Gunung Api Palasari Purba

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Lava raksasa kawasan Cibanteng – Panyandaan, Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Taufanny Nugraha)
Lava raksasa kawasan Cibanteng – Panyandaan, Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Taufanny Nugraha)

Kemegahan instalasi bumi berupa batu-batu raksasa yang tersingkap di kebun-kebun warga, di halaman rumah, di puncak pasir atau bukit, dan di pinggir jalan. Ukurannya ada yang tersingkap sebesar rumah, sebesar bus, sebesar aula, atau sebesar jip. Ada lava yang panjang, membeku di lereng yang menurun ke selatan. Karena proses cuaca dan waktu, siang dipanggang terik matahari, dan terkena dingin malam, lava itu kemudian memotong diri secara alamiah, membentuk kotak-kotak hitam seperti rangkaian gerbong kereta api zaman dulu. Kemudian masyarakat menamainya Batu Kareta.

Bagi para penggemar jalan kaki atau lari, sekali waktu, cobalah menjelajahi kawasan yang panjangnya 8 km barat-timur, antara Dagopakar/Tahura Ir H Djuanda di sebelah barat, sampai Kampung Palalangon disebelah timur. Dan di lereng yang menurun ke selatan, selebar 4 km, di sisi barat antara Batuloceng-Tebing Keraton di utara hingga Tahura Ir H Djuanda di selatan, dan di sisi timur antara Kampung Cilalareun di selatan sampai Palintang di utara. Ada yang hanya dapat dijelajahi di jalan selatan – utara, namun di beberapa tempat ada juga yang dapat dijelajahi arah timur – barat.

Pertanyaan yang seketika muncul menduduki puncak pikiran orang yang terkagum-kagum melihat kemegahan bumi itu adalah, dari gunung mana lava ke luar, dan kapan terjadinya?

Di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, ada bukit yang di google maps tertulis Pasir Babagongan dan Pasir Pangukusan atau Pasir Buleud, yang jarak di antara dua bukit itu satu km. Bahu Gunung yang memanjang barat – timur, mulai dari Pasir Babagongan sampai Gunung Palasari (muda, saat ini), itulah lingkaran kaldera Gunung Palasari Purba sepanjang 4 km di sisi selatan yang masih tersisa. Bila direkonstruksi, ketinggian Gunung Palasari Purba ini tidak kurang dari +3.000 m dpl. 

Ketika masih di dalam tubuh gunungapi, namanya magma, batuan cair pijar yang suhunya sekitar 1.200°C. Ketika terjadi letusan efusif, magma mengalir keluar dari tubuh gunungapi di lereng dan di lembah gunung, namanya berubah menjadi lava, setelah mendingin, membeku, disebut batuan beku.

Letusan-letusan efusif dari Gunung Palasari Purba, dengan mengalirkan lava di lereng gunung, di lembah-lembah. Lava itu magma, batuan cair pijar yang telah keluar dari kawah gunungapi. Setelah membeku, menjadi batuan beku yang sangat diperlukan oleh manusia untuk membangun rumah dan konstruksi bangunan lainnya. Kekentalan lavanya dikategorikan encer (viskositas rendah), dan relatif sedikit kandungan gas, sehingga dapat mengalir jauh. Gelegak lava yang mengalir seperti sungai api, melaju dengan lambat menuruni lereng hingga 8 km – 9 km jauhnya. 

Lava inilah yang tersingkap di beberapa tempat dengan nama-nama yang diberikan oleh masyarakat, seperti Batu Candi, sekitar 3 km dari puncak Gunung Palasari Muda, tersingkap di lembah – sungai, di Kampung Cilalareun, Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Lava yang melebar di Batuloceng (+1.485 m dpl), Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Batukareta (+1.180 m dpl) sekitar 3,5 km Batu Lonceng, Batu Templek (+1.040 m dpl) sekitar 3 km dari  Batu Lonceng, dan Curug Batu Templek (+980 m dpl) sekitar 4,5 km Batu Lonceng. Dan banyak lagi singkapan lava yang mengagumkan.

Letusan Gunung Palasari Purba lainnya adalah letusan eksplosif, letusan gunungapi yang sangat dahsyat, terjadi ledakan kuat yang melontarkan bom gunungapi, gas, abu vulkanik, dan material piroklastik lainnya ke atmosfer karena tekanan gas yang tinggi. Abu dan pecahan-pecahan material letusan lainnya diterbangkan angina menyebar hingga jauh. Material letusan yang sangat panas yang dihamburkan ke udara, bila turun kembali di lereng gunung, akan meluncur dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga sangat berbahaya. Material letusan yang mengendap di tubuh gunung, bila bercampur dengan air meteorik, membentuk aluran lahar yang dapat menimbun perkampungan di lembah-lembah dan kaki gunung.

Baca Juga: Asal-usul Nama Geografis Baribis 

Letusan eksplosif gunung ini yang sangat dahsyat, telah mengambrukkan sebagian tubuh gunungnya, membentuk kaldera dengan garis tengah sekitar 4 km. Kapan waktu letusannya, belum dapat dipastikan secara tepat, namun terjadi pada periode Kuarter. Di lingkaran kaldera Gunung Palasari Purba itu bermunculan gunung-gunungapi baru, seperti di tepian lingkaran kaldera sebelah utara ada Bukit Tunggul (+2.212 m dpl), di timur ada Gunung Pangparang (+1.953 m dpl), dan di selatan ada Gunung Palasari Muda (+1.852 m dpl), yang masuk ke dalam wilayah Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Adanya lava, batuan beku yang berasal dari letusan efusif Gunung Palasari Purba, meninggalkan jejak letusan yang sangat megah dan mengagumkan. Inilah instalasi bumi di permukaan yang dapat disaksikan, diraba, dan direkonstruksi kehadirannya di tempat itu. Ini sangat baik menjadi laboratorium, menjadi museum lava, menjadi taman batu, yang semuanya itu dipersembahkan bagi masyarakat di Cekungan Bandung. 

Batuan beku sangat berlimpah di Indonesia sebagai Negara yang dibentuk oleh gunung-gunung api yang terangkai menjadi pulau bungapi. Namun situs-situs lava di lereng timur laut Kota Bandung ini jaraknya hanya sekitar 15 km, sehingga sangat ideal menjadi ruang belajar gunung api. Bukan hanya dapat belajar tentang gunungapi, namun batuan beku ada juga yang dijadikan pusat-pusat religi pada zamannya, seperti di Panyandaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)