‘Pengkolan Jati’, Kenikmatan Makan Bakakak di Saung Sawah dengan Pemandangan Gunung Tampomas

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Rumah Makan Pengkolan Jati di Cimalaka, Sumedang. (Sumber: Istimewa)
Rumah Makan Pengkolan Jati di Cimalaka, Sumedang. (Sumber: Istimewa)

TERNYATA, kini, kuliner Sumedang tak hanya tentang tahunya yang legendaris dan nikmat tiada duanya. Sekalian memanfaatkan keindahan alamnya yang indah nan syahdu, beberapa pengusaha memunculkan tempat kuliner baru.

Muncullah kuliner bakakak ayam, “Sampurasun Nusasari Bakakak” di Jalan Parigi Lama, Situ, Sumedang Utara; kemudian kuliner olahan kambing, “Pawon Sengon”, di Paseh Kaler Sumedang; Lalu, “RM Saung Teko” yang legendaris dengan aneka olahan ayam Szechuan, mi goreng, dan koktail di Cimuja, Cimalaka, Sumedang; “RM Sawargi” rumah dengan desain bangunan yang unik  yang berlokasi di Jalan Prabu Gajah, Situ, Sumedang Utara; dan ini yang lagi viral, warung “Pengkolan Jati”—juga yang terkenal dengan olahan ayam bakakak dan ikan bakar—di Cimalaka, Sumedang. 

Fenomena kuliner Sumedang ini memancing para Youtuber papan atas—dari Farida Nurhan hingga Mang Epul si Tukang Dahar--harus menyempatkan diri menikmati dan me-review hidangan di tanahnya Pangeran Kornel dan Raja Geusan Ulun itu.

Yuk, kita kulineran ke RM “Pengkolan Jati” yang lagi viral di Cimalaka. Cimalaka ini adalah tempat yang dulu terkenal dengan tambang pasirnya yang berkualitas tinggi. Adanya Tol Cisumdawu memudahkan pelesiran ke tempat ini. Waktu jadi serba singkat, tidak perlu melintasi jalan berkelok-kelok Cadas Pangeran yang cukup berbahaya. 

Setelah di jalan tol, ambillah pintu keluar Tol Cimalaka, kemudian berbelok ke kiri. Ikuti jalan yang tak terlalu besar di mana di kanan dan kirinya rimbun dengan pepohonan. Nah, sekitar 3-4 kilometer kemudian ada belokan tajam yang cukup ramai menepilah. Dari parkiran sudah tercium wangi ayam yang dibakar. Itulah RM Pengkolan Jati yang sedang viral itu.

Kalau mau kebagian tempat, sebaiknya Anda datang agak pagi, jangan datang terlalu mepet ke jam waktu makan siang. Pengalaman penulis, pada pukul 10.30, pun tempat parkir rumah makan ini sudah penuh dengan mobil-mobil berplat Z, D, maupun B. 

Begitu tiba, cepatlah antri daftar ke petugas untuk pesan tempat. Petugas akan melayani dengan cepat. Dengan dilengkapi alat komunikasi yang terhubung ke petugas lain, petugas akan memberikan daftar menu. Isilah pesanan Anda di sini biar cepat. Setelah itu, petugas akan memanggil dan memberi tahu di saung mana tempat makan Anda.

Pemandangan di rumah makan Pengkolan Jati di Cimalaka, Sumedang. (Sumber: Istimewa)
Pemandangan di rumah makan Pengkolan Jati di Cimalaka, Sumedang. (Sumber: Istimewa)

Tempatnya berupa saung lesehan bambu di tengah sawah dengan latar belakang Gunung Tampomas dan persawahan yang luas terasa nyaman dan asri. Namun, bukan hanya masalah tempatnya, yang utama adalah rasa makanan dari warung ini. 

Bakakak ayam kampung adalai menu andalan rumah makan ini. Ayam utuh yang dibakar dengan bumbu rahasia sehingga menghasilkan daging yang empuk dan beraroma harum dengan cita rasa yang mengunggah selera. Selain itu, warung “Pengkolan Jati” menyediakan berbagai makanan khas Sunda seperti nasi liwet, tumis genjer, tumis kangkung, bala-bala, cireng, pepes dan goreng peda, olahan jengkol dan pete, serta sambalnya yang ngajeletot. Masalah harga, tak terlalu menguras isi dompet.

Setiap suapan jadi terasa begitu nikmat, ditemani semilir angin pesawahan dengan latar belakang pemandangan Gunung Tampomas seakan membawa kita dalam sebuah perjalanan kuliner yang tak akan pernah terlupakan. Yang menarik, meski selalu dipadati pelanggan, baik warga lokal maupun wisatawan, pelayanannya terbilang cepat. Kita tidak terlalu lama menunggu pesanan.

Warung makan “Pengkolan Jati” berdiri belum terbilang lama, tahun 2021. Nama "Pengkolan Jati" konon diambil dari lokasi rumah makan yang dulunya merupakan sebuah perkebunan jati yang berada di sebuah tikungan (Sunda; pengkolan) jalan.

Pada mulanya pemilik warung makan Pengkolan Jati hanya memiliki satu bangunan saja, hingga di tahun 2022 pemilik membangun bangunan berupa saung-saung di sekitar bangunan pertama, saung saung tersebut berdekatan dengan hamparan sawah yang menjadi keunggulan pada warung “Pengkolan Jati”.

Warung “Pengkolan Jati” tidak membuka cabang di tempat lain. Pengunjung hanya bisa menikmati bakakak ayam khasnya di tempat ini. Tertarik? Yuk, ah.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)