Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Sistem Pengelolaan Limbah di Bandung yang Berantakan: Sebaiknya Prioritaskan Langkah Inovatif Sungguhan

Hikmat Hamdi Ramadhan
Ditulis oleh Hikmat Hamdi Ramadhan diterbitkan Kamis 11 Des 2025, 16:57 WIB
Sistem pengelolaan limbah di Bandung yang Berantakan, saran saya sebagai warga Bandung untuk M. Farhan prioritaskan langkah inovatif sungguhan.

Sistem pengelolaan limbah di Bandung yang Berantakan, saran saya sebagai warga Bandung untuk M. Farhan prioritaskan langkah inovatif sungguhan.

Sebagai penduduk Bandung yang sering melihat tumpukan sampah di pojok-pojok gang, saya merasa perlu untuk memberikan komentar ini secara objektif. Menurut angka yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2023, Bandung memproduksi lebih dari 1.500 ton limbah setiap hari, dan penanganan limbah tersebut masih jauh dari optimal.

Sampah sering berserakan di tepi jalan dan sungai karena sistem pengumpulan limbah yang tidak terjadwal. Hanya sekitar 60% limbah yang berhasil diangkut ke lokasi akhir, sedangkan sisanya menyebar dan merusak ekosistem, menurut data yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat pada tahun 2022.

Hal ini menyebabkan bau busuk, yang mengganggu orang, terutama di daerah padat seperti Cicendo dan Lengkong. Menurut penelitian Universitas Padjadjaran tahun 2021, polusi plastik di sungai meningkatkan risiko banjir dan penyakit infeksi.

Selain itu, infrastruktur pemrosesan seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti seringkali terlalu penuh dan tidak memiliki kapasitas tampung yang cukup. Meskipun permintaan jauh lebih besar, kapasitas TPA hanya 800 ton per hari, menurut data KLHK.

Karena waktu pengangkutan yang tidak stabil, masyarakat sering terpaksa membuang limbah sesuka mereka. Pada tahun 2023, Kompas.com melaporkan protes warga karena kurangnya kendaraan pengangkut, yang menyebabkan sampah menumpuk selama berhari-hari.

Selain itu, ada masalah pendidikan limbah yang buruk di masyarakat, yang menyebabkan kebiasaan membuang asal terus berlanjut. Sebuah survei yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung pada tahun 2022 menunjukkan bahwa hanya empat puluh persen penduduk memisahkan sampah di rumah mereka.

Ini berdampak buruk pada kesehatan umum, dengan kasus demam berdarah dan gangguan pernapasan meningkat sebagai akibat dari lingkungan yang tercemar. Data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2023 menunjukkan bahwa area kumuh telah meningkat.

Pria berkelahiran Bogor itu membutuhkan lebih banyak dana untuk menambah jumlah truk sampah. Saya menyarankan agar Pak Farhan menggunakan anggaran APBD untuk membeli truk tambahan untuk mempercepat proses pengumpulan.

Sumber sampah di Kota Bandung didominasi oleh rumah tangga sebanyak 60 persen atau setara 897 ton per hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Sumber sampah di Kota Bandung didominasi oleh rumah tangga sebanyak 60 persen atau setara 897 ton per hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Menurut orang no 1 di Kota Bandung, harus mendorong program kreatif seperti bank sampah di setiap kelurahan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan inisiatif ini, yang telah terbukti berhasil di kota-kota lain, Pak Farhan memiliki kesempatan untuk mengubah limbah menjadi uang.

Selain itu, M. Farhan harus memperluas TPA Sarimukti atau membangun fasilitas baru untuk meningkatkan kapasitasnya. Menurut data KLHK, ekspansi ini dapat mengurangi polusi hingga 30%.

Untuk mengubah pola hidup warga, Walikota Bandung M. Farhan harus memulai kampanye pendidikan besar-besaran melalui sekolah dan media sosial. Dengan kepemimpinan tegas Pak Farhan, saya yakin kebiasaan memilah limbah dapat meningkat drastis.

Baca Juga: Penumpukan Sampah di Ujung Berung Sudah Tidak Terkendali, Warga Mulai Kewalahan

Terakhir, menurut saya M. Farhan harus bekerja sama dengan sektor privat untuk teknologi pemrosesan limbah yang canggih, seperti insinerator yang ramah alam. Ini akan membuat Bandung lebih sehat dan asri, yang sesuai dengan visinya sebagai kota maju.

Pada akhirnya, limbah bukanlah hanya masalah kebersihan; itu adalah masalah kualitas hidup masyarakat Bandung secara keseluruhan. Kondisi ini dapat diubah menjadi kesempatan besar untuk perkembangan kota jika Walikota Bandung M. Farhan melakukan hal-hal yang nyata dan kreatif. Saya yakin bahwa dengan komitmen Pak Farhan, Bandung akan menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Hikmat Hamdi Ramadhan
Seorang mahasiswa aktif Telkom University jurusan Digital Public Relations 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)