aksi warga. Dan ketika publik memahami cara kerja media, gerakan bisa menyusun strategi komunikasi yang lebih efektif dan demokratis.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)