Mengeja Bandung Utama, Merawat Keragaman Agama

5 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Gang Ruhana, Kelurahan Paledang, berdiri Kampung Toleransi, ikon wisata religi yang diresmikan Pemerintah Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Gang Ruhana, Kelurahan Paledang, berdiri Kampung Toleransi, ikon wisata religi yang diresmikan Pemerintah Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Senja di ufuk barat mulai turun perlahan, meninggalkan langit Cibiru dan sekitarnya yang temaram. Seusai pulang bekerja, saat sedang berbincang santai dengan anak kedua, Akil, sambil menikmati kudapan dan cemilan.

Tiba-tiba ponsel bergetar, seorang kawan mengirim pesan berisi gambar dan video perusakan rumah ibadah beserta rumah adat, lengkap dengan permintaan, “Bisa minta tulisannya soal ini?”

Ku jawab singkat, “Mangga!”

Tanpa diduga, Akil yang polos langsung menimpali, “Wah, sayang banget rumah adat yang sudah lama dihancurkan. Nggak belajar sejarah, budaya ya, Bah? Terus nanti gimana ibadahnya?”

Bocah kecil itu terus bertanya lagi, “Kalau di Bandung ada yang dirusak atau dihancurkan nggak, Bah?”

Tanpa basa basi kubuka sejumlah catatan kekerasan dan intoleransi yang menunjukkan isu kerukunan beragama masih menghadapi tantangan serius di Tanah Pasundan, termasuk di Bandung.

Data sebaran kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia pada 2023. (Sumber: Tangkapan layar Laporan Setara Institute | Foto: Istimewa)
Data sebaran kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia pada 2023. (Sumber: Tangkapan layar Laporan Setara Institute | Foto: Istimewa)

Jejak Intoleransi di Jabar

Hasil Setara Institute, Jabar mencatat 47 kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) pada 2023. Dalam laporan tahunan yang dirilis 11 Juni 2024 itu, total pelanggaran KBB di Indonesia 2023 tercatat 217 peristiwa.

Bentuk pelanggarannya meliputi penolakan pendirian tempat ibadah, pembubaran kegiatan ibadah, perusakan, dan tindakan intoleransi terhadap kelompok tertentu yang semakin banyak terjadi di Jabar.

Sekedar contoh insiden, April 2023 di Kabupaten Purwakarta, gereja disegel karena disebut belum berizin. Kasus serupa ini terjadi di Kota Cirebon. Awal November 2024, warga menolak pendirian gereja di Kelurahan Pegambiran, Lemahwungkuk. Maret 2025, di Kota Bandung, penggunaan GSG Arcamanik oleh umat Paroki Odilia Bandung diprotes massa sebagai “alih fungsi” tempat umum menjadi tempat ibadah.

Meski sejumlah kasus intoleransi terungkap, ternyata ada banyak inisiatif toleransi yang menjadi bukti atas kerukunan belum luntur, hanya butuh perhatian serius agar tetap terpelihara. Misalnya di Kuningan (kelurahan Cigugur), warga lintas iman bersatu baik kaum laki-laki membantu mengangkat bata dan mengecor, ibu-ibu menyiapkan makanan dan minuman untuk pembangunan Masjid Al-Abror.

Sungguh indah kebersamaan di tengah isu intoleransi, seperti penyegelan makam sesepuh Sunda Wiwitan dan pelarangan aktivitas kelompok tertentu.

April 2025, di Kota Bandung dibentuk kampung toleransi Cibadak, sebagai percontohan kampung toleransi keenam di Bandung. Sebelumnya, ada (kampung toleransi) di Jamika, Paledang, Dian Permai, Balong Gede, dan Kebon Jeruk. Hadirnya kampung toleransi ini sangat penting, terutama saat gesekan seperti pada kasus GSG Arcamanik terjadi di kota kembang ini.

Setara mencatat 47 peristiwa KBB pada 2023, untuk 2024 Jabar tetap mendominasi pelanggaran dengan tercatat 38 peristiwa dan menjadi angka tertinggi di Indonesia. Rupanya, pelanggaran tidak lagi hanya bersifat penolakan pembangunan tempat ibadah, termasuk diskriminasi, pembubaran kegiatan keagamaan, dan tindakan intoleran oleh berbagai aktor mulai negara, kelompok masyarakat, maupun non-negara.

Kendati terdapat upaya membuka ruang toleransi, struktur dan praktik intoleransi tetap berakar yang memerlukan penanganan serius agar tidak menjadi preseden buruk bagi masa depan kerukunan dan kebebasan beragama di Indonesia. (Kompas, 2 dan 3 Juli 2025, Siaran Pers SETARA Institute "Data dan Kondisi Kebebasan Beragama Berkeyakinan (KBB) 2024 Regresi di Tengah Transisi Jakarta, 25 Mei 2025" www.setara-institute.org) 

Mewujudkan Kota Bandung yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju dan Agamis melalui pemerintahan yang berorientasi melayani serta berkelanjutan dalam mendukung pembangunan nasional (Sumber: www.bandungutama.id | Foto: Istimewa)
Mewujudkan Kota Bandung yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju dan Agamis melalui pemerintahan yang berorientasi melayani serta berkelanjutan dalam mendukung pembangunan nasional (Sumber: www.bandungutama.id | Foto: Istimewa)

Dinamika Bandung Utama

Dalam konteks ini, imparsial turut mengecam tindakan intoleransi, diskriminasi, intimidasi, dan penolakan praktik ibadah yang dialami umat Persatuan Gereja Amal Katolik (PGAK) Santa Odilia ketika melaksanakan Misa di Gedung Serba Guna (GSG) Sukamiskin, Arcamanik, Kota Bandung.

Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, menegaskan ibadah Misa adalah bagian dari ritual keagamaan yang secara jelas dijamin oleh UUD NRI 1945 Pasal 28E ayat (1) dan Pasal 29 ayat (2), yang mengamanatkan kebebasan setiap orang untuk memeluk agama dan melaksanakan peribadatan. Kegiatan ibadah merupakan bentuk kebebasan berserikat dan berkumpul sebagaimana diatur Pasal 28E ayat (3).

Perlindungan terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi menjadi pilar fundamental demokrasi. Namun, praktik internasional, termasuk Konvensi Internasional Hak Sipil dan Politik (ICCPR) menyatakan kebebasan itu dapat dibatasi bila mengancam ketertiban umum, keamanan negara, hak asasi orang lain. Ekspresi yang memicu intimidasi, persekusi, perampasan hak beribadah jelas tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM universal. (Tempo, 19 April 2025)

Bandung menduduki peringkat 14 dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 (Sumber: Buku IKT 2024 | Foto: Istimewa)
Bandung menduduki peringkat 14 dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 (Sumber: Buku IKT 2024 | Foto: Istimewa)

Dalam Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 yang dirilis pada 27 MEI 2025 diuraikan IKT studi pengukuran kinerja kota, meliputi pemerintah kota dan elemen masyarakat dalam mengelola keberagaman, toleransi dan inklusi sosial. Pengukurannya mengombinasikan paradigma hak konstitusional warga sesuai jaminan konstitusi, hak asasi manusia sesuai standar hukum HAM internasional dan tata kelola pemerintahan yang inklusif. 

Absennya, Paris Van Java dari daftar Kota Paling Toleran di Indonesia yang baru menduduki peringkat 14. Untuk di Kota Bandung, meskipun terjadi peristiwa intoleran, di antaranya dilakukan aktor non-negara berkaitan dengan larangan ucapan Selamat Natal bagi Umat Islam, tetapi elemen-elemen masyarakat sipil lainnya begitu gencar melakukan agenda-agenda pemajuan toleransi.

Dari tahun-tahun sebelumnya hingga kini, berbagai dialog dan kebijakan promotif toleransi yang hadir di Kota Bandung, yang di dalamnya terdapat peran masyarakat sipil, seperti Jaringan Kerja Antarumat Beragama (Jakatarub) dan Bandung Lautan Damai (BALAD). (Indeks Kota Toleran 2024, Ikhsan Yosarie, Halili Hasan dan Editor Sayyidatul Insiyah, 2025: iii, 29, 32 dan 43)

Ikhtiar mewujudkan Kota Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis) dengan menuntut suasana kota yang harmoni, aman, dan damai. Upaya itu hanya dapat terwujud jika semua pihak senantiasa menghadirkan kesejukan dan kebahagiaan bagi sesama.

Pasalnya, bangsa yang beradab adalah bangsa, negara yang mencintai persahabatan, kerukunan, perdamaian, sekaligus menjunjung tinggi nilai keberagaman dan menghargai setiap perbedaan.

Ingat, kerukunan di Jawa Barat, khususnya di Bandung memang sedang diuji. Berbagai insiden dan data terbaru menunjukkan ihwal pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) masih menjadi ancaman nyata. Namun, di tengah situasi sulit, kisah-kisah toleransi tetap hadir sebagai penyeimbang dan memberi harapan.

Baca Juga: Ini Titik-Titik Kemacetan di Kota Bandung menurut Wali Kota Farhan: Mana Tata Kelolanya?

Dengan demikian, sangat penting untuk terus menjaga dan memperkuat “benih-benih toleransi” baik melalui edukasi, kebijakan yang inklusif, maupun upaya nyata di tingkat komunitas, pemerintah. Langkah-langkah inilah yang berusaha untuk memastikan intoleransi tidak menjadi perilaku, aktivitas yang dianggap lumrah, dan kerukunan tetap menjadi fondasi kehidupan bersama.

Saat asyik berselancar ria sambil scoll di laman www.bandungutama.id, tiba-tiba Anak ketiga, Kakang (4 tahun) memanggil “Bah Bacain cerita Nabi Nuh ya!” Cag Ah! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)